PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN

BERMAIN ALAT MUSIK PIANIKA MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS IXB SMPN 2 BRINGIN KABUPATEN SEMARANG

SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

Endang Susilowati

SMPN 2 Bringin Kabupaten Semarang

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan keterampilan bermain pianika melalui model tutor sebaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas IXB SMPN 2 Bringin. Prosedur penelitian tindakan kelas ini ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes yang diberikan di setiap akhir siklus, metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan bermain pianika. dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dari sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru, keceriaan dalam mengikuti pembelajaran, keseriusan dalam berlatih, keaktifan bertanya, dan semangat belajar. Rata-rata peningkatan keterampilan dari 24 siswa, pada prasiklus 6 siswa (25%) memperoleh nilai ≥ 70, pada siklus 1 terjadi peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai ≥ 70, dan meningkat cukup pesat pada siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berhasil memperoleh nilai ≥ 70. Sedangkan siswa yang belum berhasil memperoleh nilai ≥ 70 hanya 2 siswa (8%). Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya dapat meningkatkan keterampilan bermain pianika pada siswa kelas IXB SMPN 2 Bringin.

Kata kunci: metode tutor sebaya, bermain pianika, SMPN 2 Bringin

 

LATAR BELAKANG

Pada pembelajaran praktik alat musik pianika, peserta didik masih kesulitan dalam keterampilan memainkan alat musik pianika yang berhubungan dengan penjarian yang benar. Hal ini bisa dilihat dari cara memainkan lagu dengan penjarian yang tidak sesuai dengan aturan, sehingga banyak peserta didik yang tidak bisa menguasai lagu dengan maksimal. Akibat dari hal tersebut, banyak peserta didik yang mendapat nilai rendah. Pemilihan alat musik pianika sebagai alat musik pembelajaran karena selama ini peserta didik belum pernah mempelajari alat musik pianika dan letak notasi pada alat musik pianika, maka perlu pembenahan penjarian dalam bermain alat musik pianika. Hampir semua peserta didik pada pembelajaran praktik alat musik pianika mendapat nilai kurang.

Selama ini, guru mengajar hanya dengan menggunakan metode ceramah saja maka daya serap siswa terhadap materi pelajaran hanya mencapai kurang lebih 20% saja. Hal ini tentu saja tidak memenuhi harapan sesuai dengan standar ketuntasan belajar minimal (KKM) 76 atau lebih, kemudian salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan menggunakan metode tutor sebaya. Metode tutor sebaya menjadi pilihan dalam penelitian ini mengingat masih banyak siswa yang belum menguasai teknik dasar bermain pianika dan hanya sedikit siswa yang telah menguasai keterampilan bermain musik pianika. Metode tutor sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran diharapkan penguasaan siswa terhadap meteri pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Kajian Teori

Pengertian Belajar

Belajar adalah perubahan tingkah laku dari seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman yang berulang-ulang dengan hasil yang relatif berupa kecakapan, kebiasaan, sikap dan kepandaian dalam interaksi dengan lingkungannya. Hasil belajar adalah penguasaan, pengetahuan, atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.

Hasil belajar yang ingin dicapai meliputi tiga aspek yaitu: (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, dan (3) aspek psikomotorik. Aspek kognitif meliputi enam tingkatan yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Aspek afektif meliputi penerimaan, respon, penghargaan, pengorganisasian dan pengamalan. Aspek psikomotorik meliputi lima kategori yaitu: menirukan, memanipulasi, ketepatan gerakan, artikulasi, dan naturalisasi. Setiap guru mempunyai pandangan yang berbeda-beda dalam menentukan suatu proses pembelajaran dinyatakan berhasil atau tidak berhasil. Namun demikian seharusnya untuk menyamakan persepsi sebaiknya para guru berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini.

Keterampilan Bermain Musik Pianika

Alat musik pianika adalah alat musik yang memiliki bilah-bilah nada(tuts), Pianika dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur yang dihubungkan ke mulut. Teknik penjarian pada pianika dengan cara memberi simbol-simbol angka pada jari-jari tangan kanan yaitu:

a.     angka 1 untuk ibu jari

b.     angka 2 untuk jari telunjuk

c.     angka 3 untuk jari tengah

d.     angka 4 untuk jari manis, dan

e.     angka 5 untuk jari kelingking

Metode Tutor Sebaya

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran yang efisien adalah pendekatan pembelajaran tutor sebaya. Pembelajaran efisien dalam arti bahwa dapat menghemat waktu dan tenaga dalam satu proses pembelajaran yang menyenangkan, terlebih jika siswa didalam kelas bersifat heterogen dari sisi pemahaman. Pada situasi pemahaman siswa yang heterogin terdapat siswa yang benar-benar cepat menguasai materi pembelajaran, tetapi juga ada siswa yang lambat dalam penguasaan materi pembelajaran.

Dengan memperhatikan pengertian tutor sebaya, maka dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya ialah pemanfaatan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu memberi penjelasan, bimbingan dan arahan kepada siswa yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau sekelas.

Siswa yang menjadi tutor sebaya dipilih oleh guru secara cermat serta diberikan motivasi agar dapat melaksanakan tugas membantu teman sebaya yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran dengan sebaik mungkin..

Kerangka Berpikir

Langkah awal dalam pembelajaran alat musik pianika adalah pengenalan bagian-bagian alat musik pianika, teknik penjarian dan selanjutnya praktek memainkan lagu dengan menggunakan pianika. Prasiklus guru mendemonstrasikan teknik dasar bermain pianika, lalu siswa berlatih sesuai petunjuk guru. Kesulitan yang dialami siswa mendapat bimbingan langsung dari guru

Siklus 1 guru mendemonstrasikan teknik dasar bermain pianika, lalu siswa berlatih sesuai petunjuk guru. Kesulitan yang dialami siswa mendapat bimbingan langsung dari guru dan siswa tutor sebaya

Siklus 2, guru menyeleksi siswa-siswa yang lebih cepat menguasai materi pembelajaran serta memberikan motivasi untuk dapat membantu kesulitan siswa yang lain. Guru membentuk kelompok sejumlah siswa yang telah menguasai teknik bermain pianika. Siswa-siswa yang telah menguasai teknik bermain pianika ditunjuk sebagai tutor sebaya yang bertugas membantu siswa-siswa lain yang belum menguasai materi teknik memainkan alat musik pianika. Kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran siklus 2 mendapat bimbingan dari guru dan bantuan dari tutor sebaya.

Kegiatan pembelajaran teknik memainkan alat musik pianika yang telah dilakukan melalui pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 tentunya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai permainan alat musik pianika.

Metodologi Penelitian

Tempat dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri 2 Bringin Kabupaten Semarang. Subjek penelitian ini adalah kelas IX B berjumlah 32 siswa, dengan 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Adapun yang terlibat dalam penelitian ini adalah satu orang pengamat yaitu teman sejawat.

Waktu

Waktu pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan pra siklus, siklus I dan siklus II.

Sumber Data

Data dalam penelitian ini berupa hasil pengamatan, catatan lembar observasi dan dokumentasi dari setiap pelaksanaan dalam pembelajaran keterampilan bermain alat musik pianika dengan metode tutor sebaya pada SMP Negeri 2 Bringin Kabupaten Semarang. Sumber data penelitian adalah proses pembelajaran keterampilan bermain alat musik pianika dengan metode tutor sebaya pada siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Bringin, yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, kegiatan dan evaluasi pembelajaran dan perilaku siswa dalam proses pembelajaran.

Analisis Data

Hasil data yang telah diperoleh dalam penelitian, dianalisis dengan menggunakan model analisis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif yaitu yang berhubungan dengan hasil pegamatan dan pencatatan lapangan. Pengamatan dan pencatatan lapangan maksudnya disini adalah pengamatan dan pencatatan lapangan mengenai rancangan pembelajaran yang telah disusun untuk proses pembelajaran, baik berupa kegiatan rancangan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa. Sedangkan analisis data kuantitatif berkaitan dengan hasil belajar siswa. Di analisis secara deskripsi dengan penyajian tabel dan persentase hasil belajar siswa.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pelaksanaan Penelitian

Prasiklus

Data aktivitas siswa diperoleh berdasarkan perhitungan jumlah skor dibagi dengan jumlah siswa. Skor rerata aktivitas siswa berdasarkan hasil pengamatan pada prasiklus dapat disajikan pada tabel dan diagram berikut:

Tabel 1. Skor Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus

No

Aspek-Aspek Pengamatan

Skor Rata-rata

1

Sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru

3,00

2

Senang dalam mengikuti pembelajaran

3,04

3

Serius dalam pembelajaran/latihan

3.08

4

Keaktifan bertanya

0,33

5

Semangat dalam pembelajaran

2,88

 

Rerata

2,47

 

Kategori

rendah

 

Table 2. Hasil Aktivitas Belajar Prasiklus

No

Kategori belajar

Jumlah siswa

1

Sangat Tinggi (skor 21-25)

0

2

Tinggi (16-24)

5

3

Cukup (11-15)

10

4

Rendah (6-10)

17

 

Tabel 3. Hasil Belajar Siswa Prasiklus

No

Rentang Nilai Kategori

Kategori

Jumlah siswa

Prosentase

1

96-100

Sangat baik

0%

2

86-95

Baik

3

9%

3

76-85

Cukup

4

13%

4

65-75

Kurang

25

78%

 

 

 

 

Siklus 1

Hasil perolehan nilai aktivitas dan hasil belajar siswa pada siklus 1 disajikan dalam tabel dan diagram berikut:

Tabel 4. Skor Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa Siklus I

No

Aspek-Aspek Pengamatan

Skor Rata-rata

1

Sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru

3,30

2

Senang dalam mengikuti pembelajaran

3,54

3

Serius dalam pembelajaran/latihan

3.35

4

Keaktifan bertanya

1,53

5

Semangat dalam pembelajaran

3.50

 

Rerata

3,04

 

Kategori

cukup

 

Tabel 5. Hasil Aktivitas Belajar Siklus 1

No

Kategori belajar

Jumlah siswa

1

Sangat Tinggi (skor 21-25)

7

2

Tinggi (16-24)

7

3

Cukup (11-15)

12

4

Rendah (6-10)

6

5

Sangat rendah (0-5)

0

 

Table 6. Hasil Belajar Siswa Siklus 1

No

Rentang Nilai Kategori

Kategori

Jumlah siswa

Prosentase

1

96-100

Sangat baik

6

18%

2

86-95

Baik

4

12%

3

76-85

Cukup

12

38%

4

65-75

Kurang

10

32%

 

Siklus II

Nilai aktivitas dan hasil belajar siswa pada siklus II disajikan dalam tabel dan diagram berikut:

Table 7. Skor Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa Siklus II

No

Aspek-Aspek Pengamatan

Skor Rata-rata

1

Sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru

4,34

2

Senang dalam mengikuti pembelajaran

4,51

3

Serius dalam pembelajaran/latihan

3.89

4

Keaktifan bertanya

3,53

5

Semangat dalam pembelajaran

4,50

 

Rerata

3,4,3

 

Kategori

baik

 

Tabel 8. Hasil Aktivitas Belajar Siklus II

No

Kategori belajar

Jumlah siswa

1

Sangat Tinggi (skor 21-25)

9

2

Tinggi (16-24)

11

3

Cukup (11-15)

12

4

Rendah (6-10)

0

5

Sangat rendah (0-5)

0

Tabel 9. Hasil Belajar Siswa Siklus II

No

Rentang Nilai Kategori

Kategori

Jumlah siswa

Prosentase

1

96-100

Sangat baik

10

32%

2

86-95

Baik

13

40%

3

76-85

Cukup

7

22%

4

65-75

Kurang

2

6%

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan sebelum diadakan tindakan (prasiklus), pada siklus 1 telah terjadi peningkatan aktivitas dan hasil. belajar siswa dalam memahami teknik memainkan alat musik pianika. Pada siklus II suasana pembelajaran terlihat lebih kondusif. Siswa lebih nyaman berlatih dengan tutor sebaya, karena siswa yang menjadi tutor adalah hasil seleksi guru. Kesulitan-kesulitan siswa secara efektif dapat diatasi dengan bantuan para tutor sebaya. Aktivitas belajar meningkat ditunjukkan dari semangat mereka berlatih bersama dalam satu kelompok. Setiap kelompok secara berulang memainkan lagu Sakura dengan pianika. Tutor sebaya membetulkan permainan temannya yang masih salah lalu memandunya untuk berlatih bersama lagi.

Peningkatan rerata, skor aktivitas, dan hasil belajar siswa secara pada kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II dapat disajikan pada tabel dan diagram segai berikut:

Table 10. Peningkatan Skor Aktivitas Belajar Siswa Berdasarkan Aspek Pengamatan

No

Aspek Pengamatan

Prasiklus

Siklus 1

Siklus 2

1

Sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru

3,00

3,30

4,34

2

Senang dalam mengikuti pembelajaran

3,04

3,54

4,51

3

Serius dalam pembelajaran/latihan

3.08

3.35

3.89

4

Keaktifan bertanya

0,33

1,53

3,53

5

Semangat dalam pembelajaran

2,88

3.50

4,50

 

Rerata

2,47

3,04

3,4,3

 

Kategori

rendah

cukup

baik

 

Table 11. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Berdasarkan Jumlah Siswa

No

Aspek Pengamatan

Prasiklus

Siklus 1

Siklus 2

1

Sangat Tinggi

0

7

9

2

Tinggi

5

7

11

3

Cukup

10

12

12

4

rendah

17

6

0

5

Sangat rendah

0

0

0

 

Table 12 Peningkatan Hasil Belajar Siswa

NO

Nilai

Ketuntasan Belajar

Prasiklus

Siklus 1

Siklus 2

N Siswa

%

N Siswa

%

N Siswa

%

1

≥ 76

7

22%

22

68%

30

94%

2

< 76

25

78%

10

32%

2

6%

 

 

 

Penutup

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.       Pemanfaatan tutor sebaya untuk membantu memberikan penjelasan, bimbingan, dan arahan kepada siswa yang kurang pandai atau lambat dalam penguasaan materi pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dari sikap perhatian siswa terhadap penjelasan guru, keceriaan dalam mengikuti pembelajaran, keseriusan dalam berlatih, keaktifan bertanya, dan semangat belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan aktivitas belajar yang dicapai oleh siswa.

2.       Penerapan metode tutor sebaya juga mampu meningkatkan hasil belajar keterampilan bermain pianika dari teknik penjarian, teknik artikulasi, ketepatan nada, ketepatan tempo, dan penjiwaan dalam memainkan lagu. Tingkat ketuntasan belajar siswa juga terjadi peningkatan dari 24 siswa, pada prasiklus 6 siswa (25%) memperoleh nilai ≥ 70, pada siklus 1 terjadi peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai ≥ 70, dan meningkat cukup pesat pada siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berhasil memperoleh nilai ≥ 70. Sedangkan siswa yang belum berhasil memperoleh nilai ≥ 70 hanya 2 siswa (8%). Dari skor hasil aktivitas dan nilai hasil belajar yang diperoleh siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Saran

Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan dapat diberikan saran sebagai berikut:

1.     Guru hendaknya menggunakan metode yang tepat dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran seni budaya. Penerapan metode pembelajaran yang tepat akan memudahkan siswa menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam teknik memainkan pianika. Guru diharapkan dapat menerapkan metode tersebut pada materi-materi pembelajaran yang lain, sehingga aktivitas belajar siswa dapat terus meningkat. Namun demikian bukan berarti metode tutor sebaya adalah metode yang paling baik digunakan dalam proses pembelajaran, masih banyak metode pembelajaran lain yang diharapkan para guru turut melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih tinggi.

2.     Sekolah seharusnya menambah fasilitas alat-alat musik ansambel selain recorder dan pianika. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam memainkan alat-alat musik ansambel secara lebih lengkap. Antusisas siswa perlu mendapatkan perhatian sekolah, sehingga kedepan sekolah dapat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sekolah lain khususnya dalam bidang musik. Hal ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik sekolah pada penerimaan siswa baru tahun-tahun yang akan datang

DAFTAR PUSTAKA

Aria Djalil. 1997. Metode Tutor Sebaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sugiyanto. 2004. Harmoni Komposisi.Jakarta: Arlangga

Conny R.Semiawan. (2009). Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menegah. Jakarta: Gramedia.

Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka CIpta hlm 231