UPAYA MENINGKATKAN IMAN DENGAN METODE PENUGASAN MELALUI PENDEKATAN PENUGASAN KETRAMPILAN PROSES PAI TENTANG MEMBACA HURUF AL QUR’AN SISWA KELAS III SEMESTER II DI SDN GOTPUTUK KEC. NGAWEN, KAB. BLORA

TAHUN PELAJARAN 2016/2017.

 

Siti Kumaidah

SDN Gotputuk Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

 

ABSTRAK

Pembelajaran membaca huruf Al Qur’an melalui penelitian tindakan kelas dilaksankan oleh guru memiliki tujuan dalam meningkatkan kemampuan,menumbuhkan motivasi, ketrampilan Langkah guru peneliti dalam meningkatkan hasil belajar membaca huruf Al Qur’an dengan menerapkan metode penugasan dengan keterampilan proses dengan memperbaiki penyusunan rencana pembelajaran dilengkapi dengan media,alat peraga, sumber belajar yang memadai memberikan motivasi kepada siswa,mahami karakter, ternyata dapat mengatasi kekurangan yang terjadi dalam meningkatkan minat dalam membaca huruf Al Qur”an.Strategi atau gagasan seorang guru sangat penting dan diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran yang diperlukan dengan berbagai usaha untuk mencapai maksud dan tujuan pembelajaran melalui kegiatan membuat siswa senang tertarik, dapat meningkatkan kemampuan,menumbuhkan motivasi, senang gemar membaca huruh Al Qur’an memberikan hasil yang maksimal..Hasil penelitian dari pra siklus sampai pada siklus II menunjukkan peningkatan dari pra siklus sejumlah 19 siswa baru 9 siswa atau 47%. nilai rata-rata 68. Siklus I yang mencapai ketuntasan, adalah 14 siswa atau 76%.nilai rata-rata 74 Pelaksanaan siklus II menjadi 100%. Semua siswa telah mencapai ketuntasan nilai rata-rata yang diperoleh menjadi 80, mendapat nilai kreteria B (baik) 9 siswa atau (47%). Sedangkan yang mendapat nilai kreteria C (Cukup) 6 siswa atau (32%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria D (Kurang) 4 siswa atau (21%) Siklus I nilai kreteria A sebanyak 4 siswa atau 23% , sedangkan yang mendapat nilai kreteria B siswa 10 (53%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria C 5 siswa atau (24%) Siklus II nilai sangat baik katagori (A) adalah 4 siswa (24%). Sedangkan yang terbanyak yaitu yang mendapat nilai baik katagori (B) adalah 15 siswa atau (76%) KKM yang ditentukan sekolah adalah 70

Kata Kunci: Membaca huruf Al Qur’an, Melalui Penugasan Ketrampilan Proses

 

 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Guru melaksanakan tugas profesional yang berarti dapat dilaksanakan oleh seorang yang memiliki keahlian tertentu, menginginkan agar semua siswa menjadi pandai dan selalu dapat mengikuti perkembangan zaman, oleh karena itu dengan segala kemampuan guru berusaha untuk senantiasa melaksanakan pembelajaran yang sebaik-baiknya, sehingga siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kreteria ketuntasan belajar minimal..Keinginan agar siswa menjadi pandai dan selalu mengikuti perkembangan zaman itulah yang mendorong guru untuk melaksanakan penelitian.Sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan kompetensi dasar pembelajaran membaca Hruf Al Qur’an..

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan sesama dalam pergaulan sebagai dasar adalah Pendidikan Agama Islam mengajarkan tentang huruf Al Qur’an harus yang harus dikuasai oleh siswa dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan semangat dan peningkatan terhadap hasil belajar.Untuk mencapai tujuan guru menghadapi banyak kendala sehingga pencapaian prestasi siswa tidak optimal hal ini dapat dilihat dari nilai. Pada pembelajaran awal hasil tes formatif Pendidikan Agama Islam tentang membaca huruf Al Qur’an pada siswa kelas III Ssemester II di SDN Gotputuk menunjukkan hasil yang sangat rendah, nilai dari 19 siswa yang telah mencapai penguasaan materi baru 9 siswa atau 47% rendahnya nilai hasil belajar siswa guru mencari penyebabnya, untuk dapat keberhasilan mencari solusi pemecahannya untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada siswa tentang kesulitan membaca huruf Al Qur’an

Sebenarnya rendahnya prestasi siswa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kesalahan pembelajaran, kondisi sekolah, kondisi lingkungan, latar belakang orang tua dan siswa serta tingkat dukungan dalam memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar masih kurang belajar. Hubungan antara guru dan siswa juga berpengaruh pada hasil belajar ,. pengalaman yang kurang menyenangkan sehingga menimbulkan sikap yang pesimis sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar, guru yang suka memberikan tugas kepada siswa ,kurang memberikan pengarahan,kurang membimbing dan pengawasan sehingga siswa kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

Berdasarkan hasil belajar tentang membaca huruf Al Qur’an yang masih rendah sebagai guru untuk mencari solusi pemecahan ,yaitu dengan menerapkan metode penugasan melalui pendekatan keterampilan selain itu menggunakan media pembeljaran dalam dalam membaca huruf Al Qur’an supaya dapat mengatasi masalah rendahnya prestasi belajar siswa dengan memperbaiki proses pembelajaran. Berdasarkan pada pembelajaran awal akan akan dilaksanakan perbaikikan dalam siklus 1 yang memfokuskan pada penerapan metode penugasan melalui pendekatan keterampilan sebagai model pembelajarannya yang akan diterpkan oleh guru. Setelah pelaksanaan siklus 1 apabila belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan. maka yang dilakukan oleh guru untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus II untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca huruf Al Qur’an akan dengan memaksimalkan kegiatan membaca huruf Al Qur’an melalui metode penugasan ketrampilan proses sebagai model pembelajarannya yang diterapkan oleh guru pada siswa kelas III semester di SDN Gotputuk..

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang hasil penilaian dalam pembelajaran membaca huruf Al Qur’an masih kurang maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:

1.     Apakah guru menerapkan metode penugasan melalui pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan kemamuan dalam membaca huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk tahun pelajaran 2016/2017 ?

2.     Apakah upaya guru melalui menerapkan metode penugasan keterampilan proses  dapat Menimbuhkan motivasi dalam huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk tahun pelajaran 2016/2017 ?

3.     Apakah guru menerapkan metode penugasan ketrampilan proses dapat meningkatkan  ketrampilan membaca huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk pada tahun pelajaran 2016/2017 ?

 Tujuan Penelitian

 Guru melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan:

1.     Memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran.yang dilaksanakan.

2      Memberikan penugasan terbimbing kepada siswa untuk.meningkatkan ketrampilan dalam membaca huruf Al Qur’an

3       Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan yang baik dan benar dalam belajar membaca huruf Al Qur’an.

4      Menumbuhkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

5      Menumbuhkan semangat yang tinggi dalam membaca huruf Al Qur’an pada siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk

6      Meningkatkan ketrampilan dalam huruf Al Qur’an yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari..

7      Menumbuhkan kesadaran dan kecintaan yang tinggi dalam membaca huruf Al Qur’an dan memahami makna dari yang telah dibaca.

 Manfaat Penelitian

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti, siswa, sekolah dan bagi para pembaca.

Manfaat bagi guru sebagai peneliti:

a.     Memperbaiki pembelajaran yang dikelola didalam kelas yang dilaksanakan.

b.     Mengembangkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan. yang dimiliki

c.     Dapat menumbuhkan memotivasi untuk belajar.lebih giat dan tekun

d.     Dapat berkembang secara profesional sesuai dengan kemampuannya.

e.     Dapat memilih dan menggunakan metode,media pembelajaran yang tepat.

f.       Manfaat bagi siswa adalah:

a.     Meningkatkan perhatian siswa pada materi pelajaran

b.     Menumbuhkan motivasi belajar yang kuat.

c.     Timbulnya semangat belajar membaca huruf Al Qur’an dalam pembelajaran.

d.     Dapat meningkatkan prestasi setiap melaksanakan pembelajaran.

e.     Memberikan pengetahuan yang baru dalam ketrampilan membaca huruf Al Qur’an

 Manfaat bagi sekolah adalah:

a.     Perbaikan proses dan prestasi hasil belajar.

b.     Memberikan sumbangan yang positif bagi kemajuan sekolah.

c.     Membantu dalam mencapai visi dan misi sekolah.

d.     Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

 Manfaat bagi pembaca adalah:

a.     Untuk menambah wawasan pembaca tentang masalah dalam penelitian

b.     Sebagai acuan, masukan maupun perbandingan untuk mengambil tindakan.

c.     Memperoleh gambaran yang lebih jelas kepada guru dalam penelitian

d.     Memiliki kemudahan dalam melaksanakan penelitian

e.     Memperlancar dalam melaksanakan penelitian dalam kegiatan yang sama.

 KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran Membaca

 Setiap Mu’min yakin, bahwa membaca Al-Qur’an saja, sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, sebab Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang Mu’min baik dikala senang maupun dikala susah, dikala gembira atau sedih. Malahan membaca Al-Qur’an itu bukan saja menjadi amal dan ibadah, tetapi juga menjadi obat dan Penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.

 Pendidikan Agama di sekolah umum adalah terbentuknya sosok siswa yang memiliki karakter watak dan kepribadian dengan landasan iman dan ketaqwaan serta nilai akhlak atau budi pekerti yang kokoh dan tercermin dalam keseluruhan sikap dan perilaku sehari-hari dan selanjutnya memberi corak bagi pembentukan watak bangsa. Adapun diantara menyelenggarakan Pendidikan Agama di Sekolah dengan mengintegrasikan aspek pengajaran, pengamalan, serta aspek pengalaman, bahwa kegiatan belajar mengajar di depan kelas, diikuti dengan pembiasaan pengamalan ibadah bersama di sekolah, kunjungan dan memperhatikan lingkungan sekitar serta penerapan nilai dan norma akhlak dalam perilaku sehari-hari.

 Maka perlu adanya upaya untuk membangkitkan minat baca Al Qur’an melalui pembelajaran multimedia. Agar pembelajaran ini semakin diminati oleh para siswa dan mudah untuk dipahami.

 M. Arifin (1991: 12) berpendapat bahwa: “ Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar siswa didik baik dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal “. Team penyusun naskah Pedoman Guru Agama menyimpulkan bahwa:

 Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan melalui ajaran-ajaran agama Islam yaitu usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap siswa didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan, ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam itu sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akherat kelak.

 Pendidikan adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus. Tanggung jawab pendidikannya dipikul secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah dan masyarakat. Adapun lembaga pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam mendidik siswa-siswa yaitu keluarga. Karena di dalam pendidikan keluarga terletak faktor yang sangat mendasar terhadap pembinaan siswa selanjutnya. Sehingga dari pendidikan keluarga inilah akan tercetak generasi-generasi yang merupakan dambaan bagi setiap manusia yaitu siswa yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.

 â€œMembaca Alquran membuat hati kita tenang, membaca buku membuat kita kaya ilmu, membaca peristiwa menjadikan kita lebih bijaksana.”

 Ayat Al-Quran yang pertama kali turun. Sebuah perintah yang patut kita renungkan bersama bahwa betapa pentingnya kegiatan membaca. Membaca adalah sebuah kegiatan awal untuk memahami sesuatu dan mengambil manfaat dari sesuatu yang dibaca tersebut. Membaca buku, berarti kita akan memahami isi yang terkandung di dalam buku tersebut dan mengambil pengetahuan di dalamnya. Membaca Alqur’an berarti kita berusaha mengetahui pedoman hidup yang diajarkan Tuhan kepada para hamba-Nya. Membaca peristiwa, membuat kita mengerti tentang arti dan hikmah yang terkandung di dalam peristiwa tersebut untuk kemudian kita jadikan pengalaman yang akan menjadikan diri kita lebih baik di masa yang akan datang.

 Siswa merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kehidupan. Pendidikan dan kebiasaan yang siswa-siswa lakukan di saat sekarang akan menentukan bagaimana masa depan mereka dan masa depan bangsa ini. Sudah`saatnya kita berpikir kembali untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia. Mengubah bangsa kita yang berlabel bangsa berkembang menuju bangsa yang maju, sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. Dan untuk semua itu, marilah kita merelakan diri untuk memulai dengan mendidik siswa-siswa kita untuk gemar “membaca”. Membaca Al Qur”an, membutuhkan ketekunan, pembinaan dari orang yang terdekat.

Pendidikan membaca ini haruslah dimulai dari komunitas terkecil di dalam masyarakat, yaitu keluarga. Orang tua sangatlah berperan bagi perkembangan kepribadian siswa sehingga orang tualah yang niscaya menjadi pendidik pertama dan motivator utama dalam menumbuhkan minat “membaca” ini. Menumbuhkan minat membaca Al Qur”an kepada siswa memerlukan pendekatan,memang kita membutuhkan menerapkan pola rutinitas. Kebiasaan yang diterapkan dalam keluarga sangat berpengaruh kepada kebiasaan siswa. Usahakan luangkan beberapa saat untuk menghidupkan tradisi membaca al Qur”an di dalam keluarga. Misal setelah sholat magrib, kita mengajak anak kita untuk membaca al Qur”an bersama. Membaca buku, dalam proses awal. biarkan siswa memilih buku-buku yang mereka sukai. Buku-buku bergambar dan penuh warna lebih cenderung diminati siswa daripada buku polos tanpa gambar.Dalam proses membaca, biarkan siswa menikmatinya. Jangan menerapkan aturan bahwa membaca yang baik harus dengan duduk terpaku di atas meja dengan tangan rapi di depan dada. Birkan siswa benar-benar menikmati proses dalam keadaan apapun.

Demikian tulisan sederhana ini, semoga bermanfaat. Sekecil apapun usaha kita dalam membangun kejayaan bangsa dan umat ini, marilah kita lakssiswaan dengan kesungguhan hati. Semoga semua akan menjadi lebih baik dengan meluangkan waktu untuk “membaca”. Bukankah Alloh SWT telah memberikan perintah yang jelas melalui ayat pertama yang diturunkan-Nya? Iqro’ (bacalah).

 

Kerangka Berfikir

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut maka peneliti menyusun kerangka berfikir sebagai berikut:

 1   Guru menerapkan metode penugasan melalui pendekatan keterampilan proses meningkatkan kemamuan dalam membaca huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk tahun pelajaran 2016/2017

 2.  Upaya guru melalui menerapkan metode penugasan keterampilan proses terbimbing menimbuhkan motivasi dalam huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk tahun pelajaran 2016/2017

 3.  Guru menerapkan metode penugasan ketrampilan proses terbimbing meningkatkan ketrampilan membaca huruf Al Qur’an siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk pada tahun pelajaran 2016/2017

 METODE PENELITIAN

 Seting Penelitian

Waktu Penelitian

Penelitian dilakssiswaan selama 4 bulan dimulai dari bulan Januari 2017 sampai dengan bulan April 2017. Pelaksanaan perbaikan dilakukan pada jam hari efektif sesuai dengan jadwal pelajaran.

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakssiswaan di SDN Gotputuk Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Tujuannya adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas III semester II khususnya kompetensi dasar Minat baca Al-Qur’an

Mata Pelajaran dan teman sejawat

Pada penelitian ini seperti yang dijelaskan diatas Pendidikan Agama Islam. Dalam penelitian ini penulis bekerja sama dengan teman sejawat sebagai observer dengan menggunakan lembar pengamatan untuk mencatat kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran dilaksanakan.

Subyek Penelitian

 Yang dijadikan subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 19 yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan , untuk memperbaiki hasil belajar materi minat baca Al’qur’an surat-surat pendek.

 Sumber Data

 Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Menurut Lofland dan Lofland dalam (Moleong, 2007: 157). Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

Sebelum penelitian ini dilakukan pada siswa kelas III semester II di SDN Gotputuk terlebih dahulu peneliti melakukan evaluasi pembelajaran matematika. Dari hasil evaluasi tersebut diperoleh data nilai siswa pada pra siklus masih rendah Hasil evaluasi pada pra siklus merupakan data sekunder dan ditambah dengan dokumentasi dari sekolah. Sedangkan data yang diperoleh selama melakukan penelitian merupakan data primer yaitu hasil evaluasi pada pra siklus siklus I, II, dan dokumetasi kegiatan (foto).

 Teknik Pengumpulan Data                     

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:

Teknik Tes

Salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes dilakukan untuk memperoleh data yang akurat selama penelitian. Teknik tes dilakukan pada akhir kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk evaluasi siswa terhadap materi yang disampaikan. Jenis tes yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari dua bentuk yaitu pilihan ganda dan isian.

Wawancara

Wawancara adalah pertanyaan terbuka yang dilakukan dengan tujuan tertentu. Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang baru saja diberikan. Dengan cara ini, guru mencoba untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan sejauh mana penerimaan siswa terhadap materi. Selain itu dengan adanya teknik wawancara ini, siswa mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada guru jika ada yang belum jelas.

Observasi Berpartisipasi

Observasi berpartisipasi dilakukan guru dengan mengamati aktifitas siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Observasi yang dilakukan dapat berupa respon/tanggapan siswa selama mengikuti pelajaran, aktif dalam mengajukan pertanyaan dan berani menjawab pertanyaan..Observasi juga meliputi perilaku siswa selama dalam mengikuti pembelajaran siswa mengerjakan latihan membaca tidak tertib/gaduh. Observasi dilakukan oleh guru dibantu oleh teman sejawat agar semua siswa dapat diamati secara keseluruhan baik secara individu maupun kelompok. Hasil observasi kegiatan kemudian dicatat pada lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai.

Dokumentasi

 Sebelum penelitian tindakan kelas dimulai, terlebih dahulu peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian misalnya data siswa, daftar nilai siswa, profil sekolah serta foto-foto selama penelitian. Data yang telah diperoleh kemudian diolah sedemikian rupa sebagai bahan penyusunan laporan.

Validasi Data

 Menurut Rochiati (2007:157) sebuah penelitian akan mendapatkan kepercayaan atau dianggap valid apabilamengikuti semua langkah dalam penelitian dan sesuai dengan prosedur. Salah satu langkah dalam prosedur untuk mendapatkan derajat kepercayaan ialah validasi yang dalam penelitian kualitatif disukai dengan istilah verifikasi. Data yang telah terkumpul harus dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik trianggulasi. Trianggulasi data adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembandingan terhadap data itu (Moleong, 2007:331). Dalam penelitian ini, untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik trianggulasi metode, trianggulasi sumber dan trianggulasi teori.

Analisa Data

 Menganalisis data yang bentuknya berbagai ragam merupakan tugas yang besar bagi peneliti kualitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis diskriptif komperatif, yaitu membandingkan nilai test antar siklus maupun dengan indikator kinerja yang ditentukan (Sugiyono,2007:93). Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa maka dapat dilihat dari hasil observasi dan nilai ulangan harian siswa. Menurut Sutopo (2002:91) tahapan analisis data dalam penelitian kualitatif terdapat tiga kegiatan utama yang saling berkaitan dan terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

 Indikator Kinerja

 Keberhasilan dalam suatu penelitian dapat diukur dari indikator kinerja yang ditetapkan oleh peneliti. Dengan dimanfaatkannya siswa dalam memahami materi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Indikator kinerja dianggap berhasil jika terjadi peningkatan hasil belajar yang dapat diketahui dari peningkatan nilai ulangan harian siswa pada akhir pembelajaran guru memberikan tes formatif dan ketuntasan siswa mencapai nilai 70 atau lebih.

 Prosedur Penelitian

 Prosedur penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart dalam Rochiati (2007: 36) yang terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan (planning), 2) Aksi/ tindakan (acting), 3) Observasi (observing), 4) Refleksi (refleting). Kemudian sesudah suatu siklus selesai diimplementasikan, khususnya setelah ada refleksi, selanjutnya diikuti dengan adanya perencanaan ulang yang dilakssiswaan dalam siklus berikutnya diskripsi masing-masing dalam tahapan penelitian

 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Pembelajaran Pra Siklus

Pelaksanaan pembelajaran pra siklus/pembelajaran awal siswa kelas III di SDN Gotputuk nilai pristasi pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat rendah khususnya dalam tentang membaca huruf Al Qur’an dari hasil penilaian masih sangat rendah,yang harus dikuasainya dan perlu daya ingat yang kuat belum mampu menghafal sebelum dilakukan tindakan guru memberikan tes.membaca Berdasarkan ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 19 siswa baru terdapat 9 siswa atau 47% dengan perincian 3 siswa memperoleh nilai 85,yang memperoleh nilai 80 sebanyak 2 siswa,yang memperoleh nilai 75 sebanyak 2 siswa,nilai 70 sebanyak 2 siswa baru mencapai ketuntasan minimal, sedangkan 10 siswa atau 53% belum mencapai kriteria ketuntasan minimal ,melalui pembelajaran membaca huruf Al Qur’an yang memperoleh nilai 65 sebanyak 4 siswa, yang memperoleh nilai 60 sebanyak 3 siswa dan nilai 50 sebanyak 3 siswa karena belum menggunakan metode penugasan melalui ketrampilan proses sedangkan hasil perolehan nilai rata-rata pra siklus sebesar 68.

Dari hasil tes pra siklus, menunjukkan bahwa hasil yang memperoleh nilai kreteria A (sangat baik) adalah 0 siswa atau 0%, sedangkan yang mendapat nilai kreteria B (baik) 9 siswa atau (47%). Sedangkan yang mendapat nilai kreteria C (Cukup) 6 siswa atau (32%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria D (Kurang) 4 siswa atau (21%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria E (Sangat kurang) 0 siswa atau (0%).

 Proses pembelajaran pada pra siklus menunjukkan bahwa siswa masih pasif, karena kurang termotivasi yang menantang. siswa masih kurang mengikuti pembelajaran secara aktif tidak tampak kesungguhan siswa dalam membaca hurup Al Qur’an pembelajaran yang dilaksanakan.

 Hasil Pembelajaran Siklus I

Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I berupa kegiatan yang dilaksanakan berupa tindakan hasil tes membaca huruf Al Qur’an dan non tes. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penelitian terhadap pelaksanaan kegiatan membaca pada siklus I dari jumlah 19 siswa yang memperoleh nilai sama dengan ketuntasan atau lebih sebanyak 14 siswa nilai nilai 85 sebanyak 4 siswa,nilai 80 sebanyak 4 siswa, nilai 75 sebanyak 3 siswa, nilai 70 sebanyak 3 siswa ,sedangkan untuk yang memperoleh nilai 65 sebanyak 3 siswa, nilai 60 sebanyak 2 siswa ,pada penilaian siklus I nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 60 nilai rata-rata 74 maka dapat dijelaskan secara lebih lanjut sebagai berikut:Dari kegiatan yang dilaksanakan hasil tes membaca hurf Al Qur’an siklus I, menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh mencapai nilai kreteria A sebanyak 4 siswa atau 23% , sedangkan yang mendapat nilai kreteria B siswa 10 (53%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria C 5 siswa atau (24%) yang mendapat nilai kreteria D 0 (0%) dan yang mendapat nilai kreteria E 0 siswa atau 0%.)

 Proses pembelajaran pada siklus I menunjukkan bahwa siswa sudah termotivasi, yang menantang. siswa sudah mulai adanya keaktifan dalam mengikuti pembelajaran secara aktif kesungguhan siswa dalam membaca hurup Al Qur’an sebagai bukti adalah hasil penilaian yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran.

Hasil Pembelajaran Siklus II

Dari pelaksanaan tindakan siklus II adalah guru sudah memperbaiki kekurangan pada siklus I sesuai dengan perencanaan penelitian meningkatkan kemampuan membaca huruf Al Qur’an dari 19 siswa dapat diketahui dari hasil penilaian membaca. Adapun hasil penilaian nilai siklus II yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 siswa,yang memperoleh nilai 85 sebanyak 4 siswa,yang memperleh nilai 80 sebanyak 4 siswa,nilai 75 sebanyak 4 siswa dan nilai 70 sebanyak 3 siswa, dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 90 nilai terendah 70.Sesuai dengan jadwal yang direncanakan oleh peneliti direncanakan dua siklus dapat terlaksana dengan baik sesuai yang ditentukan sebagai bukti penelitian memberikan nilai positif dalam pembelajaran.membaca nilai sangat baik katagori (A) adalah 4 siswa (24%). Sedangkan yang terbanyak yaitu yang mendapat nilai baik katagori (B) adalah 15 siswa atau (76%) sedangkan yang mendapat nilai katagori (C) adalah 0 siswa (0%) sedangkan yang mendapat nilai katagori (D) adalah 0 siswa atau (0%) dan nilai katagori E tidak ada atau 0% sedangkan nilai rata-ratanya kelas adalah 81.Berdasarkan ketuntasan siswa dari sejumlah 19 siswa atau 100% yang sudah mencapai ketuntasan belajar..

 

 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru sesuai dengan rencana yang diprogramkan aemua siswa harus mencapai nilai ketuntasan minimal dalam belajar membaca huruf Al Qur’an menunjukkan adanya peningkatan hasil tes membaca huruf Al Qur’an siswa, pada. pra siklus nilai rata-rata 68 belum mencapai nilai di atas ketuntasan , nilai yang diperoleh secara individu masih banyak siswa yang belum mencapai nilai ketntasan. Hasil penilaian siklus I mengalami peningkatan menjadi dari jumlah 19 siswa yang mencapai nilai ketuntasan adalah 14 siswa atau 76% ,dengan nilai rata-rata yang diperoleh 74,dan pada pembelajaran siklus II dari jumlah 19 siswa semua telah mencapai nilai ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah dan siklus II mengalami peningkatan yang sangat signifikan Ini menunjukkan hasil tes membaca huruf Al Qur’an memperoleh hasil yang maksimal.. Tingkat ketuntasan prestasi belajar dari pra siklus hanya 47%, sebanyak 9 siswa pada siklus I menjadi 14 siswa 76%%. dan siklus II menjadi 100%. Semua siswa telah mencapai ketuntasan Ini menunjukkan bahwa setelah diadakan perbaikan pembelajaran siswa semakin tumbuhnya minat dalam membaca huruf Al Qur”an pada siswa,penerapan metode yang disampaikan oleh guru. Ini terbukti adanya peningkatan nilai hasil tes membaca huruf Al Qur”an serta peningkatan belajar siswa pada setiap siklusnya.

 PENUTUP

 Kesimpulan

 Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian tindakan kelas yang telah dijabarkan pada bab IV maka dapat disusun kesimpulan sebagai berikut:

 1.  Langkah guru peneliti dalam meningkatkan hasil belajar membaca huruf Al Qur’an dengan menerapkan metode penugasan dengan keterampilan proses dengan memperbaiki penyusunan rencana pembelajaran dilengkapi dengan media,alat peraga, sumber belajar yang memadai memberikan motivasi kepada siswa,mahami karakter, ternyata dapat mengatasi kekurangan yang terjadi dalam meningkatkan minat dalam membaca huruf Al Qur”an.

2.   Strategi atau gagasan seorang guru sangat penting dan diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran yang diperlukan dengan berbagai usaha untuk mencapai maksud dan tujuan pembelajaran melalui kegiatan membuat siswa senang tertarik, dapat meningkatkan kemampuan,menumbuhkan motivasi, senang gemar membaca huruh Al Qur’an memberikan hasil yang maksimal.

 3.  Hasil penelitian dari pra siklus sampai pada siklus II menunjukkan peningkatan dari prasiklus sejumlah 19 siswa baru 9 siswa atau 47%. nilai rata-rata 68. Siklus I yang mencapai ketuntasan, adalah 14 siswa atau 76%.nilai rata-rata 74 Pelaksanaan siklus II menjadi 100%. Semua siswa telah mencapai ketuntasan nilai rata-rata yang diperoleh menjadi 80, mendapat nilai kreteria B (baik) 9 siswa atau (47%). Sedangkan yang mendapat nilai kreteria C (Cukup) 6 siswa atau (32%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria D (Kurang) 4 siswa atau (21%) Siklus I nilai kreteria A sebanyak 4 siswa atau 23% , sedangkan yang mendapat nilai kreteria B siswa 10 (53%) sedangkan yang mendapat nilai kreteria C 5 siswa atau (24%) Siklus II nilai sangat baik katagori (A) adalah 4 siswa (24%). Sedangkan yang terbanyak yaitu yang mendapat nilai baik katagori (B) adalah 15 siswa atau (76%) KKM yang ditentukan sekolah adalah 70

 Saran

 Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil yang positif dalam keberhasilan maka disarankan::

 1.  Sebelum melaksanakan pembelajaran untuk memperpersiapkan dalam menyusun program pembelajaran, menyediakan media yang dapat menarik perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan sehingga pembelajaran berjalan secara efektif dan efesien tercapai tujuan yang diinginkan meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar.

 2.  Seorang guru hendaknya meningkatkan kemampuannya dalam pembelajaran dengan melalui keterampilan yang ada pada dirinya yang dikemas dalam program yang akan dilaksanakan sebagai guru yang professional untuk dapat menunjukkan kepada siwa , sekolah maupun untuk kemajuan pendidikan pada umumnya serta dengan memotifasi teman guru dalam hal yang harus dilaksanakan untuk mempersiapkan segala komponen dalam pembelajaran yang menjadi tanggungjawabnya.

 3.  Untuk dapat meningkatkan kemampuan maka seorang guru harus selalu berusaha secara maksimal dengan berbagai bermacam kegiatan untuk dilakukan supaya dapat berkembang menemukan gagasan baru dalam pembelajaran untuk waktu yang akan datang lebih baik dan terarah tercapainya tujuan.

DAFTAR PUSTAKA

 Gagne, 1984. Membaca didefinisikan sebagai suatu proses. www.apresiatif_membaca.co.id.

 Toeti Soekamto, 1992. “Berbicara tentang membaca”. Bandung. Remaja Rosdakarya.

 Toeti, 1992. “Pembelajaran Proses Belajar”. Jakarta: Universitas Terbuka.

 Sistem Pendidikan Nasional. (UU. No. 2 Tahun 1989). “Motivasi Belajar”. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.

 Yeti Mulyat, dkk. 2007. Keterampilan BerPendidikan Agama Islam. Jakarta. Universitas Terbuka.

 Baris, 1983. “Pendekatan proses dalam menulis”, Jakarta. Universitas Terbuka.

 Guilford, 2007. “Kreativitas Merupakan Kemampuan atau Kecakapan”. Jakarta. Universtas Terbuka.

 Imansjah Alipandie, 1984, “Didaktik Metodik Pendidikan Umum”. Jakarta, Universitas Terbuka.

 Sumiati Side, 1984, “Prinsip utama belajar adalah pengulangan”. Universitas Terbuka.Jakarta.

 Sri Anitah Wiryawan; 1990. “Cara tepat untuk menyesuaikan tugas dan memperkaya pengalaman disekolah melalui kegiatan diluar kelas”. Bandung. Remaja Rosdakarya.

 Sudirman, 1992, “Ilmu Pendidikan”. Jakarta. Universitas Terbuka.