PENINGKATAN KOMPETENSI MEMBACA NOVEL

MELALUI MODEL GROUP INVESTIGATION PADA SISWA

KELAS VIII B MTS NEGERI 1 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Retno Dwi Yustiani

Guru MTs Negeri 1 Kudus

 

ABSTRAK

PTK ini bertujuan: (a) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran keterampilan membaca novel dengan menggunakan model group investigation pada siswa kelas VIII B MTs Negeri 1 Kudus, (b) Mendeskripsikan pelaksanaan peningkatan keterampilan membaca novel pada siswa kelas VIII B MTs Negeri 1 Kudus dengan menggunakan model group investigation. (c) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VIII B MTs Negeri 1 Kudus setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model group investigation. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, tahap evaluasi dan refleksi. Tiap siklus terdiri atas 3 kali pertemuan. Tiap pertemuan dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran, yaitu 2 x 40 menit. Sebelum pelaksanaan siklus, terlebih dahulu dilakukan pretest.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan siklus dimulai membaca novel siswa kelas VIII B MTs Negeri 1 Kudus masih kurang memuaskan (prasiklus). Hal ini ditunjukkan dengan minat siswa mengikuti pembelajaran apresiasi sastra masih rendah (25%) serta adanya hasil tes penjajagan yang hanya mencapai rata-rata 69,44.

Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan: (1) jumlah siswa yang tuntas membaca novel meningkat dari 8 siswa (20,6%) pada kondisi awal, menjadi 22 siswa (75,86%) pada siklus I dan 29 siswa (100%) pada siklus II.

Kata kunci: membaca novel, pembelajaran, model group investigation,

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Membaca merupakan suatu keterampilan yang pemilikan keterampilannya memerlukan suatu latihan yang intensif, teratur dan berkesinambungan. Aktivitas dan tugas membaca merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena kegiatan ini akan sangat menentukan kualitas dan keberhasilan siswa.

Tercapainya kompetensi dasar yang diajarkan menunjukkan keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan. Hal tersebut dapat terlihat dari pencapaian indikator yang maksimal.

Penelitian dan pengamatan secara langsung melalui observasi telah dilakukan peneliti di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dari 29 siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus, 14 siswa atau 42,9% mendapatkan nilai antara 75-100, 15 siswa atau 57,1%.

Berdasarkan uraian tersebut dipandang perlu untuk melakukan penelitian tindakan kelas dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VIII B MTs Negeri 1 Kudus melalui model pembelajaran group investigation.

Identifikasi Masalah                               

Kemampuan membaca novel remaja siswa kelas VIII B Madrasah (MTs) Negeri 1 Kudus masih kurang. Hal ini disebabkan beberapa faktor, baik yang berasal dari pihak siswa maupun yang berasal dari pihak guru. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat disimpulkan bahwa masih banyak masalah dan kendala dalam pembelajaran membaca novel remaja. Hal ini dikarenakan

a.        Rendahnya tingkat efektivitas membaca novel remaja di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus

b.       Tidak semua siswa terlibat secara penuh dalam pembelajaran novel, masih ada anak yang kurang memperhatikan.

c.        Hasil penilaian komampuan membaca belum dikaitkan dengan pembentukan karakter siswa.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut:

”Apakah kemampuan membaca novel remaja siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus tahun pelajaran 2017-2018 dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan model group investigation?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.        Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran keterampilan membaca novel dengan menggunakan model group investigation pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus.

b.       Mendeskripsikan pelaksanaan peningkatan keterampilan membaca novel pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus dengan menggunakan model group investigation.

c.        Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model group investigation.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan, baik manfaat teoretis maupun manfaat praktis tentang peningkatan keterampilan membaca novel dengan menggunakan model pembelajaran group investigation pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus.

 

 

 

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Landasan Teori

Kemampuan Membaca Novel

Novel merupakan cerita rekaan yang menyajikan tentang aspek kehidupan manusia yang lebih mendalam yang senantiasa berubah-ubah dan merupakan kesatuan dinamis yang bermakna. (Santosa dan Sri Wahyuningtyas, 2010: 46)

Novel merupakan salah satu jenis prosa. Sebagai sebuah prosa, novel mempunyai ciri-ciri antara lain bentuknya yang bersifat penguraian, adanya satuan-satuan makna dalam wujud alinea-alinea, dan penggunaan bahasa yang cenderung longgar.

Hakikat Novel

Unsur-Unsur Pembangun Novel

Widjojoko dan Endang Hidayat (2006:41) mengatakan, “Sebagai cerita fiksi, roman dan novel mempunyai unsur-unsur cerita (intrinsik) yaitu tema, amanat, alur, perwatakan, latar cerita, sudut pandang dan gaya bahasa. Selain itu keduanya mempunyai struktur cerita, baik dalam struktur cerita konvensional maupun struktur cerita memakai sorot balik atau flashback.”

Peranan Guru dalam pembelajaran dengan model group investigation

Pada dasarnya pembelajaran sastra adalah pembelajaran apresiasi sastra. Yus Rusana dalam Hidayati (2009:79) mengemukakan:

Pengajaran sastra hanya akan berlangsung dengan baik apabila berlandaskan hasil sastra untuk dihayati. Penghayatan itu semakin mendalam apabila disertai dengan pemahaman terhadapnya, oleh karena itu pengetahuan tentang sastra, berguna untuk memperdalam dan memperluas penghayatan terhadap sastra.

Peran Guru dalam kelas yang melaksanakan group investigation guru bertindak sebagai narasumber dan fasilitator. Guru tersebut berkeliling di antara kelompok-kelompok yang ada dan, untuk melihat bahwa mereka bisa mengelola tugasnya, dan membantu setiap kesulitan yang mereka hadapi dalam interaksi kelompok.

Kerangka Berpikir Penelitian

Keterampilan membaca novel siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus belum optimal. Kompetensi dasar yang berkaitan dengan membaca novel belum diajarkan dengan maksimal oleh guru pengampu.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis penelitian ini adalah jika pembelajaran membaca novel dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran group investigation maka kemampuan siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus dalam membaca novel akan meningkat.

 

 

 

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Desain Penelitian

Proses penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai dengan Mei 2018. Sebagai gambaran yang berisi tentang rincian kegiatan ini terdapat pada tabel sebagai berikut:

Sumber Data

Data Kuantitatif

Data kuantitatif berupa nilai kemampuan membaca novel yang diperoleh melalui tes kemampuan membaca pada pra siklus, siklus I, dan siklus II.

Data Kulitatif

a.    Catatan Harian Guru

Catatan harian guru berisi kesan dan pengalaman guru atau peneliti yang diperoleh sebelum pelaksanaan siklus, dan ketika proses pembelajaran pada siklus I, dan siklus II.

b.    Catatan Harian Siswa

Catatan harian siswa mencakup kesan dan penafsiran dari siswa mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. Melalui catatan harian siswa, siswa dapat mengungkapkan perasaannya selama mengikuti pembelajaran membaca novel remaja. Pelaksanaan catatan harian ini, dilakukan siswa pada setiap akhir pembelajaran di siklus I, dan siklus II.

c. Wawancara

Wawancara dilakukan setelah berlangsungnya proses pembelajaran siklus I, dan siklus II. Teknik ini dilakukan antara lain untuk mengungkapkan data penyebab kesulitan dan hambatan dalam pembelajaran membaca novel menggunakan model group investigation. Kegiatan wawancara dilakukan dengan tujuan memperoleh data melalui tanya jawab.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes dan nontes. Alat pengumpul data yang digunakan dalam teknik tes adalah tes kemampuan membaca novel. Adapun data aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran menggunakan lembar observasi.

Validasi Data

Validasi data dilakukan dengan uji instrumen tes. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam validitas ini, alat tes yang digunakan berupa tes kemampuan membaca novel untuk menentukan unsur-unsur intrinsik novel. Instrumen kemudian dikonsultasikan dengan teman sejawat (observer) untuk mendapat masukan apakah instrumen tes sudah valid atau belum valid.

Adapun uji instrumen nontes dilakukan dengan cara mengkonsultasikan seluruh instrumen nontes yang dibuat kepada teman sejawat (observer). Setelah dikonsultasikan dan dianggap layak, maka instrumen ini dapat digunakan untuk mengambil data. Hal ini dilakukan untuk memperoleh keakuratan hasil penelitian yang dilaksanakan.

Analisis Data

Analisis Kuantitatif

Analisis data kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis. Analisis data secara kuantitatitf dihitung dengan menggunakan persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menghitung nilai masing-masing aspek, (2) merekap nilai siswa, (3) menghitung nilai rata-rata siswa, dan (4) menghitung persentase perolehan nilai.

Analisis Kualitatif

Analisis data kualitatif dilakukan untuk menganalisiss data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh data nontes dari subjek penelitian (siswa), peneliti menggunakan lembar deskripsi perilaku ekologis, lembar catatan harian guru dan siswa, lembar wawancara, dan dokumentasi foto. Responden memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan peneliti.

Indikator Kinerja

Indikator kinerja pada penelitian ini meliputi indikator kuantitatif dan kualitatif.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Pada kondisi awal atau sebelum pelaksanaan siklus dimulai, peneliti melakukan pretes terhadap kemampuan membaca novel. Hasil pretes menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca novel masih tergolong kurang, yaitu sebanyak 14 siswa(49,3%) memiliki nilai kurang dari KKM (75), sedangkan 15 siswa (51,7%) mendapat nilai sama atau diatas KKM. Perlu diketahui pula bahwa nilai rata-rata = 74,0, tertinggi = 92 dan nilai terendah 55

Deskripsi Tiap Siklus

Pada pembelajaran siklus I, hasil tes siswa mengalami peningkatan dari prasiklus. Hasil tes yang diperoleh siswa pada tes di siklus I telah mengalami peningkatan sebesar 7 atau 32,96% yaitu dari 42,90% menjadi75,86%. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tes akhir silkus I mencapai 81,7 berarti sudah mencapai target yang diharapkan yaitu sebesar 75. Dari sebanyak 29 siswa di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus, terdapat 22 siswa yang sudah mencapai KKM sehingga masih ada 7 siswa yang mengalami hambatan dalam pembelajaran membaca novel.

 

 

Pembahasan Tiap dan Antar Siklus

Berdasarkan deskripsi antar-siklus dapat penulis paparkan bahwa pada pembelajaran siklus I, hasil tes siswa mengalami peningkatan dari prasiklus. Hasil tes yang diperoleh siswa pada tes di siklus I telah mengalami peningkatan sebesar 7 atau 32,96% yaitu dari 42,90% menjadi75,86%. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tes akhir silkus I mencapai 81,7 berarti sudah mencapai target yang diharapkan yaitu sebesar 75. Dari sebanyak 29 siswa di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus, terdapat 22 siswa yang sudah mencapai KKM sehingga masih ada 7 siswa yang mengalami hambatan dalam pembelajaran membaca novel.

Pada siklus II, pembelajaran yang diterapkan telah berhasil meningkatkan kompetensi membaca novel. Hal terlihat dari hasil tes yang diperoleh siswa pada tes akhir siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 14 poin yaitu dari 81,7 menjadi 95,7. Dari sebanyak 29 siswa di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus, sudah tuntas semua (100%). Dengan demikian persentase ketuntasan sebelum menggunakan model group investigation dibandingkan dengan sudah menggunakan model group investigation di siklus II telah meningkat sebesar 7 siswa atau 29,16% yaitu dari 54,16% menjadi 83,33%. Hal ini mengindikasikan bahwa target 100% siswa lulus dalam pembelajaran dan KD telah tercapai.

Hasil Penelitian

Hasil penilaian pada kelas sebelum siklus nilai rata-rata = 74,0, tertinggi = 92 dan nilai terendah 55, nilai kurang dari KKM (75) sebanyak 14 siswa (49,3%) dan nilai sama dengan atau lebih dari KKM sebanyak 15 siswa (51,7%).

Setelah kegiatan pembelajaran tindakan perbaikan siklus kedua selesai, peneliti merangkum hasil pengamatan observer terhadap kegiatan guru dan kegiatan siswa serta perolehan nilai kompetensi membaca novel sebagai berikut.

Data motivasi atau keaktivan siswa dalam pembelajaran membaca novel

Tabel 3. Aktivitas dalam pembelajaran membaca novel Bekisar Merah (Siklus I)

No

Nomor Absen

Kegiatan Siswa

Ket

1

2

3

4

5

1

4647

V

V

V

V

V

A

2

4648

V

V

TA

3

4649

V

V

V

V

V

A

4

4650

V

V

TA

5

4651

V

V

TA

6

4652

V

V

TA

7

4653

V

V

TA

8

4654

V

V

TA

9

4655

V

TA

10

4656

V

TA

11

4657

V

TA

12

4658

V

V

TA

13

4659

V

TA

14

4660

V

TA

15

4661

V

TA

16

4662

V

V

V

V

V

A

17

4663

V

V

V

V

V

A

18

4664

V

V

TA

19

4665

V

V

V

V

V

A

20

4666

V

V

V

V

V

A

21

4667

V

V

V

V

V

A

22

4668

V

V

TA

23

4669

V

V

V

V

V

A

24

4670

V

TA

25

4671

V

V

V

V

V

A

26

4672

V

TA

27

4673

V

V

V

V

A

28

4674

V

V

V

V

V

A

29

4735

V

TA

 

FREKUENSI

29

20

11

11

10

11

 

PERSENTASE

100

68,9

37.9

37,9

34,5

37,9

 

Keterangan:

a.   Kegiatan Siswa

1.   Mengikuti pembelajaran

2.   Kesungguhan diskusi kelompok menentukan unsur-unsur intrinsik

3.   Keaktivan menjawab pertanyaan

4.   Keaktivan mengajukan gagasan (ide) atau usulan/saran

5.   Kesungguhan dalam membaca novel Bekisar Merah

b.   Keterangan Indikator:

1.   Siswa dinyatakan aktif jika mengikuti paling tidak 4 kegiatan

2.   Siswa dinyatakan kurang aktif jika hanya mengikuti 3 kegiatan.

Berdasarkan tabel 6, dapat dilihat adanya peningkatan perolehan nilai kreativitas siswa dalam membaca novel dari kondisi awal menuju siklus pertama, ketika membaca novel “Bekisar Merah”.

Peningkatan hasil nilai tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berkut:

1.     Pada studi awal, siswa yang belum tuntas sebanyak 14 siswa dari 29 siswa atau 48,3%.

2.     Pada siklus I, siswa yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dari 29 siswa atau 24,14%. Dengan demikian terjadi penurunan ketidaktuntasan siswa sebesar 7 siswa atau 24,16%.

3.     Pada studi awal, siswa yang sudah tuntas baru mencapai dari 15 siswa atau 51,7%.

4.     Pada siklus pertama, siswa yang sudah tuntas sebanyak 22dari 29 siswa atau 75,86%. Dengan demikian mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 7 siswa atau 24,16%

5.     Pada studi awal, nilai rerata baru mencapai 74,0 dan pada siklus pertama meningkat mencapai 81,7. Dengan demikian terjadi peningkatan 7,7 poin.           

Berdasarkan tabel 6 yang berisi perkembangan perolehan nilai membaca novel pada pratindakan (kondisi awal) menuju siklus I dan interpretasinya dapat dideskripsikan bahwa penerapan model group investigation dalam pembelajaran membaca novel dapat meningkatkan hasil belajar atau kompetensi siswa Kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam membaca novel “Bekisar Merah” (pada siklus 1).

Hasil akhir penelitian yang dicatat oleh observer sangat memuaskan. Dari 29 siswa yang mengikuti pembelajaran tercatat semuanya atau 100% menunjukkan kesungguhannya dalam pembelajaran, mulai dari endahuluan sampai dengan penutup. Dengan demikian motivasi meningkat menjadi 100%. Dan dari kemampuan dan keterampilan membaca novel, masih ada lima siswa yang pada siklus kedua masih terlalu kalem kurang aktif dalam diskusi tetapi cukup atensi peduli mengikuti pembelajaran, dan sudah dapat menunjukkan hasil penilaian yang cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas tentang penerapan model group investigation dalam pembelajaran membaca novel dapat disimpulkan sebagai berikut:

5.1.1      Pembelajaran membaca novel dengan menerapkan model group investigatian meningkatkan prestasi belajar siswa dalam membaca novel

5.1.2      Pelaksanaan pembelajaran novel dengan menerapkan model group investigation dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran

5.1.3      Pembelajaran membaca novel melalui model group investigation meningkatkan motivasi siswa untuk membaca novel

Saran-saran

Untuk Guru

Untuk mengatasi kurangnya motivasi, rendahnya prestasi dan minat siswa dalam membaca novel, guru dapat menerapkan metode group investigation sebagai alternatif atau pilihan metode pembelajaran.

Untuk Sekolah

Sekolah hendaknya membantu guru dan siswa dengan menyiapkan bahan bacaan yang memadai di perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2005. Penelitian Tindakan Kelas, Classroom Action Research (CAR), Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan.

Bruce Joyce, Marsya Weil, dan Emily Calhoun. 2009. Models of Teaching Edisi Bahasa Indonesia. New Jersey: Upper Sadle River.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999, Kurikulum Pendidikan Dasar yang Disempurnakan GBPP SLTP: Mata Pelajaran Bahasa Indinesia. Jakarta: Depdikbud.

Departemen Pendidikan Nasional, 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Indonesia, Modul 08 – 15. Jakarta: BPPSPP.

Departemen Pendidikan Nasional, 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kurikulum 2004. Jakarta, Depdiknas.

Hidayati, Panca Pertiwi. 2009. Teori Apresiasi Prosa Fiksi. Bandung: Prisma Press Prodaktama.