PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN ATAU ALAT PERAGA

GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS

DI SD N GEBUGAN 01

 

Sri Andayani

SD Negeri 01 Gebugan, Kec. Bergas, Kab. Semarang

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, memotivasi belajar siswa untuk aktif terlibat langsung dalam pembelajaran, meningkatkan ketrampilan siswa secara maksimal melalui pembelajaran yang aktif, efektif, dan inovatif, serta mendeskripsikan pemberian motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Gebugan 01, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dalam pembelajaran IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Penilaian penampilan perbaikan pembelajaran menggunakan alat ukur roating scale, dan pengukuran prestasi belajar siswa dengan tes formatif. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran berjalan dengan cukup baik, dengan nilai 3,8 (skala 1-5) pada Siklus I dan meningkat menjadi baik, dengan nilai 4,7 (skala 1-5) pada Siklus II. Prestasi belajar siswa meningkat (nilai ketuntasan) dari 47% menjadi 79% dan nilai rata-rata juga mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 62,6 sebelum perbaikan pembelajaran, menjadi 75,18 pada perbaikan Siklus I. Pada perbaikan pembelajaran Siklus II juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, nilai ketuntasan menjadi 82% dan nilai rata-rata menjadi 80,00.

Kata Kunci: penerapan media pembelajaran, alat peraga, peningkatan hasil belajar

 

PENDAHULUAN

            Pembelajaran merupakan suatu proses yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan belajar adalah kegiata aktif siswa untuk suatu peristiwa. Sedangkan, kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab pada siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat. Gagasan diri akan membentuk keterampilan, sikap, dan perilaku sehari-hari sehingga siswa akan berkompeten dalam bidang yang dipelajarinya (Sudjatmiko, 2003: 10).

            Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.

 

Pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa mencapai dalam penguasaan materi. Tingkat penguasaan materi biasanya dinyatakan dalam nilai. Siswa dinyatakan berhasil dalam penguasaan materi apabila siswa mencapai nilai sesuai yang disaratkan dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah tersebut, dalam hal ini SD. Pengalaman penulis dalam pembelajaran IPS kelas VI SDN Gebugan 01 Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada kompetens “Kegiatan ekspor impor di Indonesia “hasilnya masih rendah yaitu dari seluruh jumlah siswa 28 anak yang memperoleh nilai 70 keatas hanya 15 siswa (53%). Atau yang sudah memenuhi belajar tuntas. Sedangkan yang 13 siswa (47%) mendapat nilai dibawah 70 (belum tuntas) KFCM yang ditentukan adalah 70 dengan nilai rata-rata 62,6.

            Secara singkat dapat dikatakan proses pembelajaran IPS dalam kompetesi “Kegiatan Ekspor Impor di Indonesia” di Kelas VI SD Negeri Gebugan 01 Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang belum berjalan secara efektif. Kekurang efektifan proses pembelajaran terjadi terutama karena guru kurang memberikan apersepsi yang menarik. Di samping itu bahasa yang digunakan guru sulit dipahami oleh siswa, kurangnya pemanfaatan alat peraga / media, yang menarik bagi siswa, metode yang digunakan tidak efektif, dan pemberian soal-soal latihan kurang variatif serta kurang dalam pemberian PR.

Berdasarkan sebab-sebab kekurang efektifan pembelajaran diatas, untuk membantu siswa kelas VI SDN Gebugan 01 Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang supaya menguasai materi dengan baik, guru merumuskan masalah perbaikan pembelajaran adalah Apakah penggunaan media pembelajaran atau alat peraga yang tepat pada Pembelajaran IPS di kelas VI SDN Gebugan 01 dengan Kompetensi dasar “Kegiatan ekspor impor di Indonesia” dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Gebugan 01 dalam mata pelajaran IPS, memotivasi belajar siswa untuk aktif terlibat langsung dalam pembelajaran, meningkatkan ketrampilan siswa secara maksimal melalui pembelajaran yang aktif, efektif, dan inovatif, serta mendeskripsikan pemberian motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Gebugan 01, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dalam pembelajaran IPS.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di kelas VI SDN Gebugan 01 yang berada di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Penelitian Tindakan Kelas ini direncanakan berlangsung selama 4 (empat) Minggu efektif, yaitu mulai tanggal 11 Oktober s.d. 6 November 2014. Siswa kelas VI ini terdiri dari 28 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Jumlah siswa kelas I s.d. kelas VI adalah 154 anak, terdiri dari 75 siswa laki-laki dan 79 siswa perempuan.

Siklus I

Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus perbaikan pembelajaran dengan langkah-langkah (1) perencanaan; meliputi penyusunan RPP, penyusunan instrumen penilaian, dan penyediaan media pembelajaran/alat peraga, lembar observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa dari pendapat teman sejawat dalam proses pembelajaran IPS (2) pelaksanaan; meliputi kegiatan awal selama 5 menit, kegiatan inti selama 45 menit, dan kegiatan akhir 20 menit (3) Observasi, dilakukan untuk pengambilan data tentang pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran, dan tes mengenai hasil belajar siswa untuk mengetahui kemampuan hasil belajar IPS berdasarkan SKBM IPS SD Negeri Gebugan 01, siswa dikatakan tuntas belajar apabila telah mendapat nilai minimal 70 (4) Refleksi, dilakukan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan pada siklus i, kekurangan inilah yang akan ditindaklanjuti pada siklus II.

Siklus II

            Langkah-langkah pada siklus ini adalah: (1) Perencanaan, pada siklus II ini diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dan aktifitas siswa meningkat. Kegiatan perencanaan pada siklus II terdapat peningkatan perbaikan pembelajaran dibandingkan dengan perencanaan pada siklus I. Pada siklus II terdapat penyempurnaan dari pelaksanaan siklus I. Pada siklus II disamping mempersiapkan berupa gambar-gambar juga media yang digunakan lebih lengkap dan bervariasi (2) Pelaksanaan; meliputi kegiatan awal selama 5 menit, kegiatan inti selama 45 menit, dan kegiatan akhir selama 20 menit (3) Observasi, dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran, ini dilakukan untuk mengetahui kualitas pelaksanaan perbaikan pembelajaran tentang manfaat ekspor dan impor di Indonesia pada siklus II (4) Refleksi, dilakukan pada akhir siklus untuk mengetahui kekurangan-kekurangan pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Siklus I

Secara umum dapat dikatakan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran berjalan dengan cukup baik, dengan nilai rata-rata 3,8 (dalam skala 1-5) dan prestasi belajar siswa sedang, dengan nilai 75,15 (dalam skala 1-100) Sesuai dengan tujuan perbaikan pembelajaran pada Siklus I.

Pada akhir pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru melakukan tes formatif. Dari tabel di atas dapat dibandingkan hasil belajar siswa pra siklus dengan Siklus I sebagai berikut:

a.    Nilai ketuntasan siswa meningkat dari 47% menjadi 79%

b.    Nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75,18

Hasil belajar siswa menunjukkan ada peningkatan, hasil perbaikan pembelajaran siswa baru menghantarkan siswa pada prestasi sedang (cukup).

Siklus II

Secara umum dapat dikatakan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran Siklus II berjalan dengan baik, dengan nilai rata-rata 4,7 (dalam skala 1 -5) dan prestasi belajar siswa baik, nilai.80,00. (dalam skala 1-100).

Pada akhir pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru melakukan tes formatif. Dari tabel di atas dapat dibandingkan hasil belajar siswa pra siklus dengan Siklus I sebagai berikut:

a.    Nilai ketuntasan siswa meningkat dari 79 % menjadi 94 %

b.    Nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80

Hasil belajar siswa menunjukkan ada peningkatan, hasil perbaikan pembelajaran siswa baru menghantarkan siswa pada prestasi baik.

Hasil belajar siswa dari pra siklus adalah (62,60) pada Siklus I (75,18), dan pada Siklus II (80,00).

Pembahasan

Dari data kualitas pelaksanaan perbaikan pembelajaran dan hasil tes formatif siswa yang ditemukan dalam penelitian di kelas VI SDN Gebugan 01, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaran meningkat dan karena itu prestasi belajar siswa juga meningkat. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran berjalan dengan cukup baik, dengan nilai 3,8 (skala 1-5) pada Siklus I dan meningkat menjadi baik, dengan nilai 4,7 (skala 1-5) pada Siklus II. Prestasi belajar siswa meningkat (nilai ketuntasan) dari 47% menjadi 79% dan nilai rata – rata juga mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 62,6 sebelum perbaikan pembelajaran, menjadi 75,18 pada perbaikan Siklus I. Pada perbaikan pembelajaran Siklus II juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, nilai ketuntasan menjadi 82% dan nilai rata-rata menjadi 80,00.

Peningkatan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Gebugan 01 terjadi karena dalam perbaikan pembelajaran secara konsekwen pelaksanaan aktivitas-aktivitas perbaikan yang telah dipilih dengan tepat. Ketepatan pemilihan aktivitas-aktivitas perbaikan pembelajaran tampak dalam kesesuaian antara pelaksanaan masing-masing aktivitas dengan teori yang melandasinya.

PENUTUP

Simpulan

Dari hasil-hasil penelitian yang dibeberkan di muka, dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran IPS di SD Negeri Gebugan 01 berjalan dengan baik dan karenanya prestasi belajar siswa meningkat. Secara rinci:

1.     Pelaksanaan perbaikan pembelajaran berjalan dengan cukup baik dengan nilai 3,5 (dalam skala 1-5) pada Siklus I, meningkat menjadi baik (dengan nilai 4,7 ( skata 1-5 ) pada Siklus II.

2.     Prestasi belajar siswa meningkat dari rendah (62,60) pada pra perbaikan, menajadi sedang (75,18) pada Siklus I dan baik (nilai 80,00) pada Siklus II.

3.     Nilai Ketuntasan siswa meningkat, terbukti bahwa sebelum perbaikan (pra siklus) 47% meningkat menjadi 79% pada Siklus I, dan pada Siklus II menjadi 94%.

Prestasi belajar siswa meningkat melalui aktivitas-aktivitas: Pemberian apersepsi sangat menarik bagi siswa, pemanfaatan alat peraga / media pembelajaran, penggunaan metode yang bervariasi, dan pemberian motivasi.

Saran

Bertolak dari hasil-hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyampaikan saran kepada rekan-rekan guru, dalam pembelajaran IPA, supaya siswa mencapai srestasi belajar baik, guru hendaknya.

(1)   Pemberian apersepsi yang menarik

(2)   Pemanfaatan alat peraga / media pembelajaran yang memadai,

(3)   Pengaktifan siswa dalam tanya jawab,

(4)   Penggunaan metode yang bervariasi

Di samping itu karena terbukti Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, penulis menyarankan rekan – rekan guru mempelajari dan menerapkan PTK di kelasnya masing-masing. Pemahaman PTK ini dapat ditempuh melalui pertemuan KKG (Kelompok Kerja Guru) ataupun forum kegiatan lain yang sejenis.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsini, (1999), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Tirta Kencana.

Heriawan, Asep. (2004). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Mahsetyo, Gatot. (2004). Pembelajaran IPS SD. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.

Miarso, (1980) Media-Media Pembelajaran, Klaten: Sahabat Sulistiyanto, Heri (2008), llmu Pengetahuan Sosial Untuk SD Kelas VI, Jakarta: Depdiknas

Sumantri, Johar. (1999). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti.

Wardani, I.G.A.K, Julaeha, & Marsinah. (2005). Pemantapan Kemampuan Profesional (Panduan). Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K, Wihardit, & Nasoetion, K. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka.

Zaenal, A, & Mulyana, A. (2003). Tes Asesmen di SD. Jakarta, Pusat Penerbit Universitas Terbuka.