PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI KONSELING

SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 SURAKARTA SEMESTER GASAL

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

Siti Masruroh

SMP Negeri 4 Surakarta

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dengan dua tujuan, tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 secara umum, sedangkan tujuan khususnya adalah dengan layanan konseling kelompok dan individu diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Surakarta selama 4 bulan dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi yang dilakukan oleh peneliti sendiri dan melibatkan observer lain, yaitu teman sejawat yang dikenal dengan Triangulasi.  Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti adalah, melalui layanan konseling dapat meningkatkan motivasi belajar bagi siswa dari kondisi awal motivasi belajar rendah ke kondisi akhir motivasi belajar yang tinggi.

Kata Kunci: motivasi belajar, Layanan Konseling

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

 Siswa merupakan sumber daya dalam kegiatan pembelajaran yang berlaku sebagai subyek belajar. Melalui proses pembelajaran siswa melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sebagai seorang siswa. Salah satu kewajiban siswa adalah belajar. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Belajar dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor internalnya adalah motivasi.

 Motivasi merupakan suatu dorongan kemauan dari dalam diri individu untuk melakukan aktivitas tertentu, dalam hal ini yang dimaksud adalah belajar. Jika siswa memiliki motivasi belajar yang baik akan mendukung tercapainya kegiatan pembelajaran yang optimal sehingga proses dan hasilnya memiliki kualitas yang optimal. Dengan tercapainya kualitas pembelajaran yang optimal maka akan mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang sesuai dengan yang diharapkan sehingga outputnya akan baik.

  Berdasarkan pengamatan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VII A masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan proses kegiatan belajar di dalam kelas atau pada jam pelajaran masih banyak siswa yang tidak memperhatikan, tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, mengantuk, tidak fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, melakukan aktivitas negatif pada saat jam pelajaran, tidak masuk sekolah tanpa keterangan yang jelas.

 Melihat motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta masih rendah, maka perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai guru pembimbing. Tindakan yang pertama yaitu memberikan layanan konseling kelompok kepada siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta, sedangkan tindakan yang kedua adalah memberikan layanan konseling individu siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta. Tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A di SMP Negeri 4 Surakarta.

Rumusan Masalah

 Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui layanan konseling dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015?”

Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, yaitu sebagai berikut.

1.   Tujuan Umum

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015.

2.   Tujuan Khusus.

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah dengan layanan konseling kelompok dan individu diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015.

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

1.   Pengertian Motivasi

 Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Pengertian motivasi menurut Hamzah B. Uno (2007: 3) adalah suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk mengubah tingkah lakunya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nasution (tt; 58) menjelaskan motivasi adalah usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi sehingga anak itu mau dan ingin, melakukan sesuatu hal, bila ia tidak suka, ia akan berusaha untuk melakukannya. Sedangkan Depdikbud (tt: 666) mendefinisikan motivasi sebagai (1). Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. (2). Usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu dorongan untuk melakukan suatu tindakan, perbuatan atau tingkah laku tertentu untuk mencapai tujuan, sehingga motivasi merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam melakukan sesuatu aktivitas atau kegiatan tertentu

2.     Motivasi Belajar

 Motivasi belajar adalah dorongan untuk melakukan suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu yang dipengaruhi oleh stimulus tertentu sehingga menimbulkan perubahan perilaku dalam diri individu

3.     Layanan Konseling

Adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan ahli kepada seseorang dengan metode wawancara dengan langsung berhadapan muka / tatap muka / face to face dalam memecahkan masalah dan untuk mengatasi kesulitannya, sedang yang lain membantu memberikan jalan keluar agar yang minta bantuan dapat mengambil keputusan sendiri dalam mengatasi kesulitan yang sedang dialami.

Secara umum konseling dibedakan menjadi dua yaitu konseling individu dan konseling kelompok. Menurut Sofyan S. Willis (2004: 159) konseling individual adalah pertemuan konselor dengan klien secara individual, di mana terjadi hubungan konseling yang bernuansa raport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk pengembangan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapinya.

Sedangkan menurut Prayitno (1999: 85) konseling individu adalah pelayanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembibing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa konseling individual adalah bimbingan atau bantuan untuk pengembangan potensi klien agar mencapai taraf perkembangan yang optimal. Proses bimbingan dan konseling berorientasi pada aspek positif artinya selalu melihat klien dari segi positif (potensi, keunggulan) dan konseling yang kondusif untuk pertumbuhan klien.

Tujuan konseling secara kelompok maupun individu adalah untuk memberikan mengatasi dan menyelesaikan masalah pribadinya agar dapat meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik. Adapun cara yang ditempuh dapat berupa memberikan bimbingan untuk mengantisipasi masalah bertujuan sehingga klien mampu mengatasi masalahnya setelah dia mengenal, menyadari dan memahami potensi serta kelemahan, dan kemudian mengarahkan potensinya untuk mengatasi masalah dan kelemahan.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori yang didasarkan pada masalah yang dihadapi, maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan bahwa dengan dilakukannya konseling kelompok dan individu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2014/2015.

METODOLOGI PENELITIAN

1.    Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini di lakukan selama 4 (empat) bulan dari bulan Agustus 2014 sampai dengan November 2014. Adapun untuk pembagian kegiatannya sebagai berikut: (a). Bulan pertama yaitu bulan Agustus 2014 digunakan peneliti untuk menyusun proposal dan instrumen penelitian. (b). Bulan kedua untuk yaitu bulan September untuk mengumpulkan data dari siklus pertama, dan mengumpulkan data dari siklus ke dua. (c). Bulan ketiga yaitu bulan Oktober 2014 untuk analisis dan merumuskan data. (d). Bulan keempat yaitu bulan November 2014 peneliti gunakan untuk menyusun laporan hasil penelitian.

 Tempat Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Surakarta, yang terletak di Jl. DI Panjaitan No. 14 Surakarta, dengan no telp. (0271)633880, Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Dalam penelitian ini, peneliti memilih siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta pada semester gasal tahun pelajaran 2014 / 2015 sebagai subjek penelitian. Siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta berjumlah 32 siswa.

Tehnik dan Alat Pengumpul Data

1.   Teknik Pengumpulan Data

 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (a). Data rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 diambil dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan cara mencatat hasil pengamatan peneliti selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015; (b). Data meningkatnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah peneliti memberikan layanan konseling kelompok dalam siklus pertama diambil dengan mengamati perkembangan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah diberikan layanan kelompok dalam siklus pertama; (c). Data meningkatnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah peneliti memberikan layanan konseling individu dalam siklus kedua diambil dengan mengamati perkembangan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah diberikan layanan konseling individu dalam siklus kedua.

2.   Alat Pengumpulan Data

 Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (a). Data rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi menggunakan alat dokumen, yaitu buku catatan mengenai rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015; (b). Data meningkatnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah peneliti memberikan lanyanan konseling kelompok dalam siklus pertama yang dikumpulkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi. Lembar observasi disusun peneliti untuk memudahkan dalam memberikan penilaian; (c). Data meningkatnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah peneliti memberikan layanan konseling individu dalam siklus kedua yang dikumpulkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi. Lembar observasi disusun peneliti untuk memudahkan dalam memberikan penilaian.

Validasi Data

 Data yang akan divalidasi dalam peneltian tindakan kelas ini adalah: (1). Tingkat motivasi belajar di dalam kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 setelah diberikan layanan konseling kelompok dalam siklus pertama; (2). Tingkat motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta setelah diberikan layanan konseling individu dalam siklus kedua. Agar data yang dihasilkan lebih valid, maka peneliti perlu melibatkan observer lain untuk ikut mengamati, dikenal dengan triangulasi. Istilah triangulasi yang digunakan adalah triangulasi observer, yaitu berkolaborasi dengan teman sejawat. Dalam penelitian ini teman sejawat yang dilibatkan dalam observasi adalah guru-guru yang mengajar di kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015.

Analisis Data

Analisa data yang akan dilakukan menggunakan teknik analisa data komparatif dilanjutkan refleksi

HASIL TINDAKAN

Deskripsi Kondisi Awal

         Motivasi adalah suatu dorongan, rangsangan, pengaruh, stimulus atau kemauan untuk melakukan suatu kegiatan agar kegiatan yang dilakukan mendapatkan hasil yang baik, oleh karena itu, motivasi belajar di dalam kelas sangat diperlukan oleh siswa. Berdasarkan pengamatan bahwa motivasi belajar di kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 masih rendah terbukti pada waktu proses kegiatan belajar di dalam kelas atau pada saat jam pelajaran masih banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran, tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru tidak konsentrasi dan sebagainya.

Hasil Tindakan / Siklus 1

       Pada siklus pertama ini, peneliti melakukan kegiatan dengan memanggil beberapa siswa yang mempuyai masalah tentang motivasi belajar di dalam kelas rendah untuk dikonseling secara kelompok di ruang Bimbingan dan Konseling.

Setelah peneliti mengadakan konseling kelompok , ada peningkatan motivasi belajar di dalam kelas yaitu sebagai berikut: sebelum siswa dikonseling motivasi belajar di dalam kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015, motivasi terendah 14, motivasi tertinggi 86, dan rerata 37,53 setelah siswa dikonseling secara kelompok meningkat menjadi nilai motivasi terendah 29, motivasi tertinggi 86 dan nilai rerata motivasi 56,28.

Hasil Tindakan / Siklus II

 Setelah peneliti mengadakan konseling individu ternyata ada peningkatan motivasi belajar di dalam kelas yaitu sebagai berikut: sebelum siswa dikonseling motivasi belajar di dalam kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 siklus I dari nilai motivasi terendah 29, nilai motivasi tertinggi 86 dan nilai rerata motivasi 56,28 setelah siswa dikonseling secara individu meningkat menjadi nilai motivasi terendah 57, nilai motivasi tertinggi 86 dan nilai rerata motivasi 74,28. pada siklus I rata- rata 56,28 setelah siswa dikonseling secara individu meningkat menjadi rata-rata 74,29.               

PENUTUP

Simpulan

Layanan konseling dapat meningkatkan motivasi belajar di dalam kelas bagi siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 dari rendah menjadi tinggi.

Implikasi

Karena dengan layanan konseling dapat meningkatkan motivasi belajar di dalam kelas dan kedisiplinan belajar di dalam kelas bagi siswa kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015, maka langkah selanjutnya supaya motivasi belajar siswa di dalam kelas VII A SMP Negeri 4 Surakarta semester gasal tahun 2014/2015 meningkat, maka peneliti sebagai guru pembimbing perlu memberikan layanan konseling individu.

 Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan implikasinya maka diajukan saran sebagai berikut:

 Saran

1.     Saran bagi siswa

Dapat meningkatkan motivasi belajar di dalam kelas selama mengikuti proses belajar mengajar

2.     Saran kepada teman sejawat

Dapat menemukan dan mengembangkan metode-metode lain untuk meningkatkan motivasi belajar di dalam kelas bagi siswa-siswa SMP Negeri 4 Surakarta pada khususnya, dan siswa-siswa Sekolah lain pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bimo Walgito. 2005. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Andi Offset.

Dikbud. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

Diknas. 2004. Peraturan dan Tata Tertib di Sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Hamzah B Uno. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamzah B Uno. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamzah B. Uno. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Siti Rahayu Haditono.1998. Psikhologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Soerjono Soekanto.2003. Pengendalian Sosial. Jakarta: Rajawali.

James M. Adams dan Muh Suryo. 1995. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: CV. Ilmu.

Latipun. 2006. Psikologi Konseling. Malang: UMM press.

Latipun. 2006. Psikologi Konseling. Malang: UMM press.

Miles, M. B. dan Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Nursalim, Mochamad dan Sastroatmodjo, Suradi. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: Unesa University Press.