MENINGKATKAN MENGGUNAKAN

MICROSOFT OFFICE POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PENDAMPINGAN KEPALA SEKOLAH

DI SD NEGERI NO.176354 HUTASOIT TAHUN PELAJARAN 2019/2020

 

Riduan Sihombing

SD Negeri No.176354 Hutasoit

 

ABSTRAK

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan pelaksanaan Supervisi kepala Sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan microsoft office power point dalam pembelajaran di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Pembelajaran 2019/2020”? Tujuan penelitian tindak sekolah ini adalah untuk mengetahui mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru agar dapat menggunakan microsoft office power point dalam pembelajaran di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SD Negeri No.176354 Hutasoit Kecamatan Lintongnihuta, dengan luas tanah 2401m² dengan Sk pendirian No.246 Tahun 2007 Tgl, 31 -08-1981. Lokasi sekolah terletak di Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru-guru di SD Negeri No.176354 Hutasoit Kabupaten Humbanghasundutan, sejumlah 12 orang guru, terdiri atas 8 orang Ibu guru dan Bapak guru 4 orang. Siklus I rekapitulasi tingkat pemahaman dan penerapan guru untuk Menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran adalah 29% yang Kadang menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran, 45% dan Tidak Pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran adalah 26%. Setelah dilaksanakan refleksi maka dilaksanakan tindakan berikutnya. Siklus II maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi peningkatan guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran menjadi 9 orang yakni 88,10%, guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menjadi 2 orang atau 9,52% dan jumlah guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menurun menjadi 1 orang yakni 2,38%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan Kepala Sekolah dalam memberikan bimbingan sangat signifikan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran guru dalam kelas di di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Pembelajaran 2019/2020.

Kata Kunci: Supervisi, Mc.Power Point

 

PENDAHULUAN

Strategi dan metode guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat mempengaruhi hasil belajar siswa maka kemapanan guru memilih dan menetapkan metode mengajarnya juga sangat diperlukan karena metode itu merupakan pelicin jalannya pengajaran menuju tujuan. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode dan tujaun jangan bertolak belakang. Artinya, metode harus menunjang pencapaian tujuan tersebut. Apalah artinya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tanpa mengindahkan tujuan. Sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran. menggunakan metode pengajaranadi pembelajaran yang berkesan dan menyenangkan.

Ada kecenderungan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” sendiri apa yang dipelajarinya, bukan ‘mengetahui’-nya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangkan panjang.

Menguasai teknologi pembelajaran adalah salah satu dari aspek penting bagi seorang guru terutama bagi mereka yang menganggap bahwa sumber daya manusia pendidikan, sarana dan prasarana pendidikanlah yang terpenting dalam mencapai keberhasilan belajar. Setiap pembelajaran pada semua tingkat pendidikan baik formal maupun non formal apalagi tingkat Sekolah kejuruan, haruslah berpusat pada kebutuhan perkembangan anak sebagai calon individu yang unik, sebagai makhluk sosial, dan sebagai calon manusia seutuhnya. Keterampilan dan kompetensi lulusan dapai dicapai siswa jika dalam aktivitas belajar mengajar, guru senantiasa memanfaatkan teknologi pembelajaran yang mengacu pada pemanfaatan computer dalam kelas salah satunya microsoft office power point, karena dengan menggunakan layanan ini pembelajaran struktural dalam penyampaian materi dan mudah diserap peserta didik atau siswa akan lebih baik.

METODE PENELITIAN

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan akademik. Dengan demikian, berarti, esensial supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Mengembangkan kemampuan dalam konteks ini janganlah ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat.

Guru diharapkan kreatif untuk memanfaatkan benda tersebut menjadi media agar dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Beberapa macam media pembelajaran sederhana antara lain: Gambar, Peta dan Globe, Grafik, Papan Tulis, Papan Flanel, Display, Relia, Poster, Bagan (Chart), Herbarium.

Microsoft Power Point

Microsoft Power Point merpakan soft ware atau suatu system perangkat lunak computer yang disediakan untuk menayangkan slide atau fitur-fitur teks ringkas yang disediakan dalan suatu halaman. Lembar operasi ini dilengkapi dengan berbagai farian warna teks dan ragam bentuk tampilan gambar dan jenis tampilan yang cocok untuk persentase. Dalam operasi Mc.power poin dapat pula kita tampilkan secara otomatis dengan menentukan durasi waktu tampil suatu teks atau gambar sekaligus dapat kita menambah teks atau gambar kedalammnya. Dari berbagai layanan soft ware computer yang paling relevan untuk digunakan dalam pembalajaran di dalam kelas adalah operasi system Microsoft Power point.

 

 

Manfaat penggunaan Power poin pada Pembelajaran Sederhana

Pemanfaatan Power poin dalam pembelajaran erat kaitannya dengan objek yang kompleks. Untuk membawa berbagai objek tersebut tentu sangat sulit, sementara penjelasan verbal sering membuat peserta didik kurang cepat memahami konsep yang dipelajari. Media pembelajaran sangat bermanfaat bagi pembelajaran. Rumampuk (1998) menegaskan beberapa manfaat media dalam pembelajaran antara lain:

  1. Membangkitkan rasa ingin tahu
  2. Membuat konsep abstrak menjadi konkrit
  3. Mengatasi batas-batas ruang kelas
  4. Mengatasi perbedaan pengalaman peserta didik
  5. Menyajikan informasi belajar secara konsisten
  6. Memusatkan perhatian

HASIL PENELITIAN

SIKLUS I

Siklus I rekapitulasi tingkat pemahaman dan penerapan guru untuk Menggunakan Mc.Power point dalam Pembelajaran adalah 29% Kadang menggunakan Mc.Power point dalam pembelajaran, 45% dan Tidak Pernah menggunakan Mc.Power point dalam pembelajaran adalah 26%. Grafik kondisi guru Menggunakan Mc.Power point dalam Pembelajaran berdasarkan kenyataan yang terjadi pada siklus I. dari data iatas dapat kita simpulkan bahwa penggunaan media computer terlebih mengajar dengan menggunakan infocus dan tanyangan slide dengan sistim operasi Mc.Power point pada pembelajaran di kelas masih sangat kurang, sehingga pembelajaran masih di dominasi oleh metode konvensional dimana duru sebagai subjek pembelajaran dan siswa hanya sebagai objek belum dapat berperan aktif yang disebut dengan student center. Keberhasilan pembelajaran akan dapat dicapai jika dalam menyelesaikan masalah pembelajaran siswa dapat memecahkan sendiri dengan menemukan jawaban secara sendiri maupun secara kelompok.

Dari data diatas Jumlah guru /pegawai keseluruhan adalah berjumlah 12 orang, Menggunakan Mc.Power point dalam Pembelajaran adalah 12 guru yakni 29%, guru yang hanya kadang menggunakan Mc.Power point dalam pembelajaran 5 orang yakni 45% dan guru yang sama sekali belum menggunakan Mc.Power point adalah 3 orang atai 26%. Berdasarkan data diatas peneliti melaksanakan refleksi terhadap pelaksanaan siklus I dimana hasil yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan perbaikan terhadap kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama. Refleksi dilaksanakan bersama-sama kolaborator untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.

SIKLUS II

Siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan dalam penerapan mc.power poin di dalam pembelajaran oleh guru maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi selisih peningkatan 59.1% guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran, terdapat 7% peningkatan guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran dan 12% menurun untuk guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran

Dari hasil rekapitulasi siklus II maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi peningkatan guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran menjadi 9 orang yakni 88,10%, guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menjadi 2 orang atau 9,52% dan jumlah guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menurun menjadi 1 orang yakni 2,38%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa peranan Kepala Sekolah dalam memberikan bimbingan sangat signifikan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Microsoft power poin dalam pembelajaran guru dalam kelas.

PEMBAHASAN

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hali ini dikarenakan keterbatasan waktu yang tersedia, serta dengan dua siklus sudah penulis menanggap cukup untuk peningkatan pemahaman guru dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan Microsoft power poin. Dengan adanya peranan dan bimbingan dari Kepala Sekolah terjadi peningkatan yang signifikan penggunaan power poin dalam pembelajaran siswa di dalam kelas meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Pembelajaran 2019/2020.

Siklus I rekapitulasi tingkat pemahaman dan penerapan guru untuk Menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran adalah 29% Kadang menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran, 45% dan Tidak Pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran adalah 26%. Setelah dilaksanakan refleksi maka dilaksanakan tindakan berikutnya.

Pada Siklus II maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi peningkatan guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran menjadi 9 orang yakni 88,10%, guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menjadi 2 orang atau 9,52% dan jumlah guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menurun menjadi 1 orang yakni 2,38%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa peranan Kepala Sekolah dalam memberikan bimbingan sangat signifikan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Microsoft power poin dalam pembelajaran guru dalam kelas.

Siklus I rekapitulasi tingkat pemahaman dan penerapan guru untuk Menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran adalah 29% yang Kadang menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran, 45% dan Tidak Pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran adalah 26%. Setelah dilaksanakan refleksi maka dilaksanakan tindakan berikutnya. Siklus II maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi peningkatan guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran menjadi 9 orang yakni 88,10%, guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menjadi 2 orang atau 9,52% dan jumlah guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menurun menjadi 1 orang yakni 2,38%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan Kepala Sekolah dalam memberikan bimbingan sangat signifikan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran guru dalam kelas di di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Pembelajaran 2019/2020.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut.

Strategi dan metode guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat mempengaruhi hasil nbelajar siswa maka kemapanan guru memilih dan menetapkan metode mengajarnya juga sangat diperlukan karena metode itu merupakan pelicin jalannya pengajaran menuju tujuan penerapan tehnologi informatika komputer dalam pembelajaran di dalam kelas akan memnciptakan suasa belajar yang berkesan dan menyenagkan.

Pada siklus I, rekapitulasi tingkat pemahaman dan penerapan guru untuk menerapkan Mc.Power Point dalam Pembelajaran adalah 29% Kadang menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran, 45% dan Tidak Pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran adalah 26%. Siklus II maka terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya terjadi peningkatan guru menggunakan Mc.Power Point dalam Pembelajaran menjadi 37 orang yakni 88,10%, guru kadang sudah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menjadi 4 orang atau 9,52% dan jumlah guru yang tidak pernah menggunakan Mc.Power Point dalam pembelajaran menurun menjadi 1 orang yakni 2,38%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan Kepala Sekolah dalam memberikan bimbingan sangat signifikan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Microsoft power poin dalam pembelajaran guru dalam kelas di di SD Negeri No.176354 Hutasoit Tahun Pembelajaran 2019/2020.

SARAN

Telah terbukti bahwa dengan bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menguasai penggunaan computer dalam pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut.

  1. Kepala sekolah hendaknya menghimbau dan memberikan kesempatan kepada guru untuk terus mengikuti perkembangan media dan metode pembelajaran sehingga proses belajar mengajar yang baik dapat dilaksanakan di dalam kelas
  2. Hendaknya guru tetap belajar menggunakan komputer sebagai media pembelajaran media pembelajaran yang bervariasi sehingga pembelajaran menyenangkan dapat terwujud. Dalam setiap proses pembelajaran siswa dijadikan subjek pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran interaktif
  3. Bagi peserta didik
    1. Hendaknya meningkatkan kesadaran untuk selalu berpartispasi aktif dalam setiap kegiatan belajar mengajar,
    2. Berusaha untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh kesungguhan untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal
    3. Hendaknya selalu melatih kerjasama antar siswa, kemampuan berkomunikasi dan saling menghargai.
  4. Bagi Kepala Sekolah , supaya secara konsisten melaksanakan pembinaan kepada seluruh Bapak/Ibu guru sehingga pendidikan akan meningkat dimasa yang akan datang

 

DAFTAR PUSTAKA

Anni, Catharina Tri. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: Unnes Press.

Arifin, Achamd. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: ITB Stock

Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Chotimah, Chusnul. 2007. Pendekatan Kontekstual Melalui Pembelajaran Kooperatif. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Dalyono, M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Darmodjo, H., dan Kaligis, J.R. 1992. Pendidikan MATEMATIKA II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Djamarah, Saiful Bahri. 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Gie, The Liang. 1985. Cara Belajaryang Efisien. Yogyakarta: Pusat Kemajuan Studi.

Haling, Abdul. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamzah, Uno. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasibuan,JJ. 2008. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyono,Abdurrahman. 2001. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.