PEMBELAJARAN KOMPETENSI PERKERASAN JALAN

MELALUI METODE BLENDED LEARNING DENGAN MEDIA DARING STUDI KASUS DI KELAS XI DPIB B SMK NEGERI 4 SUKOHARJO

PADA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Sri Anna Susanti

SMK Negeri 4 Sukoharjo

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar konstruksi jalan dan jembatan materi kompetensi perkerasan jalan menggunakan metode Blended Learning pada siswa kelas XI DPIB B semester 1 SMK Negeri 4 Sukoharjo. Hasil belajar konstruksi jalan dan jembatan materi kompetensi perkerasan jalan melalui penggunaan metode pembelajaran Blended Learning pada siswa kelas XI DPIB B Semester 1 SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2020/2021Penelitian ini merupakan Penelitian Studi Kasus dalam kurun waktu 4 bulan dimulai bulan juli sampai oktober karena masa pandemi covid-19, dimana terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DPIB B Semester 1 SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan analisis data. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Analisis data menggunakan teknik deskripsi komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motode Pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan menimbulkan rasa ingin tahu siswa yang berakibat pada meningkatnya hasil belajar konstruksi jalan dan jembatan siswa pada materi kompetensi perkerasan jalan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kualitas proses pembelajaran 25,93% menjadi 44,44% tetapi kreteria kurang dari indikator 75% dan meningkatnya hasil belajar nilai rata-rata siswa 62,5 dari 27 siswa dengan KKM 70. Penelitian ini disimpulkan bahwa Motode Pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa materi kompetensi perkerasan jalan pada siswa kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kata Kunci: Blended Learning; Hasil belajar; Perkerasan Jalan

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kebijakan menutup sekolah terpaksa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, dampak pada dunia pendidikan di Indonesia berdampak terhadap: 1). Mental peserta didik, 2) Praktikum dan studi lapangan tidak dapat dilakukan, 3). Banyaknya keluhan, 4). Belajar keluar negeri terhambat. Selain itu peniadaan Ujian Nasional (Unas) bagi pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi sekolah menengah kejuruan (SMK). Sehingga memaksa peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran mandiri di rumah, namun kesulitan belajar mandiri di rumah dirasakan oleh sebagian peserta didik lainnya karena keterbatasan sarana teknologi maupun biaya paket data internet, untuk mengikuti pembelajaran daring dari rumah. Menurut sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Anis Farida mengatakan bahwa masyarakat Indonesia belum siap menghadapi model pembelajaran menggunakan teknologi yang tidak mempertemukan guru dan peserta didik secara langsung (2020).

Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id. (https://detikmanado.com/dampak-pandemi-corona-terhadap-dunia-pendidikan/). Peserta didik mengaku mengalami kesulitan dalam pembelajaran kompetensi perkerasan jalan dengan media daring melalui e-modul, hal ini menyebabkan berkurangnya motivasi belajar peserta didik yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari hasil belajar peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Berdasarkan pengamatan pembelajaran dengan media daring hasil penyelesaian tugas dari 27 peserta didik mendapat nilai diatas KKM mencapai 7 orang peserta didik (25,93%) dan yang memperoleh nilai di bawah KKM sebanyak 20 peserta didik (74,07%). Rendahnya nilai peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain rendahnya motivasi peserta didik dan terbatasnya sarana dan prasarana proses pembelajaran kompetensi perkerasan jalan dengan media daring.

Berdasarkan permasalahan diatas, maka guru perlu melakukan perbaikan dan inovasi dalam proses pembelajaran daring dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi perkerasan jalan, maka dilakukan penelitian studi kasus dengan judul Pembelajaran Kompetensi Perkerasan Jalan melalui Metode Blended learning dengan Media Daring Studi Kasus di Kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dirumuskan masalah masalah sebagai berikut: Bagaimanakah proses dan peningkatan hasil pembelajaran pembelajaran kompetensi perkerasan jalan melalui metoda Blended learning dengan Media Daring bagi peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo pada semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021?

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

Kajian Teori

Pengertian Perkerasan Jalan

Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah batuan pecah atau batu belah ataupun bahan lainnya. Bahan ikat yang dipakai adalah aspal, semen ataupun tanah liat. Apapun jenis perkerasan lalu lintas, harus dapat memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berupa jasa angkutan lalu lintas, berupa jasa angkutan manusia, atau berupa jasa angkutan barang berupa seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang disitu.

Jenis-jenis perkerasan jalan

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas, sebagai berikut: Lapisan tanah dasar (subgrade), Lapisan pondasi bawah (subbase course), Lapisan pondasi atas (base course), Lapisan permukaan/penutup (surface course).

 

Penyebab Kerusakan Perkerasan Jalan

Kerusakan pada konstruksi perkerasan lentur dapat disebabkan oleh: Lalu lintas, yang dapat berupa peningkatan beban, dan repetisi beban. Air, yang dapat berasal dari air hujan, sistem drainase jalan yang tidak baik dan naiknya air akibat kapilaritas.Material konstruksi perkerasan. Dalam hal ini dapat disebabkan oleh sifat material itu sendiri atau dapat pula disebabkan oleh sistem pengolahan bahan yang tidak baik, dsb.

Metode Blanded Learning

Pengertian Blanded Learning

Saat ini program e-learning sedang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan, seiring bertambah cangihnya teknologi akan mempengaruhi metode pembelajaran dan akan semakin cangih pula. Blanded learning adalah pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual. Menurut Semler (2005) “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning system, classroom training, and on-the-job experience have major drawback by themselves. The blended learning approach uses the stregths of each to counter the others’weaknesses.” Blanded learning adalah sebauh kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapatkan pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih dari pada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Ciri dan Karakteristik Model Blended learning

Tiga ciri persepsi blended learning sebagai berikut: 1) Tatap muka dan kegiatan pembelajaran online. 2) Kelas tradisional waktu diagendakan dengan pembelajaran yang berbeda seperti akhir pekan, intensif: 3) Penggunaan teknologi4) Simulasi, kegiatan kelompok, pembelajaran berbasis online.

Sintaks Model Blended learning

Secara mendasar terdapat tiga tahapan dasar dalam model blended learning yang mengacu pembelajaran berbasis ITC, seperti yang diusulkan oleh Grant Ramsay (dalam Tao, 2011), yaitu:1) Seeking of informationAcquisition of information, Synthesizing of knowledge.

Pengertian Daring

Kegiatan daring saat ini sedang marak dilakukan karena pandemi covid-19, sejak pandemi covid-19 di Indonesia, banyak kegiatan yang dilakukan secara daring. Menurut KBBI Kemendikbud Daring adalah akronim dari dalam jaringan. Artinya terhubung melalui jejarinng komputer, internet, dan sebagainya. Dengan kata lain pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Managemant System (LMS) seperti menggunakan Zoom, Google Meet, Webex dan lainnya.

Pengertian Hasil Belajar

Keberhasilan suatu kegiatan belajar dapat dilihat dari hasil belajar setelah mengikuti usaha belajar, hasil belajar merupakan dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan peserta didik menguasai suatu materi pelajaran. Manusia melakukan kegiatan belajar dengan bermacam cara, sesuai dengan keadaan. Bila seseorang telah melakukan kegiatan belajar, maka dalam dirinya akan terjadi perubahan-perubahan yang merupakan pernyataan perbuatan belajar. Perubahan tersebut disebut hasil belajar. Selanjutnya Hamalik (2006:30) menyatakan bahwa “Tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada setiap aspek-aspek tersebut. Adapun aspek-aspek itu adalah pengetahuan, pengertian, kebiasaan, ketrampilan, apresiasi, emosional, hubungan social, jasmani., etis atau budi pekerti dan sikap.

Kerangka Berpikir

Masalah yang sering terjadi dalam pembelajaran kompetensi perkerasan jalan yaitu penyebab kerusakannya dan cara pemeliharan jalan tersebut. Salah satu faktor yang menyebabkan kendala dalam memahami kompetensi perkerasan jalan dengan media daring adalah kegiatan belajar searah menggunakan e-modul dan penugasan sehingga peserta didik kurang memahami dan tidak termotivasi terhadap materi perkerasan jalan.

Hipotesis

Hipotesis studi kasus ini adalah: Diduga pembelajaran daring yang dilakukan guru dalam meningkatkan hasil belajar dan terdapat banyak hambatan dalam pembelajaran konstruksi jalan dan jembatan dengan penerapan metoda Blended learning pada materi kompetensi perkerasan jalan bagi peserta didik kelas XI DPIB B semester 1 SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2020/2021 berhasil dengan kriteria baik.

METODE PENELITIAN

Rancangan Studi Kasus

Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Studi kasus menurut Nursalam (2016).

Subjek Studi Kasus

Subjek dalam studi kasus ini adalah peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 4 bulan di Kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan alamat Jl. Raya Baki no.05 Jetis Baki Sukoharjo, Telp. (0271) 7891015

Metode Pengumpulan Data

Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:Wawancara, Observasi, Studi Dokumentasi, Tes

Indikator Kinerja

Untuk mengukur keberhasilan tindakan penelitian dirumuskan indikator ketercapaian hasil belajar. Berdasarkan prosedur yang dilakukan selama pembelajaran kompetensi perkerasan jalan melalui metode Blended Learning dengan media daring pada peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

Gambaran Lokasi Penelitian Pengambilan data dilaksanakan di kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 Tahun pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 27 yaitu 22 peserta didik laki-laki dan 5 peserta didik perempuan.

Hasil perolehan nilai komulatif perkerasan jalan kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo dengan rata-rata perolehan yang memenuhi KKM sebanyak 44,44% dari 27 peserta didik

Persentase hasil ulangan materi perkerasan jalan kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021.Sarana komunikasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring selain menggunakan aplikasi Zoom sebagai pembelajaran tatap muka dan aplikasi google form melalui whatsapp group sebagai penugasan.

Analisis Data

Analisis data peserta didik NAA dengan pembelajaran daring melalui Zoom dan Penugasan melalui Google form pada kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 Intervensi Peneliti, Intervensi peneliti peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021, Implementasi Peneliti

PEMBAHASAN

Pada pembahasan ini berisi perbandingan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus yang disajikan untuk menjawab tujuan khusus. Setiap temuan perbedaan diuraikan dengan konsep pembahasan disusun sesuai dengan tujuan khusu. Urutan penulisan paragraph adalah F-T-O (fakta – Teori – Opini). Isi pembahasan sesuai dengan tujuan khusus yaitu: Hasil pengkajian secara wawancara dan observasi, penulis menemuka masalah yang dikeluhkan peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo dengan diagnosis peneliti pembelajaran daring berhubungan dengan hasil belajar kompetensi perkerasan jalan kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo. Hal ini didasarkan pada data subjektif dari peserta didik yang mengatakan bahwa jaringan internet yang ada di daerahnya tidak stabil, dengan menggunakan paket data internet smartfren, memahami tentang penggunaan aplikasi Zoom, penggunaan data internet yang terlalu banyak selama pembelajaran daring, orang tua peserta didik merasa pengeluaran biaya untuk bulanan bertambah dengan membelikan paket data internet untuk digunakan selama pembelajaran daring..Evaluasi. Catatan perkembangan selama proses pembelajaran kondisi awal pada peseta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo kualitas proses pembelajaran 25,93% dan hasil belajar nilai rata-rata 62,5 dari 27 siswa

SIMPULAN

Berdasarkan hasil temuan yang telah dideskripsikan dan dibahas sebagai hasil analisis data, selanjutnya simpulan hasil penelitian tersebut dikemukakan berikut ini. Peningkatan proses pembelajaran kompetensi perkerasan jalan melalui metode blended learning dengan media daring studi kasus di kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 belum berjalan efektif dan efisien karena kurang dapat meningkatkan hasil belajar selama proses pembelajaran daring. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kompetensi perkerasan jalan yang semula 25,93% meningkat menjadi 44,44% tetapi belum memenuhi kretaria indikator 75%. Penggunaan pembelajaran daring tidak dapat meningkatkan hasil belajar kompetensi perkerasan jalan bagi peserta didik kelas XI DPIB B SMK Negeri 4 Sukoharjo pada semester 1 tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini ditunjukkan dengan tidak memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan meskipun meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh peserta didik tetapi tingkat ketuntasan belajar peserta didik tidak meningkat. Hal ini terlihat dari hasil belajar nilai rata-rata kompetensi perkerasan jalan 62,5 meningkat 67,5 dari 27 siswa dengan KKM 70.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 2006. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: PT. Bumi Aksara

Hergarhahn dan olson. 2008. Teori Belajar. Jakarta: Pranada Media Group

Aprilia. Dwi Lestari. 2019. Konstruksi Jalan dan Jembatan. Surakarta: Mediatama.

Boby Hari Setyawan, dkk, 2019. Konstruksi Jalan dan Jembatan SMK/MAK Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Husaman.. 2014. Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Surabaya: Prestasi Pustaka