PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA

TEMA KOMUNIKASI MELALUI METODE CERAMAH BERVARIASI DENGAN MEDIA TEKS BACAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS VI-B

SD NEGERI KARANGAWEN 2 KECAMATAN KARANGAWEN

KABUPATEN DEMAK SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Sunarti

SDN Karangawen 1 Karangawen Demak

 

ABSTRAK

Rumusan masalah yang telah disusun oleh peneliti adalah: (1).Bagaimana proses peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019? (2). Bagaimana hasil peningkatan peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019? (3). Bagaimana perubahan sikap dan motivasi peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah menerima pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode ceramah bervariasi dengan media teks bacaan ? Hasil penelitian pada bab-bab yang telah dibahas dapa disimpulkan bahwa: (1). Dengan menggunakan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak pada pokok bahasan Komunikasi. (2). Setelah siklus I motivasi belajar peserta didik meningkat dengan skor rata-rata 3,8 dan setelah siklus II ada sedikit peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan skor rata-rata 4,1.(3). Perubahan motivasi sangat signifikan pada peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2018/2019

Kata kunci: motivasi belajar, metode ceramah bervariasi, media teks

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam suatu proses belajar mengajar, dapat dikatakan bahwa tugas guru sangatlah kompleks. Tugas guru tidak hanya sebagai penyampai meteri pelajaran, namun guru mengajar mempunyai tugas untuk membimbing dan mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar. Oleh karena itu guru harus mampu menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada Peserta didik dan metode penyampaiannya. Selain itu, guru juga harus mempunyai kemampuan nutuk membimbing semangat belajar anak didik.

Apapun kenyataan yang mungkin sekali dihadapi adalah adanya tingkat motivasi yang berbeda-beda setiap peserta didik di kelas, hal ini harus didasari oleh guru. Ada peserta didik yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar dan ada pula peserta didik yang memiliki motivasi belajar rendah. Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi cenderung memperhatikan penjelasan dari guru, bersemangat, dan merasa senang ketika guru memberikan tugas, serta menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada guru. Peserta didik motivasi belajarnya rendah ditunjukkan dengan selalu berbicara sendiri ketika guru menjelaskan, tidak bersemangat mengikuti pelajaran, dan enggan mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.

Tingkat motivasi Peserta didik yang rendah juga bias disebabkan adanya penggunaan belajar yang cenderung menonton. Salah satu metode mengajar digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran adalah metode ceramah. Belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah pada umumnya lebih cenderung terpusat pada diri guru, sedangkan peserta didik hanyalah sebagai peserta dan pendengar yang pasif.

Motivasi belajar peserta didik dapat dilihat dari minat peserta didik dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran. Semangat peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajar, tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas, reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru, dan rasa senang dalam mengerjakan tugas.

Kenyataan yang sering dijumpai adalah guru seringkali memberikan tugas yang tidak beraga. Guru sering memberikan tugas-tugas untuk mengerjakan soal-soal yang terdapat pada lembar kerja peserta didik, sehingga dapat mengakibatkan semangat untuk belajar menjadi berkurang. Oleh karena itu, tugas yang bervariasi sangat diperlukan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, penelitian ingin mengaji lebih dalam tentang permasalahan tersebut dalam sebuah penelitian tinfdakan kelas dengan mengangkat sebuah judul “Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi Dengan Media Teks Bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 ”.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang telah disusun oleh peneliti adalah: (1). Bagaimana proses peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 ? (2). Bagaimana hasil peningkatan peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 ? (3). Bagaimana perubahan sikap dan motivasi peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah menerima pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode ceramah bervariasi dengan media teks bacaan ?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1). Mendeskripsikan proses peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2018/2019, (2). Mendeskripsikan hasil peningkatan peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Teks bacaan Pada Peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2018/2019, (3). Mendeskripsikan perubahan sikap dan motivasi peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak setelah menerima pembelajaran Bahasa Indonesia tema komunikasi melalui metode ceramah bervariasi dengan media teks bacaan.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: Bagi peneliti, menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya masalah pendidikan dan sebagai wahana untuk menerapkan hasil penelitian ini kepada anak didik khususnya pada SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bagi guru, sebagai acuan dalam mengajar dengan menerapkan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.Bagi peserta didik, lebih termotivasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang disampaikan oleh guru.

KAJIAN PUSTAKA

Metode Ceramah

Roestiyah (1998;68) menyatakan bahwa metode ceramah adalah cara menyajikan pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan secara lisan tentang bahan pelajaran yang bias menggunakan alat bantu mengajar.pendapat lain menyatakan bahwa metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap peserta didik (Sudirman, 1991;113).

Sesuai dengan pendapat Ahmadi dan Prasetya (1997;53), metode ceramah dapat digunakan apabila bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru banyak berisi tentang konsep – konsep atau teori.

Penggunaan metode ceramah dimaksudkan untuk menanamkan pengertian tentang suatu konsep atau teori. Bahan pelajara yang banyak berisi tentang ide atau pendapat, hukum, atau gambaran umum suatu peristiwa dapat disampaikan dengan menggunakan metode ceramah.

Tugas yang bervariasi

Tujuan pemberian tugas adalah untuk mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri sesuatu masalah, mengisi waktu luang peserta didik untuk belajar, membiasakan anak giat belajar (Ahmadi dan Prasetyo, 1997;61). Dengan adanya tugas dari guru maka dapat dimungkinkan peserta didik akan lebih aktif untuk belajar dan Peserta didik akan terangsang untuk melakukan kegiatan belajar dengan memanfaatkan waktu luangnya. Pendapat yang lain menyatakan bahwa tujuan pemberian tugas adalah untuk memotifasi belajar Peserta didik (Nasution, 2000;81). Menurutnya dengan pemberian tugas akan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena didalam suatu tugas mengandung suatu permasalahan yang menantang peserta didik untuk bervikir hingga akan mengeluarkan segenap tenaga dan perhatiannya akan tercurah untuk menyelesaikan tugas dari guru.

Didalam penelitian ini tugas diberikan kepada peserta didik untuk dikerjakan disekolah. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebosanan dan kejenuhan peserta didik sehingga Peserta didik tetap bergairah untuk mengikuti pelajaran sampai pelajaran berakhir. Peserta didik termotivasi untuk mengerjakan tugas dari guru dalam memberikan tugas memperhatikan beberapa hal.

Motivasi Belajar

Motivasi belajar peserta didik dapat dilihat melalui sikap yang menunjukkan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menurut Sudjana (1990; 61) motivasi belajar Peserta didik dapat dilihat dalam hal berikut: (1). Minat dan perhatian peserta didik pada pelajaran (2). Semangat Peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajarnya, (3) Tanggung jawab Peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya. (4). Reaksi yang ditunjukkan Peserta didik terhadap stimulus yang diberikan seorang guru (5). Rasa senang dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Kelima aspek dari motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1). Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran (2). Semangat Belajar Peserta didik, (3). Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan Tugas-tugas belajarnya (4). Senang terhadap tugas yang diberikan Guru. (5). Reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan Guru

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik. Proses interaksi guru dengan peserta didik dapat terjadi karena guru memberikan stimulus kepada Peserta didik dan Peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru.

Dalam penelitian ini stimulus guru dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada peserta didik dalam reaksi peserta didik dapat ditunjukkan dengan langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru.

Kerangka Berpikir

Hasil belajar siswa dalam menyimak dan memahami materi tema komunikasi Kelas VI.B pada studi awal masih rendah, pembelajaran yang bersifat abstrak dengan metode ceramah mengakibatkan siswa sulit memahami materi, oleh karena itu diperlukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode pengamatan langsung serta kombinasi metode caramah bervariasi dengan bantuan media teks bacaan dan peraga tentang alat komunikasi.

Perbaikan pembelajaran siklus I menggunakan metode pengamatan, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan dan hasil belajar siswa, meskipun peningkatannya belum mencapai kriteria yang ditetapkan.Perbaikan pembelajaran siklus II menggunakan metode pengamatan yang berlangsung secara kelompok kecil, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka berpikir di atas, diduga melalui penggunaan metode ceramah bervariasi dapat meningkatkan motivasi/keaktifan dan hasil belajar Bahasa Indonesia materi komunikasi bagi siswa Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Karangawen Demak semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019. Berdasarkan dugaan tersebut di atas, hipotesis tindakan penelitian ini adalah “penggunaan metode ceramah bervariasi dengan berbantuan media teks bacaan dapat meningkatkan motivasi/keaktifan dan hasil belajar siswa”

 

Indikator Keberhasilan Penelitian

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan motivasi dan hasil belajar adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar baik secara klasikal maupun individual. Secara individual, siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat pemahaman materi 70% yang ditunjukkan dengan perolehan nilai tes formatif 70 atau lebih.

Kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran adalah minimal 85% dari siswa tuntas belajar, maka intervensi yang dilakukan dikatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

METODE PENELITIAN

Tempat Penelitian

Tampat penelitian ini ditetapkan dalam SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Penelitian tempat tersebut berdasarkan pada alasan bahwa penelitian adalah SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen sehingga akan kemudahan dan menghemat biaya.

Adapun subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas VI.B (Enam B). Pemilihan Kelas VI.B (Enam B) sebagai subjek karena peserta didik mempunyai motivasi belajar paling rendah daripada kelas yang lain pada proses pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mana yang telah peneliti paparkan pada latar belakang penelitian.

Desain Penelitian dan Rencana Tindakan

Perencanaan

Pada tahap pernecanaan kegiatan adalah sebagai berikut: (1). Mempersiapkan rencana pembelajaran pokok bahasan “Komunikasi” (2). Membuat alat bantu mengajar untuk menjelaskan (3). Mempersiapkan tugas yang akan diberikan kepada peserta didik yang terdiri dari menyusun kerangka karangan dan mengembangkan kerangka karangan. (4). Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk kegiatan wawancara dalam lembar wawancara. (5). Membuat lembar observasi yang digunakan peneliti untuk menilai motivasi belajar peserta didik pada saat peneliti mengaplikasikan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi.

Tindakan

Tahapan yang digunakan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan adalah melakukan tindakan berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat. Penelitian yang akan dilakukan terdri atas dua siklus.

Siklus I

Pada siklus I dilakukan pada pokok bahasan “Komunikasi” pada siklus I, dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 6 September 2018 dan 13 September 2018 kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Menjelaskan tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik setelah pembelajaran berakhir, mengemukakan garis besar materi yang akan dibahas, mengadakan apersepsi dengan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang diajarkan.(2). Menyampaikan materi yang disampaikan kepada peserta didik selama 35 menit dengan menggunakan metode ceramah. (3). Peneliti memberikan tugas menyusun kerangka karangan pada buku tulis. Tugas tersebut dikerjakan dikelas selama 35 menit.

Setelah peserta didik mengerjakan tugas, peneliti menilai hasil dari pekerjaan peserta didik. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, peneliti dibantu seorang guru kelas yang lain mengobsevasi belajar peserta didik.

Siklus II

Pada siklus II dilaksanakan pada pokok bahasan yang sama, yaitu “Komunikasi” dengan menggunakan alokasi waktu 4 X 35 menit pada hari Kamis tanggal 4 Oktober 2018 dan 11 Oktober 2018. Pada siklus II, kegiatan yang akan dilakukan sebagai berikut: (1) Menjelaskan tujuan yang akan dicapai peserta didik setelah pembelajaran berakhir, mengadakan apersepsi dengan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang akan dibahas dengan materi yang telah diajarkan, menyampaikan pokok-pokok materi kepada peserta didik.(2). Peneliti memberikan tugas mengembangkan kerangka karangan. Tugas tersebut harus selesai selama 35 menit.

Setelah peserta didik menyelesaikan tugas tersebut, peneliti menilai langsung hasil pekerjaaan peserta didik. Pada saat kegiatan belajar berlangsung peneliti dibantu oleh seorang guru kelas mengobservasi motivasi belajar peserta didik.

Observasi

Pada saat observasi, peneliti dibantu satu orang guru untuk mengamati perubahan peserta didik saat meneliti mengimplementasikan tindakan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari subjektifitas dari peneliti sehingga data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apapun hal-hal yang berobservasi adalah: (1) Minat dan perhatian Peserta didik terhadap pelajaran bahasa Indonesia (2). Semangat Peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajarnya (3). Tanggung jawab Peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya (4). Reaksi cepat yang ditunjukkan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru (5). Rasa senang dalam mengerjakan tugas yang diberikan

Refleksi

Tahap refleksi dilakukan untuk mengkaji kembali hasil tindakan dan hasil observasi yang kemudian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan yang akan dilakukan kemudian. Dengan melakukan refleksi peneliti mengetahui kekurang-kekurangan yang perlu diadakan tindakan perbaikan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Dari kelima indikator motivasi belajar peserta didik, terlihat bahwa minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran bahasa Indonesia rendah dengan skor rata-rata 2,7 dimana dari 21 siswa, sebanyak 3 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang sangat rendah, 5 orang mempunyai minat dan perhatian yang rendah, 5 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang cukup, 8 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang tinggi serta tidak seorangpun peserta didik yang mempunyai minat dan perhatian yang sangat tinggi terhadap pelajaran bahasa Indonesia rendah dengan skor rata-rata 2,7.

Semangat belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar diketahui sebanyak 2 peserta didik memiliki semangat belajar sangat rendah, 5 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang rendah, 5 orang peserta didik memiliki semangat belajar cukup, dan hanya 9 peserta didik yang memiliki semangat belajar tinggi dan tidak seorang Peserta didik pun yang memiliki semangat belajar sangat tinggi. Semangat belajar peserta didik dalam proses belajar ini tergolong rendah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata semangat belajar peserta didik sebesar 2,7.

Sebanyak 2 peserta didik memiliki tanggung jawab yang sangat rendah, 5 peserta didik memiliki tanggung jawab rendah, 5 orang peserta didik memiliki tanggung jawab cukup, 9 peserta didik memiliki tanggung jawab yang tinggi dan tidak seorangpun yang memiliki tanggung jawab sangat tinggi dalam mengerjakan tugas dari guru. Skor rata-rata pada indikator tanggung jawab dalam mengerjakan tugas sebesar 2,8. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas tergolong rendah.

Peserta didik sangat senang dengan tugas yang diberikan gurunya, 4 peserta didik merasa tidak senang dengan tugas yang diberikan guru, 4 peserta didik merasa cukup senang mengerjakan tugas yang diberikan guru, 9 orang peserta didik merasa senang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan tidak satu pun peserta didik yang merasa senang apabila menerima tugas dari guru tersebut. Rasa senang dalam mengejakan tugas yang diberikan oleh guru juga tergolong rendah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata yang diperoleh pada indikator rasa senang peserta didik dalam mengerjakan tugas dari guru sebesar 2,7.

Dilihat dari reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru sebanyak 3 peserta didik mempunyai reaksi yang sangat rendah terhadap stimulus dari guru, 5 orang mempunyai reaksi yang sangat rendah terhadap stimulus dari guru, 6 peserta didik mempunyai reaksi yang cukup terhadap stimulus dari guru, 7 peserta didik mempunyai reaksi yang tinggi terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Rendahnya reaksi dari peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata sebesar 2,6.

Deskripsi Siklus I

Peneliti dalam menyampaikan materi pelajaran pada siklus I menggunakan metode ceramah kemudian peneliti memberikan tugas berupa menyusun kerangka karangan pada pokok bahasan “komunikasi” pada sebuah buku tulis. Tugas tersebut dikerjakan disekolah selama 35 menit. Saat belajar mengajar berlangsung, peneliti dibantu oleh seorang guru Kelas VI.B melakukan observasi untuk mengetahui motivasi peserta didik.

Motivasi belajar peserta didik meningkat dengan skor rata-rata 3,8. Nampak minat peserta didik dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran Bahasa Indonesia tergolong tinggi.

Hal ini ditunjukkan dengan scor rata-rata reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru sebesar 3,6.

 

 

 

Deskripsi Siklus II

  Hasil observasi terhadap siklus Imenunjukkan masih ada peserta didik yang memiliki motivasi yang sangat rendah pada semua aspek motivasi belajar. Oleh karena itu penelitian ini dilanjutkan pada siklus II.

Penyampaian materi pada siklus II, peneliti menggunakan metode ceramah kemudian peneliti memberikan tugas mengembangkan kerangka karangan pada subuah buku tulis. Tugas tersebut harus diselesaikan dalam waktu 35 menit.

Motivasi belajar peserta didik meningkat meskipun tidak bisa optimal dengan skor rata-rata 4,1. Sebanyak 12 peserta didik mempunyai minat dan perhatian yang sangat tinggi, 5 orang peserta didik memiliki menat dan perhatian yang tinggi terhadap pelajaran, 4 orang peserta didik memiliki minat dan perhatian yang cukup terhadap pelajaran dan tidak ada satu orang peserta didik yang memiliki minat dan perhatian yang rendah maupun sangat rendah terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. Minat dan perhatian peserta didik tergolong tinggi terhadap pelajaran dengan scor rata-rata 4,0.

Terhadap 13 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang sangat tinggi terhadap pelajaran, 4 orang memiliki semangat yang tinggi, 4 orang memiliki semangat belajar yang cukup dan tidak satupun peserta didik yang mempunyai semangat belajar rendah maupun sangat rendahterhadap pelajaran bahasa Indonesia. Semangat belajar peserta didik tergolong tinggi dengan skor rata-rata 4,1.

Setelah siklus II ini, sebanyak 13 peserta didik mempunyai tanggung jawab yang sangat tinggi dalam mengerjakan tugas dari guru. 6 orang peserta didik mempunyai tanggung jawab yang cukup dan 2 peserta didik yang memiliki tanggung jawab rendah maupun sangat rendah dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Tanggung jawab peserta didik tergolong tinggi dalam mengerjakan tugas mengembangkan kerangka karangan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas sebesar 4,2.

Terdapat banyak 14 orang peserta didik sangat senang mengerjakan tugas, 5 orang peserta didik senang mengerjakan tugas, 2 orang peserta didik cukup senang mengerjakan tugas dan tidak satupun dari semua peserta didik tedak senang mengerjakan tugas maupun peserta didik yang sangat tidak senang mengerjakan tugas. Skor rata-rata pada indikator rasa senang peserta didik dalam mengerjakan tugas sebesar 4,1. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik Kelas VI.B mempunyai rasa senang yang tinggi dalam mengerjakan tugas tersebut.

Terdapat banyak 13 orang peserta didik mempunyai reaksi yang sangat tinggi saat peneliti memberikan stimulus berupa pertanyaan, 6 orang peserta didik mempunyai reaksi yang tinggi terhadap stimulus yang diberikan guru, 2 orang memiliki reaksi yang cukup terhadap stimulus yang diberikan oleh guru, dan tidak satupun peserta didik mempunyai reaksi yang rendah dan sangat rendah terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Hal ini ditunjukan bahwa reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan terhadap guru adalah tinggi dengan skor rata-rata 4,1

Dapat dilihat bahwa ada perubahan tingkat motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B sebelum dan sesudah tindakan. Sebelum tindakan, motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B tergoleng rendah dengan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik 2,7 setelah tindakan I motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B meningkat dari rendah menjadi tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B pada tindakan I sebesar 3,8 setelah tindakan II dapat dilihat ada peningkatan motivasi belajar peserta didik dari pada tindakan I yang mana skor rata-rata motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B setelah tindakan II menjadi 4,1.

Sebelum tindakan 3 peserta didik (14,29%) memperoleh hasil belajar yang rendah, dan 6 peserta didik (28,57%) memperoleh hasil belajar yang sedang 6 peserta didik (28,57%) memperoleh hasil belajar yang tinggi. Setelah diadakan tindakan I terlihat 1 orang peserta didik (4,76%) memperoleh hasil belajar yang rendah dan 4 peserta didik (19,05%) memperoleh hasil belajar yang sedang, 5 peserta didik (23,81%) memperoleh hasil belajar yang tinggi dan 11 peserta didik (52,38%) memperoleh hasil belajar yang tinggi. Lebih-lebih setelah dilakukan tindakan ke II nampak 4 peserta didik (19,05%) memperoleh hasil belajar yang sedang, 5 peserta didik (23,81%) memperoleh hasil belajar yang tinggi 12 (57,14%) memperoleh hasil belajar yang sangat tinggi.

Pembahasan

Dari hasil observasi pada siklus I, sebanyak 14 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang tinggi terhadap pelajaran. Hal ini karena dalam menyampaikan materi pelajaran menggunakan alat bantumengajar yang berupa alat peraga. Penggunaan alat bantu mengajar tersebut dapat menarik minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran.

Dari hasil observasi metode ceramah yang disertai dengan tugas yang bervariasi yang diterapkan oleh peneliti dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B. Hal ini karena tidak hanya peserta didik yang pasif mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga peserta didik lebih aktif belajar dengan mengerjakan tugas-tugas. Selain itu, pemberian tugas yang bervariasi akan menghindarkan peserta didik dari kebosanan, sehingga motivasi belajarnya meningkat.

Simpulan

Hasil penelitian pada bab-bab yang telah dibahas dapa disimpulkan bahwa: (1). Dengan menggunakan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak pada pokok bahasan Komunikasi. (2). Setelah siklus I motivasi belajar peserta didik meningkat dengan skor rata-rata 3,8 dan setelah siklus II ada sedikit peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan skor rata-rata 4,1. (30. Perubahan motivasi sangat signifikan pada peserta didik Kelas VI.B SD Negeri Karangawen 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2018/2019.

Saran

Dari hasil yang telah dilakukan maka kami menyarankan kepada: Guru Kelas VI.B pada khususnya dan guru kelas lain pada umumnya untuk menggunakan alat bantu pengajaran serta diberikan tugas yang lebih bervariasi kepada peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih termotivasi untuk dapat belajar.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Jok tri Prasetya. 1997. Strategi Belajar Mengajar, Bandung: CV Pustaka Setia.

Dimyati dan Mudjiono. 1990. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S.B dan Aswan Zain.1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Hadi, Sutrisno. 2002. Metodelogi Research jilid I. Yogyakarta: Penerbit Andi

Handoko, Martin 2003. Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Jakarta: Kanisius

Haryanto.1997 Perencanaan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.

Imron, Ali. 1996. Belajar Dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Nasution. 2000. Diaktit Asas-Asas Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Pasaribu dan Simanjutak. 1989. Diaktit dan Metodik. Bandung: Transito

Rostyah. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Slameto.1995 Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudirman, dkk.1991. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudjana, Nana.1990. Penilaian Hasil Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Suharto. 1996. Pendidikan dan Tehnik Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung Transito

Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Pendidikan Tindakan Kelas. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi.

Usman, Uzer. 1997. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya