ENGLISH ORAL PRESENTATION PADA MATA KULIAH SPEAKING

BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO

Arin Arianti

Univet Bantara Sukoharjo

ABSTRACT

This starategy is aimed to improve the knowledge of scientific presentation in English and also to train the skill of English Oral Presentation in Speaking class for second semester students of English Department in Veteran Bangun Nusantara University of Sukoharjo. It is applied by active learning in teaching learning process in which each student must be active participant and creative in each activity so the students are able to develop their ability in English especially for doing presentation in learning. In fact, it is not effective toward the content of presentation because it is not systemati presentation. The approach method that is used to overcome the problems is the application of English Oral Presentation. The second semester students is thesubject of this activity. Pretest and postest are used to know the improvement of students’ knlowledge about Englih oal Presentation. The result of English Oral Presentation for second semester students at Bangun Nusantara Universty of Sukoharjo shows that all students get the improvement for their knowledge of English Oral Presentation up to 40%. Moreover, the ability to practice English Oral Presentation get good category for the average 4,3.

Keywords: abilty, Speaking English Oral Presentation

Pendahuluan

Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah. Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa merupakan intelektual yang berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan. Mahasiswa harus aktif dalam kegiatan perkuliahan. Namun tidak sedikit mahasiswa dalam setiap mengikuti perkuliahan masih saling mengandalkan satu sama lain, berkelompok, dan hanya mendengarkan materi yang disampaikan dosen, sehingga seakan akan seperti pembelajaran ketika mereka masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Padahal, dalam setiap perkuliahan diterapkan dengan strategi Active Learning, dimana setiap mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dan kreatif dalam setiap aktivitas sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan skillnya dalam berbahasa Inggris khususnya tampak dalam aplikasi conversation (percakapan) dan communication (komunikasi). Untuk berperan aktif maka perkuliahan difokuskan pada mahasiswa. Pada kenyataan di lapangan, mahasiswa cenderung pasif dalam aktivitas perkuliahan, dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan gagasan masih terlihat menghafal apa yang akan mereka ungkapkan sehingga pemaparan belum sistematis.

Hal tersebut diperparah di saat mereka dituntut untuk presentasi pada perkuliahan tertentu. Disamping itu, hampir setiap mata kuliah yang diajarkan, banyak dosen yang menerapkan perkuliahan dengan metode presentasi, , seperti dalam mata kuliah Reading, Speaking, TEFL, HELT, Introduction to Linguistics/ Literature, dan masih banyak lagi. karena presentasi sebagai suatu strategi yang mengharuskan mahasiswa mengeksplor ide dipadukan dengan teori terkait dengan pemaparan secara langsung, biasanya dengan media power point. Presentasi secara langsung dengan bahasa Inggris sering kali diterapkan dalam perkuliahan baik secara kelompok maupun individu. Aplikasinya, mahasiswa hanya memberikan fotokopi kepada audience, menampilkan materi dalam bentuk power point, kemudian membacanya.

Faktor kurangnya persiapan dalam penyampaian materi serta tidak terbiasa melakukan presentasi di depan umum menjadi faktor ketidakmaksimal dan kurang berbobotnya esensi transfer ilmu yang dipresentasikan. Sehingga mahasiswa langsung mengenai inti pembahasan, tidak adanya pembukaan yang menarik. Selain itu, cara menyampaikan terlalu banyak dan terlalu rinci, sampai-sampai pesan pokok justru tenggelam tertutup oleh rincian. Bisa jadi presentasinya tidak lewat waktu, tetapi pembicara terkesan sangat terburu-buru dalam berbicara. Akibatnya presentasi jadi sulit untuk diikuti. Akibatnya tidak diperoleh pemahaman materi yang disampaikan secara mendalam baik bagi pihak yang melakukan presentasi maupun pihak yang mengikuti presentasi/ audience. Faktor tersebut karena mahasiswa tidak mempunyai kurangnya pengetahuan tentang tehnik presentasi khususnya dalam bahasa Inggris.

Presentasi dalam Perkuliahan

Secara luas presentasi bisa diartikan menyajikan atau mengemukakan informasi kepada orang lain dengan tujuan memberi tahu, mempengaruhi ataupun mengajak (persuasif). Hal ini juga di jelaskan oleh Sekhah Efiaty (2012) mengenai jenis-jenis tipe presentasi antara lain:

1. Informasi

Menyampaikan suatu informasi baru kepada audience dengan harapan akan mengetahui dan memahami topik yang dipresentasikan, misalnya workshop, seminar, kuliah dan sebagainya.

2. Persuasi yang bertujuan untuk mengubah perilaku

3. Entertaining yang bertujuan ntuk menghibur peserta, berusaha agar peserta tetap memperhatikan kita.

Menurut Andri as Harefa (2003) dijelaskan bahwa tedapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam presentasi, antara lain:

1. Mengendalikan rasa takut

2. Membangun fondasi presentasi

3. Memilih dan mempersiapkan persentasi

4. Meningkatkan ketrampilan peresentasi

5. Menggunakan alat bantu visual

6. Memimpin sesi tanya jawab

7. Mendayagunakan suara dan bahasa

English Oral Presentation

Keterampilan berpresentasi dalam Bahasa Inggris bagi mahasiswa atau dikenal dengan English Oral Presentation sebagai media presentasi sistematik yang harus dikuasai mahasiswa. Strategi tersebut mulai dari tahap awal yaitu Introduction (pengenalan), kemudian tahap preparation (persiapan), equipment (perlengkapan), pemaparan materi delivery (penyampaian) sampai pada tahap terakhir yaitu dari segi bahasa yang digunakan dalam presentasi (language).

NO

Tahapan

1

Introduction

a. Think about the goal

b. pre-writing strategy

c. outline

d. brainstorming/ diagramming

2

Preparation

a. goal

b. audience

c. veneu

d. time, length

e. method

f. content

g. structure

h. notes

i. rehearsal

3

Equipment

a. OHP

b. Whiteboard

c. Duster

d. Marker

e. Flipchart

f. Slide projector

g. Screen

h. Notebook

i. Handout

4

Delivery

a. introducing

b. body

c. conclusion

5

Language

a. introducing the subject

b. finishing one subject

c. starting another

d. analysing a point and giving recommendation

e. giving example

f. dealing with conclution

g. summarising

h. ordering

Metode Pendekatan

Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah penguasaan tehnik presentasi yang sistematik, terstruktur serta mudah diaplikasikan yang belum diketahui oleh mitra padahal presentasi merupakan media penting yang sangat efektif dalam penyampaian materi khususnya dalam perkuliahan yaitu dengan aplikasi English Oral Presentation). Bentuk evaluasi berupa daftar pertanyaan yang diberikan sebelum dan sesudah materi. Soal dalam daftar pertanyaan disusun untuk mengetahui seberapa besar tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi tentang tehnik presentasi ilmiah berbahasa Inggris. Setiap soal dijawab dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat. Nilai dihitung dengan rumus:

Nilai peserta = (jumlah jawaban betul)/ (jumlah soal) x 100

Nilai akhir = rerata nilai seluruh peserta

Adapun Penilaan praktik presentasi Bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

Kelompok

No

Butir Penilaian

Bobot

Skor

Nilai

1

Introduction

10%

2

Preparation

10%

3

Equipment

20%

4

Delivery

30%

5

Language

30%

100%

Skor = 1,2,3,4, atau 5 (1=sangat kurang, 2= kurang, 3= cukup, 4= baik, 5=sangat baik)

Nilai = skor x bobot

Hasil Dan Pembahasan

Peningkatan Pengetahuan tentang Tehnik Presentasi

Penyuluhan tentang tehnik presentasi dilakukan dalam 2 tahapan. Kegiatan diawali dengan pretest sebelum diberikan penyuluhan. Materi pretest berisi tentang tehnik presentasi ilmiah dengan jumlah 10 pertanyaan. Demikian juga setelah selesai penyuluhan dilakukan post test dengan materi soal yang sama. Pretest dan postest dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dalam hal presentasi. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pelatihan.Hasil peningkatan pengetahuan tentang English Oral Presentation berdasarkan pada pretest dan postest seperti pada Tabel

Tabel Hasil Evaluasi Peningkatan Pengetahuan tentang tehnik presentasi

No

Nama

Skor

Peningkatan (%)

Pre test

Postest

1

AD

7

9

28,6

2

DP

8

9

12,5

3

EN

8

10

25

4

NE

6

9

50

5

R

8

10

25

6

YW

6

8

25

7

BS

7

9

28,6

8

DK

7

9

28,6

9

GR

7

10

42,8

10

SW

6

9

50

11

BA

7

9

28,6

12

NT

6

8

33

13

RS

6

9

50

14

EE

5

8

60

15

WT

7

9

28,6

16

MY

5

8

60

17

RR

7

9

28,6

18

MR

5

8

60

19

ED

6

9

50

20

NW

6

9

50

21

MN

6

9

50

22

RA

7

9

28,6

23

SR

6

9

50

24

RC

5

9

80

25

HN

5

8

60

26

TA

7

10

42

27

WF

7

10

42

28

WR

6

9

50

29

AP

7

10

42

30

IS

7

10

42

31

TU

8

10

25

32

DK

6

9

50

Rata-rata

207

290

40%

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa peserta pelatihan yaitu mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Univet Bantara Sukoharjo yang berjumlah 32 peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang tehnik presentasi ilmiah berbahasa Inggris. Peningkatan pengetahuan tersebut mencapai 40 %. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata terhadap pengetahuan peserta tentang presentasi bahasa Inggris pada sebelum dan sesudah diadakan pelatihan.

Kemampuan Presentasi Berbahasa Inggris

Aplikasi presentasi dilakukan secara berkelompok. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 5-6 anggota. Yang harus diperhatikan dalam praktik presentasi yaitu dari aspek Introduction, preparation, equipment, delivery, dan dari aspek language.

Penilaian terhadap keterampilan mahasiswa dalam praktik presentasi ilmiah berbahasa Inggris berdasarkan pengamatan dari setiap kelompok mulai dari tahap introduction sampai dilihat dari aspek language/ bahasa yang digunakan. Penilaian terhadap praktek menggunakan form penilaian untuk mengetahui tingkat keterampilan dan juga kemahiran peserta pelatihan dalam presentasi. Hasil penilaian praktik presentasi seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel. Hasil Penilaian Praktik Presentasi

Kelompok

Aspek

Bobot

Skor

Nilai

Total

1

Introduction

10%

5

0,5

4,8

Preparation

10%

5

0,5

Equipment

20%

4

0,8

Delivery

30%

5

1,5

Language

30%

5

1,5

2

Introduction

10%

4

0,4

4,4

Preparation

10%

3

0,3

Equipment

20%

5

1,0

Delivery

30%

5

1,5

Language

30%

4

1,2

3

4

Introduction

10%

4

0,4

4,5

Preparation

10%

4

0,4

Equipment

20%

5

1,0

Delivery

30%

5

1,5

Language

30%

4

1,2

Introduction

10%

4

0,4

3,8

Preparation

10%

5

0,5

Equipment

20%

4

0,8

Delivery

30%

4

1,2

Language

30%

3

0,9

5

Introduction

10%

5

0,5

4,0

Preparation

10%

3

0,3

Equipment

20%

4

0,8

Delivery

30%

4

1,2

Language

30%

4

1,2

6

Introduction

10%

3

0,3

4,3

Preparation

10%

5

0,5

Equipment

20%

4

0,8

Delivery

30%

5

1,5

Language

30%

4

1,2

Kelompok 1 sampai dengan kelompok 6 memiliki rerata 4,3. Hal ini berarti bahwa secara keseluruhan mahasiswa memiliki tingkat keterampilan dalam English Oral Presentation berkategori baik. Kelompok 4 memiliki rerata paling rendah dibandingkan kelompok lain dimana kelompok 1, 2, 3, 5, dan 6 memiliki rerata diatas 4. Hal tersebut terjadi karena pada cara penyampaian (delivery) dan bahasa yang digunakan masih belum sistematis/ runtut sehingga pada poin tersebut mempunyai skor rendah. Dari pengamatan, hal ini disebabkan karena penyampaian materi kadang melompat dan belum terstruktur serta bahasa yang digunakan kadang belum sesuai fungsi dan aplikasi bahasa dalam presentasi.

Kesimpulan Dan Saran

Dari hasil aplikasi English Oral Presentation pada Mahasiswa Program Studi pendidikan Bahasa Inggris semester II Univet Bantara Sukoharjo, dapat disimpulkan bahwa:

1. Mahasiswa mengalami peningkatan pengetahuan tentang tehnik presentasi ilmiah berbahasa Inggris. Secara keseluruhan peningkatannya mencapai 40 %.

2. Dalam hal keterampilan/ praktik presentasi ilmiah berbahasa Inggris diperoleh hasil berkategori baik dengan nilai rerata 4,3.

Dari hasil metode ini dapat diberikan saran bahwa perlu dilakukan kegiatan serupa di program studi non bahasa Inggris yang lain, sehingga mahasiswa mempunyai kemampuan dalam melakukan presesentasi ilmiah dan terstruktur yang sangat diperlukan pada kegiatan perkuliahan maupun ketika terjun di masyarakat.

Referensi

Creswell, John W. 2012. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th ed). Boston: Pearson Education.

Harefa, Andrias. 2003. Presentasi Efektif , Yogyakarta: CV. Andi Offset

Sekhah Efiaty. 2011. Metode Presentasi dalam Proses Pembelajaran. http://missevi.wordpress.com/2011/08/20/metode-presentasi-dalam-proses-pembelajaran/