PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI

BELAJAR SISWA KELAS I DI SD GMIH WOSIA

Greis Trivana Kundiman

Elsye Jesti Mutji

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halmahera

ABSTRAK

Berhasil tidaknya pendidikan salah satunya diukur melalui prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena, metode pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode alamiah dan dilakukan oleh orang atau peneliti dalam bentuk kata-kata dan tindakan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, yang terjadi. Menurut Sugiyono (2015:53)“Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lainnya. Variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena kalau variabel independen selalu di pasangkan dengan variabel dependen”. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan dalam bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, catatan lapangan, dokumen pribadi, dan dokumen resmi lainnya. Menurut Sugiyono(2005:62)“Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi tinggi bisa dikatakan cukup baik karena Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa rata-rata peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi tinggi adalah sebesar             77%. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anaknya.

Kata kunci: peran orang tua, prestasi belajar

 

PENDAHULUAN

Orang tua memegang peran yang penting dalam proses pendidikan anak. Pendidikan orang tua merupakan basis pendidikan yang pertama dan utama. Situasi keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan anak atau generasi-generasi penerus yang baik dan bertanggung jawab. Setiap orang tua pasti akan menginginkan anaknya dapat mengenyam pendidikan dengan baik.

Dengan adanya keinginan seperti itu, orang tua akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak dalam bersekolah. Orang tua akan berperan aktif dengan memberi motivasi, bimbingan, pendidikan serta fasilitas belajar serta perhatian cukup terhadap anaknya akan menunjang keberhasilan belajar. Untuk mencapai prestasi belajar yang optimal maka peran orang tua di rumah dalam mendidik dan membimbing anak sangat menentukan karena dengan mendidik serta membimbing anak dapat belajar dengan baik di rumah. Selain itu juga orang harus melihat sejauh mana anak itu belajar, serta lebih memerhatikan waktu kosong untuk anaknya.

Berhasil tidaknya pendidikan salah satunya diukur melalui prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.

KAJIAN LITERATUR

Dari semua faktor eksternal, maka orang tualah yang paling berperan dalam menentukan prestasi belajar anak.Orang tua merupakan sosok pertama dan utama dalam pendidikan anak.Meskipun anak telah dititipkan ke sekolah, tetapi orang tua tetap berperan terhadap prestasi belajar anak.

Menurut Arifin (2012:92) peran orang tua dalam mendukung prestasi belajar anak, yaitu:

Pengasuh dan pendidik

Orang tua berperan sebagai pendidik sebab dalam pekerjaannya tidak hanya mengajar, tetapi juga melatih ketrampilan anak, terutama sekali melatih sikap mental anak. Maka dalam hal ini, orang tua harus dan mampu bertanggung jawab untuk menemukan bakat dan minat anak, sehingga anak diasuh dan dididik, baik langsung oleh orangtua atau melalui bantuan orang lain, seperti guru, sesuai dengan bakat dan minat anak sendiri, sehingga anak dapat memperoleh prestasi belajar secara lebih optimal. Bukan karena keegoisan orang tua, yang justru “memenjarakan” anak dengan kondisi yang diinginkan orang tua.

Pembimbing

Bimbingan adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan, agar orang tersebut mampu mengatasinya sendiri dengan penuh kesadaran. Maka dalam hal ini, orangtua harus senantiasa mem berikan bimbingan secara berkelanjutan. Anak di sekolah hanya enam jam, dan bertemu dengan gurunya hannya sampai 2 dan 3 jam.Maka prestasi belajar anak sangat didukung oleh bimbingan belajar yang diberikan orang tua secara berkelanjutan, langsung maupun tidak langsung.

Motivator

Orang tua memberikan dorongan tentang pentingnya belajar dengan tujuan dapat meningkatkan prestasi belajar, sehingga anak benar-benar merasa penting dan membutuhkan apa yang dianjurkan oleh orangtuanya. Orang tua harus mampu menjadi motivator belajar anak. Hal ini dilakukan antara lain dengan membimbing belajar anak dengan kasih sayang secara berkelanjutan, serta dengan menciptakan suasana belajar di rumah. Suasana belajar dapat diwujudkan dengan meminimalisir kebiasaan-kebiasaan yang kurang bermanfaat, seperti nonton TV secara terus menerus, maka bagaimana suasana belajar mampu dikondisikan oleh orang tua, maka sejauh itu pula anak termotivasi untuk belajar. Semakin tinggi motivasi belajar anak, semakin tinggi pula kemungkinan anak untuk memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

Fasilitator

Dalam belajar mengajar orang tua menyediakan berbagai fasdilitas seperti media, alat peraga, termasuk menentukan berbagai jalan untuk mendapatkan fasilitas tertentu dalam menunjang program belajar anak. Orang tua sebagai fasilitator turut mempengaruhi tingkat prestasi yang dicapai anak. Bentuk dukungan lain yang tidak kalah pentingnya berkenaan dengan peranan orang tua dalam belajar anak adalah dengan menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran. Fasilitas ini dimulai dengan biaya pendidikan karena tidak ada pendidikan gratis seratus persen.Fasilitas pendidikan selanjutnya adalah berkenaan dengan penyediaan buku-buku ajar yang dibutuhkan peserta didik, demikian juga dengan fasilitas lainnya, seperti alat-alat tulis, tempat belajar, dan lain-lain.

Dalam proses belajar mengajar tidak semua siswa dapat menangkap seluruh apa yang dijelaskan oleh guru, oleh sebab itu prestasi belajar siswa juga akan berbeda beda dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik dalam dirinya ataupun dari luar dirinya.

Menurut Slameto (2010:54) bahwa yang mempengaruhi belajar siswa ada banyak jenisnya, yang dapat digolongkan menjadi 2 faktor yaitu: Faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yaitu faktor internal antara lain:

Faktor jasmaniah

Yaitu faktor yang sifatnya bawaan atau yang diperoleh, misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh. Faktor jasmaniah ini sangat mempengaruhi didalam menentukan prestasi belajar siswa karena belajar dibutuhkan jasmani yang sehat, dengan jasmani yang sehat siswa akan mudah untuk menrima atau memahami pembelajaran yang disampaikan guru dengan baik, sehingga prestsi yang dicapai juga meningkat.

Faktor Psikologis

Yaitu yang menyangkut dengan faktor non-fisik atau yang bersifat kejiwaan. Misalnya: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, dan kematangan.

Faktor kelelahan

Kelelahan jasmani terlihat dari lemah lunglainya tubuh dan timbulnya kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kebosanan, sehingga minat dan dorongan menghasilkan sesuatu hilang. Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan karena akan berdampak pada prestasi belajarnya.

Faktor eksternal yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

Lingkungan keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama yang memberi pengaruh pada seorang anak.Begitu pula dengan keberhasilan belajarnya pun siswa banyak sekali dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.

Lingkungan sekolah

Sekolah adalah tempat dimana berlangsungnya proses belajar mengajar. Faktor sekolah yang mempengaruhi proses belajar siswa antara lain: metode mengajar guru, hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan siswa, keadaan gedung sekolah, sarana sekolah, metode belajar, tugas yang diberikan oleh guru dan sebagainya.

Lingkungan masyarakat

Masyarakat terdiri atas sekelompok manusia yang menempati daerah tertentu, menunjukan integrasi berdasarkan pengalaman bersama berupa kebudayaan, memiliki sejumlah lembaga yang melayani kepentingan bersama, mempunyai kesadaran akan kesatuan tempat tinggal dan bila perlu dapat bertindak bersama.

METODE PENELITIAN

Menurut Sugiyon (2012:5) “Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat di temukan, di kembangkan, dan di buktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada giliranya dapan digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah”.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena, metode pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode alamiah dan dilakukan oleh orang atau peneliti dalam bentuk kata-kata dan tindakan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, yang terjadi. Menurut Sugiyono (2015:53)“Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lainnya. Variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena kalau variabel independen selalu di pasangkan dengan variabel dependen”.

Pada penelitian ini data yang dikumpulkan dalam bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, catatan lapangan, dokumen pribadi, dan dokumen resmi lainnya. Menurut Sugiyono(2005:62)“Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”.

Berikut ini akan dijelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut. Menurut Husaini Usman (2009:52)” teknik observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.”Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Observasi merupakan metode yang paling dasar dan paling tua, karena dengan cara-cara tertentu kita terlibat dalam proses mengamati.

Dalam observasi, cara pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan, dan situasi sedang terjadi. Dalam menggunakan teknik ini, peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD GMIH WOSIA.

Wawancara menurut Sugiyono (2010:194)” pengertian wawancara adalah: wawancara gunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil. “ Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara ini dilakukan dengan cara tatap muka antara peneliti dan responden dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terstruktur karena peneliti menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada orang tua, siswa kelas 1 dan juga guru di SD GMIH Wosia.

Teknik analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Sugiyono (2008: 247) yaitu sebagai berikut:

Reduksi data (Data Reduction)

Reduksi data adalah proses penyempurnaan data, baik pengurangan terhadap data yang dianggap kurang perlu dan tidak relevan, maupun penambahan data yang dianggap masih kurang. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang akan direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila di perlukan.

Penyajian Data (Data Display)

Dengan mendisplay atau menyajikan data akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi selama penelitian berlangsung. Setelah itu perluh adanya perencanaan kerja berdasarkan apa yang telah dipahami. Dalam penyajian data selain menggunakan teks secara naratif, juga dapat berupa bahasa nonverbal seperti bagan, grafik, denah, matriks, dan tabel. Penyajian data merupakan proses pengumpulan informasi yang disusun berdasarkan kategori atau pengelompokan-pengelompokan yang di perlukan.

Verifikasi Data (Conclusions drawing/verifiying)

Langkah terakhir dalam teknik analisis data adalah verifikasi data. Verifikasi data dilakukan apabila kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan ada perubahan-perubahan bila tidak dibarengi dengan bukti-bukti pendukung yang kuat untuk mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Bila kesimpulan yang dikemukan pada tahap awal, didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali ke lapangan pengumpulan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan yang kredibilitas atau dapat dipercaya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua yang paling rendah yaitu peran orang tua sebagai motivator disebabkan karena kurangnya motivasi, dorongan serta semangat dari orang tua kepada anak agar ia rajin belajar, kurangnya belajar bersama dengan anak dirumah, anak-anak lebih banyak bermain dan menonton daripada belajar sedangkan, peran orang tua yang paling tinggi yaitu peran orang tua sebagai pembimbing disebabkan karena orang tua sering membimbing anak jika ia melakukan hal-hal yang sala misalnya malas kesekolah, malas belajar, berkelahi dengan teman dan lain-lain, orang tua menyediakan buku, pensil, penggaris, penghapus serta membantu mengerjakan PR anaknya.

Peneliti juga menemukan bahwa prestasi siswa tidak berpengaruh terhadap pekerjaan orang tua, status orang tua namun peran orang tualah yang berpengaruh terhadap prestasi belajar anaknya.

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa rata-rata peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi tinggi adalah   sebesar 77% didapat dari  =  = 77%, peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi sedang adalah sebesar 73% didapat dari  =  = 73%, Sedangkan rata-rata peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi rendah adalah sebesar 66% didapat dari  =  = 66%

Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Dari semua faktor eksternal, maka orang tualah yang paling berperan dalam menentukan prestasi belajar anak.Orang tua merupakan sosok pertama dan utama dalam pendidikan anak.Meskipun anak telah dititipkan ke sekolah, tetapi orang tua tetap berperan terhadap prestasi belajar anak.

Menurut Arifin (2012:92) peran orang tua dalam mendukung prestasi belajar anak, yaitu: Orang tua berperan sebagai pendidik sebab dalam pekerjaannya tidak hanya mengajar, tetapi juga melatih ketrampilan anak, terutama sekali melatih sikap mental anak. Maka dalam hal ini, orang tua harus dan mampu bertanggung jawab untuk menemukan bakat dan minat anak, sehingga anak diasuh dan dididik, baik langsung oleh orangtua atau melalui bantuan orang lain, seperti guru, sesuai dengan bakat dan minat anak sendiri, sehingga anak dapat memperoleh prestasi belajar secara lebih optimal. Bukan karena keegoisan orang tua, yang justru “memenjarakan” anak dengan kondisi yang diinginkan orang tua.

Bimbingan adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan, agar orang tersebut mampu mengatasinya sendiri dengan penuh kesadaran. Maka dalam hal ini, orangtua harus senantiasa mem berikan bimbingan secara berkelanjutan. Anak di sekolah hanya enam jam, dan bertemu dengan gurunya hannya sampai 2 dan 3 jam.Maka prestasi belajar anak sangat didukung oleh bimbingan belajar yang diberikan orang tua secara berkelanjutan, langsung maupun tidak langsung. Orang tua memberikan dorongan tentang pentingnya belajar dengan tujuan dapat meningkatkan prestasi belajar, sehingga anak benar-benar merasa penting dan membutuhkan apa yang dianjurkan oleh orangtuanya.

Orang tua harus mampu menjadi motivator belajar anak. Hal ini dilakukan antara lain dengan membimbing belajar anak dengan kasih sayang secara berkelanjutan, serta dengan menciptakan suasana belajar di rumah. Suasana belajar dapat diwujudkan dengan meminimalisir kebiasaan-kebiasaan yang kurang bermanfaat, seperti nonton TV secara terus menerus, maka bagaimana suasana belajar mampu dikondisikan oleh orang tua, maka sejauh itu pula anak termotivasi untuk belajar. Semakin tinggi motivasi belajar anak, semakin tinggi pula kemungkinan anak untuk memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

Dalam belajar mengajar orang tua menyediakan berbagai fasilitas seperti media, alat peraga, termasuk menentukan berbagai jalan untuk mendapatkan fasilitas tertentu dalam menunjang program belajar anak. Orang tua sebagai fasilitator turut mempengaruhi tingkat prestasi yang dicapai anak. Bentuk dukungan lain yang tidak kalah pentingnya berkenaan dengan peranan orang tua dalam belajar anak adalah dengan menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran. Fasilitas ini dimulai dengan biaya pendidikan karena tidak ada pendidikan gratis seratus persen. Fasilitas pendidikan selanjutnya adalah berkenaan dengan penyediaan buku-buku ajar yang dibutuhkan peserta didik, demikian juga dengan fasilitas lainnya, seperti alat-alat tulis, tempat belajar, dan lain-lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa

Dalam proses belajar mengajar tidak semua siswa dapat menangkap seluruh apa yang dijelaskan oleh guru, oleh sebab itu prestasi belajar siswa juga akan berbeda beda dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik dalam dirinya ataupun dari luar dirinya.

Menurut Slameto (2010:54) bahwa yang mempengaruhi belajar siswa ada banyak jenisnya, yang dapat digolongkan menjadi 2 faktor yaitu: Faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri.

Yang termasuk ddalam faktor internalyaitu: faktor yang sifatnya bawaan atau yang diperoleh, misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh. Faktor jasmaniah ini sangat mempengaruhi didalam menentukan prestasi belajar siswa karena belajar dibutuhkan jasmani yang sehat, dengan jasmani yang sehat siswa akan mudah untuk menrima atau memahami pembelajaran yang disampaikan guru dengan baik, sehingga prestsi yang dicapai juga meningkat. Yaitu yang menyangkut dengan faktor non-fisik atau yang bersifat kejiwaan. Misalnya: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, dan kematangan. Kelelahan jasmani          terlihat dari lemah lunglainya tubuh dan timbulnya kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kebosanan, sehingga minat dan dorongan menghasilkan sesuatu hilang. Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan karena akan berdampak pada prestasi belajarnya.

Faktor eksternal yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: Keluarga adalah lingkungan pertama yang memberi pengaruh pada seorang anak.Begitu pula dengan keberhasilan belajarnya pun siswa banyak sekali dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.

Sekolah adalah tempat dimana berlangsungnya proses belajar mengajar. Faktor sekolah yang mempengaruhi proses belajar siswa antara lain: metode mengajar guru, hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan siswa, keadaan gedung sekolah, sarana sekolah, metode belajar, tugas yang diberikan oleh guru dan sebagainya.

Masyarakat terdiri atas sekelompok manusia yang menempati daerah tertentu, menunjukan integrasi berdasarkan pengalaman bersama berupa kebudayaan, memiliki sejumlah lembaga yang melayani kepentingan bersama, mempunyai kesadaran akan kesatuan tempat tinggal dan bila perlu dapat bertindak bersama

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi tinggi bisa dikatakan cukup baik karena Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa rata-rata peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi tinggi adalah sebesar        77% didapat dari  =  = 77%, peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi sedang adalah sebesar 73% didapat dari  =  = 73%, Sedangkan rata-rata peran orang tua siswa yang dikategorikan berprestasi rendah adalah sebesar 66% didapat dari  =  = 66%

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anaknya.

REFERENSI

Ahmadi Abu. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Arifin.   2012. Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan Dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Bulan Bintang

Djamarah. 2010. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabawa: Limas

Hamalik Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.

Machfoedz dan Suryani. 2007. Statistika Deskriptif. Yogyakarta: Fitramaya.

Moleong. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Muhibbin Syah. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Satori.   2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rieneka Cipta.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Soerjono Soekanto.2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada

Usman Husaini. 2009. Metodologi Penelitian Sosial. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara