PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP TEKANAN

MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPLORASI

DAN PRESENTASI BERBASIS MAGIC SAIN SIRCUS

PADA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 2 SULANG

KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

Sukantiningsih

Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) konsep Tekanan pada siswa Kelas VIII F SMP 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017 dan menganalisis pelaksanaan strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) dalam meningkatkan pemahaman konsep Tekanan pada siswa Kelas VIII F SMP 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang yang beralamat di Desa Seren Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan nontes. Alat pengumpulan data adalah pedoman wawancara, angket, lembar observasi dan tes. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian berlangsung dalam dua siklus. Hasil penelitian ini adalah 1) pelaksanaan strategi pembelajaran ekspres berbasis Magic Sain Sircus (MSS) dengan belajar kelompok, 2) pelaksanaan strategi pembelajaran ekspres berbasis Magic Sain Sircus (MSS) meningkatkan aktivitas belajar dan 3) pelaksanaan strategi pembelajaran ekspres berbasis Magic Sain Sircus (MSS) meningkatkan hasil belajar.

Kata Kunci: Tekanan, Strategi Pembelajaran, Eksplorasi dan Presentasi, Magic Sain Sircus.

 

PENDAHULUAN

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya kimia dasar, di SMP pada umumnya banyak mengalami kendala. Kendala tersebut terutama dalam menanamkan konsep-konsep materi tersebut pada siswa. Hal ini disebabkan karena sudah ada anggapan dari sebagian siswa bahwa pelajaran IPA itu sulit, tidak nyata dan menakutkan. Disamping itu juga kadang-kadang guru belum menerapkan strategi mengajar yang sesuai karena dengan berbagai alasan dan pertimbangan tertentu, baik itu menyangkut sarana prasarana yang ada disekolah, kondisi siswa atau kemampuan guru yang kurang. Akibatnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPA, lebih-lebih konsep kimia dasar, secara umum kurang baik.

Kondisi demikian mengisyaratkan adanya suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan guna mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep IPA di SMP Negeri 2 Sulang, sehingga nilai 75 atau lebih pada ulangan harian, Tes Akhir Semester (UAS) dan Ujian Sekolah (US) dapat dicapai oleh 85% atau lebih dari siswa yang ada. Dengan demikian ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal dapat tercapai.

Dalam pembelajaran IPA di Kelas VIII F tentang Tekanan pada Kondisi Awal, ketuntasan hanya sebesar 40% dimana hanya 10 siswa yang tuntas dari keseluruhan 25 siswa. Hasil belajar termasuk tidak memuaskan. Oleh karena itu, guru harus melakukan pembaruan dalam pembelajaran. Salah satunya adalah strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS).

Yang dimaksud dengan strategi pembelajaran ekspres (ekspres) berbasis MSS adalah pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada masalah masalah dalam IPA dan diminta untuk mengeksplorasi dan memprediksi apa yang akan terjadi. Siswa diminta untuk mengamati dengan seksama proses dan hasil perubahan itu, kemudian mempresentasikan hasil eksplorasinya dengan menggunakan alat peraga yang sederhana namun terkesan ada unsur magic di dalamnya. Sesuai dengan strategi pembelajaran ekspres berbasis MSS tersebut diharapkan pemahaman konsep tekanan siswa Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang meningkat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah pengajaran IPA, khususnya pembelajaran materi Tekanan di SMP 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang yang beralamat di Desa Seren Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII F SMP Negeri 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 25 siswa.

Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan nontes. Alat pengumpulan data adalah pedoman wawancara, angket, lembar observasi dan tes. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian ini terdiri atas empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, 4) refleksi. (Arikunto, 2006: 74).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Siklus I

Pembelajaran pada Siklus I diawali dengan angket tentang minat siswa terhadap pembelajaran IPA. Sesuai dengan hasil tersebut diketahui sangat berminat sebanyak 7 siswa (28%), cukup berminat sebanyak 8 siswa (32%) dan kurang berminat sebanyak 10 siswa (40%).

Pembelajaran pada Siklus I, materi dengan pokok bahasan Tekanan pada Zat Padat. Pembelajaran berlangsung dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari lima anggota berdasarkan tempat duduk. Masing-masing kelompok menentukan ketua, sekretaris dan anggota. Kemudian, pada tahap pertama (situasi problematis) adalah pengamatan terhadap percobaan telur ke dalam mulut botol yang lebih sempit. Pada tahap kedua (eksplorasi masalah) adalah siswa menjawab lembar kerja sesuai dengan percobaan. Pada tahap ketiga (presentasi magic sain sircus) adalah ketua kelompok melakukan presentasi hasil lembar kerja. Pada tahap keempat (diskusi kelas) adalah diskusi hasil lembar kerja oleh seluruh kelompok. Pada tahap kelima (menyimpulkan) adalah mengulang hasil temuan dalam percobaan sebagai kesimpulan.

 

 

 

Hasil observasi dalam pembelajaran pada Siklus I sebagai berikut:

Tabel 4.1. Aktivitas belajar pada Siklus I.

No

Aspek yang diamati

Aktif

Cukup aktif

Kurang aktif

1

Antusias memperhatikan penjelasan guru

7

6

12

2

Aktif menjawab pertanyaan guru

2

3

20

3

Bekerja sama dalam kelompok

8

8

9

4

Interaksi antar siswa dalam diskusi

6

8

11

5

Meminta guru mengulang pertanyaan

0

3

22

6

Melaksanakan diskusi kelompok

7

6

12

Jumlah

30

34

86

 

Sedangkan hasil belajar dengan ketuntasan sebesar 64% dimana hanya 16 siswa yang tuntas dari keseluruhan 25 siswa.

Deskripsi Siklus II

Pembelajaran pada Siklus II, materi dengan pokok bahasan Tekanan pada Zat Gas. Pembelajaran berlangsung dalam kelompok yang sama seperti pembelajaran terdahulu, termasuk tugas dalam masing-masing kelompok sebagai ketua, sekretaris dan anggota. Percobaan dengan memasukkan batu biasa dan batu apung ke dalam bejana berisi air.

Hasil observasi dalam pembelajaran pada Siklus II sebagai berikut:

Tabel 4.2. Aktivitas belajar pada Siklus II.

No

Aspek yang diamati

Aktif

Cukup aktif

Kurang aktif

1

Antusias memperhatikan penjelasan guru

20

4

1

2

Aktif menjawab pertanyaan guru

19

14

2

3

Bekerja sama dalam kelompok

14

10

1

4

Interaksi antar siswa dalam diskusi

15

9

1

5

Meminta guru mengulang pertanyaan

3

4

18

6

Melaksanakan diskusi kelompok

16

6

3

Jumlah

87

47

26

 

Sedangkan hasil belajar dengan ketuntasan sebesar 88% dimana 22 siswa yang tuntas dari keseluruhan 25 siswa.

Pembelajaran pada Siklus II diakhiri dengan angket tentang minat siswa terhadap pembelajaran IPA. Sesuai dengan hasil tersebut diketahui sangat berminat sebanyak 18 siswa (72%), cukup berminat sebanyak 5 siswa (20%) dan kurang berminat sebanyak 2 siswa (8%).

Pembahasan

Dalam penelitian ini, strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) melalui lima tahap, yaitu tahap pertama adalah situasi problematis, tahap kedua adalah eksplorasi masalah, tahap ketiga adalah presentasi magic sain, tahap keempat adalah diskusi kelas dan tahap kelima adalah menyimpulkan. Setiap tahap disesuaikan dengan materi.

Dalam penelitian ini, pelaksanaan strategi pembelajaran ekspres (ekspres) berbasis MSS dalam belajar kelompok. Sesuai dengan subjek penelitian, guru membagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari lima anggota. Sesuai dengan materi, pada Siklus I dengan pokok bahasan Tekanan pada Zat Padat dan pada Siklus I dengan pokok bahasan Tekanan pada Zat Gas. Percobaan pada Siklus I dengan memasukkan telur ke dalam mulut botol yang lebih sempit. Percobaan pada Siklus II dengan memasukkan batu biasa dan batu apung ke dalam bejana berisi air.

Dalam penelitian ini, aktivitas belajar siswa semakin meningkat dengan strategi pembelajaran ekspres (ekspres) berbasis MSS. Sesuai dengan hasil observasi dalam pembelajaran, aktivitas belajar semakin aktif. Hal tersebut juga sesuai dengan minat belajar yang meningkat pada kondisi akhir. Penulis menganalisis aktivitas belajar dan minat belajar sebagai berikut:

Tabel 4.3. Analisis aktivitas belajar pada Siklus I dan Siklus II.

No

Aspek yang diamati

Aktif

Cukup aktif

Kurang aktif

S I

S II

S I

S II

S I

S II

1

Antusias memperhatikan penjelasan guru

7

20

6

4

12

1

2

Aktif menjawab pertanyaan guru

2

19

3

14

20

2

3

Bekerjasama dalam kelompok

8

14

8

10

9

1

4

Interaksi antar siswa dalam diskusi

6

15

8

9

11

1

5

Meminta guru mengulang pertanyaan

0

3

3

4

22

18

6

Melaksanakan diskusi kelompok

7

16

6

6

12

3

Jumlah

30

87

34

47

86

26

 

Tabel 4.4. Analisis minat belajar pada Kondisi Awal (sebelum tindakan) dan Siklus II.

No

Minat terhadap pembelajaran

Jumlah

Persentase

S I

S II

S I

S II

1

Sangat berminat

7

18

28

72

2

Cukup berminat

8

5

32

20

3

Kurang berminat

10

2

40

8

Jumlah

25

25

100

100

 

Sesuai dengan analisis data penelitian di atas, aktivitas belajar maupun minat belajar terhadap pembelajaran peserta meningkat semakin aktif dengan strategi pembelajaran ekspres (ekspres) berbasis MSS. Peningkatan aktivitas belajar aktivitas belajar maupun minat belajar tersebut sesuai dengan pemahaman konsep siswa dengan strategi pembelajaran ekspres (ekspres) berbasis MSS.

PENUTUP

Kesimpulan

1.     Pelaksanaan strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) pada siswa Kelas VIII F SMP 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017melalui belajar dalam lima tahap, yaitu situasi problematis, eksplorasi masalah, presentasi magic sain, diskusi kelas dan menyimpulkan.

2.     Pelaksanaan strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) meningkatkan pemahaman konsep Tekanan pada pada siswa Kelas VIII F SMP 2 Sulang Tahun Pelajaran 2016/2017.

Saran

1.     Guru perlu mengadakan variasi dalam penggunaan strategi, media, dan model pembelajaran dalam pembelajaran IPA lainnya.

2.     Guru perlu melaksanakan strategi pembelajaran eksplorasi dan presentasi (ekspres) berbasis Magic Sain Sircus (MSS) dalam pembelajaran IPA lainnya sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Druxes, Herbert. 1996. Kompendium Didaktik Physic. Munchen: Franz-Ehrenwirth Verleg GmBH & Co.

Hamalik, Oemar. 1999. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

—. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Haryanto. 2000. Model Pembelajaran Probex sebagai Alternatif Strategi Mengajar IPA. Semarang: Buletin MGMP Jawa Tengah.

Hudojo, Herman. 1979. Pengembangan Kurikulum dan Pelaksanaannya di Depan Kelas. Surabaya: Usaha Nasional.

Nasution. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Priyono, Andreas. 1999. Penulisan Proposal Penelitian Classroom Based Action Research. Semarang: Proyek P2M SMP Jateng.

Purwanto, Ngalim. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim Instruktur Propinsi Jateng. 1999. Pengantar Action Research untuk Guru SMP. Semarang: Depdikbud Provinsi Jawa Tengah Proyek P2M SMP Jateng.

Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Semarang: Depdikbud Provinsi Jawa Tengah Proyek P2M SMP Jateng.

Tjokrosujono. 1994/1995. Materi Pokok Dasar–Dasar Penelitian. Jakarta: Depdikbud.

Usman, Moh. Uzer dan Lilis, 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Walgito, Bimo. 1981. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Psikologi UGM Press.

Winarno. 1980. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.

Winkel. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Strategi Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.