PERPADUAN TAI DAN TIME TOKEN BERBANTUAN POSE GADISBELA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

 

Siti Umi Fitriyah

SMP Negeri 8 Salatiga

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA sistem ekskresi melalui perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela bagi peserta didik kelas VIIID SMP Negeri 8 Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 8 Salatiga dengan subyek penelitian peserta didik kelas VIIID SMP N 8 Salatiga sebanyak 28 peserta didik terdiri dari 18 putra dan 10 putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Banyaknya tindakan ada 2 siklus. Pengambilan data melalui dokumentasi, pengamatan observasi aktivitas belajar dan hasil ulangan. Sedangkan instrumen penelitian berupa dokumen daftar nilai, lembar pengamatan aktivitas belajar dan butir soal tes tertulis. Validasi data menggunakan observer teman sejawat sebagai kolaborator dan kisi-kisi. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi. Tahapan tindakan terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan dan refleksi. Hasil penelitian pada kondisi awal aktivitas belajar peserta didik masih rendah yaitu persentase aktivitas belajar 25%. Siklus I meningkat menjadi 50% dan pada siklus II menjadi 93%, sehingga ada peningkatan sebesar 68%. Sedangkan untuk hasil belajar pada kondisi awal masih rendah dibuktikan persentase ketuntasan hasil belajar 18%. Siklus I menggunakan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela naik menjadi 25%, dan siklus II dengan menggunakan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dengan peserta didik menyusun soal sendiri, persentase ketuntasan meningkat menjadi 75%, sehingga ada peningkatan 57%. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMP Negeri 8 Salatiga.

Kata kunci:   aktivitas belajar, hasil belajar, Perpaduan TAI dan Time Token  berbantuan Pose gadisbela

 

PENDAHULUAN

Kelas VIIID SMPN 8 Salatiga pada pembelajaran IPA menunjukkan proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran yang kurang memuaskan. Dari proses pembelajaran dapat diketahui peserta didik terlihat kurang aktif, tidak memperhatikan guru, tidak mau bertanya atau menjawab pertanyaan, hampir semua peserta didik terlihat sibuk sendiri atau ada yang diam tidak berespon, sulit diajak diskusi, selalu bergantung pada temannya yang pandai, dan sulit diajak kerja sama dalam kelompok. Sedangkan dari hasil belajar dapat diketahui yaitu pada saat ulangan harian pertama mengenai sistem respirasi dari 28 peserta didik 10 putri dan 18 putra, nilai terendah 30, tertinggi 80 dan rata-ratanya 57,32. Peserta didik yang tuntas 5 dan yang tidak tuntas 23. Dari evaluasi tersebut, jelas sekali pembelajaran IPA yang telah dilakukan di kelas VIIID pada awal semester, belum berhasil karena rata-rata nilai masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 75. Di kelas VIIID selama ini penulis lebih sering menggunakan metode ceramah dengan media powerpoint atau video, tanpa memikirkan inovasi pembelajaran yang baru seperti dengan permainan dan sebagainnya. Pengajaran menjadi kurang menarik, berjalan monoton, membosankan, tidak berpusat pada peserta didik, penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan masih konvensional serta masih didominansi guru. Sehingga pembelajaran di kelas VIIID jelas tidak berkualitas, peserta didik kurang mempunyai aktivitas belajar yang baik dan hasil belajarnya juga rendah.

Untuk memecahkan persoalan dalam pembelajaran di kelas VIIID ini penulis mengembangkan pembelajaran kooperatif dengan memadukan metode TAI dan Time Token yang dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk berkembang sesuai dengan keinginan dan kemampuan agar lebih aktif dan lebih termotivasi dalam belajar. Dan juga penulis tambahkan permainan yang menarik yaitu game pembelajaran yang membuat peserta didik tambah bersemangat dalam mengikuti pelajaran IPA, yaitu game “Gadisbela” yang berasal dari akronim Game Diskon Belanja, serta penggunaan media pembelajaran poster edukasi (Pose).

Harapan setelah diterapkannya perpaduan TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela yaitu meningkatnya aktivitas dan hasil belajar IPA. Karena jika pembelajaran di kelas VIIID tetap sama seperti pada kondisi awal, sudah dapat dipastikan pencapaian aktivitas dan hasil belajar IPA tetap rendah. Agar ada perubahan aktivitas dan hasil belajar IPA meningkat maka pembelajaran selanjutnya menerapkan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose Gadisbela.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik melaksanakan penelitian dengan judul “Perpaduan TAI dan Time Token berbantuan Pose Gadisbela sebagai upaya meningkatkan Aktivitas dan Hasil belajar Sistem Ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMPN8 Salatiga.

Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah-masalah yang dikemukakan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) benarkah perpaduan metode TAI dan Time Token bantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA sistem ekskresi, (2) seberapa besar prosentase peningkatan aktivitas dan hasil belajar dengan menggunakan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dalam pembelajaran IPA sistem ekskresi?

Tujuan Penelitian

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah: (1) membuktikan perpaduan metode Team Assisted Individualization dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMPN 8 Salatiga, (2) mengetahui besarnya persentase peningkatan aktivitas dan hasil belajar sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMPN 8 Salatiga.

KAJIAN TEORI

Aktivitas Belajar

Dalam belajar sangatlah diperlukan adanya aktivitas. Aktivitas di sini dapat bersifat fisik maupun mental. Kegiatan psikis aktif tampak bila ia sedang mengamati dengan teliti, memecahkan persoalan, mengambil keputusan dan sebagainya (Ahmad Rohani, 2004:6-7).

 

Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai peserta didik di sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Syaiful Bahri Djamarah (1996:23) mengungkapkan hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

Metode Pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization)

Pembelajaran Team Assisted Individualization merupakan metode pembelajaran kooperatif yang menggabungkan pembelajaran kelompok dengan pembelajaran individu untuk memenuhi kebutuhan kelas yang berbeda (Ikmah, dkk. 2012). Pada dasarnya model TAI ini lebih menekankan pada evaluasi peserta didik, setiap peseta didik mengerjakan tugas secara individu pada saat evaluasi, tetapi nilainya akan disumbangkan untuk kelompok. Dan metode TAI ini keunggulannya yaitu melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses belajar (Slavin, 2005:199).

Metode Pembelajaran Time Token

Metode pembelajaran Time Token merupakan salah satu pendekatan struktural dalam pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dan meningkatkan perolehan hasil belajar. Tipe pembelajaran ini dimaksudkan sebagai alternatif untuk mengajarkan keterampilan sosial yang bertujuan untuk menghindari peserta didik mendominasi atau diam sama sekali dan menghendaki saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif daripada individu (Slavin, 2010:113). Menurut Agus Suprijono (2011:11), yaitu: (1) guru harus menyiapkan pertanyaan yang begitu banyak. Sedangkan membuat pertanyaan tidaklah mudah, (2) peserta didik yang memiliki banyak pendapat akan sulit mengutarakan pendapatnya karena waktu yang diberikan terbatas.

Poster Edukasi (Pose)

Poster merupakan salah satu media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya. Poster merupakan suuatu gambar yang mengombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar dan kata-kata yang bermaksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat (Sri Anitah, 2008:12).

Game Diskon Belanja (Gadisbela)

Menurut Kimpraswil (dalam As’adi Muhammad, 2009:26) mengatakan bahwa definisi permainan atau game adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik. Serta Joan Freeman dan Utami munandar (dalam Andang Ismail, 2009:27) mendefinisikan permainan sebagai suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral, dan emosional.

 

 

Penelitian Yang Relevan

Penelitian yang dilakukan Dyah Ika Puspita Sari (2010) yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta didik dalam Pembelajaran PKN di SMP N 2 Tempel” menunjukkan bahwa pembelajaran PKN dengan menggunakan metode kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat terlihat pada nilai rata-rata aktivitas pada siklus I menunjukkan bahwa nilai aktivitas peserta didik adalah sebesar 46,69% mempunyai tingkat aktivitas rendah. Siklus II tingkat aktivitas belajar meningkat yaitu 70,56% mempunyai tingkat aktivitas yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap aktivitas belajar peserta didik dalam proses pembelajaran PKN dengan menggunakan metode kooperatif tipe TAI. Nilai rata-rata hasil belajar mengalami kenaikan yaitu dari siklus I 72,14 menjadi 78,05 siklus II. Penelitian yang telah dilakukan oleh Siragema (2013) yang berjudul “Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time token pada Peserta didik Kelas 4 SDN Salatiga 09 Semester II Tahun Ajaran 2012/2013”. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran kooperatif tipe Time token berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA. Penelitian oleh Prasetiya Kencana (2013) yang berjudul Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dipadukan dengan Time Token untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kognitif Fisika yang mendapatkan hasil TAI dan Time Tokem dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kognitif peserta didik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI dipadukan dengan time token dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kognitif peserta didik.

Hipotesis Tindakan

Dengan memperhatikan kajian teori, hasil-hasil penelitian yang relevan dan kerangka berfikir di atas, kaitannya dengan permasalahan yang ada, maka hipotesis tindakan yang peneliti ajukan adalah: Melalui penggunaan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sistem ekskresi bagi peserta didik pada kelas VIIID SMP Negeri 8 Salatiga.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Salatiga karena penulis mengajar di SMP Negeri 8 Salatiga. Khusus penelitian ini dilakukan di kelas VIII karena aktivitas dan hasil belajar kelas VIII yang perlu mendapat perhatian karena akan menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Penelitian ini ditujukan pada kelas VIIID SMP N 8 Salatiga, karena kelas VIIID sesuai dengan catatan jurnal pembelajaran dan pengamatan ternyata mempunyai data aktivitas belajar rendah karena banyak yang pasif dan dari daftar nilai Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIID SMP Negeri 8 Salatiga, banyaknya adalah 28 peserta didik yang terdiri dari 18 putra dan 10 putri. Objek dalam penelitian yaitu aktivitas belajar IPA, hasil belajar IPA dan pemanfaatan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela. Data kondisi awal tentang hasil belajar ada di daftar nilai. Data kondisi awal tentang aktivitas belajar ada di buku catatan dokumentasi pengamatan peserta didik tertulis di jurnal pembelajaran dan lembar pegamatan aktivitas belajar peserta didik. Teknik dokumentasi digunakan untuk mencari data kondisi awal aktivitas belajar IPA dan hasil belajar IPA. Teknik pengamatan atau observasi digunakan untuk memperoleh data proses belajar dan penilaian aktivitas belajar IPA pada siklus I dan II. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA pada siklus I dan siklus II. Validasi diperlukan agar diperoleh data yang valid. Data aktivitas belajar yang diperoleh melalui pengamatan supaya diperoleh data yang valid divalidasi dengan bantuan kolaborasi dengan teman sejawat (triangulasi sumber antara peneliti, teman sejawat selaku kolaborator dan peserta didik). Instrumen dari data ini berupa kisi-kisi soal dan butir-butir soal, kunci dan pedoman penilaian, semuannya untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Analisis data aktivitas belajar menggunakan deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dilihat dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA melalui pembelajaran dengan menggunakan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas belajar sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMP Negeri 8 Salatiga, yang ditandai dengan; (1) akivitas belajar dalam proses pembelajaran meningkat dengan bukti di akhir pembelajaran siklus II peserta didik yang memperoleh skor baik dan sangat baik (71-100) mencapai 75%, (2) hasil belajar peserta didik di akhir siklus II persentase ketuntasan belajar mencapai 75%.

Prosedur Tindakan

Kegiatan dirancang dengan penelitian tindakan kelas. Kegiatan diterapkan dalam upaya menumbuhkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran sebagai langkah untuk menghitung dan menafsirkan data-data aktivitas dan hasil belajar sesuai tercapainya indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan. Tahapan langkah disusun dalam 3 tahap penelitian yaitu kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Kondisi awal dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang belum menggunakan pembelajaran perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela. Sedangkan siklus I dan siklus II terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Tabel.1 Perbandingan Aktivitas dari kondisi awal sampai Siklus II

Kualifikasi Kondisi awal Siklus I Siklus II Refleksi dari kondisi awal ke kondisi akhir
SB 1 5 9 Peserta didik dengan aktivitas sangat baik terus meningkat
B 6 11 17 Peserta didik dengan aktivitas baik terus meningkat
C 8 7 2 Peserta didik dengan aktivitas cukup mulai berkurang, menyisakan 2 peserta didik
D 13 5 0 Peserta didik dengan aktivitas kurang semakin berkurang, bahkan menjadi tidak ada
B dan SB 7 14 26 Ada peningkatan jumlah aktivitas baik dan sangat baik sebesar 19 point
Persentase B dan SB 25% 50% 93% Ada peningkatan persentase aktivitas belajar 68%

Aktivitas belajar ada peningkatan persentase jumlah peserta didik dalam kategori aktivitas belajar baik dan sangat baik meningkat dari 25% menjadi 93%, berarti meningkat 68%.

Tabel 2. Perbandingan hasil belajar dari kondisi awal sampai Siklus II

Kategori Kondisi awal Siklus I Siklus II Refleksi dari kondisi awal ke kondisi akhir
Nilai minimum 30 33 53 Nilai minimum naik 13
Nilai maksimum 80 87 100 Nilai maksimum naik 20
Rerata nilai 57,32 59,82 80,96 Rerata nilai naik 23,64
Tuntas 5 7 21 Yang tuntas meningkat
Tidak Tuntas 23 21 7 Yang tidak tuntas menurun
Persentase ketuntasan 18% 25% 75% Ada peningkatan persentase ketuntasan 57%

Hasil belajar juga mengalami peningkatan dari rerata 57,32 pada kondisi awal menjadi 80,96 pada kondisi akhir, berarti meningkat 23,64. Persentase ketuntasan belajar peserta didik meningkat dari 18% menjadi 75%, berarti meningkat 57%.

Pembahasan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan perpaduan TAI dan Time Token ini memberikan peserta didik kebebasan bersikap dalam tatanan belajar kelompok sehingga berdampak pada meningkatnya aktivitas dan hasil belajar IPA.

Aktivitas belajar

Aktivitas belajar IPA diambil dengan lembar pengamatan aktiviatas belajar yang menunjukkan peningkatan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Dengan melihat aktivitas belajar maka pada siklus II telah tercapai indikator keberhasilan yaitu sudah mencapai 75%. Sehingga terbukti secara empiris melalui pengunaan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas belajar bagi peserta didik kelas VIIID dari kondisi awal 25% menjadi kondisi akhir 93%. Besarnya peningkatan aktivitas belajar yaitu 68%. Sedangkan secara teoritis juga terbukti karena hasil dalam penelitian ini membuktikan metode TAI meningkatkan aktivitas belajar seperti yang dikemukakan Suyitno (2007:20) TAI melibatkan seluruh aktivitas peserta didik dan oleh Slavin (2005:199) TAI melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses belajar. Hal ini juga diperkuat penelitian oleh Dyah Ika Puspitasari (2010) yang juga membuktikan metode TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar.

Metode Time Token juga terbukti karena dalam hasil penelitian ini membuktikan Time Token meningkatkan aktivitas belajar seperti yang dikemukakan oleh Agus Suprijono (2011:10) Time Token dapat membuat peserta didik menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga diperkuat penelitian oleh Diyah Umamah (2012) yang juga membuktikan metode Time Token dapat meningkatkan aktivitas belajar.Untuk perpaduan kedua metode yaitu TAI dan Time Token, hasil penelitian ini juga terbukti dapat meningkatkan aktivitas relevan dengan penelitian oleh Prasetiya Kencana (2013).

 

Hasil Belajar IPA

Hasil belajar IPA yang diperoleh dari nilai tes tertulis menunjukkan peningkatan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Peningkatan hasil belajar tersebut ditunjukkan pada tabel berikut: Dari kondisi awal 18%, pada siklus I ketuntasan naik menjadi 25% dan pada siklus II ketuntasan naik dari menjadi 75%. Pada indikator keberhasilan direfleksikan dengan peserta didik memperoleh persentase ketuntasan sebesar 75% di akhir siklus II. Ternyata persentase ketuntasan 75%, jadi indikator keberhasilan tercapai. Dengan melihat ketuntasan belajar maka hasil dari siklus I dan siklus II telah mencapai indikator tersebut. Sehingga terbukti secara empiris penggunaan perpaduan TAI dan Time Token berbantuan gadisbela dapat meningkatkan hasil belajar IPA bagi peserta didik kelas VIII D dari kondisi awal ketuntasan 18% menjadi kondisi akhir 75%. Peningkatan ketuntasan sebesar 57%. Sedangkan secara teoritis juga terbukti karena hasil dala penelitian ini membuktikan metode TAI dapat meningkatkan hasil belajar seperti yang dikemukakan Slavin (1995:101) TAI dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini juga diperkuat penelitian oleh Dyah Ika Puspitasari (2010) yang juga membuktikan metode TAI dapat meningkatkan hasil belajar. Metode Time Token juga terbukti karena dalam hasil penelitian ini membuktikan Time Token meningkatkan hasil belajar seperti yang dikemukakan oleh Slavin (2010:113) Time Token dapat meningkatkan perolehan hasil belajar. Hal ini juga diperkuat penelitian oleh Diyah Umamah (2012) yang juga membuktikan metode Time Token dapat meningkatkan hasil belajar. Untuk perpaduan kedua metode yaitu TAI dan Time Token, hasil penelitian ini juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar relevan dengan penelitian oleh Prasetiya Kencana (2013).

Hasil Tindakan

Hipotesis Tindakan yang menyatakan bahwa melalui penggunaan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 8 Salatiga secara empiris terbukti. Demikian juga secara teoritis juga terbukti seperti penelitian yang dilakukan oleh Prasetiya Kencana (2013) yang berjudul Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dipadukan dengan Time Token untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kognitif Fisika yang mendapatkan hasil TAI dan Time Token dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kognitif peserta didik.

Dari kedua pembuktian sesuai landasan teori dan sesuai juga dengan hasil penelitian yang terdahulu atau relevan seperti terdapat di atas, dapat diketahui memang benar perpaduan metode TAI dan Time Token dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran di sekolah, karena sudah terbukti secara teoritis. Sedangkan secara empiris juga terbukti dalam penelitian ini yaitu aktivitas belajar meningkat sebesar 68% dan hasil belajar persentase ketuntasannya meningkat sebesar 57%.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIIID SMPN 8 Salatiga, (2) persentase peningkatan aktivitas belajar sebesar 68% dan persentase peningkatan ketuntasannya hasil belajar sebesar 57%.

Saran

Saran kepada peserta didik; (1) diharapkan peserta didik mengikuti pembelajaran IPA sistem ekskresi berbantuan Pose gadisbela karena dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, (2) diharapkan peserta didik mengikuti pembelajaran IPA sistem ekskresi berbantuan Pose gadisbela karena dapat meningkatkan hasil belajar. Saran bagi guru atau teman sejawat; (1) pembelajaran dengan menggunaan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat dijadikan salah satu metode dalam mengajarkan IPA karena dapat meningkatkan aktivitas belajar, (2) pembelajaran dengan menggunakan perpaduan metode TAI dan Time Token berbantuan Pose gadisbela dapat dijadikan salah satu metode dalam mengajarkan IPA karena dapat meningkatkan hasil belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Diyah Umamah. 2012. Upaya Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Time Token Siswa Kelas VII B SMP Negeri 3 Pakem Sleman. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Dyah Ika Puspita Sari. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN di SMP N 2 Tempel. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Ikmah, dkk. 2012. Efektifitas Penerapan Metode Pembelajaran TAI (Team

Assisted Individualization) Berbantuan Modul Pembelajaran Terhadap

Hasil Belajar Ekonomi. Jurusan Pendidikan Ekonomi, EEAJ1 (1) (2012)

Prasetiya Kencana. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Dipadukan dengan Time Token untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Fisika Siswa SMA.FKIP UNNES. Semarang

Siragema, Adrian. 2013. Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA

Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token pada Siswa Kelas 4 SDN Salatiga 09 Semester II Tahun Ajaran 2012/ 2013. Universitas Kristen Satya Wacana http://repository.uksw.edu/handle/ 123456789/3904 Diakses10/02/2017

Slavin, Robert. 1995. Cooperative Learning Theory Research dan Practice, Allyn and, Bostom