IMPLEMENTASI MODEL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI

DI SEKOLAH DASAR

 

Pitri Ratnasari1)

Suyitno2)

Ikha Listyarini3)

1) Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

2) 3)  Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

 

ABSTRAK

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar menulis puisi siswa SD karena kurangnya Inovasi model pembelajaran menulis puisi yang tepat sehingga berdampak pada minat belajar menulis puisi siswa sekolah dasar. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana implementasi model pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi model dalam pembelajaran menulis puisi yang tepat digunakan untuk kegiatan pembelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Literarur atau sering dikenal dengan istilah penelitian Kepustakaan (Library Research). Hasil analisis jurnal model pembelajaran menulis puisi di SD menunjukkan bahwa model CTL lebih tepat digunakan dalam implementasi model CTL (Contextual Teaching Learning) pembelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar dari 8 jurnal pada siklus II setelah diberikan apersepsi oleh guru tentang pembelajaran CTL menulis puisi belajar secara nyata mendorong siswa untuk menggali pengetahuan yang dimiliki siswa berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat lebih mudah dalam menuliskan puisi.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Menulis Puisi di Sekolah Dasar

 

PENDAHULUAN

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 meenjelaskan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Pendidikan mempunyai peran yang berpengaruh bagi kemajuan bangsa dan negara melalui proses kegiatan belajar mengajar. Peran pendidkan sangat besar memberikan pengalaman belajar serta menggali potensi bakat dan minat yang dimiliki anak secara optimal melalui pendidikan. Berdasarkan penjelasan diatas, Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 bab VI pasal 17 ayat 1 menyatakan bahwa “Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan mengengah”. Isi UU tersebut berarti pendidikan di sekolah dasar merupakan pendidikan yang sangat penting untuk menentukan pendidikan selanjutnya, karena pendidikan dasar merupakan pendikan pertama untuk mengenalkan pembelajaran bagi peserta didik jenjang sekolah dasar. Dalam pendidikan sekolah dasar (SD) terdapat beberapa mata pelajaran yang harus dipelajari dan dikuasai siswa salah satunya pelajaran Pendidikan Bahasas Indonesia.

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar dimulai dari kelas 1 sampai degan kelas 6. Pembelajaran di sekolah dasar ini dibagi menajadi dua yaitu kelas rendah terdiri dari kelas 1,2, dan 3 sedangkan kelas tinggi terdiri dari kelas 4,5 dan 6. Dalam pembelajaran Bahasa Indoneisa terdapat berbagai macam pokok materi pembelejaran salah satunya yaitu pembelajaran sastra atau puisi, dengan belajar sastra memiliki manfaat bagi budi pekerti siswa melalui tugas kesastraan bahasa indonesia atau puisi.

Dalam pembelajaran sastra atau puisi pada kenyataannya belum terlaksana dengan sempurna dan banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajarai puisi hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi pembelajaraaan yang diberikan oleh guru sehingga pembelajaran puisi kurang diminati siswa. Pembelajaran bahasa Indoneisa mencangkup ketrerampilan menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Guru mengalami kesulitan dalam memberikan pembelajaran puisi kepada peserta didik karena kurangnya guru menggunakan dan menguasai inovasi model pembelajaran yang cocok dalam menunjang pelajaran puisi di sekolah dasar sehingga pembelajaran puisi sulit di pelajari oleh guru dan siswa. melalui model pembelajaran yang tepat memberikan pembelajaran yang menarik minat siswa dalam belajar terutama pada pembelaran bersastra.

Menurut pendapat Waluyo (1995:29) puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan semua kekuatan bahasa yakni dengan fokus pada struktur fisik dan batin. Puisi merupakan sebuah karya sastra yang dipadatkan dengan pemilihan kata-kata kias, hasil pengungkapan kembali pengalaman batin manusia yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi yang diwujudkan melalui bahasa yang estetis dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya serta dipadatkan kata-katanya dalam bentuk teks, dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan (Azizah, 2015:137).

Menurut Tarigan, (2008:1) Seseorang dalam berbahasa harus memiliki empat komponen ketrampilan berbahsa yaitu, ketrampilan menyimak, katraampilan berbicara, keterampilan membaca, dan ketrampilan menulis. Pada komponen tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran berbahasa dan harus dipelajari oleh peserta didik apabila keempat ketrampilan tersebut tidak mampu dikuasai siswa maka akan berpengaruh dalam kemampuan berbahasa siswa, terutama dalam ketrampilan menulis merupkan keterampilan yang penting. Bila keterampilan menulis dapat dikuasai siswa maka siswa akan mampu menulis dengan baik dan benar tanpa terpengaruh dengan tulisan yang praktis. Keterampilan menulis yang baik dan benar dapat diperoleh melalui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang efektif dan efisien.

Seorang guru harus mampu menngunakan model-model dan strategi pembelajaran yang menyenangkan sehingga dalam pembelajaran siswa mampu mengikuti pembelajaran puisi dengan baik melalui strategi yang tepat diberikan oleh guru. Salah satu model pembelajaran memiliki langkah-langkah yang tepat dalam menuangkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran puisi melalaui model pembelajaran yang sesuai.

Model pembelajaran adalah suatu langkah-langkah atau pola yang digunakan oleh seorang guru untuk menyajikan materi pelajaran dengan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Joyce & Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan bimbingan pembelajaran dikelads atau yang lain (Joyce &Weil, 1980:1). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya.

Dengan model pembelajaran yang tepat guru mampu menguasai teknik pembelajaran yang tepat untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik khususnya pembelajaran puisi, melalui model pembelajaran yang sesuai diharapkan siswa mampu belajar puisi dengan menyenangkan dan mampu mehami pembelajaran puisi dengan baik.

Kajian yang akan dilakukan untuk mengungkap implementasi pengembangan model-model pembelajaran dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu karya sastra atau puisi. Implementasi dari model pembelajaran yang tepat digunakan oleh guru mampu memberikan perubahan dalam kegiatan pembelajaran berlangsung tepatanya dalam pembelajaran puisi.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis melakukan kajian pustaka tentang “Implementasi Model dalam Pemebalajaran Menulis Puisi di Sekolah Dasar”

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan Literarur atau sering dikenal dengan istilah penelitian Kepustakaan (Library Research). Dalam pendekatan kepustakaan data-data yang dikumpulkan menggunakan kata-kata atau teori-teori. Penelitian kepustakaaan lebih memerlukan olahan filosofis dn teoritis daripada uji empiris dilapangan (Neong Muhadjir 1996:169) dalam Rahman, 2018:2. Dalam penelitian ini menggunakan data jurnal-jurnal penelitian terdahulu terkait model-model pembelajara menulis puisi di SD. Jurnal yang di analisis sebanyak 16 terdiri dari model pembelajaran CTL sebanyak 8 jurnal, model TTW sebanyak 5 jurnal dan model CIRC sebanyak 3 jurnal.

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk meneliti atau mengumpulkan data. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan catatan penelitian pustaka terdahulu berupa jurnal yang berkaitan dengan permasalahan penelitian Proses pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu, dokumentasi berupa bentuk penelitian ini dokumen yang digunakan yaitu jurnal penelitian terdahulu dan triangulasi sumber dari beberapa jurnal penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data model Miles and Huberman. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh (Miles and Huberman 1984). Aktivitas dalam analisis data yaitu data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis jurnal model pembelajaran menulis puisi di Sekoalah Dasar dari 16 jurnal dianatranya model CTL (Contextual Teaching Learning) sebanyak 8 jurnal, model CIRC (Cooperative Intergrated Reading And Composition) sebanyak 3 jurnal, model TTW (Tnik, Talk, Write) sebanyak 5 jurnal memiliki kelebihan sdan penerpannya yang berbeda.

Model pembelajaran CTL (Contextual Learning) dalam menulis puisi di SD dapat diterapkan dengan cara, guru melaksanakan proses kegiatan pemebelajaran menulis puisi diawali dengan mengapresiasi siswa dengan memancing pertanyaan kepada siswa yang mengarah pengalaman siswa langsung terkait pembelajaran menulis puisi. Melalui aprersepsi guru dapat meemberikan gambaran materi menulis puisi berdasarkan pengalaman siswa langsung yang ada di lingkungannya sehingga penerapan model CTL (Contextual Teaching Learning) dalam pembelajaran menulis puisi mampu meningkatkan hasil menulis puisi dengan baik. Sehingga penerapan model CTL (Contextual Teaching Learning) dalam pembelajaran menulis puisi guru menghadirksn belajar secara nyata mendorong siswa untuk menggali pengetahuan yang dimiliki siswa dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pengetahuan yang sudah dimiliki siswa mampu memudahkan siswa dalam menemukan ide berdasarkan pengalamannya langsung sehingga dalam menulis puisi lebih mudah menemukan ide, dan menggunakan kata-katanya sendiri. Adapun kelebihan model pembelajaran menulis puisi dengan penerapan model CTL (Contextual Teaching Learning) yaitu, dapat meingkatkan kemampuan berpikir kritis siswa untuk menemukan ide untuk menentukan tema melalui pengalaman yang dimiliki, lebih mudah dalam menuliskan puisi dan bebas memilih tema, siswa belajar melalui proses dengan pengalamannya.

Sedangkan model pembelajaran TTW (Tnik, Talk, Write dalam pembelajaran menulis puisi dapat diterapkan di SD. Dalam penerpan model TTW(Tnik, Talk, Write) menulis puisi yaitu guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok dengan beranggotakan 4-5 orang siswa secara heterogen, melalui pembelajaran menulis puisi dengan meemrpakan model TTW (Tnik, Talk, Write) guru menuntut siswa untuk belajar berpikir (Think), berkomunikasi (Talk), menulis (Write). Kegiatan pemebelajaran guru menggunakan media pembejaran berupa gambar dan video pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran menulis puisi melalui penerpan model CTL (Contextual Teaching Learning), dengan bantuan media pembelajaran siswa diminta untuk mengamati dan menggali informasi untuk menentukan dan menemukan ide untuk dijadikan tema dlam menulis puisi hal ini menunjukkan bahwa siswa berpikir (Talk), dan siswa menyampaikan tema yang sudah ditentukan berdasarkan hasil pengamatannya dengan berdiskusi (talk), selanjutnya menuliskan puisi sesuai tema yang sudah disepakati setalah berdiskusi (Write).

Melalui aktivitas berpikir, berbicara dan menulis adalah salah satu aktivitas belajar mengajar yang memebrikan peluaang kepada siswa untuk berpartisipasi aktif sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan berebahsanya secara cepat dituangkannya dalam bentuk karya sastra puisi. Kelebihan penarapan model TTW (Tnik, Talk, Write) dalam pembelajran menulis puisi yaitu siswa mamu berpikir yaitu, mamapu membantu siswa dalam mengontruksi pengetahuannya sendiri sehingga pemahaman konsep pengetahuanya lebih baik, siswa mampu mengkomunikasikan dan berdiskusi dengan temannya untuk saling bertukar pikiran dan membantu dalam menuliskan puisi.

Melalui model CIRC (Cooperative Intergrated Reading And Composition) dalam menulis puisi di SD dapat diterapkan oleh guru bahwa belajar lebih mandiri dengan konsep pemahaman siswa melalui membaca lisan padaa wacana yang dibagikaan oleh guru untuk dipahami dan menemukan ide pokok yang terkandung di dalam wacana dan menuliskan ide pokok untuk diambil maknanya kemudian dituangkanya dalam bentuk tulisan karya sastra puisi berdasarkan hasil pemhaman siswa bertukar pikiran dengan membaca. Dengan penerapan model ini siswa mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menulan ide pokok dalam wacana, meningkatkan kemampuan membaca siswa, beekrjasama, belajar lebih mandiri dan aktif.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan analisis jurnal model pembelajaran menulis puisi di SD melalui penerapan model CTL (Contextual Teaching Learning), TTW (Tnik, Talk, Write) dan CIRC (Cooperative Intergrated Reading And Composition) menunjukkan bahwa model CTL lebih tepat digunakan dalam implementasi model CTL (Contextual Teaching Learning). Dalam pembelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar dari 8 jurnal pada siklus II setelah diberikan apersepsi oleh guru tentang pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning) bahwa menulis puisi menghadirkan belajar secara nyata mendorong siswa untuk menggali pengetahuan yang dimiliki siswa dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pengetahuan yang sudah dimiliki siswa mampu memudahkan siswa dalam menemukan ide berdasarkan pengalamannya langsung sehingga dalam menulis puisi lebih mudah menggunakan kata-katanya sendiri.

Kepadaa guru sekolah dasar hendaknya dalam pembelajaran menulis puisi melalui model pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning) karena mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dan memberikan pembelajaran yang nyata dengan pengalman siswa langsung sehingga memberikan pembelajaran yang bermakna dan memudahkan siswa menumkan ide untuk diituliskan dlaammbentyuk karya sastra puisi.

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, Aida. 2015. “Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Memanfaatkan Teknik Brainwriting pada Peserta Didik SD/MI Kelas V”. Jurnal Ilmiah Pendidikan dasar, Vol 2, N0 2, 136-140.

Depdiknas, 2006.Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Rusman. 2013. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: Rajawali Pres.

Henry, Guntur tarigan. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan. Bandung: Angkasa.

Waluyo. Herman J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.