Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Metode Project Based Learning
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR
MAPEL EKONOMI MATERI SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAAN DAGANG MELALUI METODE PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XII IPS-1 SEMESTER GENAP SMA NEGERI 3 PATI
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Muflikah Kushanani
Guru Mapel Ekonomi SMA N 3 Pati
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui metode Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas terdiri dua siklus masing-masing melalui 4 tahap, yaitu tahap Perencanaan (Planing), Pelaksanaan Tindakan (Action), Pengamatan (Observasi), dan Refleksi (Reflection). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi/pengamatan , metode tes, tugas project dan dokumentasi. Data yang diperoleh meliputi data aktivitas dan hasil belajar. Alat pengumpulan data berupa dokumen daftar nilai, lembar observasi dan butir soal tes. Kesimpulan peneeliian ini adalah: Melalui penerapan metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi materi siklus akuntansi perusahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019, dari kondisis awal aktivitas siswa semakin meningkat dimana pada kondisi awal masih rendah yaitu hanya 49,34% dan pada kondisi akhir meningkat menjadi 80,27%. Hasil belajar pada kondissi awal rendah yaitu ada 25 siswa (75%) yang tidak tuntas dengan nilai rata rata 59,25, siklus I jumlah siswa tuntas 20 siswa dengan nilai rata rata meningkat menjadi 43,75% dan siklus II jumlah siswa yang tuntas 29 (90,63%). Dengan demikian metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, metode Project Based Learning
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kondisi awal sebelum penelitian dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar pada siswa klas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap tahun pelajaran 2918/2019 masih rendah belum sesuai yang diharapkan. Berdasarkan pengamatan pra tindakan dari 32 siswa kelas XII IPS-1 ada 24 siswa atau 75% yang aktivitasnya rendah dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Adapun hasil tes pada materi siklus akuntansi perusahaan dagang saat pra tindakan adalah 60 masih jauh dari kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah sebesar 67. Siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan hanya ada 8 atau 25%.
Masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar pada materi siklus akuntansi perusahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 pada semester genap SMA Negeri 3 Pati disebabkan oleh peneliti yang belum menerapkan pendekatan pembelajaran yang tepat dan efektif. Peneliti hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam memberikan materi pebelajarn siklus akuntansi perusahaan dagang , dilanjutkan dengan memberi contoh contoh soal siklus akuntansi perusahaan dagang. Siswa yang telah selesai mengerjakan maju ke depan kemudian mengerjajakan di papan tulis. Sedangkan siswa yang lain memperhatikan dan menyalin hasil pekerjaan di buku dari siswa yang betul hasil pekerjaannya. Berdasarkan pengamatan dari kondisi tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa banyak siswa yang pasif tidak melakukan aktivitas mengerjakan secara tuntas dan hanya menunggu siswa yang lain yang pekerjaannnya benar kemudian menyalinnya.
Dengan adanya masalah tersebut di atas, maka perlu adanya pemecahan masalah. Pemecahan masalah tersebut perlu adanya suatu tindakan yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan penerapan metode Project Based Learning kelompok pada siklus I dan pada siklus II. Hal tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi siklus akuntansi perusahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati semester genap tahun pelajaran 2018/2019
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dituliskan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah melalui metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mapel ekonomi materi siklus akuntansi perusaahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 ?
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui melalui metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi materi siklus akuntansi perusahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019.
KAJIAN TEORI
Aktivitas belajar
Pada proses pembelajaran, aktivitas yang dilakukan siswa tidak hanya mendengar dan mencatat saja. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan siswa. Untuk mengukur dan menilai apakah siswa melakukan aktivitas di dalam proses pembelajaran, guru memiliki beberapa indikator. Menurut Paul B. Diedrich dikutip oleh Sardiman (2014:101) aktivitas siswa dapat digolongkan ke dalam aspek sebagai berikut: aspek visual , Oral , Listening , writing , motor , mental , emotional actinities.
Dari uraian aktivitas di atas, menunjukkan bahwa aktivitas dapat dilakukan pada proses pembelajaran yang cukup kompleks. Interaksi-interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran akan menimbulkan pengalaman dan keinginan untuk memahami sesuatu yang baru atau yang belum dipahami atau belum dialami. Belajar aktif adalah suatu usaha untuk membangun pengetahuan dalam dirinya.Belajar aktif ditandai melalui keaktivan siswa secara fisik maupun mental, dimana keaktivan mental merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam belajar aktif dibandingkan dengan keaktivan fisik. (M. Yamin, 2007:52)`
Aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar mempunyai peranan yang sangat penting. Sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk merubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada beelajar kalau tidak ada aktivitas, itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atas asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar. Dengan melakukan aktivitas maka diharapkan siswa akan mengetahui dimana letak kesalahan pemahaman siswa selama ini dan kemudian memperbaikinya. Pada saat pembelajaran berlangsung kegiatan yang dilakukan siswa tentu sesau yang diharapkan adalah kegiatan yang bermanfaat yang berhubungan dengan kegaatan belajar mengajar.
Hasil Belajar
Hasil merupakan sesuatu yang telah dicapai para siswa dalam kegiatan belajar (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan seterusnya) Menurut Sutrisno Hadi (1997) pengukuran penilaian hasil belajar dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengidentifikasikan besar kecilnya gejala. Sedangkan`menurut Humalik (2004:31) hasil belajar adalah pola perbuatan,nilai nilai, pemgetahuan, sikap, apresiasi, abilitas dan ketrampilan. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Belajar itu sebagai proses perubahan tingkah laku, atau memaknai sesuatu yang diperoleh. Bila kita bicara tentang belajar, maka hal itu merupakan hasil yang telah dicapai oleh sipembelajar. Istilah belajar mempunyai hubungan erat dengan prestas belajar.
Menurut Nana Sudjana (2012: 100) mengemukakan pengertian hasil adalah “Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah mata pelajaran tertentu “, masih menurut Nana Sudjana bahwa hasil belajar dibagi menjadi 3 macam yaitu ;.(a) Hasil belajar yang berupa kemampuan ketrampilan atau kecakapan di dalam melakukan atau mengerjakan suatu tugas, termasuk didalamnya ketrampilan menggunakan alat. (b) Hasil belajar yang berupa kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan tentang apa yang dikerjakan.(c). Hasil belajar berupa perubahan sikap dan tingkah laku.
Metode Project Based Learning
Model pembelajaran Project Based Learning atau biasa disebut pembelajaran berbasis proyek merupkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered). Model PBL adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. (Eko Mulyadi, 2015).
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatans ebagai sarana untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, danp sikomotorik, dimana peserta didik dituntut untuk memecahkan masalah dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat hingga mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.(Ekha Ihksanudin, 2014)
PBL merupakan sebuah pembelajaran inovatif yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) merupakan suatu pembelajaran yang didesain untuk persoalan yang kompleks yang mana siswa melakukan investigasi untuk memahaminya, menekankan pembelajaran dengan aktivitas yang lama, tugas yang diberikan pada siswa bersifat multi disiplin,berorientasi pada produk. (Satoto Endar Nayono dan Nuryadin, 2013).
KERANGKA BERPIKIR
Dengan penerapan model pembelajaran yang bervariatif akan meningkatkan aktivitas siswa sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. Motode pembelajaran project based learning diharapkan mampu untuk diterapkan secara efektif. Model pembelajaran ini menuntut siswa untuk dapat mengamati, mengukur, dan menggambar kembali sebuah objek secara mandiri.
METODE PENELITIAN
Setting dan Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di kelas XII IPS-1 semester genap SMA Negeri 3 Pati yang beralamat di Jl. P Sudirman No 1A Pati. Alasan pemilihan tempat ini adalah karena peneliti sebagai pengajar atau guru di sekolah tersebut. Waktu penelitian yang dibutuhkan mulai tahap persiapan hingga penulisan laporan hasil peneltian tindakan kelas, yaitu mulai bulan Januari sampai bulan April 2019. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS-1 pada SMA Negeri 3 Pati semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019, dengan jumlah peserta 32 siswa terdiri 12 putra dan 20 putri.
Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi/pengamatan, metode tes, tugas project dan dokumentasi. Metode observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait prosesnya. Observasi dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat lembar observasi. Metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru. Metode tes dilakukan dengan memberi tes tertulis.
Alat pengumpulan data berupa dokumen daftar nilai, lembar observasi dan butir soal tes. Validasi data dilakukan dengan melibatkan observer teman sejawat dan dengan membuat kisi-kisi. Penilaian meliputi kebenaran jawaban sesuai dengan yang dimaksud, ketelitian, kerapian format, kesabaran dan ketepatan waktu. Sedangkan analisa data dengan menggunakan diskriptif dilanjutkan refleksi.
Rencana Tindakan
Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observasi (pengamatan) dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kondisi Awal
Peneliti melakukan pengamatan atau observasi terlebih dahulu terhadap siswa kelas XII IPS-1 sejumlah 32 siswa yang terdiri 20 siswa putri dan 12 siswa putra. Hasil observasi/pengamatan aktivitas belajar siklus akuntansi perusahaan dagang dalam pra tindakan dianalisis untuk mengetahui keadaan awal aktivitas belajar sebelum peneliti melakukan tindakan siklus. Aspek aktivitas yang diamati dalam belajar materi siklus akuntansi perusahaan dagang antara lain ; Visual activities,oral activities, listening activities, writing activities, motor activities, mental activities dan emotional activities.
Hasil belajar pada kondisi awal (Pra siklus) yang mendapat nilai sesuai standart KKM (67) hanya 8 siswa dari 32 siswa atau 12,5%. Nilai tertinggi 70 dicapai oleh 4 siswa dan nilai terendah 55 sejumlah 14 siswa 43,75%, dengan nilai rata-rata 59,15.
Deskriptif Siklus I
Pada kegiatan siklus I telah dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis project atau Project Based Learning (PjBL) pada kelompok besar dengan materi Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I telah menunjukkan adanya peningkatan. Dibawah ini tabel hasil observasi aktivitas pada siklus I
Tabel 3: Hasil Observasi Aktivitas Siklus I
| No | Indikator aktivitas | Jumlah Siswa | Siklus I
% |
Kategori |
| 1 | Kegiatan Visual | 20 | 62.5 | Sedang |
| 2 | Kegiatan Lisan | 19 | 58,34 | Rendah |
| 3 | Kegiatan Mendengarkan | 20 | 62.5 | Sedang |
| 4 | Kegiatan Menulis | 30 | 84.38 | Tinggi |
| 5 | Kegiatan Motorik | 23 | 71,88 | Tinggi |
| 6 | Kegiatan Mental | 20 | 62,5 | Sedang |
| 7 | Kegiatan Emosional | 20 | 60.94 | Sedang |
| Rata rata aktivitas
|
21 | 65,85 | Sedang |
Aktivitas belajar siswa pada siklus I sudah mulai mengalami peningkatan dibanding dengan kondisi awal. Rata-rata aktivitas menunjukkan peningkatan yang pada kondisi awal 49,43% pada kondisi siklus I menjadi 65,85% dengan rata-rata sedang.
Tabel 4: Hasil Belajar Siklus I
| No | Rentang Nilai | Frekuensi | Persentase (%) |
| 1
2 3 4 5 |
47 – 56
57 – 66 67 – 76 77 – 86 87 – 96 |
–
12 15 5 – |
–
37,5 28,12 15,63 – |
| Jumlah | 32 | 100 | |
| KKM 67, Jumlah Tuntas | 20 | 43,75 | |
Pada siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan dibanding kondisi awal. Jika di kondisi awal nilai terendah 55 pada siklus I naik menjadi 60 dicapai oleh 12 siswa Sedangkan nilai tertinggi dari kondisi awal 70 pada siklus I meningkat menjadi 85 oleh 5 siswa. Jumlah Siswa yang memiliki nilai diatas KKM atau nilai tuntas pada Siklus I ada 20 (62,5%) siswa dan jumlah yang belum tuntas terdapat 12 (37,5%) siswa.
Deskripsi Siklus II
Pada siklus II pembelajaran melalui metode Project Based Learning peneliti lakukan melalui pendekatan kelompok kecil dengan materi siklus akuntansi perusahaan dagang. Berikut tabel observasi aktivitas pada siklus II
Tabel 5: Hasil Observasi Siklus II
| No | Indikator aktivitas | Jumlah
siswa |
Siklus II
% |
Kategori |
| 1 | Kegiatan Visual | 30 | 93,75 | Tinggi |
| 2 | Kegiatan Lisan | 28 | 80,84 | Tinggi |
| 3 | Kegiatan Mendengarkan | 30 | 92,19 | Tinggi |
| 4 | Kegiatan Menulis | 32 | 96,88 | Tinggi |
| 5 | Kegiatan Motorik | 28 | 87,5 | Tinggi |
| 6 | Kegiatan Mental | 26 | 76,69 | Tinggi |
| 7 | Kegiatan Emosional | 28 | 87,5 | Tinggi |
| Rata rata aktivitas
|
29 | 80,27 | Tinggi |
Dari hasil pengamatn pada siklus II, altivitas peserta didik sudah sesuai harapan, tidak terlihat lagi siswa yang pasif, bergurau, malas bertanya tetapi semua aktif mengerjakan proyek/tugas yang diberikan guru. Rata-rata aktivitas menunjukkan peningkatan yang pada kondisi awal 49,43% pada kondisi siklus I menjadi 65,85% dan pada siklus II 89,27% termasuk kategori rata-rata tinggi. Sehingga menghasilkan hasil belajar juga semakin meningkat dibanding dengan siklus I.
Tabel 6: Hasil Belajar Siklus II
| No | Rentang Nilai | Frekuensi | Persentase (%) |
| 1
2 3 4 5 |
47 – 56
57 – 66 67 – 76 77 – 86 87 – 96 |
–
3 8 15 6 |
–
9,38 25 46,89 25 |
| Jumlah | 32 | 100 | |
| KKM 67, Jumlah Tuntas | 29 | 90,63 | |
Berdasarkan tabel diatas nilai tuntas KKM sejumlah 29 siswa (90,63%) dari 32 siswa, yang mendapat nilai tertinggi 95 ada 6 siswa, nilai terendah 66 dicapai 3 siswa , siswa lainnya mendapat nilai bervariasi berkisar 76 sampai 94 ada 23 siswa dan 3 siswa (9,37%) yang mendapatkan nilai 65 dibawah KKM. Pada siklus II terlihat bahwa aktivitas siswa pada setiap kategori meningkat. Hal ini disebabkan karena siswa sudah dapat beradaptasi dengan metode PjBL.Hasil pengamatan aktivitas menunjukkan adanya peeningkatan dari 65,85% di siklus I meningkat menjadi 80,27% pada siklus II.
Deskripsi Antar Siklus
Deskripsi antar siklus pada penelitian inii diuraikan pada tabel berikut ini:
Tabel 7: Aktivitas Belajar Antar Siklus
| No | Indikator aktivitas | Pra Siklus
% |
Siklus I
% |
Siklus II
% |
Ket |
| 1 | Kegiatan Visual | 47 | 62.5 | 93,75 | Naik |
| 2 | Kegiatan Lisan | 43 | 58,34 | 80,84 | Naik |
| 3 | Kegiatan Mendengarkan | 55,5 | 62.5 | 92,19 | Naik |
| 4 | Kegiatan Menulis | 76.57 | 84.38 | 96,88 | Naik |
| 5 | Kegiatan Motorik | 59,68 | 71,88 | 87,5 | Naik |
| 6 | Kegiatan Mental | 34,38 | 62,5 | 76,69 | Naik |
| 7 | Kegiatan Emosional | 31,26 | 60.94 | 87,5 | Naik |
| Rata rata aktivitas
|
49,34 | 65,85 | 80,27 |
Berdasrkan tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa pada Pra Siklus sebesar 49,34% naik menjadi 65,85% pada Siklus I dan naik menjadi 80,27% pada Siklus II.
Hasil belajar pada deskripsi antar siklus diuraikan pada tabel dibawaah ini:
Tabel 6: Hasil Belajar Antar Siklus
| No | Rentang Nilai | Pra Siklus (%) | Siklus I (%) | Siklus II (%) | Ket |
| 1
2 3 4 5 |
47 – 56
57 – 66 67 – 76 77 – 86 87 – 96 |
43.75
31,25 25 – – |
–
37,5 28,12 15,63 – |
–
9,38 25 46,89 25 |
Turun
Turun Tetap Naik Naik |
| Jumlah | 100 | 100 | 100 | ||
| KKM 67, Jumlah Tuntas | 25 | 43,75 | 90,63 | ||
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa Hasil Belajar Antar Siklus menunjukkan bahwa dengan KKM 67 jumlah tuntas siswa pada Pra Siklus sebesar 25%, dan 43,75% pada Siklus I serta 90,63% pada Siklus II.
PENUTUP
Simpulan
Melalui penerapan metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi materi siklus akuntansi perusahaan dagang bagi siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 3 Pati pada semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019, dari kondisis awal aktivitas siswa semakin meningkat dimana pada kondisi awal masih rendah yaitu hanya 49,34% dan pada kondisi akhir meningkat menjadi 80,27%. Hasil belajar pada kondissi awal rendah yaitu ada 25 siswa (75%) yang tidak tuntas dengan nilai rata rata 59,25, siklus I jumlah siswa tuntas 20 siswa dengan nilai rata rata meningkat menjadi 43,75% dan siklus II jumlah siswa yang tuntas 29 (90,63%). Dengan demikian metode Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Saran
Dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya guru dapat memanfaatkan dan memilih metode, tehnik, maupun model pembelajarn yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran agar proses pembelajarn menjadi aktif, efektif dan menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas bagi Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Yrama Widya.
Eko Mulyadi. 2015. Guru Berprestasi. Yogyakarta
Hadi, Sutrisno, 1982. Metodologi Research, Jilid I. Yogyakarta: YP Fak. Psikologi UGM
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung Sinar Baru Algesindo.
Ihksanudin Eka. 2014. Metode Project Based Learning. Ikhsanudin Eka Net
Margono, 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta Rineksa Cipta
- Yahmin, 2007. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP. Jakarta: Gunung Persada Press
Nana Sudjana, 2012. Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandund: Remaja Rosdakarya
Nasution. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sardiman: 2914 Motivasi Belajar. Jakarta PT Grafindo Persada
Satoto Endar Nayono dan Nuryadin, 2013.Pengembangan Model Pembelajaran
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.