MENGAKTIFKAN SISWA DENGAN MEMANFAATKAN

LIQUID CRYSTAL DISPLAY (LCD) DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI TEGARON 02 KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG SEMESTER I

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

Amini

SD Negeri Tegaron 02

 

ABSTRAK

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Memanfaatkan LCD pada siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Pada siklus I dilaksankan 4 kali pertemuan, dan siklus II 1 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan lembar angket dan lembar observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan minat belajar siswa terhadap pemahaman dengan kompetensi dasar penggolongan hewan berdasarkan jenis makananya. Peningkatan minat belajar siswa pada pra siklus hingga siklu 2 antara lain pada pra siklus minat belajar siswa cenderung rendah (44%) dan minat belajar yang tinggi (0%). Sedangkan pada siklus 1 terdapat (20%) minat belajar rendah, (36%) sedang, dan (8%) tinggi. Pada siklus 2 terdapat (0%) minat belajar sedang, rendah, sangat rendah, (60%) minat belajar siswa tinggi dan (40%) minat belajar siswa sangat tinggi. Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan LCD dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri Tegaron 02 Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Semester I .Penggunaan media LCD di dalam pembelajaran harus di tinngkatkan karena terbukti meninggkatkan minat belajar siswa. Guru kiranya selalu mengadakan perbaikan pembelajaran untuk kemajuan bersama. Penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan dalam memperbaiki pembelajaran khususnya sebagai pendidik untuk meningkatkan kesenanganminat belajar

Kata kunci: LCD, Minat belajar

 

PENDAHULUAN

Sebagai guru harus mampu menarik perhatian siswa agar siswa dapat memahami apa yang guru ajarkan dan menyukai pelajaran itu sehingga siswa tidak merasa bosan. Sebagian besar siswa kurang berminat pada saat pembelajaran berlangsung khususnya pada mata pelajaran IPA yang dianggap sulit dan membosankan. Kurangnya minat dan perhatian terhadap pembelajaran khususnya IPA terlihat pada saat pembelajaran di kelas, yaitu tidak mendengarkan penjelasan dari guru, berbicara dengan temannya dan siswa masih kurang berkonsentrasi pada saat pembelajaran berlangsung.

Sehubungan dengan kondisi tersebut di atas, peneliti merasakan bahwa pembelajaran IPA sulit, membosankan dan penyampaiannya hanya menggunakan metode ceramah saja. Berdasarkan data dari hasil pengamatan minat belajar siswa yang diukur melalalui aktivitas belajar dan wawancara dengan guru sejawat siswa masih kurang termotivasi, sehingga peneliti meraskan perlu mengupayakan peningkatan minat belajar khususnya mata pelajaran IPA di Kelas VSD Negeri Tegaron 02 Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Upaya peningkatan minat tersebut diharapkan dapat berdampak positif pada nilai dan minat belajar siswa, yaitu dengan memanfaatkan Liquid Crystal Display (LCD) dalam proses pembelajaran.

Problematika: dalam kegiatan belajar mengajar guru hanya menggunakan metode yang membuat siswa bosan, karena tidak adanya media yang digunakan oleh guru, sehingga minat belajar siswa kurang. Maka untuk meningkatkan minat belajar guru memotivasi siswa dengan memanfaatkan media pembelajaran Liquid Crystal Display (LCD) sehingga siswa menjadi aktif dan pada akhirnya minat belajar siswa meningkat.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan berikut, apakah mengaktifkan siswa dengan memanfaatkan Liquid Crystal Display (LCD) dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD N Tegaron 02

Latar Belakang

Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat permasalahan yaitu minat belajar siswa masih rendah, penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Media pembelajaran yang kurang menarik. Karena guru terus-menerus menggunakan metode yang sama dan cenderung monoton. Contoh : Guru hanya menggunakan buku dan lembar kerja siswa (LKS). Ini membuat siswa memandang mendengarkan siswa guru di kelas itu bukan hal yang penting, karena mereka bisa membacanya sendiri.
  2. Metode yang digunakan oleh guru hanya dengan menggunakan metode ceramah sehinggasiswa tidak aktif dalam pembelajaran.

Karena, dengan guru menggunakan metode ceramah hanya membuat siswa duduk diam di dalam kelas mendengarkan dan membuat siswa tidak melakukan apa-apa. Metode ini membuat anak-anak menjadi pasif, kepasifan siswa itu bisa menimbulkan kemampuan siswa untuk berkonsentrasi menurun akibatnyasiswatidak memperhatikan pelajaran yang diberikan.

Dampaknya dari media yang tidak menarik dan metode ceramah yang membosankan membuat antusiasme siswa dalam pembelajaran menjadi tidak maksimal.

Solusinya guru harus kreatif dan bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya dalam proses belajar mengajar, sehingga murid bersemangat dan dapatmeningkatkan minat belajar mereka.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk: Meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri Tegaron 02 Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dengan memanfaatkan Liquid Crystal Display (LCD).

LANDASAN TEORI

LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer.

Slameto dalam Tomi Darmawan, (2007) yang menyatakan “bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”.

Menurut Martini (2002) minat belajar adalah adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang ditandai dengan suatu pengubahan perilaku dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak tahu menjadi tahu dalam belajar.

Kajian dari beberapa definisi di atas tentang minat, bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh ditandai dengan suatu pengubahan perilaku dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak tahu menjadi tahu dalam belajar yang terdiri dari kombinasi perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecenderungan-kencenderungan lainya. Untuk mengukur minat belajar siswa peneliti menggunakan angket minat belajar.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan judul penelitian yaitu mengaktifkan siswa dengan memanfaatkan LCD dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri Tegaron 02 Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Tegaron 02 semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 25 siswa. Karena, SD Negeri Tegaron 02jarang sekali menggunakan atau memanfaatkan teknologi yang ada dan mengapa memilih Kelas Vsebagai subyek penelitian, karena Kelas Vterjadi pola perubahan yang cukup signifikan dari tematik menjadi pembelajaran yang non tematik, jadi pada tahap ini siswa dituntut untuk berubah cara belajarnya dan di Kelas Vmateri cukup banyak beda dengan pada waktu mereka di kelas III

PEMBAHASAN

Dari tabel perbandingan minat belajar tiap siklus, dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal minat belajar siswa yang diketahui sangat tinggi 0 siswa, tinggi siswa, sedang 8 siswa, rendah 11 siswa dan sangat rendah 5 siswa Pada batas nilai angket antara 0-250 poin yang telah ditentukan guru diperoleh nilai minimal dalam angket minat belajar pada kondisi awal siswa yaitu 50, sedangkan untuk nilai maksimalnya adalah 148 Rata-rata hasil minat elajar siswa pada kondisi awal yaitu 99,8 dengan standar deviasi sebesar 63,24

Dari 64% siswa yang memiliki minat rendah dan sangat rendah maka perlu diadakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat bagi siswa agar lebih meningkatkan minat elajar siswa . Dalam penelitian ini tindakan yang akan dilakukan dalam membelajarkan materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makananya adalah dengan menggunakan media LCD

Hasil evaluasi siswa pada Siklus I menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil angket dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal minat belajar siswa yang diketahui sangat tinggi 6 siswa, tinggi 2 siswa, sedang 9 siswa, rendah 5 siswa dan sangat rendah 3 siswa Pada batas nilai angket antara 0-250 poin yang telah ditentukan guru diperoleh nilai minimal dalam angket minat belajar pada kondisi awal siswa yaitu 50, sedangkan untuk nilai maksimalnya adalah 240 Rata-rata hasil minat belajar siswa pada siklus 1 yaitu 139,4 dengan standar deviasi sebesar 32,47

Dari hasil yang diperoleh pada siklus I dapat dilihat ada 68% siswa yang memiliki minat sedang, tinggi dan sangat tinggi dan 22% siswa yang memiliki minat belajar rendah dan sangat rendah, sehingga dapat diadakan kegiatan pembelajaran agar minat siswa lebih optimal dengan menggunakan media LCD pada materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makananya.

Hasil yang diperoleh setelah siklus II adalah 100% siswa mengalami peningkatan minat belajar. Rata-rata yang diperoleh pada siklus II adalah 195,8 dengan standar deviasi sebesar 34,82.

SIMPULAN

Simpulan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan minat belajar siswa dari kondisi Awal, siklus I hingga pelaksanaan Siklus II . Pada Kondisi Awal menunjukkan bahwa tingkat minat belajar siswa termasuk dalam kategori rendah yang berada pada rata-rata 99,8, Siklus I terjadi peningkatan rata-rata tingkat minat belajar siswa menjadi 139,4 meskipun masih berada dalam kategori sedang, sedangkan untuk Siklus II terjadi peningkatan yang signifikan akan tingkat kesenangan belajar siswa yang termasuk dalam kategori Tinggi dengan rerata 195,5. Dengan menggunakan LCD di dalam pembelajaran, maka pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan pada siswa kelas V mata Pelajaran IPA SD Negeri Tegaron 02

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Asdi Mahasatya

Arikunto Suhasimi, dkk. 2000. Penelitian Tinakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Baharudin. 2008. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA

Dakir, M. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Dalyono, M. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Diknas. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta.

Fajri, Muhamad. 2004. Seberapa Pentingkah Penggunaan Media Pembelajaran di Sekolah           Dasar. www.muhamadfajri.blogspot.com) di unduh hari Kamis 9 Desember 2010            : 09.10

Gagne, R.M. & Briggs, L.J. (1979). Principles of Instructional Design. New York: Holt        Rinehart and Winston.

Hamalik Oemar. 1986. Media Pendidikan. Alumni: Bandung

Haryono. 2009. Liquid Crystal Dispalay. (www. Haryonostikip.blogspot.com) di unduh      hari Senin 6 Desember 2010 : 19.02

Luteheru, J. 1988. Media Pembelajaran. Jakarta. Dierjen Dikti.

Martini. 2002. Keefektifan Bimbingan Belajar, Mengatasi minat Belajar Siswa Kelas                       SMP Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang. UNNES. Semarang

Muhamad Ali. 1987. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : CV sinar baru

Sadiman, A. 1984. Media Pendidikan. Jakarta. CV Rajawali

Setyoeati. 2006. Hubungan Disiplin Belajar dan Gaya Belajar Dengan Prestasi Belajar       Siswa Xi IPA SMA N 9 Semarang. Salatiga. Progam Pasca Sarjana Manajemen   Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Sudjana Nana. 1990. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru

Sugiyono. 2007. Stastistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Suparyatun. 2002. Hubungan Antara Minat Dengan Prestasi Belajar Pendididkan                          Geografi. Skripsi UT

Suryabrata. 1987. Pengembangan Tes Hasil Belajar. Jakarta: Rajawali Pers

Syaiful, hijrah. 2010. Penggunaan Media Pengajaran di Sekolah.                                                  (syaifulhijrah.blogspot.com) di unduh hari jumat 10 Desember 2010: 14.20

Udin S. Winataputra,dkk. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wijaya. 2010. Motivasi dan Minat Belajar Siswa. ( www. Wijayalabs.wordpres.com ) di unduh hari Senin 6 Desember 2010 : 18.30