PENERAPAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT)

UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI

PADA SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 1 LEBAKSIU

SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2019/2020

 

Sri Murjiati

SMP Negeri 1 Lebaksiu

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA materi Getaran, Gelombang dan Bunyi pada siswa klas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Kabupaten Tegal Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan secara kolaboratif dengan teman sejawat dan melalui 2 (dua) siklus. Tindakan pada siklus I siswa diberi pembelajaran menggunakan model Team Game tournament (TGT) tanpa menggunakan LCD, sedangkan pada siklus II siswa diberi pembelajaran model Team Game tournament (TGT) menggunakan LCD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA materi Getaran, Gelombang dan Bunyi pada siswa klas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Saran untuk sesama guru IPA adalah agar dapat menerapkan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dalam pembelajarann IPA materi Getaran, Gelombang dan Bunyi. Hal ini dapat dilihat dari kondisi awal terdapat 16 siswa atau 50% yang motivasi belajarnya cukup, siklus I siswa yang berkriteria cukup baik 65%, pada siklus II meningkat menjadi 81%. pada kondisi awal dari 32 siswa yang mengikuti tes memperoleh nilai tuntas sebanyak 16,00%, pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 65,62% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II

Kata Kunci: Penerapan Model Team Games Tournament, Motivasi, Hasil Belajar

 

PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan Alam atau Natural Science adalah hasil belajar pada kegiatan manusia berupa pengetahuan, prinsip, hukum, gagasan konsep yang terorganisasi dan teraktualisasi tentang alam sekitar yang diperoleh melalui serangkaian proses model ilmiah berupakegiatan percobaan dan pengujian kegiatan teknologi. Ilmu pengetahuan alam atau Natural Science berhubungan dengan cara keingintahuan tentang alam secara teratur dan bertahap sehingga ilmu pengetahuan alam bukan sekedar penguasaan teori pengetahuan yang berupa prinsip, konsep atau fakta semata, akan tetapi merupakan suatuproses menggali dan menemukan (Inqurry and Discovery).

Setiap pendidik mengharapkan proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan menyenangkan dan kecakapan belajar yang berpusat pada siswa. Peneliti berharap siswa dapat bersikap interaktif dan merasa ingin tahu dalam menerima materi pelajaran, disiplin, berani menyampaikan jawaban atas pertanyaan, memberikan pendapat masukan atau sanggahan, bertukar informasi dan saling memberikan semangat kepada teman-temannya.

Menurut Nasution (2013: 94) pelajaran akan menarik dan berhasil apabila dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman dimana anak dapat melihat, meraba, mengucap, berbuat, mencoba, berfikir dan mengkoordinasikan dengan panca indra. Materi pelajaran tidak hanya bersifat konseptual intelektual tapi juga bersifat emosional. Kegembiraan belajar dapat meningkatkan hasil pelajaran.

Namun kenyataan di lapangan menunjukan adanya sikap kurang bergairah, kurang aktif dan pasif, kelas kurang berpusat pada siswa dan terkadang siswa dikelas kurang disiplin dan kurang tanggungjawab atas hak dan kewajiban sebagai siswa di dalam kelas. Ini merupakan masalah yang dialami dan dihadapi siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Kabupaten Tegal semester 2 Tahun Pelajr\aran 2019/2020, khususnya mata pelajaran IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi, dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat diamati dari hasil pengamatan motivasi belajar siswa dimana pada kondisi awal terdapat 13 siswa atau 40,625% yang motivasi belajarnya kurang, 16 siswa atau 50% siswa motivasinya cukup, dan 3 anak atau 9,375% anak motivasinya baikserta analisis tes pelajaran IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi, dari sejumlah 32 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM atau belum tuntas sebanyak 27 siswa atau 84,37% dan yang memperoleh nilai diatas KKM atau tuntas 5 siswa atau 15,63%.

Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada pelajaran IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi disebabkan kurangnya motivasi siswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi, model pembelajaran konvensional dengan didominasi ceramah sehingga pembelajaran kurang menarik dan membosankan serta belum digunakan model pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA di sekolah, maka guru-guru IPA di tuntut untuk kreatif dan inovatif. Tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik tetapi harus dapat mengembangkan komponen pembelajaran. Kreatifitas pembelajaran guru dinilai menentukan pencapaian hasil pendidikan. Guru merupakan ujung tombak berlangsungnya kegiatan pembelajaran, sehingga memiliki peran dan fungsi penting sebagai sumber belajar dan bahkan seringkali mendominasi proses transformasi nilai ilmu pengetahuan dan lain-lain kepada peserta didik.

Untuk mengatasi rendahnya hasil belajar tersebut peneliti mencoba model pembelajaran yang sesuai dengan objek belajar yang tersedia. Peneliti menggunakan modelTeam Games Tournament (TGT). Diharapkan dengan menggunakan model ini dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi pada siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penyebab rendahnya hasil belajar IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi pada siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu semester 2 Tahun 2019/2020 sebagai berikut: (1) Kurangnya minat siswa untuk belajar mata pelajaran IPA. (2) Kurangnya motivasi siswa untuk belajar mata pelajaran IPA. (3) Guru belum menguasai model model pembelajaran IPA. (4) Pembelajaran yang konvensional atau menggunakan model model ceramah sehingga pembelajaran monoton, siswa tidak aktif dan membosankan. (5) Guru belum menggunakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA Pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi bagi siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu semester 2 tahun pelajaran 2019/2020? (2) Bagaimanakah penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi bagi siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu semester 2 tahun pelajaran 2019/2020?

Tujuan Penelitian: (1) Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 pada mata pelajaran IPA pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi dengan digunakan model Team Games Tournament (TGT). (2) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 pada pokok bahasan getaran, gelombang dan bunyi dengan digunakannya model Team Games Tournament (TGT).

KAJIAN PUSTAKA

Motivasi Belajar

Thursan Hakim (2001: 26) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar, tingkat ketekunan siswa sangat ditentukan oleh adanya motif dan kuat lemahnya motivasi belajar yang ditimbulkan motif tersebut.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya ataupun yang datang dari luar. Kegiatan itu dilakukan dengan kesungguhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan.

Hakikat Belajar

Belajar bukan hanya berlangsung di sekolah saja, melainkan dalam kehidupan sehari – hari sebenarnya kita banyak melakukan kegiatan yang termasuk belajar. Dengan demikian belajar terjadi tidak hanya di dalam kelas tetapi dapat terjadi di mana saja dan berlangsung secara terus menerus. Belajar adalah proses dari yang belum mampu ke arah yang sudah mampu dan proses perubahan itu terjadi selama jangka waktu tertentu. Wasty Soemanto menerangkan bahwa: “Belajar itu bukan sekedar pengalaman. Belajar adalah proses, dan bukan suatu hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan menggunakan bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan”. (Soemanto, 2006: 104-105).

Menurut para ahli belajar dalam arti yang luas, adalah proses perubahan tingkah laku dalam bentuk penguasaan, diperolehnya keterampilan baru dan terjadi karena usaha yang disengaja. Gagne mengemukakan pendapat bahwa “Belajar terjadi karena adanya bermacam–macam stimulus yang datangnya dari lingkungan sekitar peserta didik. Stimulus ini merupakan sebagai contoh masukan untuk proses belajar keluarannya merupakan modifikasi tingkah laku yang dapat diamati (Hudoyo,1988: 21)

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan belajar kesimpulan, belajar adalah proses yang dilakukan siswa untuk memahami apa yang sebelumnya belum dipahami melalui stimulus yang datangnya dari lingkungan peserta didik.

Hasil Belajar

Adanya perubahan perilaku dalam proses belajar menandakan telah terjadi belajar. Jadi hasil belajar berupa perubahan itu sendiri dan mengakibatkan manusia berubah sikap dan tingkah lakunya. Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 250), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis– jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran.

Menurut Oemar Hamalik (2006: 30) hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Dari pendapat diatas disimpulkan, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku dan perkembangan mental yang lebih baik di bandingkan sebelum belajar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Thursan Hakim (2001: 11-12) faktor intern yang mempengaruhi diri siswa merupakan faktor yang terdiri dari pertama faktor biologis (jasmaniah) antara lain kondisi fisik normal atau mengalami kecacatan sejak dari kandungan sampai lahir, dan kondisi kesehatan fisik. Kedua faktor psikologis (Rohaniah) Faktor ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental. Kondisi mental ini dapat menunjang keberhasilan belajar (stabil atau tidak stabil) seperti halnya Intelegensi, kemauan dan bakat. Sedangkan faktor ekstern yang dapat menyebabkan kesulitan belajar adalah faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dan faktor waktu. Setiap kegiatan proses belajar-mengajar pasti ingin mengetahui hasilnya. Hasil belajar menurut Mulyono Abdurrahman adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. (Abdurrahman, 2003: 37)

Untuk mengetahui hasil belajar, maka perlu diadakan evaluasi atau penilaian terhadap proses belajar-mengajar, meliputi penilaian terhadap: kegiatan siswa dan guru, pelaksanaan proses belajar – mengajar, interaksi guru dan siswa. Penilaian hasil belajar bermanfaat untuk memberi informasi guru dan siswa tentang prestasi belajar siswa dan untuk mengukur berhasil atau tidaknya usaha guru dalam kegiatan belajar – mengajar. Berarti dengan adanya penilaian tersebut membantu siswa dan guru dalam menentukan sikapnya. Siswa dan guru dapat memusatkan perhatiannya untuk meningkatkan prestasinya.

Pembelajaran IPA

Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),di SMP/MTs, meliputi bidang kajian makhluk hidup proses kehidupan (biologi), energy dan perubahannya (fisika), materi dan sifatnya (kimia). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang telah mengujji kebenaran melalui model ilmiah, dengan ciri: objektif, metodik, sistimatis, universal, dan tentatif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah dan segala isinya.

Materi getaran, gelombang dan bunyi merupakan konsep yang, menjelaskan tentang pengertian getaran, amplitude, periode dan frekuensi serta pengertian gelombang, jenis-jenis gelombang, bunyi dan pemanfaatan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Model Pembelajaran Team Games Tournamens (TGT)

Apakah model pembelajaran Team Games Tournament itu? Pembelajaran kooperatif model Team Games Tournamens (TGT) adalah salah model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktifitas seluruh siswa tanpa melihat perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement

Menurut Robert E Slavin (2005: 166-167) ada 5 komponen utama dalam model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) yaitu; (1) Penyajian kelas, (2) Membentuk kelompok (team), (3) Game/pertanyaan, (4) Turnamen, (5) Team recognize (penghargaan kelompok).

Kerangka Berfikir

Motivasi dan Hasil belajar IPA materi getaran, gelombang dan bunyi pada kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu masih tergolong rendah. Prediksi penyebab rendahnya hasil belajar siswa antara lain kurangnya motivasi dan minat belajar siswa, kurang latihan atau tugas, model pembelajaran yang konvensional dengan dominasi model ceramah.

Untuk mengatasi masalah di atas peneliti menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) yang terdiri dari 2 siklus yaitu Siklus 1 Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) tanpa menggunakan LCD dan siklus 2 Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan menggunakan LCD.Diharapkan dengan penggunaan model ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA materi getaran, gelombang, dan bunyi bagi siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020.

METODE PENELITIAN

Objek Tindakan

Objek tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun pelajaran 2019/2020 pada mata pelajaran IPA materi getaran, gelombang dan bunyi.

Setting Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu, yang berlokasi di jalan Kauman II kecamatan Lebaksiu kabupaten Tegal.

Setting Waktu penelitian

Penelitian dilakukan dalam waktu 1 semester yaitu antara tanggal 3 Januari sampai dengan 30 Juni 2020.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperoleh selama melakukan penelitian tindakan kelas ini berbentuk data kuantitatif dan data kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) Model tes dengan butir soal, (2) Model Observasi, berupa lembar observasi, (3) Model Dokumentasi untuk melaporkan data kondisi awal dan akhir.Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data Primer merupakan data yang diperoleh dari siswa yaitu berupa nilai hasil belajar siswa dan pengamatan aktifitas siswa selama pembelajaran menggunakan model Team Game Tournament (TGT) berlangsung. Sedangkan data sekunder merupakan data yang berasal dari pihak lain yang secara tidak langsung ikut menunjang penelitian antara lain teman sejawat, staf tata usaha dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lebaksiu.

Cara Pengambilan Simpulan

Pengambilan simpulan dalam penelitian tindakan kelas ini ditetapkan peneliti dengan menentukan indikator kinerja sebagai berikut: (1) Motivasi siswa dalam pembelajaran ditetapkan dengan indikator kinerja yaitu jika hasil pengisian lembar pengamatan motivasi belajar siswa telah mencapai skor sama atau diatas 25 atau dinyatakan dalam prosentase sama atau di atas 75% maka kategorinya baik. (2) Indikator kinerja pada ketuntasan perorangan ditetapkan jika siswa memperoleh nilai hasil belajar sama atau di atas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) IPA sebesar 72, sedangkan ketuntasan belajar klasikal ditetapkan jika jumlah siswa yang telah tuntas belajar perorangan dalam satu kelas telah mencapai sama atau di atas 75%.

Prosedur Penelitian

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus dimana setiap siklus menggunakan empat tahapan penelitian yang meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subyek penelitian adalah kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu dengan mempertimbangkan bahwa interaksi pembelajaran dalam kelas relatif masih rendah dan berlangsung satu arah. Di dalam proses pembelajaran tersebut siswa cenderung pasif, masih banyak siswa yang kurang berani mengungkapkan pendapat atau pertanyaan, serta kurangnya siswa dalam mempelajari IPA materi getaran, gelombang, dan bunyi, siswa tidak menunjukan sikap, perasaan, pikiran positif terhadap pembelajaran IPA di kelas. Dalam pembelajaran di kelas siswa kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru, sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas. Dari 32 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM atau belum tuntas sebanyak 27 atau 84,00% dan yang memperoleh nilai diatas KKM atau tuntas sebanyak 5 siswa atau 16,00%

Deskripsi Hasil Penelitian

Hasil Siklus I

Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

 

 

Motivasi Siswa dalam Pembelajaran

Hasil pengamatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan angket pada siklus 1 diperolah hasil sebagai berikut: persentase motivasi belajar siswa adalah 16% kategori Kurang, 65% kategori Cukup, 19% kategori Baik. Jadi sebagian besar (65%) motivasi siswa masih dalam kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus I sudah kategori cukup baik walaupun prosentasenya masih 65% belum mencapai KKM 75%. Hal ini disebabkan siswa masih terlihat individualis sehingga mereka kurang bekerja sama dengan kelompoknya, selain itu masih banyak siswa malu untuk bertanya baik kepada guru maupun kepada siswa lain dalam kelompoknya. Disamping itu guru kurang merata dalam memberi bimbingan kepada siswa dari kelompok yang ada.

Hasil Belajar

Hasil belajar tuntas dan belum tuntas siswa pada pembelajaran siklus I sebagai berikut: nilai tertinggi adalah 80, nilai terendah 40, nilai rata-rata ketuntasan klasikal 71, terjadi peningkatan nilai rata-rata jika dibandingkan dengan kondisi awal yaitu 48,00. Walaupun hasil tes siklus I menunjukkan peningkatan, namun karena belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjukan pada siklus II. Sedangkan siswa tuntas belajar sebanyak 21 siswa (65,62%), sedangkan 11 siswa (34,38%) belum tuntas.

Berdasarkan hasil angket tentang motivasi belajar dan nilai tes hasil belajar siswa, pelaksanaan tindakan siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, sehingga peneliti bersama guru sejawat merencanakan tindakan siklus II. Kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada pada Siklus I akan diperbaiki pada siklus II.

Hasil Siklus II

Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:

Motivasi Siswa dalam Pembelajaran

Hasil pengamatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan angket pada siklus II diperolah hasil sebagai berikut: dari 6 siswa atau 19% memiliki ketegori baik, 26 siswa atau 81% memiliki kategori cukup, dan 0 siswa atau 0% kategori kurang.

Dari grafik di atas menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa siklus II sudah mencapai kategori cukup dan berhasil karena persentasenya (81%) sudah mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu 75%.

Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa yang berupa aspek tuntas dan belum tuntas pada pembelajaran siklus II sebagai berikut: nilai tertinggi adalah 90, nilai terendah 60, nilai rata-rata kelas 76, nilai kurang dari KKM sebanyak 4 siswa atau 12,5% sedang nilai di atas KKM sebanyak 30 siswa atau 87,5%. Ini berarti bahwa ada peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I yaitu 21 siswa atau 65,62% menjadi 28 siswa atau 87,5% pada siklus II. Ada peningkatan sekitar 21,88%. Hal ini dapat diartikan dengan diterapkannya strategi pembelajaran model Team Games Tournament (TGT) berhasil meningkatkan kemampuan hasil belajar sesuai indikator keberhasilan. Untuk itu siklus selanjutnya dihentikan atau tidak dilaksanakan lagi.

 

Pembahasan

Dari hasil pengamatan motivasi belajar siswa pada kondisi awal ke siklus I mengalami peningkatan, demikian juga siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, pada kondisi awal siswa yang kriteria cukup baik sebesar 40,625%, siklus I siswa yang berkriteria cukup baik 65%, pada siklus II meningkat menjadi 81%. Dari kondisi awal ke siklus I peningkatan motivasi sebesar 9,375%, dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 16%, Ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran getaran, gelombang dan bunyi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIIC Semester 2 SMP Negeri 1 Lebaksiu tahun pelajaran 2019/2020.

Demikian juga hasil belajar siswa pada kondisi awal,siklus I dan siklus II terlihat adanya peningkatan. Pada kondisi awal siswa yang hasil tesnya mencapai KKM sebesar 16%, pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 65,62% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 49% dari kondisi awal ke siklus I dan sebesar 22,3% dari siklus I ke siklus II. Peningkatan pencapaian ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa siswa telah menguasai materi pelajaran.

Dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran siswa akan lebih termotivasi dalam menelaah materi. Hal ini sesuai konsep dari Iif Khoiru Ahmadi, M.Pd dkk (2011: 63) bahwa pembelajaran Team Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa dengan menggunakan Team Games Tournament (TGT) pada penelitian ini dapat tercapai sesuai indikator keberhasilan yaitu sebesar 75%.Oleh karena itu peneliti menganggap cukup dan tidak melanjutkan siklus berikutnya.

PENUTUP

Simpulan

  1. Penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat dari kondisi awal terdapat 16 siswa atau 50% yang motivasi belajarnya cukup, siklus I siswa yang berkriteria cukup baik 65%, pada siklus II meningkat menjadi 81%. Dari kondisi awal ke siklus I terjadi peningkatan motivasi sebesar 9,375%, dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 16%, Ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran getaran, gelombang dan bunyi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIIC Semester 2 SMP Negeri 1 Lebaksiu tahun pelajaran 2019/2020.
  2. Penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Lebaksiu Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat pada kondisi awal dari 32 siswa yang mengikuti tes memperoleh nilai tuntas sebanyak 16,00%, pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 65,62% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 49% dari kondisi awal ke siklus I dan sebesar 22,3% dari siklus I ke siklus II. Peningkatan pencapaian ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa siswa telah menguasai materi pelajaran. Dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran siswa akan lebih termotivasi dalam menelaah materi.

Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, dalam rangka meningkatkan kwalitas pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di SekolahMenengahPertama pada khususnya, peneliti menyarankan:

  1. Guru dalam mengajar diharapkan menerapkan berbagai model pembelajaran sehingga tidak monoton.
  2. Guru mampu merancang pembelajaran dengan menggunakan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa.
  3. Guru diharapkan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT).

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Dimyati dan Mudjiono. 1999: 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Hudoyo. 1998. Pengembangan Kurikulum Matematika dan Pelaksanaannya di Depan Kelas. Jakarta: Depdikbud

Nasution. 2013. Metode Reaseach (penelitian). Jakarta: Bumi Aksara

Oemar Hamalik. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Antariksa

Saeful Bahri Djamarah, 2002. Psicology Belajar Jakarta: Rineka Cipta

Soemanto. 2006. Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Thursan Hakim, 2001. Belajar secara efektif, Jakarta, Puspa Swara