PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE SQ3R

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

SISWA KELAS IX.2 SMP NEGERI 2 TEMBILAHAN HULU

PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MANUSIA

 

Yusmainar

SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu

 

ABSTRAK

Hasil pembelajaran mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu, sampai saat ini masih kurang memuaskan. Hal ini dapat di lihat pada nilai hasil belajar ulangan harian tahun pelajaran 2015/2016 nilai rata rata IPA kelas IX.2 semester genap yang sangat rendah. Guru sebagai pelaku pembelajaran juga harus ikut bertanggung jawab. Keadaan yang demikian harus segera di atasi. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai selama ini, yaitu kemampuan berfikir siswa rendah, waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung, di dalam kelas tidak menarik perhatian siswa. Bertolak dari hal tersebut, maka dalam rangka upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar dilakukan pembelajaran tindakan kelas dengan tujuan agar proses belajar mengajar dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi, keadaan kelas lebih kondusif dan terkendali, karena siswa dituntut aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar dapat meningkat. Masalah penelitian dalam PTK ini adalah apakah penggunaan metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep sistim ekskresi manusia? Tujuan penelitian untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar mata pelajaran IPA. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran IPA dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu dengan tercapainya ketuntasan belajar klasikal secara maksimal. Penelitian ini di lakukan pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu Semester 2 Tahun Peljaran 2016/2017 yang berjumlah 26 siswa, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 11 perempuan. Pelaksanaan penelitian selama 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada setiap siklus di mulai dari perencanaan mengajar yang tertulis dalam program silabus pelajaran dan rencana pelajaran. Metode pembelajaran yang di gunakan adalah SQ3R. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan tes setiap akhir siklus. Berdasarkan analisis data dalam setiap siklusnya menunjukkan bahwa rata-rata nilai dan ketuntasan belajar siklus I dan II berturut turut adalah 66,92 (57,69%) dan 76,15 (88,46%) berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian telah tercapai. Yaitu siswa telah memenuhi kreteria ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 80 % dari jumlah siswa telah memperoleh nilai 70 ke atas. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah melalui penerapan pembelajaran IPA dengan metode SQ3R ternyata dapat meningkat kan hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi.

Kata Kunci: Sistem Ekskresi Manusia, SQ3R, IPA, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa 

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 1:1 menyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” Kondisi sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu Pegandon Kendal sebagian telah terpenuhi sehingga disamping kegiatan belajar mengajar, kegiatan ektrakurikuler juga dapat di jangkau siswa guna memanfaatkan sarana dan prasarana madrasah yang ada.

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu kelas IX.2 menunjukan hasil yang kurang memuaskan. Hal tersebut berdasarkan hasil nilai ulangan harian siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai 70 kurang dari 50%. Beberapa hal yang melatar belakangi penilaian tindakan kelas (PTK) di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu adalah rendahnya hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa pada tahun pelajaran sebelumnya, konsep sistem ekskresi banyak dijumpai kata dan istilah bahasa latin yang besifat abstrak, dan proses pembelajaran selama ini berlangsung belum menggunakan metode, media atau variasi model pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan guru, salah satu faktor penyebab sulitnya memahami konsep mata pelajaran IPA karena banyaknya materi pelajaran IPA yang menggunakan bahasa asing (latin).

Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan penerapan pembelajaran SQ3R (Survey, Quistion, Read, Retice, Review), yaitu pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memahami suatu konsep yang merupakan variasi dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran IPA pada konsep sistem ekskresi. Alternatif pemilihan menggunakan metode pembelajaran SQ3R pada konsep sistem ekskresi, adalah berdasarkan beberapa hal yaitu selama ini proses pembelajaran hanya sebatas dengan menggunakan metode ceramah yang bersifat kurang menantang, materi pelajaran IPA pada konsep sistem ekskresi yang di kenal siswa sebagai hal yang abstrak dan banyak menggunakan istilah asing (latin), dan penggunakan metode pembelajaran SQ3R pada konsep sistem ekskresi akan lebih menarik perhatian siswa, karena siswa mendapat pengalaman baru yang belum pernah di dapat sebelumnya.

Hasil pembelajaran siswa melalui metode pembelajaran SQ3R lebih meningkat, karena dapat menekan tingkat kesulitan belajar siswa dan mendorong motivasi semangat belajar siswa. Pembelajaran SQ3R siswa menjadi pembaca yang aktif dan terarah langsung pada intisari kandungan pokok yang tersirat dalam materi pelajaran. SQ3R merupakan metode pembelajaran yang praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan pembelajaran.

Berdasarkan uraian diatas, maka salah satu upaya untuk mengatasi hasil yang kurang memuaskan dalam proses pembelajaran kelas IX.2 semester genap SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu dengan menerapkan pembelajaran SQ3R, yaitu suatu model pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memahami konsep pembelajaran IPA yang merupakan variasi dalam proses pembelajaran IPA, khususnya konsep sistem ekskresi.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah implementasi metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas XI.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu materi pokok Sistem Ekskresi pada Manusia?

 

Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “Untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu materi pokok Sistem ekskresi Manusia.

Manfaat

Manfaat penelitian antara lain:

a.     Bagi Guru

1.     Menambah strategi pembelajaran yang lebih bervariasi bagi guru sehingga permasalahan tentang materi pembelajaran yang sulit dapat diatasi.

2.     Penggunaan metode SQ3R dengan baik dapat mempermudah penyampaian konsep-konsep IPA.

3.     Dapat meningkatkan kreatifitas dan kualitas guru, karena guru di tuntut dapat menggunakan metode pembelajaran SQ3R dengan baik dan tepat.

b.     Bagi Siswa

1.     Siswa dapat menerima konsep konsep IPA dengan baik melalui metode pembelajaran SQ3R yang di dampingi guru mata pelajaran IPA

2.     Dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam pembelajaran konsep konsep IPA, terutama tentang organ tubuh.

3.     Siswa dapat mengetahui secara tepat tentang konsep sistem ekskresi manusia melalui metode pembelajaran SQ3R.

c.     Bagi Sekolah

Penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan kualitas hasil belajar dan kelulusan siswa, sehingga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain.

KAJIAN PUSTAKA

Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang di miliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) ketrampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah di tetapkan dalam kurikulum. Gagne membagi lima kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, (e) ketrampilan motoris. Sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya dalam tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif, ranah psikomotor.

 

 

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah:

a.     Faktor Internal (faktor dari dalam siswa)

Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari diri sendiri siswa yang mempengaruhi keberhasilan siswa tersebut dalam melaksanakan kegiatan belajar. Faktor ini meliputi: aspek Fisiologis, aspek Psikologis, bakat siswa, motivasi, minat.

b.     Faktor Eksternal (Luar) Siswa

Faktor luar adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa, yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar Faktor ini meliputi: faktor lingkungan, faktor Instrumental.

SQ3R

SQ3R merupakan metode pembelajaran yang bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. Para prinsipnya, SQ3R merupakan singkatan langkah-langkah pokok kajian yang meliputi:

a.     Survey, artinya mengidendentifikasi seluruh teks.

b.     Question, artinya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks.

c.     Read, artinya membaca teks untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang telah disusun.

d.     Retice, artinya menghafalkan dari setiap jawaban atas pertanyaan yang telah ditemukan.

e.     Review, artinya meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang telah disusun.

Peranan SQ3R adalah:

a.     Merupakan variasi pembelajaran.

b.     Memudahkan mengajar, karena dengan SQ3R pembelajaran tersusun sesuai dengan urutan atau langkah-langkah yang jelas.

c.     Meningkatkan kreativitas keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

d.     Dapat memudahkan siswa dalam belajar, karena dengan menggunakan metode ini siswa menjadi aktif membaca dan langsung terarah pada intisari kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan tersurat dalam pokok kajian/konsep atau bacaan.

Manfaat SQ3R dalam meningkatkan proses belajar antara lain:

a.     Siswa lebih aktif dan berkonsentrasi dalam belajar.

b.     Siswa lebih mudah memahami isi pada setiap konsep pokok bahasan atau sub konsep bahasan yang dipelajari.

c.     Siswa mampu mempelajari setiap materi pelajaran tanpa menggantungkan bantuan orang lain.

d.     Siswa dapat lebih memahami materi pelajaran dalam waktu yang lebih singkat.

e.     Siswa dapat lebih mengingat hal-hal yang dianggap penting.

f.      Hasil belajar siswa akan dapat lebih meningkat.

Beberapa kelemahan SQ3R, antara lain:

a.     Pelaksanaan SQ3R dalam langkah-langkahnya memerlukan keterampilan mencari kata penting, keterampilan membuat pertanyaan yang tidak dimiliki oleh siswa.

b.     SQ3R hanya menekankan pada pemahaman isi bacaan atau materi pelajaran sehingga dalam pembelajaran IPA yang memerlukan pengamatan perlu dilengkapi dengan alat bantu lain (seperti praktikum).

Penggunakan metode SQ3R terdapat upaya agar dalam belajar memperoleh hasil yang maksimal dan baik dengan di tandai adanya:

a.     Kesiapan (Readness) Untuk Belajar

b.     Retensi

c.     Internalisasi

d.     Transfer

Hipotesis Tindakan

Penerapan metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu materi pokok sistem ekskresi pada manusia.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu yang beralamat di Jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indagiri Hilir Propinsi Riau. Waktu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 yaitu pada Maret s/d April 2017.

Subyek Penelitian

Subyek Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 26 orang, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 11 perempuan.

Desain Penelitian

Penelitian tindakan kelas (PTK) Ini terdiri dari dua siklus. Penelitian tindakan kelas dapat di desain dalam bentuk sebagai berikut ini:

Gambar 1. Desain Penelitian Tindakan Kelas

Variable Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua (2) variabel, yaitu variabel bebas (variabel penyebab) dan variabel terikat (variabel akibat).

a.     Variabel bebas (X) berupa penerapan pembelajaran IPA konsep sistem ekskresi dengan metode SQ3R.

b.     Variabel terikat (y) berupa peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes yang dilakukan dalam setiap siklus pada konsep Sistem ekskresi.

Data Dan Metode Pengumpulan Data

a.     Data

1.     Sumber Data

Sumber data ini di ambil dari siswa.

2.     Jenis Data

Jenis data yang di dapatkan adalah data kuantitatif dan kualitatif, yang terdiri atas:

a)    Hasil belajar

b)    Motivasi dan tanggapan siswa tentang pelaksanaan metode pembelajaran SQ3R.

c)     Jurnal hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R,

 

b.     Metode Penggumpulan data

1.     Metode observasi

Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian yang banyak di gunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik situasi yang sebenarnya atau buatan.

2.     Metode dokumentasi

Metode yang menggunakan sekumpulan data verbal berupa tulisan, dokumen, photo, dan lain lain, metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang kegiatan belajar mengajar selama penelitian di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu.

c.     Metode Tes

Dipakai untuk mendapatkan data kemampuan atau bakat yang dimiliki siswa dalam mengerjakan. Tes yang digunakan untuk memperoleh data yaitu hasil belajar setiap akhir tindakan untuk memperoleh data tentang pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Metode Analisis Data

Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar digunakan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Indikator Ketercapian Penelitian

Indikator keberhasilan dalam penelitiaan tindakan kelas ini adalah peningkatan hasil belajar yang ditunjukan dengan tercapinya ketuntasan belajar secara klasikal dengan minimal 85% siswa memperoleh nilai minimal 70. Setelah pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R hasil belajar siswa kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu dapat meningkat.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pra Siklus

Pelaksanaan pembelajaran Pra Siklus untuk kelas IX.2 dilaksanakan pada hari Selasa 28 Maret 2017 tahap Pra Siklus Ini materi yang diajarkan adalah tentang Sistem Ekskresi. Tahap Pra Siklus ini bertujuan Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode ceramah sebelum menerapkan metode SQ3R dalam pembelajaran.

Observasi pada tahap Pra Siklus ini menggunakan instrumen observasi yang dipegang oleh peneliti dan lembar kerja ini adalah sebagai tes kemampuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami materi sebelum diterapkannya metode SQ3R dalam pembelajaran. Dari Hasil tes, diperoleh rata-rata nilai sebesar 57,31 yang berada di bawah standar yaitu < 70. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal 30,77 % yang berada di bawah standar ketuntasan belajar IPA yaitu 75%.. Pada Pelaksanaan Pra Siklus ini terdapat 18 Peserta didik yang tidak tuntas dari 26 peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian sebelum dilakukan tindakan pada siklus I dan II bahwa pelaksanaan pembelajaran masih pada komunikasi satu arah, pembelajaran di kelas berkaitan dengan sumber pembelajaran masih bergantung pada Lembar Kerja Peserta didik (LKS), adanya penerapan metode ceramah saja yang membuat peserta didik menjadi jenuh dan perhatian peserta didik belum terfokus pada satu permasalahan, dan peserta didik belum terlibat aktif dalam pembelajaran karena hanya mencatat di buku mereka masing-masing.

Siklus I

Pada Siklus I ini observasi dilakukan di kelas IX.2 dengan materi Sistem Ekskresi pada hari Selasa 4 April 2017. Dalam Siklus I ini, solusi yang diperoleh data tahap refleksi pada tahap Pra siklus sebagai tindakan untuk mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran Mapel IPA di kelas kaitannya dengan meningkatkan hasil belajar. Tindakan yang dilakukan pada siklus I yaitu melaksanakan pembelajaran yang ada di kelas dengan menerapkan Metode SQ3R, meninjau kembali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada tahap Pra Siklus, pembelajaran lebih ditekankan pada keaktifan peserta didik, sehingga pembelajaran tidak hanya berjalan satu arah, peserta didik belajar dalam memahami materi dengan menerapkan langkah-langkah dari metode SQ3R. Selain itu peserta didik dikelompok-kelompokkan untuk lebih mudah dalam menerapkan metode SQ3R, dan guru lalu mendiskusikan dari hasil kinerja peserta didik dengan membacakan hasil dari beberapa pertanyaan yang disusun oleh kelompok lain untuk dilempar ke kelompok lainnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut.

Dari hasil penelitian tentang keaktifan dan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan metode SQ3R dalam pembelajaran IPA dengan materi Sistem Ekskresi kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan diperoleh hasil Tes Rata-rata 66,92 yang berada di bawah standar yaitu < 70. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal 57,69% yang masih berada di bawah standar ketuntasan belajar IPA yaitu 75%. Pada Pelaksanaan Siklus I ini terdapat 11 Peserta didik yang tidak tuntas dari 26 peserta didik, dan Hasil dari Pencapaian Aktivitas peserta didik pada siklus I adalah 65,22%.

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I bahwa banyak peserta didik yang tidak berani bertanya terhadap materi yang belum jelas, peserta didik masih ragu-ragu Mengungkapkan pendapatnya dalam menyusun sebuah pertanyaan dan jawaban, peserta didik belum secara keseluruhan ikut andil pada tugas kelompoknya dalam menyusun pertanyaan dan jawaban, serta peserta didik tidak mencatat informasi atau pengetahuan saat pembelajaran. Dan tidak adanya evaluasi yang mereka lakukan.

Siklus II

Pada siklus II ini di lakukan di kelas IX.2 dengan materi ajar “Sistem Ekskresi Pada Manusia” pada hari Selasa 11 April 2017. Tindakan yang telah dirumuskan pada Siklus I di atas kemudian diterapkan pada Siklus II. Dari hasil penelitian tentang upaya meningkatkan hasil belajar dengan metode SQ3R pada pembelajaran Mapel IPA Materi Pokok Sistem Ekskresi pada Siklus II peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu diperoleh data hasil belajar Rata-rata 76,15 yang berada di atas standar yaitu > 70. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal 88,46 % yang berada di atas standar ketuntasan belajar IPA yaitu 75%. Pada Pelaksanaan Siklus II ini terdapat 2 Peserta didik yang tidak tuntas dari 26 peserta didik, dan Hasil dari Pencapaian Aktivitas peserta didik pada siklus II adalah 87,02 %. Dengan hasil aktivitas yang diperoleh ternyata sudah mencapai indikator keberhasilan dan masih di atas nilai rata-rata yaitu > 70%.

Dari Prosentase rekapitulasi Hasil Tes dan nilai aktivitas peserta didik di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Hasil Belajar IPA pada materi Sistem Ekskresi Kelas IX.2 SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu masih di atas rata-rata dan sudah ada peningkatan ketuntasan belajar peserta didik di mana pada Pra Siklus yang tidak tuntas 18 peserta didik, Siklus I turun menjadi 11 peserta didik, dan siklus II hanya 2 peserta didik karena 2 peserta didik ini dari awal Semester mereka sering tidak masuk tanpa keterangan dan banyak ketinggalan materi.

Pada tahap Pra Siklus dan Siklus I adanya peningkatan rata-rata nilai tes peserta didik yaitu 9,61 dari tahap Pra Siklus yang semula 57,31 sedangkan pada Siklus I sebesar 66,92. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal yaitu 26,92% dari tahap Pra Siklus yang semula 30,77 % sedangkan Siklus I sebesar 57,69%.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan tentang penerapan metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan hasil belajar pada materi pokok sistem ekskresi manusia di SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar peserta didik dengan penerapan metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) khususnya pada materi pokok sistem pencernaan manusia mengalami peningkatan yaitu dari nilai evaluasi siklus I dengan rata-rata 66,92 dengan ketuntasan belajar klasikal (seluruh peserta didik) 57,69 % meningkat menjadi 76,15 dengan ketuntasan belajar klasikal (seluruh peserta didik) 88,46 %. Maksudnya, pada siklus I, ada 11 peserta didik yang memperoleh nilai evaluasi di bawah KKM (70), sedangkan pada siklus II, hanya ada 2 peserta didik yang nilai evaluasinya di bawah KKM.

Saran

Berdasarkan penelitian diatas dapat disampaikan saran sebagai berikut:

a.     Dalam pembelajaran IPA maupun mata pelajaran yang lainnya guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik agar peserta didik merasa mudah dalam memahami dan menerima materi pelajaran.

b.     Pembelajaran dengan metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Maka, dalam kegiatan pembelajaran IPA khususnya pada pokok bahasan Sistem Ekskresi Pada Manusia disarankan menggunakan metode pembelajaran tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi. Cet.6. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Arikunto, S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi 2010, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar , Ed.Rev., Cet.3 (Jakarta: Rineka Cipta, 2011).

Hamalik , Oemar, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001).

http://putuagem.blogspot.com/2014/03/sistem-ekskresi-pada-manusia.html

Kamus Bahasa Indonesia, Kamus Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008).

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Ramaja Rosda Karya, 2005).

Sardiman A. M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada: 2014).

Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2010).

Suyadi, 2010.Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogyakarta: DIVA Press.

Undang-Undang RI no. 20 tahun 2003 (Tentang Sistem Pendidikan Nasional).