PENINGKATAN KETERAMPILAN SERVICE

PADA PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI DRILL METHOD

DAN LATIHAN TAMBAHAN PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS V SD NEGERI 3 POJOK KECAMATAN TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Mudakir

Guru SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ketrampilan passing atas pada permainan bola voli mini dan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK khususnya materi permainan bola voli mini bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018, yaitu mulai bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Juni 2018. Subyek penelitian adalah siswa Kelas V sebanyak 18 siswa. Pengumpulan data dengan tes praktek dan non tes (pengamatan). Indicator keberhasilan meliputi: Jumlah siswa yang termotivasi mengikuti pembelajaran telah mencapai lebih dari 85%. Prestasi belajar siswa PJOK menggunakan metode pembelajaran drill method sebesar ≥ 70. Keterampilan guru berdasarkan penilaian teman sejawat (kolabolator) dalam pembelajaran PJOK menggunakan metode pembelajaran Drill Method dengan skor sebesar ≥3,5. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui drill method dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil keterampilan praktek siswa. Motivasi belajar dari 18 peserta didik, pada kegiatan prasiklus sebesar 41,67% meningkat menjadi 72,22% pada siklus I (peningkatan sebesar 30,56%) kemudian pada siklus II meningkat menjadi 91,67% (peningkatan sebesar 19,44%). Peningkatan hasil praktek service atas pada permainan bola voli kegiatan prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,61 (termasuk dalam kategori cukup) pada kegiatan siklus I peneliti menerapkan metode pembelajaran drill method nilai rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 73,06 (termasuk dalam kategori baik). Kemudian pada tindakan siklus II juga mengalami peningkatan menjadi 83,61 (termasuk dalam kategori sangat baik).

Kata kunci: service atas, drill method, hasil belajar, motivasi belajar

 

PENDAHULUAN

Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), di kelas V Sekolah Dasar diberikan 4 (empat) jam pelajaran perminggu, salah satu kompetensi dasar yang harus ditempuh oleh siswa kelas V, pada semester II adalah “Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kejasama regu, sportivitas,dan kejujuran (KD 6.1). Salah satu materi yang diberikan kepada siswa adalah bola voli mini.

Pelaksanaan bola voli mini di kelas V SD Negeri 3 Pojok, Kecamatan Tawangharjo, semester II dijadwalkan sebanyak 10 (sepuluh) pertemuan. Pelaksanaan permainan bola voli mini, pada awalnya dilakukan dengan memberikan ceramah, mendemonstrasikan gerak passing atas, passing bawah, service atas, dan service bawah. Penjelasan dilakukan di kelas, diteruskan di lapangan dengan melakukan permainan bola voli mini yang sebenarnya.

Hasil penilaian gerakan dalam bermain bola voli mini yang terdiri dari gerakan passing atas, passing bawah, servis atas, servis bawah, belum dapat dilakukan siswa dengan baik. Khususnya saat melakukan servis, dari 18 (delapan belas) siswa yang dapat melakukan servis sebanyak 10 (sepuluh) siswa atau 55,56% dapat melakukan dengan baik, 5 (lima) siswa atau 27,78% dapat melakukan dengan kategori cukup, dan 3 (tiga) siswa belum dapat melakukan dengan baik (kategori kurang baik).

Rendahnya nilai gerakan servis atas dan servis bawah tersebut, disebabkan siswa kurang berlatih, siswa tidak mungkin melakukan latihan sendiri di rumah, karena siswa tidak memiliki sarana dan prasarana untuk berlatih di rumah. Dengan demikian kemampuan siswa dalam melakukan gerakan dalam permainan voli mini tersebut merupakan nilai yang diperoleh melalui latihan selama di sekolah.

Salah satu cara agar siswa banyak berlatih, adalah dengan meningkatkan frekuensi berlatih dengan cara menambah jumlah bola voli mini, sehingga siswa dapat berlatih servis bawah maupun servis atas tanpa menunggu giliran. Dengan cara berpasangan, siswa dapat berlatih secara berulang sesuai dengan waktu yang tersedia.

Melalui latihan yang berulang-ulang (metode drill), siswa semakin memahami gerak servis atas maupun bawah, selain itu guru dapat membetulkan saat siswa melakukan gerakan yang salah. Dengan demikian semakin sering siswa melakukan latihan servis, maka siswa semakin dapat melakukan servis dengan benar.

Berdasarkan uraian di atas, sesuai dengan tujuan penerapan metode drill dalam pelajaran PJOK, yaitu untuk meningkatkan nilai servis pada permainan voli mini, maka penerapan metode tersebut dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas, yaitu sebuah tindakan yang dilaksanakan melalui langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi sebagai upaya perbaikan kondisi kelas, khususnya dalam melaksanakan gerakan servis atas dan servis bawah dalam permainan bola voli mini.

Sesuai dengan permasalahan, tindakan, tempat dan waktu tindakan, maka penelitian tindakan kelas ini mengambil judul: “Peningkatan Keterampilan Service Pada Permainan Bola Voli Melalui Drill Method pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, dan pembatasan masalah tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apakah dengan metode drill dan latihan tambahan dapat meningkatkan ketrampilan passing atas pada permainan bola voli mini bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester II Tahun Pelajaran 2017/2018?

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.     Mendeskripsikan ketrampilan passing atas pada permainan bola voli mini bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

2.     Mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK khususnya materi permainan bola voli mini bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Hasil Belajar

Hadari Nawawi (2008: 100), prestasi belajar adalah tingkatan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes, mengenai sejumlah materi tertentu. Menurut Poerwadarminta (2011:70) yang dimaksud prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru.”

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Dengan demikian kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku yang merupakan proses belajar, sedangkan perubahan tingkah laku disebut hasil belajar. Hasil belajar (achievement) merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Hampir sebagian terbesar dari kegiatan atau perilaku yang diperlihatkan seseorang merupakan hasil belajar (Nana Syaodih Sukmadinata, 2007: 102).

Permainan Bola Voli

Permainan bola voli adalah suatu jenis olah raga permainan. Permainan ini dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan yang masing-masing regu terdiri dari enam pemain, setiap regu berusaha untuk dapat memukul dan menjatuhkan bola ke dalam lapangan melewati di atas jaring atau net dan mencegah pihak lawan dapat memukul dan menjatuhkan bola ke dalam lapangannya (Aip Syarifuddin dan Muhadi, 2011: 183).

Menurut Suharno (2012: 31) teknik dalam bola voli adalah suatu proses melatihkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli. Di samping itu, agar permainan berlangsung dengan baik, lancar, dan teratur maka teknik dasar permainan bola voli harus dikuasai dengan baik. Selanjutnya, Yunus M. (2012: 68) menyatakan bahwa teknik dasar permainan bola voli meliputi: (a) servis, (b) passing, (c) umpan (set-up), (d) smash (spike), (e) bendungan (block).

Servis

Menururt Aip Syarifuddin dan Muhadi (2011: 187) servis atau sajian adalah pukulan permulaan yang dilakukan oleh pihak yang berhak melakukan servis untuk memulai menghidupkan bola ke dalam permainan atau tindakan untuk menghidupkan bola ke dalam permainan. Selanjutnya, menurut Nuril Ahmadi (2007: 20) servis adalah pukulan bola yang dilakukan dari belakang garis akhir lapangan permainan melampui net ke daerah lawan.

Drill Method

Riswanto (2012: 3) menjelaskan tentang teknik drill method adalah teknik drill mengarah pada pendekatan kebiasaan yang menganjurkan siswa untuk menggunakan bahasa asing dalam belajar. Ada 2 elemen penting. Yaitu dorongan dan penguatan. Dorongan mengarah pada pengulangan yang tepat dan tidak tepat. Sedangkan penguatan adalah elemen kuat dalam proses belajar karena meningkatkan rasa percaya diri sehingga pada akhirnya proses ini akan menjadi suatu kebiasaan. Sehingga siswa akan terbiasa dalam menggunakan bahasa target. Selebihnya teknik drilling terdiri dari pengulangan, infleksi, transformasi, dll.

Latihan (drill) bukanlah suatu metode yang baru di dalam berlangsungnya proses belajar mengajar. Metode drill pertama kali digunakan oleh sekolah-sekolah tua di Amerika sebagai cara untuk: memacu kemampuan dasar motorik dan memacu kebiasan dan mental agar yang dipelajari oleh peserta didik dapat lebih mengena atau berarti, tepat, dan berguna. Hal-hal tersebut dapat berhasil apabila peserta didik juga mengerti konteks keseluruhan dari metode drill bagi dirinya. Pakar pendidikan, mengatakan bahwa: pembelajaran itu sebenarnya efektif bagi masing-masing peserta didik dan pembelajaran pada dasarnya adalah proses mengatasi masalah sehingga peserta didik ditegaskan agar dapat mencari hubungan akan sesuatu hal dengan Drill & Practice sehingga ia dapat mencapai standar minimumnya sendiri untuk objek yang ia teliti dan guru hanya berperan sebagai fasilitator (Roestiyah, 2008: 14).

Motivasi Belajar Siswa

Menurut Karti Soeharto (2013: 110) ”Motivasi adalah sebagai suatu kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi tingkah lakunya untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhannya”. Motivasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan dan dorongan yang ada dalam diri seseorang. Seseorang akan terdorong untuk melakukan sesuatu bila dirasakan kebutuhan yang ada pada dirinya menuntut pemenuhan. Selama kebutuhan tersebut belum terpenuhi maka selama itu pula yang bersangkutan belum merasa adanya kepuasan pada dirinya. Rasa belum puas inilah yang senantiasa mendorong seseorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Kekuatan daya dorong itu akan hilang bila sekiranya yang bersangkutan telah menjadi puas karena kebutuhannya telah terpenuhi. Rasa ketidakpuasan tersebut akan menimbulkan suasana tidak seimbang dalam batin seseorang, sehingga yang bersangkutan merasa terpanggil untuk memperoleh atau mencapai keseimbangan dalam dirinya.

Kerangka Pemikiran

Pelaksanaan bola voli mini di kelas V SD Negeri 3 Pojok, Kecamatan Tawangharjo, semester II dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi yang dilanjutkan dengan praktik di lapangan, siswa kurang termotivasi, dan hasil belajarnya rendah. Dari beberapa gerak dalam bermain bola voli mini, gerakan servis atas belum dapat dikuasai siswa dengan baik. Sehingga saat dilakukan penilaian, sebagian besar siswa dalam melaksanakan servis masih rendah.

Rendahnya nilai gerakan servis tersebut, disebabkan siswa kurang berlatih. Dengan demikian perlu adanya upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satunya dengan cara menerapkan metode drill. Namun hal ini perlu adanya penambahan jumlah bola, sehingga siswa dapat berlatih servis bawah maupun servis atas tanpa menunggu giliran. Dengan cara berpasangan, siswa dapat berlatih secara berulang sesuai dengan waktu yang tersedia. Melalui latihan yang berulang-ulang (metode drill), siswa semakin dapat memahami gerak servis atas maupun bawah.

Hipotesis

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut di atas, maka dapat ditentukan hipotesis tindakan yaitu: melalui drill method dan latihan tambahan motivasi dan keterampilan praktek PJOK materi service atas pada permainan bola voli bagi siswa kelas V semester genap SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Tahun Ajaran 2017/2018 dapat meningkat.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan Kelas (PTK). Secara singkat, PTS bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan nyata yang terjadi terkait dengan hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok pada mata pelajaran PJOK khususnya pada materi permainan bola voli mini.

Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 3 Pojok, yang beralamat di Desa Tanggung, Pojok, Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Dilakukan atas dasar surat ijin penelitian dari kepala sekolah seperti terlampir. Penelitian ini dilakukan pada semester II, selama 6 (enam) bulan, yaitu mulai bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2018. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 18 (delapan belas) siswa seperti terlampir.

Validasi Data

Validasi data yang berupa hasil penilaian ketrampilan siswa dalam melakukan servis atas dan servis bawah pada permainan bola voli mini dilakukan dengan triangulasi waktu, yaitu dengan cara melakukan penilaian berulang-ulang dalam waktu yang berbeda.

Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif untuk data kuntitatif yaitu dengan membandingkan hasil penilaian ketrampilan siswa dalam melakukan servis atas dan servis bawah pada permainan bola voli mini, siswa kelas V SD Negeri 3 Pojok, Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Perbandingan nilai dimaksud adalah nilai prasiklus, dengan siklus I, nilai siklus I dengan siklus II, dan nilai prasiklus dengan siklus II. Berdasarkan pembandingan tersebut dilakukan refleksi dengan menarik kesimpulan untuk memperoleh data peningkatan ketrampilan servis dan motivasi belajar siswa sebagai dasar menentukan tindak lanjut.

Indikator Kinerja

Keberhasilan kinerja guru dalam menerapkan pembelajaran PJOK di kelas V SD Negeri 3 Pojok Kecamatan Tawangharjo dengan penerapan metode pembelajaran drill method dan latihan tambahan ditetapkan dengan indikator sebagai berikut jumlah siswa yang termotivasi mengikuti pembelajaran telah mencapai lebih dari 85%. Prestasi belajar siswa PJOK menggunakan metode pembelajaran drill method sebesar ≥ 70. Keterampilan guru berdasarkan penilaian teman sejawat (kolabolator) dalam pembelajaran PJOK menggunakan metode pembelajaran Drill Method dengan skor sebesar ≥3,5.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan proses yang berkesinambungan yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya, meliputi empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

HASIL TINDAKAN

Prasiklus

Aktivitas peneliti saat melakukan penilaian seperti foto terlampir. Hasil penilaian servis atas dan servis bawah prasiklus seperti terlampir. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai rata-rata ketrampilan servis, dan ditentukan kategori penilaiannya. Rekapitulasi hasil penilaian servis atas dan servis bawah menunjukkan bahwa dari jumlah 18 siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,61 dengan kriteria cukup.

Selain melakukan penilaian servis atas dan servis bawah, pada pertemuan kedua peneliti melakukan observasi terhadap motivasi belajar siswa. Penilaian motivasi belajar siswa meliputi aspek semangat siswa dalam belajar, keberanian melakukan servis, tanggung jawab dalam menyelesaian tugas, inisiatif, keberanian bertanya, keaktifan dalam mengikuti pembelajaran. Hasil penilaian motivasi belajar siswa seperti terlampir, ringkatan hasil penilaian motivasi belajar siswa, dapat diketahui bahwa hasil pengamatan motivasi belajar siswa pada kegiatan prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebanyak 7,5 siswa (41,67%). Hasil tersebut termasuk rendah. Rendahnya hasil belajar dan motivasi belajar tersebut disebabkan metode yang digunakan tidak mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran, dan dengan menunggu giliran melakukan servis, frekuensi untuk berlatih menjadi sedikit, sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan dengan menerapkan metode pembelajaran drill method dan latihan tambahan.

Siklus I

Berdasarkan hasil penilaian terhadap ketrampilan siswa dalam melaksanakan servis dan motivsi belajar siswa pada siklus I diketahui bahwa prestasi belajar siswa rata-rata telah mencapai 73,06, jumlah siswa yang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran PJOK mencapai 72,22%, artinya dibandingkan dengan prasiklus telah menglami peningkatan, tetapi peningkatan tersebut belum mencapai indikator yang ditetapkan, artinya masih dibawah indikator kinerja yang ditetapkan, untuk itu perlu dilakukan tindakan lanjutan berupa tindakan pembelajaran dengan drill method dan latihan tambahan pada siklus II.

Siklus II

Berdasarkan hasil penilaian terhadap prestasi belajar dan motivasi belajar siklus II diketahui bahwa pestasi belajar siswa telah mencapai nilai rata-rata sebesar 83,61, artinya nilai rata-rata siswa telah melebihi indikator yang ditetapkan, yaitu lebih dari 70. Motivasi belajar telah mencapai 91,67%, artinya sebagian besar siswa telah termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dan telah melebihi indikator yang ditetapkan, Dengan demikian tindakan tidak perlu dilanjutkan.           

 

 

PEMBAHASAN

Pembahasan dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar dan motivasi belajar mulai dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Adapun perbandingan antar siklus adalah sebagai berikut.

Perbandingan Motivasi belajar siswa

Perbandingan motivasi belajar dari prasiklus ke siklus I menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan siklus I, motivasi belajar siswa meningkat dari 41,67%, meningkat menjadi 72,22%, atau terjadi peningkatan sebesar 30,56%. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pembelajaran drill method, motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh indikator.

Perbandingan motivasi belajar dari siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan siklus II, motivasi belajar siswa meningkat dari 72,22%, meningkat menjadi 91,67%, atau terjadi peningkatan sebesar 19,44%. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pembelajaran drill method, motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh indikator.

Perbandingan motivasi belajar dari prasiklus ke siklus II menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan siklus II, motivasi belajar siswa meningkat dari 41,67%, meningkat menjadi 91,67%, atau terjadi peningkatan sebesar 50,00%. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pembelajaran drill method, motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh indikator.

Perbandingan Hasil Belajar

Perbandingan hasil belajar praktek service atas pada prasiklus ke siklus I menunjukkan bahwa peningkatan nilai prestasi belajar kegiatan awal/prasiklus siswa dengan kategori sangat baik 0 (tidak ada) meningkat menjadi 5 siswa. Siswa dengan kategori baik sebanyak 10 siswa kemudian pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 13 siswa. Siswa dengan kategori cukup pada prasiklus sebanyak 5 siswa mengalami penurunan menjadi tidak ada (0). Siswa dengan kategori kurang pada pasiklus sebanyak 3 siswa mengalami penurunan menjadi tidak ada (0).

Perbandingan hasil belajar praktek service atas pada siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa peningkatan nilai prestasi belajar kegiatan siklus I siswa dengan kategori sangat baik 5 meningkat menjadi 16 siswa. Siswa dengan kategori baik sebanyak 13 siswa kemudian pada siklus II mengalami penurunan menjadi 2 siswa.

Perbandingan hasil belajar praktek service atas pada prasiklus ke siklus II, menunjukkan bahwa peningkatan nilai prestasi belajar kegiatan prasiklus siswa dengan kategori sangat baik 0 meningkat menjadi 16 siswa pada siklus II. Siswa dengan kategori baik sebanyak 10 siswa kemudian pada siklus II mengalami penurunan menjadi 2 siswa. Siswa dengan kategori cukup dari 5 siswa menjadi tidak ada. Siswa dengan kategori kurang dari 3 siswa menjadi tidak ada.

 

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui drill method dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil keterampilan praktek siswa. Motivasi belajar dari 18 peserta didik, pada kegiatan prasiklus sebesar 41,67% meningkat menjadi 72,22% pada siklus I (peningkatan sebesar 30,56%) kemudian pada siklus II meningkat menjadi 91,67% (peningkatan sebesar 19,44%). Peningkatan hasil praktek service atas pada permainan bola voli kegiatan prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,61 (termasuk dalam kategori cukup) pada kegiatan siklus I peneliti menerapkan metode pembelajaran drill method nilai rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 73,06 (termasuk dalam kategori baik). Kemudian pada tindakan siklus II juga mengalami peningkatan menjadi 83,61 (termasuk dalam kategori sangat baik).

Saran-Saran

Kepala Sekolah

Untuk meningkatkan hasil belajar PJOK, maka perlu disediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang cukup. Selain itu perlu disediakan waktu tambahan untuk kegiatan olah raga di luar jam pelajaran.

Guru PJOK lain

Sebaiknya dalam melaksanakan pembelajaran PJOK khususnya terkait dengan kompetensi dasar: ”Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kejasama regu, sportivitas,dan kejujuran”, guru dapat menerapkan metode drill method, dan diberikan waktu tambahan untuk berlatih.

DAFTAR PUSTAKA

Aip Syarifudin dan Muhadi. 2011. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud.

Hadari Nawawi, 2008, Metode Penelitian Bidang Sosial, Jakarta: Gadjah Mada University. Press.

Karti Soeharto. 2013. Teknologi Pembelajaran. Surabaya: Surabaya Intellectual Club.

Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Nuril Ahmadi, 2007. Panduan Olahraga Bola Voli. Surakarta: Era Pustaka Utama

Poerwadarminta, W.J.S, 2011, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka

Riswanto. 2012. “Improving Students’ Pronunciation Through Communicative Drilling Technique at Senior High School (SMA) 07 South Bengkulu, Indonesia”. International Journal of Humanities and Social Science. Vol. 2 No. 21

Roestiyah, 2008, Strategi Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta

Suharno, HP. 2012. Dasar-Dasar Permainan Bola Voli. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta