PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU

MATA PELAJARAN PENJASORKES MELALUI BERMAIN BOLA

PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 4 ADIWERNA

SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Rasipan

SMP Negeri 4 Adiwerna

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa yang ditandai dengan masih rendahnya persentase keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru pada kondisi awal yaitu 41,67% dan belum tercapainya ketuntasan belajar klasikal sebagaimana analisis nilai tes kemampuan siswa pada kondisi awal diketahui besarnya siswa yang tuntas belajar baru mencapai 14 siswa atau 41,18%, padahal kriteria ketuntasan belajar klasikal yang telah ditentukan adalah 77%. Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 2 siklus penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan dalam pembelajaran tolak peluru gaya menyamping siswa mengalami peningkatan sebagaimana analisis observasi keaktifan belajar diketahui pada kondisi awal persentasenya hanya 41,67%, pada siklus I sebesar 65,85%, dan pada siklus II mencapai 78,10%. Sedangkan nilai tes hasil belajar diketahui pada kondisi awal persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 41,18%, pada siklus I sebesar 67,65%, dan pada siklus II mencapai 88,24%, serta proses pembelajaran berlangsung dengan kondusif. Saran untuk guru lain adalah perlunya menerapkan pembelajarantolak peluru gaya menyamping melalui bermain bola”, mengingat cukup signifikan dampak postitif terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru gaya menyamping.

Kata-kata kunci: Keaktifan Dan Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya Menyamping ,”Bermain Bola”.

 

PENDAHULUAN

Menurut Standar Isi pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 tahun 2006 Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk jenjang SMP/MTs adalah sebagai berikut: 1) Permainan dan olahraga,2) Aktivitas pengembangan, 3) Aktivitas senam, 4) Aktivitas ritmik, 5) Aktivitas air, 6) Pendidikan luar kelas, 7) Kesehatan.

Permainan dan olahraga meliputi olahraga bola besar, bola kecil, atletik dan bela diri. Permainan bola besar terdiri dari bola basket, bola voli, dan sepak bola. Permainan bola kecil terdiri dari tenis meja, bulu tangkis, softball, dan kasti. Atletik terdiri dari nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Nomor lempar yang diberikan adalah tolak peluru, lempar cakram, dan lempar lembing.

Hasil belajar tolak peluru yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 4 Adiwerna masih cenderung rendah yaitu berada disekitar KKM yaitu 77 atau bahkan di bawahnya. Hal ini dapat dibuktikan dari pengalaman dan pengamatan di lapangan ditemukan sebagian besar atau hampir 59% siswa mendapat nilai di bawah KKM sebagaimana hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap masalah pembelajaran yang berisi temuan untuk memperoleh penelitian yang lebih berfokus maka batasan masalah yang akan diteliti adalah peningkatan keaktifan dan hasil belajar melalui bermain bola pada siswa kelas VIII A Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018.

Berorientasi pada latar belakang masalah yang dijumpai, maka peneliti dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) Apakah bermain bola dapat meningkatkan keaktifan belajar tolak peluru mata pelajaran Penjasorkes pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 ?. (2) Apakah bermain bola dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru mata pelajaran Penjasorkes pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 ?.(3) Bagaimanakah proses bermain bola dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru mata pelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 ?.

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk: (1) Meningkatkan keaktifan belajar tolak peluru melalui bermain bola pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018. (2) Meningkatkan hasil belajar tolak peluru melalui bermain bola pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017 /2018. (3) Mengetahui langkah-langkah bermain bola untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018.

KAJIAN PUSTAKA

Belajar dan Pembelajaran

Menurut W.S. Wingkel dalam Max Darsono dkk.(2000:4) belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap.

Slameto (2013:2) berpendapat bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.

Berdasarkan pada pengertian di atas pada prinsipnya belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.

Keaktifan Belajar

Keaktifan adalah kegiatan, kesibukan. Keaktifan identik dengan aktivitas. Jadi keaktifan belajar adalah kegiatan atau kesibukan siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah yang membantu kegiatan belajar siswa.

Keaktifan Menurut Sriyono, (1992:75) Keaktifan adalah pada saat guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif, jasmani maupun rohani. Keaktifan jasmani maupun rohani.

Dalam kegiatan belajar mengajar, anak adalah sebagai subjek dan sebagai objek dari kegiatan pengajaran. Karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran akan tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain 2013:38)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan keaktifan belajar adalah kegiatan atau kesibukan siswa dalam kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan pembelajaran akan tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya.

Hasil Belajar

Penilaian merupakan kegiatan pengumpulan informasi hasil belajar siswa untuk menetapkan apakah siswa telah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum, berdasarkan data yang telah diperoleh untuk memberikan keputusan terhadap prestasi belajar.

Prestasi belajar merupakan aspek penting dalam proses belajar mengajar, yang perlu diperhatikan oleh guru, karena prestasi belajar merupakan salah satu indikator penilaian keberhasilan program pengajaran. Di dalam pengajaran pendidikan jasmani dan olahraga, prestasi belajar gerak merupakan salah satu indikator prestasi yang harus dinilai oleh guru tehadap siswa-siswanya.

Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006:57) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh guru untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dkk (2013:105) menyatakan bahwa untuk menyamakan persepsi sebaiknya berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan instruksional dari bahan tersebut.

            Dari uraian di atas dapat disimpulkan bawa penilaian yang dilakukan oleh guru adalah upaya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan atau belum. Penilaian dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar siswa sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan

Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan menurut Adang Suherman (2000:1) merupakan pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik sebagai media utama untuk mencapai tujuan. Bentuk-bentuk aktivitas yang digunakan oleh anak sekolah adalah bentuk gerak olahraga sehingga kurikulum pendidikan jasmani diajarkan menurut cabang-cabang olahraga. Lebih lanjut Adang Suherman (2000:200), menyatakan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan melalui aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatan individu secara organik, neuromuskular, intelektual dan emosional.

Menurut Depdiknas (2003:2), pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan keterampilan hidup aktif, dan sikap positif melalui pendidikan jasmani.

Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebagai bagian pendidikan secara keseluruhan yang prosesnya meggunakan aktivitas jasmani berupa pengorganisasian gerak tubuh dengan melibatkan otot-otot besar untuk menghasilkan berbagai pengalaman yang berdampak langsung bagi individu.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori di atas maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian adalah “Melalui bermain bola dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Kabupaten Tegal Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018”.

METODE PENELITIAN

Objek Tindakan

            Objek tindakan dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar tolak peluru siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Tahun Pelajaran 2017/2018. Melalui Bermain Bola peneliti akan berupaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru berupa ketuntasan belajar perorangan ditetapkan jika siswa memperoleh nilai hasil belajar sama atau diatas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal Tolak Peluru sebesar 77 atau (KKM =77) sedangkan ketuntasan belajar klasikal ditetapkan jika jumlah siswa yang telah tuntas belajar perorangan dalam satu kelas sama atau di atas 85%.

Setting, Lokasi dan Subyek Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 4 Adiwerna Kabupaten Tegal, Jalan Raya Kaliwadas Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan oleh guru Penjasorkes sekaligus sebagai peneliti dan dibantu oleh teman sejawat yaitu seorang guru Penjasorkes yang mengajar di kelas VIII yang lain. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 Januari 2018 sampai 30 Juni 2018. Subyek penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Adiwerna Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 berjumlah 34 siswa yang terdiri dari siswa putra 18 anak dan siswa putri sebanyak 16 anak.

Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: Metode Tes, Metode Observasi, Metode Dokumentasi, dan Metode Catatan Lapangan.

Analisis Data

Dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat dua jenis data yang dikumpulkan peneliti untuk selanjutnya dianalisis. Analisis kedua data tersebut antara lain:

1.     Data Hasil Belajar

Hasil belajar yang diukur dengan instrumen tes kemudian dianalisis untuk diketahui jumlah nilai masing-masing siswa, nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata dan ketuntasan belajar klasikal.

 

 

2.     Data Hasil Observasi Keaktifan Belajar

Hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam pembelajaran tolak peluru diukur menggunakan lembar observasi. Hasil observasi kemudian dianalisis untuk diketahui jumlah skor perolehan semua indikator observasi dan dipersentasekan. Hasil persentase selanjutnya ditetapkan kriterianya.

Sumber Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari dua jenis sumber yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer berasal dari siswa memperoleh nilai tentang hasil belajar dan hasil pengamatan keaktifan siswa selama pembelajaran tolak peluru dengan pendekatan bermain bola berlangsung, sedangkan sember data sekunder berasal dari pihak lain yang secara tidak langsung menunjang penelitian antara lain teman sejawat, kepala sekolah dan staf tata usaha SMP Negeri 4 Adiwerna.

Cara Pengambilan Simpulan

            Pengambilan simpulan penelitian ini ditetapkan peneliti dengan menentukan indikator capaian sebagai berikut:

1.   Siswa dinyatakan tuntas belajar secara klasikal apabila mencapai 85% dari jumlah siswa kelas VIII A dengan nilai ≥ 77 (nilai KKM=77).

2.   Keaktifan siswa dalam pembelajaran ditetapkan indikator capaiannya adalah jika keaktifan siswa dalam pembelajaran telah mencapai lebih dari 75% ke atas atau kriteria sangat baik.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang merupakan perbaikan pembelajaran berdasarkan permasalahan yang dijumpai di kelas. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas empat tahapan yang meliputi perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pengamatan keaktifan siswa dan tes hasil belajar siswa yang disusun oleh guru/peneliti. Pengamatan keaktifan siswa dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung sedangkan tes hasil beiajar siswa dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan oleh peneliti.

Tindakan yang dilakukan oleh peneliti adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru siswa melalui bermain bola dengan cara mengamati keaktifan siswa yang terdiri dari 6 indikator keaktifan belajar yaitu semangat mengikuti pembelajaran, bekerjasama dalam melaksanakan tugas, senang bergerak, sering melakukan gerakan, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan. Sedangkan tes hasil belajar siswa melakukan tolak peluru gaya menyamping terdiri dari 4 indikator yaitu memegang dan meletakan peluru, awalan, cara menolakan, gerakan setelah menolakan peluru.

Proses pembelajaran tolak peluru yang selama ini dilakukan masih secara konvensional. Berdasarkan hasil pengamatan pada saat pembelajaran tolak peluru tingkat keaktifan kurang, dan hasil belajar siswa rendah. Analisis hasil observasi terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran kondisi awal tersebut diperoleh data seperti berikut ini.

Berdasarkan hasil pengamatan awal, dapat diketahui, bahwa dari 34 siswa terdapat 18 siswa (52,94%) semangat mengikuti pembelajaran dengan kriteria aktif, 15 siswa (44,12%) dapat bekerjasama dalam melakukan tugas gerakan dengan kriteria cukap aktif, 12 siswa (35,29%) senang bergerak dengan kriteria cukup aktif, 14 siswa (41,18%) sering melakukan gerakan dengan kriteria cukup aktif, 13 siswa (38,24%) mengajukan pertanyaan dengan kriteria cukup aktif dan 13 (38,24%) menjawab pertanyaan dengan kriteria cukup aktif. Sedangkan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada pembelajaran kondisi awal adalah sebesar 41,67% dengan kriteria cukup aktif, hal ini menunjukan bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut masih rendah.

Rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar tolak peluru. Analisis nilai hasil belajar tolak peluru diperoleh data seperti pada laporan berikut ini.

Menurut pengamatan awal, diperoleh data bahwa persentase ketuntasan belajar kondisi awal baru mencapai 41,18% sedangkan persentase siswa yang belum tuntas belajar baru mencapai 58,82%.                

 Identifikasi terhadap penyebab terjadinya masalah sebagaimana telah dianalisis di atas adalah masih secara konvensianal yaitu menggunakan hitungan tanpa menggunakan bermain bola dalam pembelajaran tolak peluru pada kondisi awal masih belum maksimal meningkatkan keaktifan semua siswa dalam pembelajaran, karena masih dianggap membosankan dan belum mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga hasil belajar tolak peluru yang diperoleh siswa belum merata seperti ditunjukan pada indikator ketuntasan belajar klasikal baru mencapai 41,18% atau sebanyak 14 siswa.

Deskripsi Siklus I

Observasi tindakan pembelajaran pada siklus I secara garis besar dapat disampaikan hasil observasi sebagai berikut:

1.     Hasil Observasi Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran

Keaktifan siswa dalam pembelajaran Siklus I diperoleh hasil observasi sebagai berikut: Menurut hasil pengamatan, besarnya persentase keaktifan siswa pada tiap indikator observasi dalam pembelajaran siklus I dapat diketahui, bahwa dari 34 siswa terdapat 27 siswa (80,39%) semangat mengikuti pembelajaran dengan kriteria sangat aktif, 23 siswa (68,63%) dapat bekerjasama dalam melakukan tugas gerakan dengan kriteria sangat aktif, 23 siswa (66,67%) senang bergerak dengan kriteria sangat aktif, 22 siswa (64,71%) sering melakukan gerakan dengan kriteria aktif, 21 siswa (60,78%) mengajukan pertanyaan dengan kriteria cukup aktif dan 18 siswa (53,92%) menjawab pertanyaan dengan kriteria cukup aktif. Sedangkan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada pembelajaran siklus I adalah sebesar 65,85% dengan kriteria aktif.

 

 

2.     Nilai Tes Hasil Belajar

Nilai tes hasil belajar pada siklus I diperoleh hasil sebagai berikut ini: Menurut laporan pengamat, diperoleh data bahwa persentase ketuntasan belajar siklus I sebesar 67,65% sedangkan persentase siswa yang belum tuntas sebesar 32,35%.

Deskripsi Siklus II.

Observasi tindakan pembelajaran Siklus II secara garis besar dapat disampaikan hasil observasi sebagaimana sebagai berikut:

1.     Hasil Observasi Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II diperoleh hasil observasi sebagai berikut ini: Menurut tabel 7 di atas, besarnya persentase keaktifan siswa pada tiap indikator observasi dalam pembelajaran siklus II dapat diketahui, bahwa dari 34 siswa terdapat 29 siswa (84,31%) semangat mengikuti pembelajaran dengan kriteria sangat aktif, 28 siswa (81,37%) dapat bekerjasama dalam melakukan tugas gerakan dengan kriteria sangat aktif, 27 siswa (78,43%) senang bergerak dengan kriteria sangat aktif, 27 siswa (81,43%) sering melakukan gerakan dengan kriteria sangat aktif, 25 siswa (73,53%) mengajukan pertanyaan dengan kriteria aktif dan 25 siswa (73,53%) menjawab pertanyaan dengan kriteria aktif. Sedangkan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada pembelajaran siklus II adalah sebesar 78,10% dengan kriteria sangat aktif.

2.     Nilai Tes Hasil Belajar. Nilai tes hasil belajar pada siklus II diperoleh hasil sebagai berikut ini: Menurut laporan pengamatan, diperoleh data bahwa ketuntasan belajar siklus II sebesar 88,24% sedangkan persentase siswa yang belum tuntas sebesar 11,76%.

Pembahasan Antar Siklus

Deskripsi data hasil penelitian di atas dapat disampaikan perbandingan hasil penelitian antar siklus sebagai berikut:

1.     Hasil Observasi Keaktifan Siswa

Keaktifan siswa dalam pembelajaran yang diobservasi menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dalam pembelajaran melalui bermain bola mengalami peningkatan pada setiap siklus penelitian tindakan ini. Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran tolak peluru melalui bermain bola terbesar diperoleh pada indikator senang bergerak, pada kondisi awal hanya sebanyak 12 siswa atau 35,29%, pada siklus I mengalami peningkatan sebanyak 23 siswa atau 66,67% dan siklus II sebanyak 27 siswa atau 78,43%.

2.     Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Tolak Peluru

Nilai hasil belajar siswa tolak peluru yang diukur melalui penilaian praktik yang dilakukan pada setiap akhir kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan pada setiap siklus penelitian tindakan kelas ini. Peningkatan hasil belajar terdapat pada empat indikator nilai hasil belajar siswa yaitu jumlah nilai, nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, jumlah siswa yang belum tuntas dan jumlah siswa yang tuntas.

PENUTUP

Simpulan

1.     Proses pembelajaran tolak peluru melalui bermain bola dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dapat dibuktikan melalui semangat mengikuti pelajaran, bekerjasama dalam melaksanakan tugas, senang bergerak serta sering melakukan gerakan tolak peluru yang cenderung meningkat sebagaimana hasil penelitian pada kondisi awal mencapai persentase rata-rata keaktifan siswa sebesar 41,67% sedangkan pada siklus I sebesar 65,85% berarti ada peningkatan 24,18% dan dilanjutkan pada siklus II mencapai persentase rata-rata keaktifan siswa sebesar 78,10%, berarti ada peningkatan sebesar 12,25%.

2.     Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran juga berimplikasi terhadap kesiapan dan motivasi siswa untuk melakukan pembelajaran tolak peluru melalui bermain bola sehingga hasil belajar tolak peluru yang diperoleh juga meningkat. Hal tersebut dapat diketahui sebagaimana nilai hasil belajar tolak peluru yang meliputi aspek cara memegang dan meletakan peluru, awalan, cara menolakan peluru, gerakan setelah menolakan peluru yang telah diuji oleh peneliti dengan indikator ketuntasan belajar klasikal pada kondisi awal hanya sebesar 41,18% sedangkan pada siklus I sebesar 67,65% berarti ada peningkatan sebesar 26,47% serta pada siklus II sebesar 88,24%, berarti ada peningkatan sebesar 20,59%.

Saran

1.     Guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun instrumen pembelajaran dan menerapkan pendekatan pembelajaran karena dengan demikian kegiatan pembelajaran dapat bervariasi yang pada akhirnya dapat menarik minat siswa sehingga siswa merasa senang terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.

2.     Guru lain perlu menggunakan bermain bola dalam pembelajaran tolak peluru karena cukup efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tolak peluru pada siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Adang Suherman. 2000. Dasar-Dasar Penjaskes. Jakarta: Depdiknas

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran.Bandung: Alfabeta

Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media

Depdiknas. 2003. Undang-undang No 20. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas

————–.2003. Kurikulum 2004 SMP Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompeternsi SMP Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani: Depdiknas

————-..2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas

Max Darsono. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press

Miftahul Huda. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Muhibbin Syah.2012. Psikologi Belajar: Bandung: Remaja Karya

Munasifah. 2008. Atletik Cabang Lempar.Semarang: Aneka Ilmu

Panitia Sertifikasi Guru. 2013. Bahan Ajar PLPG Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Semarang: UNNES

Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Samsudin. 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SD/MI. Jakarta: PT Fajar Putra Grafika

Santoso Giriwijoyo. 2005. Ilmu Faal Olahraga Fungsi Tubuh Manusia pada Olahraga. Bandung: ITB

Slameto. 2013. Belajar dan faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta

Sriyono. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: PT Rineka Cipta

Suharso, Ana Retnoningsih. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta