MENGKAJI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM SERIAL ANIMASI ADIT SOPO JARWO

 

Hanifah

Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

Kiswoyo

Eka Sari Setianingsih

Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

 

ABSTRAK

Latar belakang yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah untuk persiapan menghadapi abad 21 untuk mewujudkan penerus bangsa yang kuat dan unggul sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia lebih maju dan bermartabat di masa mendatang dengan mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kulitatif karena data-data yang diperoleh dari subyek penelitian ini menggunakan gambar, kata dan kalimat. Obyek dalam penelitian ini adalah film serial animasi Adit Sopo Jarwo. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer berupa film serial animasi Adit Sopo Jarwo dan data sekunder berupa jurnal, artikel, dan buku.Hasil dari mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo menunjukan bahwa kemunculan nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo episode 04, 09, 12, 12, dan 35 terdapat 18 nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai hasil prestasi, bersahbat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Dari 18 nilai pendidikan karakter yang muncul tersebar dalam masing-masing episode. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru diharapkan mampu memberikan pengetahuan nilai-nilai pendidikan karakter sehingga peserta didik dapat menanamkan sejak dini, serta diharapkan orang tua dapat mempertimbangkan tontonan yang anak dilihat oleh anak.

Kata kunci: Pendidikan, karakter, animasi

ABSTRACT

The background that encourages researchers to conduct this research is to prepare for the 21st century to create a strong and superior successor so that it can increase Indonesia’s competitiveness to be more advanced and dignified in the future by examining the values ​​of character education in the animated series Adit Sopo Jarwo. The focus of the problem in this study is to examine the values ​​of character education in the animated series Adit Sopo Jarwo. The purpose of this study was to determine the values ​​of character education in the animated series Adit Sopo Jarwo. This type of research is descriptive qualitative research because the data obtained from the subjects of this study use pictures, words and sentences. The object of this research is the animated series film Adit Sopo Jarwo. Sources of data in this study were obtained through primary data in the form of animated series Adit Sopo Jarwo and secondary data in the form of journals, articles and books. The results of examining the values ​​of character education in the animated series Adit Sopo Jarwo show that the emergence of character education values ​​in the animated series Adit Sopo Jarwo episodes 04, 09, 12, 12, and 35 contained 18 values ​​of character education, namely religious, honest, tolerance., discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love for the country, respect for achievements, friendly or communicative, love peace, love reading, social care, environmental care, and responsibility. Of the 18 character education values ​​that appear, they are scattered in each episode.Based on the results of this study, the suggestion that the researcher can convey is that the teacher is expected to be able to provide knowledge of the values ​​of character education so that students can instill it from an early age, and it is hoped that parents can consider the shows that children see by children.Keywords: Education, character, animation PENDAHULUAN

Pada saat ini, bangsa Indonesia sedang mengalami krisis nila-nilai karakter bangsa dengan ditandai semakin maraknya kejahatan dan tindakan-tindakan lain yang jauh bahkan tidak mencerminkan nilai-nilai karakter Bangsa. Sementara ini ada generasi muda yang tumbuh menjadi pribadi dengan karakter jalanan yang anarkis. Hal tersebut seperti tergambarkan pada kalangan geng motor yang aksi brutalnya meresahkan warga masyarakat di berbagai kota. Seperti yang terjadi pada Genk Motor 60 yang ada di Semarang yang mayoriyas anggotanya adalah anak kecil, awalnya mereka hanya melakukan balapan di jalanan (trek-trekan) kemudian beraksi beringas dan anarkis. Generasi muda saat ini diharapkan sebagai generasi emas pada tahun 2024 yang seharusnya sudah dibekali nilai-nilai pendidikan karakter.

Penanaman pendidikan karakter serta moral pada anak sangatlah penting untuk dilakukan agar kedepanya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih terarah, sehingga akan dapat memiliki pondasi yang kuat sebagai penerus bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pendidikan karakter perlu ditanamkan kepada anak sejak dini bukan hanya diberi teori saja, melainkan anak diberikan contoh yang baik, disertai contoh konkret sehingga dapat memudahkan anak dalam menangkap informasi. Penanaman nilai karakter pada diri anak, diterapkan agar anak mampu menjadi dirinya sendiri, memiliki daya saing yang sehat, dan keperdulian terhadap lingkungan yang ada disekitarnya serta mempunyai nilai-nilai religus agar terhindar dari hal-hal negatif.

Memasuki abad ke-21 banyak pendidik ingin melakukan kembali hadirnya pendidikan budi pekerti dalam konteks pendidikan karakter untuk mempromosikan nilai-nilai positif bagi anak-anak muda seiring dengan memberdayakan perilaku kekerasan dalam masyarakat. Menurut Brooks dan Goble dalam Haryati, dkk (2013: 174) kemerosotan nilai-nilai moral dan human brutality tersebut merupakan ciri khas kultur abad ke-20. Masyarakat saat ini berada dalam ancaman tindak kekerasan, kejahatan di jalan, geng-geng jalanan, truancy (anak-anak yang kabur dari sekolah), bisnis hitam (business faraud), korupsi para politisi, hilangnya rasa hormat pada orang lain, dan memupusnya etika profesi. Kejahatan dan bentuk-bentuk lain perilaku tidak bertanggungjawab saat ini telah meningkat dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan dan telah menjadi proses reproduksi sosial.

Amalia, Setianingsih, & Wakhyudin (2019: 2) mengatakan bahwa penanaman nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diajakarkan dan dibentuk dalam keluarga, sekolah dan lingkungan melainkan dapat melalui media telvisi yang beredar di Indonesia, banyak tayangan yang tidak layak untuk ditonton anak-anal. Melalui tayangan televisi anak dapat belajar dengan cepat, apabila tayangan yang dikonsumsi anak tidak sesuai tentunya dapat membentuk dampak negatif terhadap pembentukan karakter anak karena anak cenderung mencontoh apa yang dilihatnya. Sebaliknya, jika suatu tayangan memiliki nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tentunya anak mempermudah dalam proses pendidikan karakter. Karena pada dasarnya anak masih dalam tahap imitasi sehingga dengan cepat anak akan menirukan apa yang mereka lihat dan dengar. Dalam hal ini, orang tua bekeajiban untuk memantau tayangan-tayangan yang ditonton oleh anak, agar dapat mengarahkan anak kedalam hal yan positif.

Melalui film serial animasi Adit Sopo Jarwo yang memuat pesan-pesan multikuralisme dan juga nilai-nilai karakter yang dapat diteladani oleh anak-anak yang menontonya. Oleh karena itu, peneliti mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo yang dipimpin oleh Eki (Kepala Dinas Kreatif MD animation). Penelitian ini dapat dijadikan beban petimbangan bagi guru dan orangtua dalam mengembangkan bahan ajar dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak.

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka fokus penelitiannya adalah nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film serial animasi Adit Sopo Jarwo episode 4, 9, 12, 14, dan 35. Berdasarkan fokus penelitian tersebut dapat dikemukakan tujuan yang ingin dicapai oleh penliti dalam penelitian ini adalah untuk menggkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial Animasi Adit Sopo Jarwo.

KAJIAN PUSTAKA

Nilai berasal dari Bahasa Latin bale’re yang artinya berguna, mampu akan, berdaya, belaku, sehingga nilai diartikan sebagi sesuatu yang dipandnag baik, bermanfaat dan paling benar menurut keyakinan seseorang atau sekelompok orang.Nilai berasal dari Bahasa Latin bale’re yang artinya berguna, mampu akan, berdaya, belaku, sehingga nilai diartikan sebagi sesuatu yang dipandang baik, bermanfaat dan paling benar menurut keyakinan seseorang atau sekelompok orang.Kurniawan (2017: 39-40) mengemukakkan bahwa terdapat 18 nilai pendidikan karakter di Indonesia yang berasal dari empat sumber yaitu agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter, yaitu (1)religius; (2)jujur; (3)toleransi; (4)disiplin; (5)kerja keras; (6)kreatif; (7)mandiri; (8)demokratis, (9) rasa ingin tahu; (10)semangat kebangsaan; (11)cinta tanah air; (12)menghargai prestasi; (13)bersahabat; (14)cinta damai; (15)gemar membaca; (16)peduli lingkungan; (17)peduli sosial; (18)tanggung jawab.

Menurut Samani dan Haryanto dalam Irawati, dkk (2019: 2) mengemukakan bahwa karakter dimaknai sebagai perilaku yang tercermin dari pribadi seseorang dan menjadi sesuatau yang khas dan individu karakter dipengaruhi oleh hereditas dan menjadi sesuatau yang khas dan individu karakter dipengaruhi oleh hereditas dari orang tuanya tetapi itu bukan merupakan faktor pembentuk, karena karakter terbentuk dari manifestu individu dengan faktor lingkungan baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Pendapat lain Yaumi dalam Fajriyah, dkk (2019: 107) mengemukakan bahwa “karakter menggambarkan kualitas moral seseorang yang tercermin dari segala tingkah lakunya yang mengandung unsur keberanian, ketabahan, kejujuran, dan kesetiaan, atau perilaku dan atau kebiasaan yang baik”.

Soegeng (2013: 23) menjelaskan bahwa pendidikan karakter pada dasarnya adalah pendidikan nilai (Value Education). Manusia tidak dapat terlepas dari nilai. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diartikan bahwa pendidikan karakter memiliki tujuan untuk mengetahui tingkah laku, perilaku dan tindak-tanduk yang memiliki nilai. Ratna Megawangi dalam Purwanti (2017: 6) mengemukakan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan memperhatikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungnnya. Adapun Agus Wibowo dalam Kurniawan (2010: 11) menjelaskan bahwa pendidikan karakter sebagai pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada anak didik sehingga mereka memiliki karakter.

Kajian penelitian yang relevan adalah penelitian yang dilakukan Amalia, Ivana Izza, dkk (2019), dari Universitas PGRI Semarang melakukan penelitian berjudul “Analisis Film Animasi Petualangan SI Unyil Dalam Penanaman Karakter Bersahabat”. Selanjutnya penelitian relevan yang lainnya dilakukan oleh Maziyah, Rais, Kiswoyo (2019) dari Universitas PGRI Semarang dengan melakukan penelitian berjudul “Analisis Nilai Spiritual dalam Pembentukan Karakter pada Buku Cerita Rakyar Karya Wirodarsono”. Penelitian relevan yang terkait dengan serial animasi Adit Sopo Jarwo dilakukan oleh Azza, M, A. (2018) dari Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dengan melakukan penelitian berjudul “Nilai-nilai moral dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo Serta Relevansinya dengan pembelajaran Akidah di Madrasah Ibtidaiyah”.

Kerangka berpikir yang digunakan pada skripsi dengan judul “Mengkaji Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Serial Animasi Adit Sopo Jarwo” adalah melalui film serial animasi Adit Sopo Jarwo yang didalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan karakter, dengan menonton film serial animasi tersebut anak diharapkan dapat menangkap pesan yang terkandung dalam film serial animasi Adit Sopo Jarwo sehingga anak dapat mengaplikasikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam serial animasi Adit Sopo Jarwo pada kehidupan sehari-hari.

METODE PENELITIAN            

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat kalimat-kalimat deskriptif yang menjelaskan mengenai berbagai nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film serial animasi Adit Sopo Jarwo.Setting penelitian ini adalah pada film serial animasi Adit Sopo Jarwo yang diproduksi oleh MD Animation. Pengumpulan data dalam menelitian ini adalah dengan menggunakan observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi, dan simak dengan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta verivikasi dan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan bukti dan keterangan yang diperoleh dari film, dan berdasarkan unsur cerita, nilai karakter yang disampaikan dalam setiap cerita beserta sinopsisnya. Dokumentasi berbentuk gambar, misalnya foto, gambar, hidup, grafik, transkip film serial animasi Adit Sopo Jarwo

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil temuan dari mengkaji Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Film Serial Animasi Adit Sopo Jarwo. Data yang terdapat dalam film serial animasi “Adit Sopo Jarwo” terdiri dari lima episode yaitu episode 4 (Gerobak Ilang Bang Ujang Bimbang), episode 9 (Delivery Order Bikin Keder), episode 12 (Lomba Layangan Bikin Semua Melayang), episode 14 (Adel Dimana), episode 35 (Niat Baik Jadi Pupus).

Kajian film serial animasi Adit Sopo Jarwo berupa soft copy film serial animasi “Adit Sopo Jarwo”, naskah transkip, bukti tindakan dan kalimat pernyataan yang mengandung nilai pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument melalui metode dokumentasi film serial animasi berdasarkan indikator nilai pendidikan karakter.

Data tersebut dikaji dan dideskripsikan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Deskripsi data dilakukan pada setiap episode dengan memberikan bukti hasil kajian pada teks naskah, gambar, durasi serta kalimat pernyataan nilai pendidikan karakter pada film serial animasi Adit Sopo Jarwo.

Temuan hasil penelitian ini berupa hasil kajian kartu data serta table analisis pada masing-masing episode. Kajian data film serial animasi Adit Sopo Jarwo meliputi unsur cerita anak, nilai pendidikan karakter yang disampaikan serta kalimat yang menjelaskan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam masing-masing episode.

Berdasarkan hasil penelitian kemunculan nilai-nilai pendidikan karakter film serial animasi berjumalah 18. Hasil penelitian pada episode 4 muncul 17 nilai pendidikan karakter, namun 1 nilai pendidikan karakter tidak muncul. Kesesuaian pada episode 4 sebesar 17/18 x 100%= 94, 4% = 94% maka penyimpangan sebesar 1/18 x 100% = 5,5% = 6%. Episode 9 muncul 14 nilai pendidikan karakter, namun 4 nilai pendidikan karakter tidak muncul. Kesesuaian pada episode 9 sebesar 14/18 x 100% = 77,7% = 78% maka penyimpangan sebesar4/15 x 100% = 22,2% = 22%. Episode 12 muncul 14 nilai pendidikan karakter, namun 4 nilai pendidikan karakter tidak muncul. Jadi kesesuaian 14/18 x 100% = 77,7% = 78% maka penyimpangan sebesar 4/15 x 100% = 22,2% = 22%. Episode 14 muncul 14 nilai pendidikan karakter, namun 4 nilai pendidikan karakter tidak muncul. Kesesuianan episode 14 sebesar 14/18 x 100% = 77,7% = 78% maka penyimpangan sebesar 4/15 x 100% = 22,2% = 22%. Episode 35 muncul 18 nilai pendidikan karakter namun, 2 nilai pendidikan karakter tidak muncul. Kesesuaian episode 35 sebesar 16/18 x 100% = 88,8% = 89% maka penyimpangan sebesar 2/18 x 100% = 11,1% = 11%.

Simpulan akhir berdasarkan data yang diperoleh dari hasil mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi “Adit Sopo Jarwo” episode 4, 9, 12, 14 dan 35 tidak terdapat penyimpangan nilai-nilai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penelitian 18 nilai pendidikan karakter yang muncul itu tersebar pada masing-masing episodenya, sehingga kesimpulan akhirnya adalah tidak terdapat penyimpangan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film serial animasi “Adit Sopo Jarwo” episode 4, 9, 12, 14 dan 35.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini merupakan penelitian kualitatif desktiptif Adapun objek dalam penelitian ini adalah film serial animasi “Adit Sopo Jarwo” episode 4, 9, 12, 14 dan 35, sedangkan subjeknya adalah nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penelitian mengkai nilai-nilai pendidikan karakter dalam serial animasi “Adit Sopo Jarwo” episode 4, 9, 12, 14, dan 35 yang kemudian dipaparkan dalam bentuk table kajian pada setiap episode.

Film serial animasi “Adit Sopo Jarwo” yang diteliti ini terdiri dari lima episode. Episode tersebut adalah episode 4 (Gerobak Ilang Kang Ujang Bimbang), episode 9 (Delivery Order Bikin Keder), episode 12 (Lomba Layangan Bikin Semua Melayang), episode 14 (Adel Dimana) dan episode 35 (Niat Baik Jadi Pupus). Berdasarkan temuan peneliti episode 4 (Gerobak Ilang Kang Ujang Bimbang) muncul 17 nilai pendidikan karakter yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, peduli lingkungan, tanggung jawab, serta tidak muncul 1 nilai pendidikan karakter yaitu gemar membaca. Episode 9 (Delivery Order Bikin Keder) muncul 14 nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, serta tidak muncul 4 nilai pendidikan karakter yaitu semangat kebangsaan, cinta tanah air, gemar membaca, dan peduli lingkungan. Episode 12 (Lomba Layangan Bikin Semua melayang) muncul 14 nilai pendididkan karakter yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, serta tidak muncul 4 nilai pendidikan karakter yaitu semangat kebangsaan, cinta tanah air, gemar membaca, dan peduli lingkungan. Episode 14 (Adel Di mana) muncul 14 nilai pendidikan karakter yaitu religius, toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab, serta 4 nilai pendidikan karakter tidak muncul yaitu jujur, disiplin, cinta tanah air, dan peduli lingkungan. Episode 35 (Niat Baik Jadi Pupus) muncul 16 nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, serta tidak muncul 2 nilai pendidikan karakter yaitu gemar membaca dan peduli lingkungan.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan film serial animasi Adit Sopo Jarwo episode 4, 9, 12, 14, dan 35 yang telah dikaji jumlah keseluruhan nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul ada 18 nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai hasil prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Dari 18 nilai pendidikan karakter yang muncul dalam film serial animasi Adit Sopo Jarwo tersebar dalam masing-masing episodenya. Sehingga dalam film serial animasi Adit Sopo Jarwo episode 4, 9, 12, 14, dan 35 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat penyimpangan nilai-nilai pendidikan karakter.

Berdasarkan simpulan hasil penelitian di atas, maka yang dapat disampaikan oleh peneliti Guru diharapkan mampu memberikan pengetahuan nilai-nilai pendidikan karakter serta memberikan implementasi kepada peserta didik baik dalam pembelajaran mauapun di luar pembelajaran. Orang tua diharapkan dapat menjadikan bahan pertimbangan dalam memilih jenis tontonan anak yang seseuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter baik di youtube maupun televisi. Serta Peserta didik diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada dirinya sehingga dapat menjadi peserta didik yang bermanfaat bagi, agama, nusa dan bangsa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Azza, Maulida Aqodatul. 2018. “Niali-Nilai Moral dalam Film Kartun Adit dan Sopo Jarwo Serta Relevensinya dengan Pembelajaran Akidah di Madrasah Ibtidaiyah”. Skripsi S-1 Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Fajriyah, Khusnul, dkk. 2019. “Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Membentuk Karakter Cinta Tanah Air” dalam Jurnal Mimbar Ilmu, Vol. 24 No. 1 (hlm 106-113).

Haryati, T. A., dkk. 2013. “Pendidikan Karakter di STAIN Pekalongan” dalam Jurnal Peenelitian, Vol. 10 No. 1 (hlm 109-129).

Irawati, Riana dan Dety A. K. 2019. “Penguatan Pendidikan Karaker Melalui Metode Bercerita” dalam Jurnal Cofrenencese Serial Journal, Vol. 1 No. 1 (hlm1-7).

Kiswoyo, dkk. 2019. “Analisis Nilai Spiritual dalam Pembentukan Karakter Pada Buku Crita Rakyat Karya Wirodarsono” dalam Jurnal Indonesiam Values and Character Education Journal, Vol 2 No. 2(hlm 11-180). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/IVCEJ/article/view/17924 (diakses pada tanggal 16 Mei 2020 pukul 20.16 WIB)

Purwanti, Dwi. 2017. “Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan dan Implementasinya” dalam Jurnal Riset Pedagogik, Vol. 1 No. 2 (hlm 14-20).

Setianingsih, Eka Sari, dkk. 2019. “Analisi Film Animasi Petualangan Si Unyil Dalam Penanaman Karakter Versahabat” Prosiding pada Seminar Nasional HIMA PGSD 2019. Universitas PGRI Semarang. Selasa 18 Juli 2019.http://prosiding.upgris.ac.id/index.php/himasd19/pgsd2019/paper/viewFile/3177/3125 (diakses pada tanggal pada tanggal 15 Mei 2020 pukul 23.33 WIB)

Soegeng, Ysh. 2013. Landasan Pendidikan Karakter. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.