PEMBELAJARAN WORD FLOW DENGAN REWARD

SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

BAHASA INDONESIA DAN PKN BAGI SISWA KELAS 1

SD NEGERI 3 POJOK KECAMATAN TAWANGHARJO

KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER II

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Sulastri

SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar Bahasa Indonesia dan PKn bagi siswa kelas 1, SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas 1 sebanyak 20 siswa. Pengumpulan data melalui obervasi (non tes) untuk memperoleh data aktivitas siswa, melalui tes untuk memeproleh data hasil belajar, dan dokumentasi untuk memperoleh data sekunder. Penelitian dianggap berhasil apabila siswa telah mencapai SKBM sebesar 70, nilai rata-rata kelas telah mencapai ≥ 70, dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran telah mencapai lebih dari ≥85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran word flow dengan reward, dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn siswa di kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Peningkatan aktivitas belajar siswa pada kegiatan prasiklus rata-rata sebesar 42,78%, setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 71,11% meningkat lagi pada siklus II menjadi 90,56%. Peningkan hasil belajar dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata kegiatan prasiklus sebesar 71,50 dengan jumlah ketuntasan sebanyak 9 siswa (45,00%). Setelah dilakukan tindakan I, nilai rata-rata pada siklus I meningkat menjadi 77,35 dengan jumlah ketuntasan 15 siswa (75,00%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 84,73 dan jumlah ketuntasan sebanyak 20 siswa (100%).

Kata kunci: keaktifan siswa, hasil belajar, word flow, reward

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran di kelas 1 Sekolah Dasar dilaksanakan dengan pendekatan tematik terpadu. Pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan di SD dalam kurikulum 2013 berlandaskan pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyebutkan, bahwa “Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi, maka prinsip pembelajaran yang digunakan dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.”

Pembelajaran tematik terpadu (Integratif) merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Beberapa tema yang ditetapkan untuk kelas 1 Sekolah Dasar semester II, adalah: tema 5 pengalamanku, tema 6 lingkungan bersih sehat dan asri, tema 7 benda hewan dan tanaman di sekitarku, dan tema 8 persistiwa alam.

Beberapa mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian khususnya di kelas 1 SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo adalah Bahasa Indonesia dan PKn. Dari sisi bahasa, perbendaharaan kata siswa kelas 1 masih terbatas, terlebih apabila kata-kata tersebut harus dirangkai dalam satu kalimat yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Hal ini perlu dimaklumi karena bahasa Ibu yang digunakan siswa kelas 1 sebagian besar menggunakan bahasa Jawa, sehingga untuk mengenal bahasa Indonesia diperlukan pembiasaan yang intensif. Kurangnya perbendaharaan kata tersebut siswa sering mengalami hambatan dalam memahami bacaaan teks, maupun mengungkapkan suatu peristiwa dalam bentuk lisan maupun tulis, sehingga hal ini menghambat perkembangan aktivitas belajar siswa.

Metode pembelajaran yang diterapkan pada kelas I, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia dan PKn, sebagaian besar dilakukan dengan cara memberikan contoh-contoh kata dan kalimat di papan tulis sementara siswa mengikut, dan menggunakan metode cerita. Hal ini ternyata tidak mampu mengembangkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan awal terhadap aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dinilai berdasarkan aspek (1) aktivitas phisik dengan Indikator: keberanian siswa membacakan hasil di depan kelas, keberanian siswa siswa menambah kata, kemampuan siswa menulis kata pada lembar kerja dengan waktu yang singkat, (2) Aktivitas Mental dengan indikator: kemauan siswa bekerjasama dalam menyelesaikan tugas, keberanian siswa menyampaikan pendapat, usaha siswa dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, (3) Aktivitas Emosional dengan indikator: kesungguhan siswa dalam mengikuti pembelajaran, minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, kegembiraan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dari 20 (Dua puluh) siswa, rata-rata siswa yang aktiv sebesar 8,56 atau 42.78%. Hasil belajar masih tergolong rendah, hal ini tercermin dari jumlah siswa yang tuntas sebanyak 9 (sembilan) siswa, dan 11 (sebelas) siswa belum tuntas. Nilai rata-rata kelas sebesar 71,50.

Berdasarkan kenyataan tersebut maka untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar khususnya bahasa Indonesia dan PKn, perlu dilakukan tindakan nyata berupa penerapan metode yang sesuai dengan mata pelajaran bahasa Indonesia dan PKn. Sesuai dengan tema pengalamanku, muatan bahasa Indonesia, dan PKn, penerapan pembelajaran Word Flow (kata mengalir) dimungkinkan dapat mendorong aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar. Karena pembelajaran ini menuntut setiap siswa untuk terlibat langsung dan berlomba untuk merangkai kalimat.

Melalui pembelajaran Word Flow yang dirancang dalam penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar, sekaligus sebagai kegiatan pengembangan profesionalisme guru. Sesuai dengan permasalahan yang timbul dan upaya yang akan dilakukan maka penelitian tindakan ini mengambil judul: Pembelajaran Word Flow dengan Reward Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dan PKn bagi Siswa Kelas 1 SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini ditetapkan sebagai berikut:

1.     Apakah dengan menerapkan pembelajaran word flow dengan reward dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dan PKn bagi Siswa Kelas 1 SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

2.     Apakah dengan menerapkan pembelajaran word flow dengan reward dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dan PKn bagi Siswa Kelas 1 SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar Bahasa Indonesia dan PKn bagi siswa kelas 1, SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan ketrampilan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, lisan maupun tertulis, serta menumbuhkan apersepsi terhadap karya sastra manusia. Alfianto (2006), menyebutkan bahwa pendidikan bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Indonesia diibaratkan seperti ulat yang hendak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.

Pembelajaran PKn

Proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarahkan pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia, yang menetapkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pada dasarnya pembelajaran tersebut meliputi Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Perbedaan PKN (N) dan PKn (n) dapat dilihat dari pemaparan para ahli bahwa PKN merupakan mata pelajaran sosial yang bertujuan untuk membentuk atau membina warga Negara yang baik, yaitu warga Negara yang tahu, mau dan mampu berbuat baik. Sedangkan PKn Pendidikan yang menyangkut status formal warga Negara yang awalnya diatur dalam undang-undang No. 20 tahun 1949. Undang-undang No. 20 tahun 1949, undang-undang ini berisi tentang diri kewarganegaraan dan peraturan tentang naturalisis atau pemerolehan status sebagai warga Negara Indonesia.

Menurut Winataputra (2009: 1.10) materi PKn SD selayaknya memuat komponen-komponen pengetahuan, keterampilan, dan disposisi kepribadian warga negara yang fungsional bukan hanya dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat yang demokratis.

Hasil Belajar

Hasil belajar (achievement) merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Hampir sebagian terbesar dari kegiatan atau perilaku yang diperlihatkan seseorang merupakan hasil belajar (Sudjana, 2010: 102). Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Dengan demikian kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku yang merupakan proses belajar, sedangkan perubahan tingkah laku disebut hasil belajar.

Hamalik (2010: 145) menyatakan bahwa evaluasi pengajaran merupakan suatu komponen dalam sistem pengajaran, sedangkan sistem pengajaran itu sendiri merupakan implementasi kurikulum, sebagai upaya untuk menciptakan belajar di kelas. Djamarah (2012: 245) menyatakan bahwa evaluasi adalah memberikan pertimbangan atau harga nilai berdasarkan kriteria tertentu, untuk mendapatkan evaluasi yang menyakinkan dan objektif dimulai dari informasi-informasi kuantitatif dan kualitatif.

Metode Pembelajaran Word Flow

Teknik Pembelajaran Word Flow cukup relevan diterapkan dalam kegiatan belajar Bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Word flow disebut juga kata mengalir karena dalam prosesnya kata diproduksi mengalir sampai membentuk kalimat. Tujuan yang ingin dicapai dari teknik kata word flow adalah cara pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang dapat tercapai. Dalam prosesnya siswa memproduksi kalimat sebanyak-banyaknya dengan kata-kata sendiri (Suyatno, 2007:43).

Teknik pembelajaran kata mengalir merupakan salah satu teknik yang dirancang untuk pembelajaran kalimat. Menurut Suyatno (2004: 42) teknik pembelajaran ini dikatakan mengalir karena dalam prosesnya kata yang diproduksi mengalir sampai membentuk sebuah kalimat. Tujuan dari pembelajaran ini adalah guru dapat menggunakan cara pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang bagi siswa.

Reward

Menurut Kamus Bahasa Indonesia reward merupakan pemberian, reward, reward karena memenangkan suatu perlombaan, pemberian, kenangkenangan, penghargaan, penghormatan, tanda kenang-kenangan tentang perpisahan cendera mata (Anwar, 2011: 162). Sedangkan Arikunto (2009: 182) menjelaskan bahwa reward adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain karena sudah bertingkah laku sesuai dengan yang dikehendaki yakni mengikuti peraturan sekolah dan tata tertib yang sudah ditentukan.

Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar dapat terwujud apabila siswa terlibat belajar secara aktif. Belajar aktif sebagai usaha manusia untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Pembelajaran akan menghasilkan suatu perubahan dan peningkatan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan pada diri siswa. Siswa mampu menggali kemampuannya dengan rasa ingin tahunya sehingga interaksi yang terjadi akan menjadi pengalaman dan keinginan untuk mengetahui sesuatu yang baru (Yamin, 2007: 82). Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2010: 98).

 

 

Kerangka Berpikir

Beberapa mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian khususnya di kelas 1 SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo adalah Bahasa Indonesia dan PKn. Dari sisi bahasa, perbendaharaan kata siswa kelas 1 masih terbatas, terlebih apabila kata-kata tersebut harus dirangkai dalam satu kalimat yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Kurangnya perbendaharaan kata tersebut siswa sering mengalami hambatan dalam memahami bacaaan teks, maupun mengungkapkan suatu peristiwa dalam bentuk lisan maupun tulis, sehingga hal ini menghambat perkembangan aktivitas belajar siswa. Metode pembelajaran dengan cara memberikan contoh-contoh kata dan kalimat di papan tulis sementara siswa mengikut, dan menggunakan metode cerita, ternyata kurang efektif. Dari 20 (Dua puluh) siswa, rata-rata siswa yang aktiv sebesar 8,56 atau 42.78%. Hasil belajar masih tergolong rendah, hal ini tercermin dari jumlah siswa yang tuntas sebanyak 9 (sembilan) siswa, dan 11 (sebelas) siswa belum tuntas. Nilai rata-rata kelas sebesar 71,50.

Kondisi tersebut perlu diperbaiki, adapun cara untuk memperbaikinya adalah dengan menerapkan pembelajaran Word Flow (kata mengalir) dengan reward. Melalui pembelajaran Word Flow (kata mengalir) dengan reward. etiap siswa dituntut untuk terlibat langsung dan berlomba untuk merangkai kalimat.

Hipotesis Tindakan

Pembelajaran word flow dengan reward mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn siswa kelas 1 SD Negeri 3 Pojok UPTD pendidikan Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan maksimal.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional (Muslich, 2011: 9). Penelitian dilaksanakan di Kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, karena di kelas ini hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn masih rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan. Penelitian dilakukan selama 6 (Enam) bulan yaitu pada bulan Januari 2018 sampai dengan Juni 2018.

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa Kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan yang berjumlah 20 siswa. Adapun objek penelitian ini adalah upaya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2017/2018 semester II, melalui pembelajaran word flow dengan reward.

Analisis Data

Data yang dianalisa adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran tematik khususnya muatan bahasa Indonesia dan PKn yang diperoleh melalui observasi, dan data hasil belajaran yang diperoleh melalui tes. Kegiatan ini dilakukan selama penelitian berlangsung, sejak prasiklus, hingga siklus penelitian berakhir. Sebagaimana bentuk penelitian ini maka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis perbandingan, artinya hasil pengamatan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa antar siklus dibandingkan kemudian dideskripsikan ke dalam tabel dan grafik yang disertai dengan penjelasannya, sehingga dapat menggambarkan keadaan secara sistematik.

Indikator Keberhasilan

Indikator hasil belajar dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan Standart Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang digunakan pada mata pelajaran matematika Kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, siswa dikatakan tuntas belajar secara individual apabila telah mencapai nilai ≥ 70. Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini ditetapkan apabila siswa yang tuntas lebih dari 90%, dan nilai rata-rata kelas telah melebihi SKBM yang ditetapkan yaitu 70. Selain hasil belajar indikator keberhasilan tindakan ditentukan siswa yang aktif mengikuti pembelajaran lebih dari 85%.

Prosedur Kerja

Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu kajian yang bersifat reflektif yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan dalam melaksanakan tugas sebagai guru. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn siswa kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan dengan pembelajaran word flow dengan reward.

 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin. Arikunto (2010: 83) mengemukakan model yang didasarkan atas konsep pokok bahwa peneltian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang juga menunjukkan langkah, yaitu: Perencanaa atau planning, tindakan atau acting, pengamatan atau observing, refleksi atau reflecting

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Prasiklus

Kegiatan prasiklus, menunjukkan bahwa siswa yang aktiv dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dan Pkn cenderung kurang, hal ini terlihat dari skor rata-rata keaktivan belajar sebanyak 8,56 siswa (42,78%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan tes hasil belajar diketahui bahwa dari 20 siswa, siswa yang dapat mencapai ketuntasan belajar baru 9 siswa (45,00%), sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar mencapai 11 (55,00%), sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa masih belum dapat mencapai kreteria ketuntasan belajar, sedangkan nilai rata-rata kelas sebesar 71,50, artinya ketuntasan belajar masih dibawah indikator keberhasilan belajar yaitu >90%.

Siklus I

Setelah dilakukan tindakan berupa penerapan pembelajaran word flow dengan reward, terjadi perubahan keaktivan siswa dalam belajar, keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dan Pkn mulai meningkat, hal ini dapat terlihat dari jumlah siswa yang aktiv pada setiap indikator, berdasarkan hasil pengamatan siklus I, jumlah siswa yang aktiv mengikuti pembelajaran, mencapai rata-rata 14,22 siswa (71,11%). Demikian pula dengan hasil ulangan harian, terbukti siswa yang tuntas, meningkat, pada siklus I ini, dari 20 siswa, 15 siswa atau sebesar 75,00%, telah dapat mencapai ketuntasan belajaran, sedangkan 5 siswa (25,00%) belum mencapai ketuntasan belajar.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa melalui penerapan pembelajaran word flow dengan reward, keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan hasil ulangan harian diketahui nilai rata-rata kelas sebesar 77,35. Hal ini menunjukkan bahwa melalui penerapan pembelajaran word flow dengan reward, hasil belajar dan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Namun peningkatan tersebut belum dapat mencapai kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan.

Siklus II

Setelah dilakukan tindakan ke II, keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran semakin meningkat, rata-rata siswa yang aktiv dalam mengikuti pembelajaran sebanyak 18,11 siswa (90,56%). Demikian pula ditinjau hasil belajar terbukti jumlah siswa yang tuntas menjadi 20 siswa atau sebesar 100,00%. Hal ini membuktikan bahwa dengan menerapkan pembelajaran word flow dengan reward, dapat meningkatkan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar secara individu maupun secara kelompok (kelas).

Perbandingan aktivitas belajar Prasiklus dengan Siklus I

Perbandingan keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran dari prasiklus ke siklus I dapat diketahui bahwa setelah dilakukan tindakan siklus I, keaktivan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat dari 42,78% meningkat menjadi menjadi 71,11% (peningkatan sebesar 28,33%). Dengan demikian melalui pembelajaran word flow dengan reward, dapat meningkatkan keaktivan belajar siswa. Namun peningkatan tersebut belum maksimal.

Peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat diketahui bahwa setelah dilakukan kegiatan pada siklus II, motivasi belajar siswa dari siklus I sebesar 71,11% meningkat menjadi 90,56% (terjadi peningkatan sebesar 19,44%). Dengan demikian melalui pembelajaran word flow dengan reward aktivitas belajar siswa dapat meningkat, peningkatan terjadi pada seluruh indikator.

Perbandingan aktivitas belajar siswa dari prasiklus ke siklus II dapat diketahui bahwa setelah dilakukan kegiatan pada siklus II, aktivitas belajar siswa meningkat dari prasiklus sebesar 42,78%, meningkat pada siklus II menjadi 90,56% (terjadi peningkatan sebesar 47,78%. Dengan demikian melalui pembelajaran word flow dengan reward aktivitas belajar siswa rata-rata meningkat, peningkatan terjadi pada seluruh indikator.

Perbandingan Hasil Belajar Siswa

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan dengan setelah dilakukan tindakan siklus I, dapat diketahui bahwa setelah dilakukan tindakan I nilai hasil belajar terjadi peningkatan, secara keseluruhan nilaia rata-rata kelas juga mengalami peningkatan sebesar 5,85, yaitu dari 71,50 meningkat menjadi 77,35. Jumlah siswa yang tuntas mengalami peningkatan sebanyak 6 siswa yaitu dari 9 siswa meningkat menjadi 15 siswa. Perbandingan skor hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat diketahui bahwa, hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 77,35, menjadi 84,73, atau meningkat sebesar 7,38. Perbandingan skor penilaian hasil belajar siswa dari prasiklus ke siklus II dapat diketahui bahwa nilai rata-rata prasiklus sebesar 71,50, setelah dilakukan tindakan I, dan II, nilai rata-rata meningkat menjadi 84,73, artinya setelah dilakukan tindakan sebanyak 2 (dua) kali maka nilai rata-rata meningkat sebesar 13,22. Demikian halnya dengan ketuntasan belajar, prasiklus sebanyak 9 siswa, dan setelah siklus II meningkat menjadi 20 siswa.

ENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran word flow dengan reward, dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn siswa di kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Peningkatan aktivitas belajar siswa pada kegiatan prasiklus rata-rata sebesar 42,78%, setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 71,11% atau terjadi peningkatan sebesar 28,33%, meningkat lagi pada siklus II menjadi 90,56% atau meningkat sebesar 19,44%. Dengan demikian aktivitas belajar siswa setelah dilakukan tindakan sebanyak dua siklus meningkat sebesar 47,78%.

Peningkan hasil belajar dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn siswa kelas I SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan pada kegiatan prasiklus sebesar 71,50 dengan jumlah ketuntasan sebanyak 9 siswa (45,00%). Setelah dilakukan tindakan I, nilai rata-rata pada siklus I meningkat menjadi 77,35 dengan jumlah ketuntasan 15 siswa (75,00%). Dengan demikian terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 5,85 dan jumlah ketuntasan meningkat 6 siswa. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 84,73 dan jumlah ketuntasan sebanyak 20 siswa (100%) dengan demikian terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 7,38, dan ketuntasan belajar meningkat sebesar 55,00%.

Saran-Saran

Kepala Sekolah

Sebaiknya, untuk meningkatkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn, kepala sekolah mendorong guru untuk mencoba menerapkan model pembelajaran ward flow dengan reward. Apabila guru belum dapat melaksanakan pembelajarana tersebut, maka dapat dilakukan pembinaan.

Guru lain

Sebaiknya pembelajaran pada kelas rendah, khususnya muatan bahasa Indonesia dan PKn, guru selalu menggunakan pembelajaran word flow, dengan reward. Karena pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan aktivita belajar dan hasil belajar bahasa Indonesia dan PKn.

DAFTAR PUSTAKA

Alfianto, Achmad. 2006. Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Metamoerfosis Ulat Menjadi Kepompong. Dalam http://researchengines.com/0106achmad.html, diakses pada 10 Februari 2011, Pukul 08.00 WIB

Arikunto S, 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.

Anwar, Desi, 2011, Kamus Bahasa Indonesia, Surabaya: Karya Abditama

Arikunto, S., 2009, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, Yogyakarta: Rineka Cipta

Djamarah, Syaiful Bahri. 2012. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis. Rineka Cipta: Jakarta.

Hamalik, Oemar, 2010, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT, Bumi Aksara.

Sardiman AM. 2010. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudjana, Nana, 2010, Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar, Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.

Suyatno. 2007. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC

Winataputra, Udin S.. dkk. 2009. Materi dan dan Pembelajaran PKn SD. Jakarta: Universitas Terbuka. 

Yamin, Martinis. 2007. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.