PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA
MATERI PESAWAT SEDERHANA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND
LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KUANGSAN
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Nunuk Kristiningsih
Guru Kelas V SD Negeri Kuangsan

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPA materi Pesawat Sederhana melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti adalah Guru Kelas V SD Negeri Kuangsan Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SD Negeri Kuangsan. Waktu penelitian ini pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Subyek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan sebanyak 20 siswa yang terdiri 7 laki-laki dan 13 perempuan. Alat pengumpulan data adalah dokumentasi dan soal ulangan harian. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar IPA materi Pesawat Sederhana melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 meningkat. Hasil belajar pada Prasiklus adalah rata-rata kelas sebesar 46 dan ketuntasan sebesar 20%. Hasil belajar pada Siklus I adalah rata-rata kelas sebesar 68 dan ketuntasan sebesar 65%. Hasil belajar pada Siklus II adalah rata-rata kelas sebesar 81 dan ketuntasan sebesar 95%.
Kata Kunci: Hasil Belajar, IPA, Pesawat Sederhana, Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

PENDAHULUAN
Berdasarkan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti uji kompetensi mata pelajaran IPA dalam materi Pesawat Sederhana siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 menunjukkan 80% dari jumlah siswa keseluruhan 20 anak, hasilnya dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi Pesawat Sederhana masih sangat rendah, sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa juga sangat rendah.
Kegiatan belajar mengajar selama ini, guru hanya menggunakan model pembelajaran yang monoton. Artinya guru hanya menjelaskan materi seperti yang ada dalam buku saja, kemudian siswa disuruh mengerjakan latihan soal. Disini siswa hanya mendengarkan penjelasan guru. Siswa pasif dalam kegiatan belajar mengajar, yang aktif hanya guru. Guru tidak menggunakan dunia nyata sebagai suatu konteks berpikir siswa, sehingga siswa dapat berpikir kritis untuk memperoleh konsep pengetahuan.
Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap materi pelajaran juga karena model pembelajaran yang digunakan guru belum tepat. Untuk itu guru harus mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Dengan harapan guru mampu memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kebaikannya, sehingga hasil belajar siswa meningkat lebih baik.
Salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Dengan penerapan model CTL akan membawa siswa lebih memahami materi Pesawat Sederhana secara nyata, sehingga siswa lebih memahami materi. Hal itu bisa meningkatkan nilai ketuntasannya secara klasikal dan dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Hasil belajar yang rendah perlu mendapat perhatian dari guru. Guru perlu menggunakan model pembelajaran yang dulu konvensional diganti dengan model pembelajaran CTL. Rendahnya hasil belajar siswa bisa juga dipengaruhi oleh materi yang sulit, penjelasan guru kurang menarik, pemahaman anak yang rendah ataupun karena anak pasif dan gurunya yang dominan.
Penggunaan model pembelajaran yang monoton membuat siswa jenuh dan bosan, sehingga siswa tidak memahami dan menguasai materi itu. Tetapi sebaliknya dengan penerapan model pembelajaran CTL diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar.
Untuk mengatasi masalah-masalah di atas penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun judul penelitian tersebut adalah “Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pesawat Sederhana melalui Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.”
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti adalah Guru Kelas V SD Negeri Kuangsan Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SD Negeri Kuangsan. Waktu penelitian ini pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.
Subyek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan sebanyak 20 siswa yang terdiri 7 laki-laki dan 13 perempuan. Alat pengumpulan data adalah dokumentasi dan soal ulangan harian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Kondisi Awal
Pembelajaran IPA tentang Pesawat Sederhana, guru hanya menjelaskan materi sesuai teks dalam buku, anak tidak aktif. Pembelajaran bersifat konvensional, sehingga anak jenuh dan pasif. Sedangkan hasil tes formatif adalah rata-rata kelas 46, nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 30 dengan ketuntasan sebesar 20%.
Deskripsi Siklus I
Pembelajaran IPA tentang Pesawat Sederhana sesuai dengan jenis Tuas golongan 1, 2 dan 3 serta Bidang miring melalui penerapan model pembelajaran CTL, siswa dibagi menjadi 2 kelompok besar, masing-masing terdiri dari 10 anggota. Masing-masing kelompok melakukan percobaan pada Pesawat Sederhana tersebut. Pembelajaran masih mengalami permasalahan, sehingga hasil belajar belum memuaskan. Sesuai dengan hasil tes formatif adalah rata-rata kelas 68, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40 dengan ketuntasan sebesar 65%.
Deskripsi Siklus II
Pembelajaran IPA tentang Pesawat Sederhana sesuai dengan jenis Katrol dan Roda Berporos melalui penerapan model pembelajaran CTL, siswa dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 4 anggota. Masing-masing kelompok melakukan percobaan pada Pesawat Sederhana tersebut dan bertanya kepada kelompok lain. Pembelajaran semakin lancar dan aktif, sehingga hasil belajar meningkat dan memuaskan. Sesuai dengan hasil tes formatif adalah rata-rata kelas 81, nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60 dengan ketuntasan sebesar 95%.
Pembahasan
Berdasaarkan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah melakukan evaluasi pada mata pelajaran IPA materi Pesawat Sederhana pada Prasiklus ternyata menunjukkan 80% dari 20 anak belum tuntas. Artinya belum dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sedangkan 20% dari 20 anak sudah tuntas. Sedangkan nilai rata-rata kelasnya menunjukkan hanya 46. Ini menunjukkan pembelajaran pada materi Pesawat Sederhana tidak berhasil.
Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Pada pembelajaran Siklus I ini digunakan model pembelajaran CTL dengan membagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Disamping itu, guru juga sebelumnya menggali pengetahuan siswa dengan hal-hal yang ada dis ekitar kita sesuai dengan materi tentang Pesawat Sederhanam sehingga anak tidak asing dengan materi yang ada di sekitar lingkungannya. Pembelajaran Siklus I ini siswa dibagi menjadi 2 kelompok besar diharapkan bisa lebih meningkatkan hasil belajar. Tampak hasil belajar Siklus I prosentase kutuntasan 65% atau 13 anak, sedang yang belum tuntas 35% atau 7 anak.
Pada perbaikan pembelajaran Siklus II sama dengan Siklus I, yaitu masih menggunakan model pembelajaram CTL. Hanya bedanya pada perbaikan pembelajaran Siklus II ini siswa dibagi menjadi 5 kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri 4 anggota. Dengan perlakuan seperti ini tampak sekali adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada penbelajaran Siklus II, hasil belajar siswa prosentase ketuntasan 95% atau 19 anak, sedang yang belum tuntas 5% atau 1 anak.
Peningkatan hasil belajar itu disebabkan adanya perbaikan pembelajaran dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Guru menggunakan alat peraga yang tepat dengan mengaitkan materi dalam kehidupan sehari-hari siswa.
2. Guru menerapkan model pembelajaran CTL yang meminta anak untuk aktif menemukan sendiri.
3. Guru dan siswa aktif dalam diskusi kelompok
Dari hasil penelitian dari Prasiklus, Siklus I dan Siklus II tersaji dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Hasil belajar pada Prasiklus, Siklus I dan Siklus II.
No Hasil belajar Prasiklus Siklus I Siklus II
1 Rata-rata kelas 46 68 81
2 Nilai tertinggi 70 90 100
3 Nilai terendah 30 40 60
4 Ketuntasan 20 65 95

Dari perbandingan ketuntasan belajar pada Prasiklus, Siklus I dan Siklus II tampak terlihat peningkatan hasil belajar yang sangat signifikan setelah dilakukam perbaikan pembelajaran. Tampak pada Siklus II, tingkat ketuntasan sudah mencapai 95%. Untuk itu peneliti merasa tidak perlu lagi melakukan perbaikan pembelajaran lagi.
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri Kuangsan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 pada mata pelajaran IPA materi Pesawat Sederhana dan peningkatan tersebut dengan ketuntasan mencapai 95%.
Saran
Saran dalam penelitian ini adalah
1. Guru menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk melakukan pembelajaran di kelasnya agar bisa meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Guru menerapkan model pembelajaran baru agar dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran lain, misalnya dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).
DAFTAR PUSTAKA
Elaina B. Johson, 2002. Contextual Teaching and Learning. California: Corwin Press, Inc
Dimyati dan Mudjiono, 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hisyam Zaini, 2002. Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: CTSD (Center For Teaching Staff Development).
Rustana, CE. 2002. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Buku 5 Pembelajaran dan Pengajaran Kontestual. Jakarta: Direktorat PLP Dikdasmen Depdiknas.
Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:: Raja Grafindo.
Sugiyanto. 2009. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta.
Wardani, dkk, 1985. Delapan Ketrampilan Dasar Mengajar. Jakarta: Dirjen Dikti.