PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) POKOK BAHASAN

KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA

MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS IV

SD NEGERI BOTO 02 KEC. BANCAK KAB. SEMARANG TAHUN 2014/2015

 

Sunandi Relawati

SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang

 

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini adalah upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pokok Bahasan Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Melalui Media Flash Card Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang Tahun 2014/2015. Hasil penelitian bahwa Pada siklus I rata-rata pre test 53 sedangkan pada post tes adalah 68,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15,5. Pada siklus II rata-rata pre test 64 sedangkan pada post test adalah 72,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 8,5. Pada siklus III rata-rata pre test 66 sedangkan pada post tes adalah 81. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15. Jika dilihat secara keseluruhan dari siklus I menunjukkan rata- rata post test sebesar 68,5 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 45%. Pada siklus II menunjukkan rata- rata post test sebesar 72,5 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 85,5%. Sedangkan pada siklus III menunjukkan ratarata post test sebesar 81 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 95%. Dengan melihat hasil ketiga siklus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media flash card dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang dengan sub pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Mata Pelajaran IPS, Media Flash Card.

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Secara praktis disadari atau tidak, ilmu pengetahuan sosial merupakan sesuatu yang tidak asing bagi setiap orang. Dalam perkembangan hidup manusia sejak lahir sampai dewasa tidak terlepas dalam kehidupan bemasyarakat. Proses kehidupan manusia selalu berhubungan dengan sesama manusia dan mahluk hidup lainnya. Hal ini disebabkan karena manusia pada hakikatnya makhluk sosial. Sejak kanakkanak, pada prinsipnya mereka telah melakukan hubungan dengan orang lain, misalnya dengan ibu maupun keluarga yang lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan sosial merupakan pengalaman manusia sejak lahir yang merupakan hubungan sosial itu telah terjadi sejak dalam keluarga, walaupun hubungan tersebut terjadi secara sepaihak. Tanpa adanya hubungan sosial seorang bayi sulit mengalami perkembangan menjadi manusia dewasa secara sempurna (Rasimin:2012:1).

Berkaitan dengan pertumbuhan jasmani dan rohani sejalan dengan bertambahnya umur manusia, pengenalan dan pengalaman manusia terhadap kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya juga semakin berkembang dan melauas. Pengenalan dan pengalaman manusia terhadap kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya juga semakin berkembang dan meluas. Pengenalan dan pengalaman manusia diluar dirinya tidak hanya terbatas batas pada orang-orang yang berada dalam lingkungan kelauarga saja, tetapi juga meliputi orang-orang yang berada dilingkungnnya, seperti teman sepermainan, tetangga warga masyarakat, dan seterusnya. Pengenalan dan pengalaman manusia dengan lingkungannya itulah dinamakan hubungan sosial, yang dilami secara beransur-ansur, semakin medalam dan meluas. Berawal dari pengenalan dan pengalaman hidup, hubungan sosial akan menumbuhkan pengetahuan tentang seluk beluk masyarakat. Dari sinilah kebutuhan hidup tertentu, sifat-sifat manusia, tempat yang pernah dikunjungi, hal yang baik maupun buruk, hal yang salah maupun benar, yang semauanya terdapat dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat ditentukan oleh manusia selaku makhluk sosial. Seacara sedaerhana pengetahuan telah melekat dalam diri seseorang, maupun yang melekat pada diri kita masing-masing dalam pengenalan dan pengalaman hidup di masyarakat itulah yang kita kenal dengan sebutan ilmu pengetahuan sosial (Rasimin:2012:2-3).

Menurut Sosiomantri (2001:79) bahwa ilmu pengetahuan sosial merupakan program pendidikan yang memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu dan humanistik yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan.

Dalam GBPP (1994) dijelaskan IPS adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan kepada bahan kajian ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, tata negara dan sejarah (Saepudin, 2002:8).

Ilmu pengetahuan Sosial selain mempunyai tujuan membentuk warga negara yang baik, dengan memilki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dikehidupan masyarakat, juga memiliki fungsi aplikatif. Fungsi yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan sebagai pendidikan. Fungsi ilmu pengetahuan sosial sebagai pendidikan, selain itu juga memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Yang dimaksud ketrampilan yaitu melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan hidup bermasyarakat, seperti bekerja sama, gotong royong, tolong menolong sesama umat manusia dan melakuakan tindakan dalam memecahkan persoalan sosial di masyarakat. (Rasimin, 2012:7-8).

Untuk mencapai tujuan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dibutuhkan peranan guru yang profesional agar materi pelajaran yang disampaikan dapat diserap dan diterima siswa. Adapun langkah yang dapat diambil oleh guru agar dapat mencapai tujuan pembelajrannya salah satunya adalah menentukan metode, strategi dan media yang ditetapkan. Diantaranya adalah dalam menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk mempermudah akan membawa dampak positif (efektif dan efesien) atas perkembangan proses pembelajaran. penggunaan media sebagai metode pembelajran memungkinkan mengatur kecepata belajar, banyaknya dan urutan pelajaran menjadi efektif dan efesien.

Melihat faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa, penulis memberikan scedikit gambaran tentang solusi yang tepat menurut penulis. Untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan menggunakan media atau metode pembelajaran yang lebih variatif. Adapun media yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS adalah dengan menggunakan media flash card. Adanya berbagai permasalahan tersebut diatas dapat diselesaikan dengan penelitian tindakan kelas yang berjudul:

“Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) Pokok Bahasan Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Melalui Media Flash Card Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang Tahun 2014/2015”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: Apakah penerapan media flash card dapat meningkatkan hasil belajar IPS sub pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS sub pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya pada siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang melalu media flash card.

Manfaat Penelitian

Teoritis

Penelitian bermanfaat untuk mengembangkan teori pembelajaran IPS.

Praktis

a.       Bagi Guru

Penelitian ini dapat membantu guru untuk pengembangan pemilihan metode pembelajaran dan media yang akan digunakan dalam proses pengajaran IPS kepada siswa.

b.      Bagi siswa

Dengan menggunakan media flash card memungkinkan siswa untuk memahami pelajaran lebih baik, karena pembelajaran benarbenar bermakna. Di samping itu, dengan penggunaan media flash card ini memberi suasana menyenangkan, dan lebih menaik dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa lebih berminat dan senang mengikuti pembelajaran. Pemahaman materi IPS akan mudah tertanam dibenak siswa dengan menghubungkan pengalaman-pengalaman yang sudah dilaksanakan siswa dengan materi yang disampaikan. Dengan demikian diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar IPS mereka secara maksimal.

c.       Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi para guru, agar dapat meningkatkan profesionalisme dalam pengajaran melalui kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK).

 

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Belajar dan Hasil Belajar

Banyak definisi yang diberikan tentang belajar. Menurut Gagae belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman ( Ratna Wilis Dahar, 1989). Higart dan bower mendevenisikan belajar adalah menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman mendapatkan informasi atau menemukan( Baharudin,2008:13).

Sedangkan maenurut morgan belajar adalah perubahan tingkahlaku yang relatif tetap dan terjadi sebagai latihan atau pengalaman (Baharudin 2008:14), Sedangkan menurut W.S Winkel (1996:53) dalam bukunya psikologi pengajaran memberi penjelasan, belajar adalah “Suatu aktivitas mental, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Jika menurut Cronbach (Suryabrata, 2007:231) memberi pengertian belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami, dan dalam mengalami itu si pelajar mempergunakan panca inderanya. Hal ini menunjukkan belajar bukan hanya sekedar mendapat pengetahuan saja melainkan dengan proses belajar manusia mendapatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Dari beberapa definisi belajar yang diungkapkan oleh para ahli pendidikan dapat ditarik pengertian yang sama akan pengertian belajar, yaitu belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan, dan sikap tingkah laku yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dari guru maupun teman sebaya dan dari bangku sekolah atau dari pengalaman. Semuanya itu bisa dikatakan terjadinya proses belajar dalam diri manusia. Kemampuan manusia seperti ini yang menjadi pembeda kepada mahluk hidup yang lain. Belajar memiliki keuntungan bagi individu maupun bagi masyarakat. Bagi individu, kemampuan untuk belajar secara terus menerus akan memberi kontribusi terhadap pengembangan kualitas hidupnya. Sedangkan bagi masyarakat belajar mempunyai peran penting dalam mentranmisikan budaya dan pengetahuan dari generasi ke generasi (Baharuddin, 2010:12).

Media Flash card dalam Pembelajaran

Flash card adalah media pembelajaran berupa kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau simbol yang mengingatkan atau menuntun siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar,teks,atau tanda simbol tersebut (Azhar Arsyad, 1997:119). Flash card dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Misalanya: kartu abjad dapat digunakan untuk latihan mengeja (dalam bahasa Arab, bahasa inggris, bahasa Indonesia dan bahasa lainnya). Kartu yang berisi gambar –gambar dapat digunakan untuk melatih siswa mengerjakan dan memperkaya kosa kata. Media flash card termasuk kedalam salah satu media yang berbasis visual. Keberhasialan media visual ditentukan oleh kualitas dan efetifitas bahan-bahan visual tersebut. Pembuatan media ini harus memperhatikan prinsip desain-desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan dan keseimbangan (Azhar Arsyad, 1997:105).

Media flash card ini diharapkan dapat menjadi petumjuk rangsangan siswa untuk memberikan respon yang diinginkan sehingga dapat memaksimalkan tujuan pembelajaran.

PELAKSANAAN PENELITIAN

Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang jumlah siswa yang menjadi subyek pada penelitian ini berjumlah 20 siswa. Penelitian dilakukan pada semester satu tahun ajaran 2014/2015. Alasan yang paling mendasar pemilihan subjek penelitian ini adalah peneliti melihat keaktifan dan hasil belajar siswa Kelas IV yang kurang memuaskan, maka dari itu peneleti menggunakan media flash card, dengan media tersebut peneliti berharap dapat meningakatkan keaktifan dan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS pokok bahasan Keragaman suku bangsa dan budaya pada siswa SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang. Karena media flash card sangat menarik dan tidak membosankan maka siswa sangat senang dan bersemangat dalam mengkuti kegiatan pembelajaran dengan media flash card.

Pelaksanaan Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang Kab. Semarang yang berjumlah 20 siswa pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga kali siklus. Setiap siklus memiliki beberapa tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahapan ini saling terkait dan berkelanjutan. Hal ini sudah dianggap mampu memenuhi kepuasan penelitian dalam mencapai hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Nilai Pre test dan Post test Siklus I

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Siklus I ini, hasil pre test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 2 siswa atau 10%, dengan rata-rata kelas 53, sedangkan hasil post test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 10 siswa atau 50% dengan rata-rata kelas 68,5. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre test ke post test sebanyak 8 siswa atau 40%. Namun demikian, masih ada siswa yang belum tuntas sebanyak 10 siswa atau 50%. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran pada siklus selanjutnya.

Nilai Pre test dan Post test Siklus II

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Siklus II ini, hasil pre test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 6 siswa atau 30%, dengan rata-rata kelas 64, sedangkan hasil post test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 18 siswa atau 30% dengan rata-rata kelas 72,5. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre test ke post test sebanyak 12 siswa atau 60%. Namun demikian, masih ada siswa yang belum tuntas sebanyak 2 siswa atau 10%. Salah satu siswa yang belum tuntas menurut pengamatan guru kolaborator memang kurang memiliki motivasi dan perhatian dalam mengikuti pembelajaran dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung.

Nilai Pre test dan Post test Siklus III

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Siklus III ini, hasil pre test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 14 siswa atau 70%, dengan rata-rata kelas 66 sedangkan hasil post test siswa yang dapat mencapai KKM 70 sebanyak 19 siswa atau 95% dengan rata-rata kelas 81. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre tes ke post test sebanyak 5 siswa atau 25%. Namun demikian, masih ada siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa atau 5%. Siswa yang belum tuntas menurut pengamatan guru kolaborator memang kurang memiliki motivasi dan perhatian dalam mengikuti pembelajaran dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung.

Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan Siklus I

Hasil penghitungan diperoleh t hitung = 6,07 dan t tabel dengan db = N – 1 maka N = 19, taraf signifikansi 5% t tabel = 1,729. Berdasarkan hal tersebut berarti ada perbedaan dan ada hubungan antara hasil belajar dengan penggunaan media flash card dalam proses pembelajaran, karena terdapat perbedaan t hitung > t tabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata pre test 53 sedangkan pada pos tes adalah 68,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15,5. Ini menunjukkan penerapan media flash card dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menguasai materi IPS sub tema keragaman suku bangsa dan budaya.

Pembahasan Siklus II

Hasil penghitungan diperoleh t hitung = 5,90 dan t tabel dengan db = N – 1 maka N = 19, taraf signifikansi 5% t tabel = 1,729. Berdasarkan hal tersebut berarti ada perbedaan dan ada hubungan antara hasil belajar dengan penggunaan media flash card dalam proses pembelajaran, karena terdapat perbedaan t hitung > t tabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Pada siklus II rata-rata pre test 64,00 sedangkan pada pos test adalah 72,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 8,5. Ini menunjukkan penerapan media flash card dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menguasai materi IPS sub tema keragaman suku bangsa dan budaya.

Pembahasan Siklus III

Hasil penghitungan diperoleh t hitung 7,88 dan t tabel dengan db = N –1 maka N = 19, taraf signifikansi 5% t tabel = 1,729. Berdasarkan hal tersebut berarti ada perbedaan dan ada hubungan antara hasil belajar dengan penggunaan media flash card dalam proses pembelajaran, karena terdapat perbedaan t hitung > t tabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Pada siklus III rata-rata pre test 66 sedangkan pada post test adalah 81. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15. Ini menunjukkan penerapan media flash card dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menguasai materi IPS sub tema keragaman suku bangsa dan budaya.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan melalui beberapa tindakan dari siklus I, II dan III serta berdasarkan seluruh media flash card dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kergaman suku bangsa dan budaya. Pada siklus I, II, III menunjukkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan.

Pada siklus I rata-rata pre test 53 sedangkan pada post tes adalah 68,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15,5. Pada siklus II rata-rata pre test 64 sedangkan pada post test adalah 72,5. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 8,5. Pada siklus III rata-rata pre test 66 sedangkan pada post tes adalah 81. Dari hasil rata-rata antara pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 15. Jika dilihat secara keseluruhan dari siklus I menunjukkan rata- rata post test sebesar 68,5 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 45%. Pada siklus II menunjukkan rata- rata post test sebesar 72,5 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 85,5%. Sedangkan pada siklus III menunjukkan ratarata post test sebesar 81 dengan prosentase siswa yang tuntas sebanyak 95%. Dengan melihat hasil ketiga siklus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media flash card dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa Kelas IV SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang dengan sub pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya.

Saran

1.     Kepada subyek penelitian diharapkan senantiasa memperhatikan serta aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dengan berpedoman bahwa perhatian dan keaktifan merupakan sarana untuk meningkatkan hasil belajar.

2.     Kepada guru mata pelajaran matematika di SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang khususnya dan dan guru Kelas IV pada umumnya untuk senantiasa menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran agar hasil belajar siswa dapat meningkat.

3.     Kepada pihak manajemen SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang untuk menyediakan kelengkapan media atau alat peraga untuk pembelajaran demi terciptanya peningkatan hasil belajar siswa yang bermuara pada peningkatan kualitas dan kuantitas SD Negeri Boto 02 Kec. Bancak Kab. Semarang Kec. Bancak Kab. Semarang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tidakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar.1996. Media Pengajaran.Yogya Pustaka:Pusaka Pelajar

Basrowi dan Suwandi.2008. Prosedur PTK. Jakarta:Galia Indonesia

Dahar, Ratna wilis.1989. Teori-Teori Belajar. Bandung Erlangga.

K.E. Suyanto, Kasihani.2008. English for young learners.Jakarta:Bumi Aksara

Rosidi, Rosidi Abdul Wahab. 2009. Media Pembeljaran Bahasa Arab.Malang:UIN Malang Pres.

Sam’s, Rosma Hartin.2010. Model Penelitian Kelas.Yogya Teras

Syah, Muhaibbin,1995. Psikologi Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Suryabrata, Sumadi, Drs, BA, MA, Ed S, Ph D. 2007. Psikologi pendidikan.Yogyakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Usman Basyarudin dan Asnawiar.2002.Media Pembeljaran.Jakarta Ciputat Pres

Wahyuni, Esa Baharudin.2008.Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.