SINKRONISASI KURIKULUM UNTUK MENCAPAI

SKEMA KKNI LEVEL 3 KOMPETENSI KEAHLIAN DESAIN INTERIOR DAN TEKNIK FURNITUR (DITF) SMK

 Haryadi PR

Widyaiswara Muda PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta

 

ABSTRAK

Kurikulum 2013 bagi SMK tertutama mata pelajaran kompetensi keahlian (C3) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, secara terpadu dan berjalan secara integratif. Sinkronisasi merupakan sebuah usaha untuk menyinkronkan kurikulum dengan dunia kerja. Sinkronisasi kurikulum SMK adalah suatu kegiatan bersama antara penyusun/pengembang kurikulum SMK dengan dunia usaha/ dunia industri (du/di) sebagai pengguna lululusan atau institusi pasangan. Sebagai penyusun/pengembang kurikulum adalah sekolah atau kelompok sekolah dengan kompetensi keahlian dengan du/di sebagai pengkaji tingkat relevansi ruang lingkup kompetensi yang dirumuskan SMK dengan ruang lingkup kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak du/di atau dunia kerja.

Kata kunci: sinkronisasi kurikulum, kkni

 

PENDAHULUAN

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara substansi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, berjiwa wirausaha, cerdas, kompetitif, dan memiliki jati diri bangsa serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing di pasar global. Sistem pendidikan SMK dituntut untuk menghasilkan learning outcome yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Tujuan tersebut tercantum dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 15 yang menyebutkan tujuan khusus SMK adalah menyiapkan siswa supaya menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya.

Sebagai upaya untuk mencapai hal tersebut diatas pemerintah telah melakukan penataan spektrum keahlian dan kompetensi keahlian program 3 tahun dan 4 tahun pada SMK. Penataan tersebut, telah ditetapkan dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud No. 4678/D/KEP/MK/2016 telah final dan diberlakukan pada tahun ajaran 2017/2018 pada kelas X di SMK. Sedangkan rumusan perencanaan dan proses pembelajaran berupa KI dan KD mata pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3) berdasar Perdirjen No.464/D.D5/KR/2018, sebagai standar minimal yang harus dilaksanakan oleh sekolah.

Skema sertifikasi KKNI level 2 dan 3 pada kompetensi keahlian di SMK yang merupakan skema sertifikasi kualifikasi yang dikembangkan oleh Komite Skema BNSP bersama sama dengan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud. Skema Sertifikasi mengacu pada standar kemasan kompetensi pada SKKNI, skema sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi lulusan SMK dan sebagai acuan bagi LSP P1 SMK dan asesor dalam pelaksaan sertifikasi kompetensi keahlian yang ada. Sedangkan untuk skema level 3 kompetensi keahlian Desain Interior dan Teknik Furnitur yang dikembangkan oleh komite skema BNSP bersama sama dengan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud telah disahkan pada tanggal 18 April 2019.

SINKRONISASI KURIKULUM

Menurut Fadlillah (2014), Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan soft skill dan hard skill yang berupa sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kurikulum 2013 berusaha untuk lebih menanamkan nilai-nilai yang tercantum/tercermin pada sikap dapat berbanding lurus dengan keterampilan yang diperoleh peserta didik melalui pengetahuan di sekolah. Dengan adanya Kurikulum 2013 harapan peserta didik dapat memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang meningkatkan dan berkembang sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya, sehingga akan dapat berpengaruh dan menentukkan kesuksesan dalam kehidupan selanjutnya.

Kurikulum 2013 yang dimaksudkan untuk melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, secara terpadu dan berjalan secara integratif. Dalam penetapan kompetensi-kompetensi pada kurikulum 2013 harus didasarkan pada standar nasional pendidikan, yaitu kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum NKRI. Dengan demikian, pelaksanaan pendidikan akan tetap sejalan dan mendukung agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggungjawab.

Sinkronisasi merupakan sebuah usaha untuk menyinkronkan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, hal ini sekolah dengan dunia kerja. Dalam konteks sinkronisasi kurikulum SMK, adalah suatu kegiatan bersama antara penyusun/pengembang kurikulum SMK dengan dunia usaha/dunia industri (du/di) sebagai pengguna lululusan atau institusi pasangan. Sebagai penyusun/pengembang kurikulum adalah sekolah atau kelompok sekolah dengan kompetensi keahlian dengan du/di sebagai pengkaji tingkat relevansi ruang lingkup kompetensi yang dirumuskan SMK dengan ruang lingkup kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak du/di atau dunia kerja. Dari hasil kegiatan sinkronisasi kurikulum ini diharapkan memperoleh hasil kurikulum yang memilki relevansi tinggi dengan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh pengguna lululusan atau institusi pasangan.

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manuasia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasi sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam satu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) semakin menegaskan bahwa SMK harus semakin lebih dekat dengan kebutuhan kerja. KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

Setiap jenjang kualifikasi pada KKNI memiliki kesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan, pelatihan kerja atau pengalaman kerja. Jenjang 1-3 dikelompokkan dalam jabatan operator, jenjang 4-6 dalam jabatan teknisi atau analis, serta jenjang 7-9 jabatan ahli. Lulusan pendidikan dasar setara dengan jenjang 1; lulusan pendidikan menengah paling rendah setara dengan jenjang 2; Diploma 1 paling rendah setara dengan jenjang 3; lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana paling rendah setara dengan jenjang 6; dan seterusnya hingga jenjang 9 doktor dan doktor terapan.

Pengelola SMK, kepala sekolah dan guru harus memahami betul akan KKNI, karena KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri SDM bangsa Indonsia, terkait dengan keberadaan SMK sebagai penghasil SDM yang bermutu dan produktif. Harus dipahami pula dalam pencapaian pembelajaran terhadap lulusan yang dihasilkan (learning outcomes) adalah siswa lulusan yang mempunyai kompeten yang sesuai dengan KKNI dan dapat SDM berdaya saing tinggi. Kurangnya pemahaman terhadap KKNI dan hanya menuntaskan mengajar, sehingga yang terjadi lulusan SMK banyak yang menganggur.

KURIKULUM KOMPETENSI KEAHLIAN DESAIN INTERIOR DAN TEKNIK FURNITUR (DITF)

Kompetensi Keahlian Desain Interior dan Teknik Furnitur (DITF) program 4 tahun ini adalah hasil merger dari Kompetensi Keahlian Teknik Furnitur yang berasal dari bidang teknologi rekayasa dengan Kompetensi Keahlian Desain Interior yang berasal dari bidang seni rupa, sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Nomor 8275/D5.3/KR/2016 tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

Penulis akan menfokuskan pencapaian mata pelajaran C3 (kompetensi keahlian) dengan pencapaian Skema KKNI Level 3, daftar mata pelajaran C3 seperti yang tercantum dalam Tabel 01, sebagai berikut:

Tabel 01 Daftar Mata Pelajaran C3 Kompetensi Keahlian DITF

No. Mata Pelajaran Kelas

X

Kelas XI Kelas XII Kelas XIII
1 Dasar Desain Interior dan Teknik Furnitur   V    
2 Gambar Teknik dan Presentasi   V V V
3 Desain Interior   V V V
4 Teknik Furnitur   V V V
5 Produk Kreatif dan Kewirausahaan   V V V

 

 

Penulis merencanakan pelaksanaan uji kompetensi sesuai dengan skema KKNI Level 3, adalah seperti pada tabel 02 berikut ini:

Tabel 02 Perencanaan Uji Kompetensi Skema KKNI Level 3

No. Klaster Kelas

X

Kelas XI Kelas XII Kelas XIII Keterangan
1 Gambar Interior Furnitur     V   Smt 2
2 Perhitungan Rencana Anggaran Biaya     V   Smt 2
3 Pembahanan       V Smt 1
4 Pembuatan Furnitur Kayu       V Smt 1
5 Finishing Furnitur dengan Teknik Oles       V Smt 2
6 Finishing Furnitur dengan Teknik Semprot       V Smt 2

 

Melihat pencapaian pada kurikulum terutama mata pelajaran C3 dan pencapaian kompetensi pada skema level 3, maka perlu dikaji dan dianalisis sehingga nantinya pembelajaran di sekolah lebih fokus dan sesuai dengan pencapaian di dunia kerja.

Untuk uji kompetensi klaster Pembahanan, Pembuatan Furnitur Kayu, Finishing Furnitur dengan Teknik Oles dan Finishing Furnitur dengan Teknik Semprot sudah sesuai dan diakomidir oleh mata pelajaran Dasar-dasar Desain Interior dan Teknik Furnitur serta mata pelajaran Teknik Furnitur. Yang perlu menjadi kajian guru di sekolah adalah penyampaian materi pada KD dengan kesesuaian materi uji kompetensi, jangan sampai peserta didik akan melaksanakan uji kompetensi tetapi peserta didik belum memperoleh materi yang sesuai.

Salah satu kajian yang menjadi pembahasan pada tulisan ini adalah untuk mencapai dua klaster di awal kegiatan uji kompetensi yang pelaksanaannya dengan sistim dicicil. Klaster tersebut, adalah: Gambar Interior Furnitur dan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya. Kegiatan uji kompetensinya yang direncanakan pelaksanaan uji kompetensi pada semester 2 kelas XII.

Unit kompetensi yang ada pada kedua klaster tersebut, sesuai pada tabel 03, sebagai berikut:

Tabel 03 Unit Kompetensi Klaster Gambar Interior Furnitur dan Klaster Perhitungan Rencana Anggaran Biaya

No Kode Unit Judul Unit
Klaster Gambar Interior Furnitur
1. C.310010.021.01 Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja
2. M.74100.008.02 Menetapkan Konsep Desain
3. C.310010.028.01 Membuat gambar produk secara manual dan dengan bantuan komputer
Klaster Perhitungan Rencana Anggaran Biaya
1. C.310010.021.01 Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja
2. C.310010.030.01 Mengintepretasikan Dokumen Kerja
3. C.310010.031.01 Menghitung Biaya Pekerjaan

 

Sementara penyebaran mata pelajaran sesuai kurikulum yang dilaksanakan di sekolah adalah, sebagai berikut:

Tabel 04 Daftar Mata Pelajaran C3 Kompetensi Keahlian DITF (Program 4 tahun)

No. Mata Pelajaran Kelas X Kelas XI Kelas XII Kelas XIII Keterangan

Kode

1 Dasar Desain Interior dan Teknik Furnitur   V V V DDTIF
2 Gambar Teknik dan Presentasi   V V V GTP
3 Desain Interior   V V V DI
4 Teknik Furnitur   V V V TF
5 Produk Kreatif dan Kewirausahaan   V V V PKK

 

Analisis sinkronisasi kurikulum dengan skema KKNI perlu dibuat kajian dengan mentabulasikan capaian kurikulum dan KKNI, sehingga nantinya bisa dianalisis dengan menambahkan KD pada mata pelajaran C3 atau menambahkan materi pada KD yang telah ada.

Tabel 05 Tabulasi Perbandingan Mata Pelajaran C3 dan Klaster Skema Level 3 Kelas XII pada Kompetensi Keahlian DITF

Mata Pelajaran Substansi Target KD

Kompetensi dasar

Klaster

Skema

Elemen Kompetensi

Target

Unit Kompetensi

Dasar Desain Interior dan Teknik Furnitur

 

 

 

 

 

 

 

 

–  konsep ruang

–  area desain interior

–  tata letak desain interior

–  aspek budaya

–  aspek arsitektural,

–  elemen interior

–  ergonomi

–  karakteristik kayu

–  bahan finishing

–  bahan jok

–  K3

1.    Gambar Interior Furnitur

 

2.    Perhitungan Rencana Anggaran Biaya

 

Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja

–       menerima dan menyampaikan pesan

–       menanggapi informasi

–       membuat laporan kerja

Menetapkan Konsep Desain

–       mengembangkan informas kunci

–       mengolah gagasan konsep desain

–       mengkomunikasikan konsep desain

–       menetapkan konsep desain

Membuat gambar produk secara manual dan dengan bantuan komputer

–       mengidentifikasi gambar yang akan dibuat

–       kriteria gambar dan keterbatasan

–       menyusun gambar awal

–       menyusun hasil akhir gambar

Mengintepretasikan Dokumen Kerja

–       jenis dan isi dokumen kerja

–       dokumen kerja

–       urutan kerja

–       file dokumen kerja

Menghitung Biaya Pekerjaan

–       informasi produk

–       bahan, waktu dan tenaga kerja

–       biaya produksi

–       verifikasi harga

Gambar Teknik dan Presentasi

 

 

 

 

 

–  gambar teknik

–  peralatan gambar teknik

–  garis huruf, angka dan simbol

–  gambar proyeksi

–  gambar denah, potong an, perspektif dan detail manual

–  gambr denah, potong an, perspektif dan detail dengan komputer

Desain Interior

 

 

 

 

 

 

 

 

 

–    konsep dasar hunian

–    ruang tamu, keluarga, makan, tidur, kamar mandi, ruang kerja dan dapur hunian

–    maket interior hunian

–    kesimpulan interior hunian

–    perbaikan desain hunian

–    ruang tamu, keluarga, makan, tidur, kamar mandi, dan dapur apartemen

–    maket interior apartemen

–    kesimpulan interior apartemen

–    perbaikan desain apartemen

Analisa penyampaian materi unit kompetensi agar terintegrasi dengan mata pelajaran, dengan analisis sebagai berikut:

Tabel 06 Analisis Integrasi Materi Unit Kompetensi dalam Mata Pelajaran

NO. Materi Unit Kompetensi Mapel

DDITF

Mapel

GTP

Mapel DI Keterangan
1 Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja     V Penambahan KD

20 A. Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja

2 Menetapkan Konsep Desain     V Menambahkan materi Menetapkan Konsep Desain (KD 01)
3 Membuat gambar produk secara manual dan dengan bantuan komputer   V   Penambahan KD 6 A. Membuat gambar produk secara manual dan dengan bantuan komputer
4 Mengintepretasikan Dokumen Kerja     V Penambahan KD

101 A. Menginterpretasi kan Dokumen Kerja

5 Menghitung Biaya Pekerjaan     V Menambahkan materi Menghitung Biaya Pekerjaan (KD 11)

Keterangan:

DDITF : Dasar Desain Interior dan Teknik Furnitur

GTP     : Gambar Teknik dan Presentasi

DI        : Desain Interior

PENUTUP

Dari analisis yang dilakukan, sebagai upaya penyampaian materi uji kompetensi level 3 yang terintegrasi dengan mata pelajaran C3, maka dapat disimpulkan dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 07 Hasil Integrasi Unit Kompetensi dalam Mata Pelajaran

NO. Materi

Unit Kompetensi

Mapel

DDITF

Mapel

GTP

Mapel DI Mapel TF Usulan Penambahan
1 Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja     V   Penambahan KD
2 Menetapkan Konsep Desain     V   Materi Pembelajaran
3 Membuat gambar produk secara manual dan dengan bantuan komputer   V     Penambahan KD
4 Mengintepretasikan Dokumen Kerja     V   Penambahan KD
5 Menghitung Biaya Pekerjaan     V   Materi pembelajaran

 

Dari hasil pembahasan penulis di atas, maka langkah-langkah yang dilakukan dalam sinkronisasi kurikulum, dalam hal ini pencapaian mata pelajaran C3 (kompetensi keahlian) dengan pencapaian Skema KKNI Level 3 antara adalah:

  1. Mengadakan pertemuan antara SMK dalam hal ini kompetensi keahlian DITF, dunia usaha/ dunia industri (du/di) yang relevan dan pengawas sekolah.
  2. Mendengarkan dan mengakomidir masukan dan usulan dari dunia usaha/industri.
  3. Melakukan pengecekan KD dan materi pada mata pelajaran C3 serta diskusi untuk menambahkan KD baru atau materi pada KD yang telah ada pada mata pelajaran seperti pada analisis di atas.

Demikian pembahasan penulis dalam kaitan sinkronisasi kurikulum untuk mencapai Skema KKNI Level 3 Kompetensi Keahlian Desain Interior dan Teknik Furnitur (DITF) SMK, sehingga bisa memberikan motivasi kepada guru Kompetensi Keahlian Desain Interior dan Teknik Furnitur (DITF) untuk dapat melakukan langkah tersebut untuk memacu kompetensi peserta didiknya.

Sehingga diharapkan dengan kurikulum SMK yang dikembangkan untuk memfasilitasi peserta didik agar dapat menguasai suatu bidang keahlian baik dalam aspek soft skills maupun hard skills dengan harapan menjadi SDM yang siap memasuki dunia kerja dan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, serta memiliki sikap yang baik dan sesuai norma yang berlaku di masyarakat dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang, Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional

Peraturan Presiden, Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud No No.464/ D.D5/KR/2018 tentang KI dan KD mata pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3) SMK

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah

Peraturan BNSP, Nomor 1/BNSP/II/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Bagi Lulusan SMK

Komite Skema BNSP dan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, 18 April 2019 Skema Level 3 Kompetensi keahlian Desain Interior dan Teknik Furnitur

Fadlillah, 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Maman Suratman, 2010. https://pengawassmk.wordpress.com/ 2010/11/13/sinkroni sasi-kurikulum-smk-dalam-pengembangan-kurikulum-smk

Sudji Munadi dkk, 2018. Employability Skills Lulusan SMK dan Relevansinya Terhadap Kebutuhan Dunia. Jakarta Dir Pembinaan SMK, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud

Setiyo Agustiono, 2018. www.kompasiana.com/sagustiono/5b08dde1bde5752 23e767cc2/ guru-smk-penting-memahami-kkni-dengan-benar Setiyo Agustiono