PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK TERHADAP KINERJA

GURU AGAMA ISLAM DI KORWIL BIDANG PENDIDIKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG

 

Ahmad Al Badawi

Pemerintah Kabupaten Semarang

Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan

 

ABSTRAK

Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yaitu guru dan kepala sekolah yang professional. Dalam rangka menciptakan guru profesional yang berkinerja tinggi pada setiap lembaga pendidikan. Seorang pengawas dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu tindakan yang dilakukan pemgawas adalah melaui supervisi akademik terhadap guru Agama Islam. Tujuan diadakan Penelitian Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTKS )ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh Supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di SD Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Nilai probabilitas sebesar 88,4%, dengan demikian hipotesis (H1) yang menyatakan Supervisi Akademik mempengaruhi Kinerja Guru Agama Islam terbukti benar. Hal ini berarti bahwa Supervisi Akademik yang baik akan berdampak pada kinerja guru Agama Islam. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa Pengaruh Supervisi akademik dapat mempengaruhi Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang

Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kinerja Guru Agama Islam.

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yaitu guru yang profesional.

Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi.

Dalam rangka menciptakan guru profesional yang berkinerja tinggi pada setiap lembaga pendidikan,Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 8 tentang menjadi pendidik profesional tersebut ditegaskan, ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Dalam hal ini guru yang melaksanakan pekerjaan pada lembaga pendidikan wajib memiliki kualifikasi tersebut yang menjamin keahlian kemahiran atau kecakapannya sebagai pendidik profesional. Kriteria-kriteria wajib tersebut merupakan standar mutu yang harus dipenuhi oleh guru. Profesionalitas guru yang memenuhi standar tersebut merupakan pendukung terciptanya kualitas seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya.

Sebagai pengajar atau pendidik, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan selalu bermuara pada faktor guru. Hal ini menunjukkan bahwa betapa eksisnya peran guru dalam dunia pendidikan.

Demikianpun dalam upaya membelajarkan siswa guru dituntut memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif. Belajar mengajar dikatakan efektif dapat dilihat dari sudut prestasi, yaitu mampu menampung masukan yang banyak dan menghasilkan tamatan yang banyak, bermutu dalam arti mampu bersaing di pasaran atau lapangan kerja yang ada dan diperlukan. Efektivitas proses belajar mengajar ini dapat dilihat pula dari sudut proses pendidikan, meliputi kegairahan atau motivasi belajar yang tinggi pada peserta didik.

Agar dapat mengajar efektif, guru harus mampu meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa ( kuantitas ) dan meningkatkan mutu ( kualitas ) mengajar. Kelayakan mengajarpun tidak hanya cukup diukur berdasarkan pendidikan formal tetapi juga harus diukur berdasarkan bagaimana kinerja guru dalam mengajar dan sesi penguasaan materi, menguasai, memilih dan menggunakan metode, media serta evaluasi pembelajaran. Sehubungan dengan hal itu, Jiyono ( 1987 ) menyimpulkan bahwa kinerja guru SD dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat menghawatirkan karena dari sampel guru SD yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70% yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan hanya 30% yang menguasai bahan pelajaran.

Kondisi seperti itu diperparah dengan kurang optimalnya fungsi pengawasan Pengawas maupun kepala sekolah. Bila selama ini banyak pendapat menyatakan profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai, hal itu merupakan akibat dari kurang kepengawasan baik Pengawas maupun Pengawas sekolah. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji dan menggali supervisi (Pengawas) yang berkaitan dengan kinerja guru, disebabkan oleh: (1). Adanya kecenderungan melemahnya kinerja guru,

Dari pengamatan di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang menunjukkan supervise yang masih belum berjalan dengan baik, hal tersebut perlu diperbaiki sehingga berdampak pada optimalnya kinerja guru agama Islam di Kecamatan Susukan.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti berencana untuk mengembangkan supervisi akademik sehingga berpengaruh bagi Kinerja Guru Agama Islam di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Pengembangan hal ini diharapkan mampu membantu mengatasi kesulitan guru, sehingga guru dapat menjalankan fungsinya dapat tercapai dengan baik.

 

Identifikasi Masalah

Dari uraian tersenbut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  1. Supervisi akademik di Korwil Bidang Pendidikan kecamatan Susukan belum sepenuhnya dilaksanakan secara terjadwal dan periodik, sehingga hasil yang dicapai dari kegiatan ini belum tepat sasaran
  2. Terdapat lebih dari 50% guru telah menjalankan tugas dan perannya sebagai dengan baik namun dalam kinerja masih kurang.

Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang teridentifikasi, rumusan penelitian ini adalah sebagai berikut. Apakah Supervisi akademik berpengaruh terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang?

Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi empiric tentang Supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, melalui studi kolerasi antara Supervisi akademik sebagai variabel bebas. Sedangkan Kinerja Guru Agama Islam sebagai variable terikat.

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan analisis tentang: Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi pada konsep variabel-variabel adanya pengaruh supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang
  2. Memberikan wacana atau tambahan pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pengambilan kebijakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan guna meningkatkan pengaruh supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang

KAJIAN TEORI

Supervisi Akademik

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, kepala sekolah hendaknya berkompeten dalam melaksanakan supervisi yang pelaksanaannnya meliputi beberapa tahapan sebagai berikut: (1) merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru; (2) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik yang tepat; (3) menindaklanjuti hasil supervisi terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

Berikut penjelasan pengertian supervisi akademik menurut beberapa ahli: menurut Fathurrohman dan Suryana (2011) supervisi akademik atau disebut juga dengan supervisi pengajaran adalah kegiatan supervisi terhadap guru – guru dan kepala sekolah dalam rangka memperbaiki kualitas pengajaran. Sagala (2012: 106) menyatakan supervisi akademik adalah bantuan dan pelayanan yang diberikan kepada guru agar mau terus belajar, meningkatkan kualitas pembelajarannya, menumbuhkan kreativitas guru memperbaiki bersama – sama dengan cara melakukan seleksi dan revisi tujuan – tujuan pendidikan, bahan pengajaran, model dan metode pengajaran, dan evaluasi pengajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pendidikan, dan kurikulum dalam perkembangan dari belajar mengajar dengan baik agar memperoleh hasil yang lebih baik.

Menurut Daresch (1889) dalam bahan pembelajaran Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia (2011: 4), supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran.

Pemaparan pengertian supervisi akademik menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik merupakan layanan bantuan terhadap guru oleh supervisor (kepala sekolah) dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran, membantu guru mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dan membimbing guru untuk meningkatkan kualitas mengajar, sehingga guru dapat mencapai kinerja mengajar yang lebih baik lagi.

Pengertian Kinerja Guru

As’ad (2003) menyatakan bahwa kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Kinerja itu berkenaaan dengan apa yang dihasilkan seseorang dari tingkah laku kerjanya. Orang yang tingkat kinerjanya tinggi disebut sebagai orang yang produktif, begitu juga sebaliknya orang yang tingkat kinerjanya tidak mencapai standar dikatakan sebagai orang yang tidak produktif atau berkinerja rendah.

Soeprihanto (2008) memberikan arti, kinerja erat hubungannya dengan produktivitas kerja. Hasil kerja seseorang dapat dinilai dengan standar yang telah ditentukan, sehingga dapat diketahui sejauh mana tingkat kinerja seorang guru karena patokan yang harus dicapai sudah jelas.

Sementara Simamora(2005) mengartikan kinerja sebagai pernyataan pencapaian persyaratan pekerjaan tertentu yang akhirnya secara langsung dapat tercermin dari output yang dihasilkan. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok guna melaksanakan tugas kerja sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan bersama.

Smith dalam Mulyasa (136) menyatakan bahwa kinerja adalah “…..Output drive from processes, human or otherwise”. Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa bahwa kinerja atau performance dapat diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil-hasil kerja atau unjuk kerja. Kinerja merupakan suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan gurunya berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam menjalankan perannya dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan agar membuahkan tindakan serta hasil yang diinginkan.

Kinerja dalam arti sebagai penampilan kerja menuntut adanya pengekspresian potensi seseorang, dan pengekspresian ini menuntut pengambil alihan tanggung jawab atau kepemilikan menyeluruh seseorang pekerja terhadap pekerjaaanya. Seseorang yang dapat mengekspresikan potensinya secara optimal akan menangani suatu pekerjaan dengan baik dan akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Oleh karena itu, dalam hal ini peran lingkungan pekerjaan seperti suasana kerja, gaya kepemimpinan, iklim organisasi, dan kerjasama dengan rekan sejawat sangat penting karena dapat berpengaruh terhadap kinerja pekerja baik secara individual maupun secara kelembagaan

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok guna melaksanakan tugas kerja sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Kinerja dalam arti sebagai penampilan kerja menuntut adanya pengekspresian potensi seseorang, dan pengekspresian ini menuntut pengambil alihan tanggung jawab atau kepemilikan menyeluruh seseorang pekerja terhadap pekerjaaanya. Seseorang yang dapat mengekspresikan potensinya secara optimal akan menangani suatu pekerjaan dengan baik dan akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Oleh karena itu, dalam hal ini peran lingkungan pekerjaan seperti suasana kerja, gaya kepemimpinan, iklim organisasi, dan kerjasama dengan rekan sejawat sangat penting karena dapat berpengaruh terhadap kinerja pekerja baik secara individual maupun secara kelembagaan

METODE PENELITIAN

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kab. Semarang tempat peneliti bertugas sebagai pengawas sekolah PAI tahun pelajaran 2018-2019.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena data yang diperoleh berupa angka-angka dan pengolahannya menggunakan metode statistik yang digunakan lalu diinterpretasikan. Tujuan dipilihnya pendekatan kuantitatif mengacu pada pendapat Sudarsono (2006) yaitu menggambarkan suatu gejala secara kuantitatif dengan sajian skorrerata, penyimpangan, grafik dan lain-lain, serta membuat prediksi dan estimasi berdasarkan hasil analisis dan model yang telah ditetapkan.

Setting Penelitian

  1. PTS dilakukan di Korwil bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Semarang tahun pelajaran 2018-2019.
  2. Jumlah guru PAI di Korwil bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Semarang yang diteliti terdiri dari 26 guru.

Jenis dan Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah bersifat primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Dalam penelitian ini data primer yang ingin digali berupa angket yang meliputi angket tentang: Supervisi Akademik dan kinerja guru PAI.

Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data interval, yang digunakan dalam angka-angka mulai dari skala yang terkecil sampai dengan terbesar. Data sekunder adalah data peneliti yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara. Adapun data sekunder dalam penelitian ini berupa register buku laporan, uraian jawaban.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan Dalam penelitian ini adalah studi angket. Angket yaitu suatu metode penelitian menyusun daftar pertanyaan secara tertulis yang kemudian dibagikan kepada para responden untuk memperoleh data berhubungan dengan kegiatan penelitian.

Alasan digunakan angket sebagai metode utama dalam penelitian ini yaitu biaya relative murah, waktu untuk mendapatkan data singkat, dan dapat dilakukan terhadap subjek dengan jumlah besar.

Uji Kelayakan Instrumen

Untuk memperoleh data penelitian diperluakan suatu alat pengambil data yang dinamakan instrument penelitian. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah angket yang berisi butir pernyataan yang mengukapkan keadaan reponden.

Angket yang berisi pertanyaan keadaan variable supervise akademik, dan kinerja guru agama islam diberikan kepada guru. Dalam penelitian ini angket yang digunakan berdasarkan indicator masing-masing variable. Menggunakan skala linkert yang berisi 4 pilihan jawaban.

Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Teknik penelitian adalah digunakannya alat dalam mengukur maupun dalam mengumpulkan data. Pengukuran adalah suatu usaha untuk memberikan penggambaran suatu hubungan.

Dalam penelitian ini digunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif atau tidak antara Supervisi akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, karena variabel yang diukur adalah skala ordinal yang mana skala ordinal adalah suatu skala di mana penomoran objek disusun menurut besarnya, dari tingkat tinggi ke rendah atau sebaliknya dengan jarak yang tidak harus banyak.

Uji Validitas

Merupakan langkah penganalisaan dengan menggunakan teknik-teknik perhitungan statistik, sehingga kevaliditasan indikator terhadap variabel dapat diuji. Dalam pengujian validitas dengan menggunakan korelasi product moment Arikunto (2009).

Validitas akan ditentukan oleh besarnya koefesien korelasi antara skor indicator dengan skor tabel variabel yang bersangkutan. Bila hasil koefesien indicator ( r ) sama dengan atau > r tabel dari product moment maka dapat dikatakan valid, dan sebaliknya apabila r table dari product moment maka indikator dikatakan tidak valid dan indikator tersebut tidak dapat dipergunakan untuk analisa berikutnya.

Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik sehingga mampu mengungkap data yang bisa dipercaya. (Arikunto 2006). Dalam penelitian ini uji reliabilitas penelitian menggunakan Cronbach Alpha, karena uji reliabilitas yang dilakukan adalah reliabilitas internal (Setiawan 2004).

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Berikut disajikan rencanakan kegiatan penelitian yang dilaksanakan mulai tanggal, 13 Februari 2018 s.d 25 Maret 2018 ( 6 Minggu efektif ).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Supervisi Akademik

Perolehan skor paling sedikit terdapat pada interval dengan kategori tidak baik yaitu pada interval 10-17, dengan frekuensi sebanyak 0 responden (0%). Sedangkan perolehan skor paling banyak terdapat pada interval dengan kategori sangat baik yaiitu pada interval 33-40 dengan frekuensi sebanyak 22 responden (84,6%).

Kinerja Guru Agama Islam

Perolehan skor paling sedikit terdapat pada interval dengan kategori tidak baik dan cukup baik yaitu pada interval 10-17 dan 18-24, dengan frekuensi sebanyak 0 responden (0%). Sedangkan perolehan skor paling banyak terdapat pada interval dengan kategori baik yaitu pada interval 25-32 dengan frekuensi sebanyak 15 responden (57,7%).

Hasil Uji Instrumen

Uji Validitas

Uji validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dapat mengukur suatu konstruk. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan metode analisis faktor dengan kriteria:

  • Apabila KMO > 0,5 maka kecukupan sampel terpenuhi
  • Apabila loading factor > 0,4 maka validitas indikator valid.

Penghitungan dilakukan dengan bantuan program SPSS. Nilai loading factor yang berada diatas 0,4 menunjukkan sebagai indikator yang valid. Nilai Kaiser Mayer Olkin (KMO) yang lebih besar dari 0,5 menunjukkan kecukupan sampel terpenuhi dalam membentuk suatu faktor. Hasil pengujian validitas dapat dilihat sebagai berikut:

 

Variabel Supervisi Akademik

Berdasarkan komponen matrik maka hasilnya menunjukkan bahwa 10 item dalam variabel supervise akademik terdapat 10 indikator dinyatakan valid karena memiliki loading factor yang disyaratkan yaitu lebih dari 0,361.

Variabel Kinerja Guru Agama Islam

Berdasarkan komponen matrik maka hasilnya menunjukkan bahwa 10 item dalam variabel Kinerja Guru Agama Islam terdapat 10 indikator dinyatakan valid karena semua item memiliki nilai loading factor yang disyaratkan yaitu lebih dari 0,361 .

Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur dapat digunakan lagi pada penelitian yang sama. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan koefisien alpha (Cronbach Alpha). Dalam penelitian ini, untuk mengukur reliabilitas instrumen digunakan tool SPSS for Windows Relase 16. Kriteria pengujian reliable adalah sebagai berikut:

  • Alpha > 0,7 konstruk (variable) reliabel.
  • Alpha ≤ 0,7 konstruk (variable) tidak reliabel.

 Hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel-variabel kepemimpinan, dan kinerja yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh nilai alpha yang lebih besar dari 0,70. Hal ini berarti bahwa konstruk variabel-variabel tersebut adalah reliabel.

Analisis Data

Analisis Regresi

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variable bebas berpengaruh terhadap variable terikat. Dari hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai F sebesar 85,556 dan nilai probabilitas sebesar 0,00 < 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Analisis koefisien

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai konstanta 14,061 dan koefisien X 0,595 sehingga didapatkan persamaan linear sederhana adalah Y = 14,061 + 0,595X+e

Persamaan regresi diatas, dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Supervisi Akademik tanpa Kinerja Guru Agama Islam telah ada koefisien regresi sebesar 14,061
  2. Apabila Supervisi Akademik meningkat sebesar satu satuan atau satu tingkat, maka akan meningkatkan terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.
  3. Variable Supervisi Akademik mempunyai t sebesar 6712 dengan nilai probabilitas 0,00 < 0,05 maka berarti Supervisi Akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Analisis Determinan

Berdasarkan hasil analisis menunjukan R adalah 0,884 berarti variable yang dipilih pada variable bebas (supervise akademik) dapat menerangkan variasi variable terikat (kinerja guru agama islam) dengan kontribusi 88,4% sedangkan sisanya dipengaruhi variable lain.

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Nilai probabilitas sebesar 0,01 < 0,05, dengan demikian hipotesis (H1) yang menyatakan Supervisi Akademik mempengaruhi Kinerja Guru Agama Islamt erbukti benar. Hal ini berarti bahwa Supervisi Akademik yang baik akan berdampak pada kinerja guru agama islam.

Berhasilkan hasil uji kolerasi diketahui bahwa supervise akademik mempunyai sumbangsih 0,884 kali satuan dan positif, artinya semakin tinggi Pengaruh Supervisi Akademik maka semakin tinggi pula kinerja guru Agama Islam. Demikian juga sebaliknya semakin rendah Supervisi Akademik semakin rendah pula kinerja guru Agama Islam. Dengan kontribusi pengaruh Supervisi Akademik sebesar 88,4% terhadap kinerja guru Agama Islam.

Terkait dengan kontribusi Pengaruh Supervisi Akademik terhadap kinerja guru Agama Islam, diperoleh hasil penelitian yaitu, hubungan Supervisi Akademik dengan Kinerja Guru Agama Islam adalah sebesar 0,884 dan termasuk pada hubungan yang sedang. Hasil analisis juga meunjukan bahwa koefisien determinasi sebesar 0,884 berarti bahwa kontribusi Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam adalah 88,4%. Angka ini menunjukan bahwa Supervisi Akademik memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kinerja guru Agama Islam.

Hasil penelitian ini sesuai penelitian yang dilakukan sebelumnya yang dilakukan oleh Suryono (2008), Upaya meningkatkan Supervisi Akademik dengan peran organisasi dan peranan pengawas sekolah. Kesimpulan hasil penelitian tersebut sebagai berikut Besarnya pengaruh atau kontribusi variabel peranan pengawas sekolah terhadap variabel Supervisi Akademik sebesar 65%, Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan peran organisasi terhadap fungsi managerial kepala sekolah. Besarnya pengaruh atau kontribusi variabel peranan pengawas sekolah terhadap variabel motivasi guru sebesar 61%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang

signifikan peranan pengawas sekolah terhadap fungsi managerial kepala sekolah. Besarnya pengaruh atau kontribusi variabel peran organisasi dan peranan pengawas sekolah secara bersama-sama terhadap variabel Supervisi Akademiksebesar 70%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan peran organisasi dan peranan pengawas sekolah secara bersama-sama terhadap fungsi managerial kepala sekolah.

P E N U T U P

Simpulan

Dari penelitian tentang pengaruh Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam yang telah dilakukan di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, dan hasil analisa yang diuraikan pada Bab IV, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Ada pengaruh positif dan signifikan Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Agama Islam di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Nilai probabilitas sebesar 0,01 < 0,05, dengan demikian hipotesis (H1) yang menyatakan Supervisi Akademik mempengaruhi Kinerja Guru Agama Islam terbukti benar. Hal ini berarti bahwa Supervisi Akademik yang baik akan berdampak pada kinerja guru Agama Islam.

Aktivitas dalam kegiatan pembinaan menunjukan bahwa seluruh guru melalui Supervisi Akademik ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan Supervisi Akademik bermanfaat dan dapat membantu guru untuk lebih mudah memahami konsep Kinerja Guru Agama Islam sehingga peningkatan Supervisi Akademik di sekolah dapat berjalan baik, dan dengan demikian peningkatan capaian mutu sekolah dapat ditingkatkan.

Saran – Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dikemukakan di muka, penulis mencoba memberikan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Penelitian perlu dilanjutkan dengan serangkaian penelitian yang mengembangkan alat ukur keberhasilan yang lebih reliabel agar dapat menggambarkan peningkatan Supervisi Akademik dengan baik sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan.
  2. Kepada guru diharapkan selalu mengikuti perkembangan jaman, terutama dengan membaca hasil karya para akhli sehingga tidak ketinggalan dengan daerah lain, dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebagai tanggung jawab bersama memajukan pendidikan
  3. Supervisi akademik yang baik mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja guru Agama Islam, karena supervise akademik perlu ditingkatkan dan diperbaiki oleh pihak yang bersangkutan.
  4. Supervisi Akademik yang baik mempunyai pengaruh yang besar terhadap tujuan pendidikan. Oleh karena itu perlu berbagai hal untuk meningkatkan kinerja guru agama Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, 2015, Pendidikan Posmodernisasi, Jakarta:Bumi Aksara

Arikunto, S. 2009. Manajemenn Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto 2010, Pengelolaan Budaya dan Iklim Sekolah, Jakarta: PT Gava Media.

Daryanto, 2007, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta

Davis, Keith. 2000. Perilaku Dalam Organisasi, Edisi ketujuh. Jakarta: Erlangga.

Depdikbud Dirjen Dikdasmen 1996/1997. Pedoman Pengelolaan Gugus Sekolah.

Depdiknas, 2008, Kamus besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.

Direktorat Profesi Pendidik Direktoral Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2008.Standar operasional kelompok kerja guru (KKG) musawarah guruamata pelajaran (MGMP).

  1. Mulyasa, 2008, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Eisuke Saito, Ibrohim, Kuboki Isamu. 2009. Development of school-based in-service training under the Indonesian Mathematicsand Science Teacher Education Project. journal of Improving Schools© SAGE PublicationsVolume 9 Number 1 March 2006 47–59.

Ghozali, 2011, “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hamzah U 2008, Teori Motvasi dan Pengukuranya, Jakarta: PT Gava Media.

Handoko, 2007, Manajemen Personalia Sumber Daya Manusia, Yogyakarta:BPFE

Haryanti, SS, dan Sapuan. 2009. “Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Komunikasi, Tingkat Pendidikan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Smp Negeri 2 Giritontro Kabupaten Wonogiri”. STIE AUB Surakarta.

Heckhausen, 2008, Motivation and Action, New York: Cambridge University Press.

Hery P, 2015.Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Iklim Organisasi etrhadap Kinerja Kepala SD Negeri Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Tesis. Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pasca Sarjana, Universitas PGRI Semarang, 2015.

Lindgren, 2009, “Antagonistic activities of lactic acid bacteria in food and fermentation”. FEMS microbial

Mangkunegoro, AP, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Maslow, 2013, Teori Hakiki Manusia, Jakarta:Gramedia

McClelland, 2009, Entrepreneur Behavior and Characteristics of Entrepreneurs.The Achieving Society.

Nur K, 2014. Pengaruh Motivasi Kerja dan Diklat Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru SD di Gugus Jenderal Sudirman UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Sragi Kabupaten Pekalongan, Tesis. Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pasca Sarjana, Universitas PGRI Semarang, 2014

Prasetyo, 2015, Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi terhadap Motivasi Berprestasi Guru di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Semarang: Universitas Negeri semarang

Robbins, 2009, Perilaku Organisasi, Jakarta:Salemba Empat

Sagala, 2016 , Memahami Organisasi Pendidikan, Jakarta: Prendamedia Grup

Santrok, 2014, Psikologi Pendidikan, Jakarta:Salemba Humanika

Sardiman 2014, Interaksi Motivasi dan Belajar Mengajar, Depok: Kharisma Putra Utama

Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta

Sukmandari, 2012, Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Partisipasi guru dalam MGMP terhadap kompetensi professional guru matematika dikabupaten Jepara, Semarang: Universitas Negeri Semarang

Sumaryadi. 2005. Efektivitas Implementasi Kebijkan Otonomi Daerah. Jakarta: Citra Utama

Sunarso, 2009, Peran Partisipasi KKG Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru di Kecamatan Kismantoro, Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Suryono, 2008, Upaya Meningkatkan Motivasi Guru Dengan Peran Organisasi dan Budaya Sekolah, Yogyakarta ; Universitas Negeri Yogyakarta

Ujiono.S. 2008. Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Revitalisasi KelompokKerja Guru (KKG) di Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Tesis. Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2008. Diambil tanggal 28 Mei 2008: http://pasca.uns.ac.id/?p=69.

Umar, H, 2009. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Uno, 2014, Teori Motivasi dan Pengukuranya, Jakarta:Bumi Aksara

Zamroni, 2011, Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama