PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL

UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MATERI HUKUM KASIH

PADA SISWA KELAS I SDN 2 NGAWEN

SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Sri Minah

Guru SD Negeri 2 Ngawen Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen materi hukum kasih melalui media audio visual pada siswa kelas I SDN 2 Ngawen semester 2. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 2 Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Media Audio Visual dapat meningkatkan proses pembelajaran, baik keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Hal dapat terlihar dari keterampilan guru dengan menerapkan Media Audio Visual pada siklus I mendapat skor sebanyak 26 termasuk kriteria baik. Sedangkan pada siklus II mendapat skor sebanyak 31 termasuk kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan guru pada tiap siklusnya. Selain itu dapat disimpulkan bahwa Media Audio Visual dapat meningkatkan keterampilan guru. Aktivitas siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan menerapkan Media Audio Visual mengalami peningkatan setiap siklusnya dengan mendapat skor pada siklus I memperoleh skor 17 dengan rata-rata 2,2 dan masuk dalam kreteria baik. Dan hasil pada siklus II mendapat skor 26dengan rata-rata 3,3. Sehingga dapat dikategorikan bahwa aktivitas siswa pada penelitian ini meningkat setiap siklusnya. Selain itu dapat disimpulkan bahwa Media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan menerapkan Media Audio Visual mengalami peningkatan yaitu rata-rata hasil belajar kelas II pada siklus I yaitu 72, dan pada siklus II yaitu 88. Persentase siswa yang tuntas belajar pada siklus I hanya 2 siswa sebanyak 67%, dan pada siklus II yaitu 3 siswa sebanyak 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan Media Audio Visual. Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat Hasil Belajar pada Siswa Kelas I SDN 2 Ngawen Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016.

Kata kunci : Hasil Belajar, Media Audio Visual


PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Banyak pendapat yang memberi-kan pengertian dan cakupan kajian Pendidikan Agama Kristen. Menurut Tokoh Reformasi Martin Luter (1488-1548) PAK adalah pendidikan yang melibatkan warga jemaat untuk belajar teratur dan tertib agar semakin menyadari dosa mereka serta bersukacita dalam firman Yesus Kristus yang memerdekakan. Di samping itu PAK memperlengkapi mereka dengan sumber iman, khususnya yang berkaitan dengan pengalaman berdoa, firman tertulis (Alkitab) dan rupa-rupa kebudayaan se-hingga mereka mampu melayani sesame-nya termasuk masyarakat dan negara serta mengambil bagian dengan bertanggung jawab dalam persekutuan Kristen. Selain itu menurut John Calvin PAK adalah pendidikan yang bertujuan mendidik semua putra-putri gereja agar mereka terlibat dalam penelaahan Alkitab secara cerdas sebagaimana dengan bimbingan Roh Kudus; mengambil bagian dalam kebaktian dan memahami keesaan Gereja, diperleng-kapi untuk memilih cara-cara mengejawan-tahkan pengabdian diri kepada Allah Bapa dan Yesus Kristus dalam pekerjaan sehari-hari serta hidup bertanggung jawab di bawah kedaulatan Allah demi kemuliaan-Nya sebagai lambang ucapan syukur mereka yang dipilih dalam Yesus Kristus.

Berdasarkan uraian di atas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sangat penting bagi peserta didik yang beragama Kristen. Siswa SDN 5 Ngawen yang beragama Kristen berhak mendapatkan pengajaran dari guru Pendidikan Agama Kristen. Namun minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen cenderung rendah. Hal tersebut ditunjukan dari hasil belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas I SDN 2 Ngawen masih berada dibawah standar KKM yang ditentukan yakni 70.

Untuk memecahkan masalah pem-belajaran tersebut, peneliti menetapkan alternatif tindakan untuk meningkatkan hasil belajar, yang dapat mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan kreativitas guru. Maka peneliti menggunakan Media Audio Visual . Pemilihan alternatif Media Audio Visual di-landasi argumen pentingnya guru mende-sain pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Peng-gunaan Media Audio Visual dan merupakan salah satu pembelajaran multimakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan karena menggunakan media yang menarik.

Dari ulasan latar belakang tersebut maka peneliti akan mengkaji melalui penelitian tindakan kelas dengan judul ” Penggunaan Media Audio Visual Untuk Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Materi Hukum Kasih Pada Siswa Kelas I SDN 2 Ngawen Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016”.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan Latar Belakang Masalah Diatas, Dapat Dirumuskan Sebagai Berikut : “Bagaimana Cara Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Materi Hukum Kasih Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas I SDN 2 Ngawen ?”

TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penelitian ini adalah :”Untuk meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Materi Hukum Kasih Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas I SDN 2 Ngawen”

KAJIAN TEORI

Pengertian Belajar

Gagne dan Berliner (Anni, 2007: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Morgan et.al. (Anni, 2007: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman. Menurut Slavin (Anni, 2007: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan indivudu yang disebabkan oleh pengalaman.

Keterampilan guru

Menurut James B. Brow seperti yang dikutip oleh Sardiman A.M (dalam B Suryosubroto, 2009:2) mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiap-kan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.

Aktivitas siswa dalam belajar

Menurut Sardiman (2011:100) aktivitas belajar merupakan prinsip atau azas yang sangat penting didalam interaksi belajar mengajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini bukan hanya aktivitas fisik tetapi mencakup aktivitas mental. Pada kegiatan belajar, kedua aktivitas tersebut saling berkait. Aktivitas fisik ialah peserta didik giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain ataupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Peserta didik yang mempunyai aktivitas psikis (kejiwaan) adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya dalam rangka pembelajaran. Seluruh peranan dan kemauan dikerahkan dan diarahkan supaya daya itu tetap aktif untuk mendapatkan hasil pengajaran yang optimal.

Hasil Belajar

Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru.Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembang-an mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomo-tor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.

Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Agama Kristen adalah sebuah usaha yang bersifat pendidikan dan pembelajaran kepada seluruh warga jemaat secara bertahap untuk mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, yang dituliskan dalam Alkitab sebagai sumber utama pembelajaran, dengan demikian setiap peserta didik memiliki pengenalan yang benar akan anak Allah, kedewasaan penuh, dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan setiap hari, sehingga dapat mengasihi sesama, dan menunjukkan perananannya di tengah masyarakat luas.

Media Audio Visual

Media audio visual menurut Sumantri (2001:161) merupakan jenis media tidak hanya dapat dipandang atau diamati, tetapi juga dapat didengar. Sedangkan menurut Djamarah ( 1997 : 212) media audio-visual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

Media audiovisual dipilih dalam pembelajaran karena memiliki beberapa fungsi. Fungsi dari media audiovisual adalah:

a. Memberikan pengalaman belajar secara visual, maupun se­cara audial.

b. Menumbuhkan minat peserta didik terhadap pelajaran.

c. Memudahkan pemahaman dan pengertian tentang suatu konsep kejadian serta keterampilan.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dimulai dengan menyusun proposal penelitian.Waktu pene-litian dilkukan mulai bulan Januari sampai Maret 2015 selama tiga bulan.Tempat penelitian dikelas I SD Negeri 2 Ngawen pada semester 2 tahun Pelajaran 2015/2016.Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 2 Ngawen Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 4 anak.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data meng-gunakan teknik dokumentasi untuk mendapatkan data kondisi awal, tentang keaktifan siswa dalam pembelajaran,Teknik Pengamatan / observasi untuk mencari data tentang keaktifan siswa dalam pembelajaran baik dalam siklus 1 maupun dalam siklus 2, dan teknik tes tertulis untuk mencari data tentang hasil belajar siswa baik dalam siklus 1 maupun dalam siklus 2.

Alat Pengumpulan Data berupa Dokumen daftar nilai dan Dokumen catatan personal siswa data tentang keaktifan siswa dalam pembelajaran pada kondisi awal,Lembar Pengamatan dan pedoman pengamatan untuk mendapatkan data keaktifan belajar siswa dalam pembelajar-an pada siklus 1 dan siklus 2.

Validasi dan Analisis Data

Validasi data untuk memperoleh data keaktifan siswa selama proses pembelajaran dilakukan observasi / pengamatan yang dibantu oleh teman guru,sedangkan untuk memperoleh data hasil belajar siswa menggunakan tes tertulis.Agar butir soal yang dibuat benar –benar valid maka perlu dibuat kisi –kisi soal.

Dalam menganalisis hasil belajar menggunakan analisis deskriptif komperatif, yaitu membandingkan nilai tes yang diperoleh siswa pada kondisi awal,nilai tes setelah siklus pertama dan nilai tes setelah siklus kedua.Kemudian dilanjutkan refleksi : menarik kesimpulan berdasarkan deskripsi komperatif,membuat ulasan berdasar simpulan, dan menentukan action plan / tindak lanjut.

Prosedur Tindakan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan kelas. Tindakan yang dilakukan ada 2 siklus.Siklus 1 yaitu melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan konstektual tanpa bimbingan guru dalam tiap-tiap langkah kegiatan. Siklus 2 yaitu melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan konstektual dengan bimbingan guru dalam tiap-tiap langkah kegiatan. Tahapan tindakan Ada 4 tahap yaitu : (1) Planning (perencanaan), (2) Acting (pelaksanaan), (3) Observasi (Pengamatan), (4) Reflecting (refleksi), yang direfleksi deskriptif komparatif.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal peneliti belum menggunakan pembelajaran dengan Media Audio Visual ,diperoleh hasil bahwa keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen siswa dikelas I SD Negeri 2 Ngawen rendah Hasil belajar juga rendah, nilai rata-rata ulangan harianya masih dibawah nilai KKM yang ditetapkan Sekolah.

Deskripsi Siklus 1 dan Siklus 2

Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan Media Audio Visual dapat meningkat, hal ini dapat dibuktikan dari hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran. Pada siklus I kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan skor 34 menunjukkan kriteria cukup baik, dan skor pada siklus II sebesar 48 dengan kriteria sangat baik.

Aktivitas siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat meningkat dengan Media Audio Visual meningkat, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil observasi aktivitas siswa yang menunjukkan peningkatan dari siklus I sampai siklus II sehingga pembelajaran lebih bermakna karena siswa ikut berperan aktif dalam pembelajaran. Pada siklus I skor aktivitas siswa sebesar 18 menunjukkan kriteria cukup, dan siklus II skor 26 dengan kriteria baik.

Hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dengan menggunakan Media Audio Visual meningkat, pada siklus I rerata kelas sebesar 71 dengan persentase ketuntasan sebesar klasikal 52%, dan pada siklus II nilai rerata kelas sebesar 83 dengan persentase ketuntasan belajar kalsikal sebesar 82%.

Peningkatan Tiap Siklus

No

Kategori Analisis

Siklus I

Sklus II

Peningkatan (%)

1

Keterampilan Guru

34

(64,28%)

48

(73,21%)

14

(25%)

2

Akvitas Siswa

18

(52.81%)

26

(62,19%)

7,8

(23,75%)

4

Hasil Belajar Siswa

52%

82%

25%

PENUTUP

Simpulan

Dari seluruh pelaksanaan penelitian tindakan kelas di kelas I SD Negeri 2 Ngawen kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dapat disimpulkan bahwa : Menurut teoritik, Penggunaan Media Audio Visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan hasil pembelajaran bagi siswa.

SARAN

Bagi Guru, dapat menggunakan model pembelajaran inovatif lainya agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam pembelaran. Dalam pembelajaran masih banyak metode atau model lainnya yang dapat di gunakan untuk menunjang keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.

Bagi Siswa, melalui Media Audio Visual yang menuntut keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menjadi meningkat. Hal ini bisa diterapkan pada mata pelajaran yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.2006a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Dahar, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

Depdiknas. 2001. Buku 1 Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2002. Petunjuk Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, StandarKompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen SD/MI. Jakarta: Depdiknas.

DR. Basuki. 2001. Media Pengajaran. Bandung : CV. Maulana

Ekosiswoyo, Rasdi, dkk. 1997. Manajemen Kelas Suatu Upaya Untuk Memperlancar Kegiatan Belajar. Semarang: IKIP Semarang Press.

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Saminanto. 2010. Ayo Praktik PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Semarang : Rasail Media Grop

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sardiman, AM. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.

Subagyo. 2004. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2002. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syah, Muhibbin. 2000. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Winkel. 2007. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo

Zaini, Hisyam dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD

Â