UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR�AN

MELALUI SURAT-SURAT PENDEK DENGAN METODE DEMONSTRASI MELALUI ALAT KID (ABATA) PADA MATA PELAJARAN PAI

SISWA KELAS IV SEMESTER I

SDN 1 JAPAH KEC. JAPAH, KAB. BLORA TAHUN 2013/2014

Shofi�ah

SDN 1 Japah Kec. Japah, Kab. Blora

ABSTRAK

Perjalanan yang berliku-liku dan penuh tantangan semenjak proses terbentuknya sampai pada keadaan sekarang yang menghantarkan Pendidikan Agama Islam sebagai bahan kajian yang menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang meragukan eksistensi Pendidikan Agama Islam. Karena banyaknya penyelewengan dan pengkhianatan Pancasila, sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi terhambat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran Pendidikan Agama Islam terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya pembelajaran Metode Jawab Resume? (b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran Metode TGT terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya pembelajaran Metode Contoh Bervariasi melalui media Cerita. (b.) Mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan pembelajaran kontekstual model pengajaran bebasis masalah. (c) Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari 4 tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi beljar siswa mengalami peningkatan dari Pra siklus sampai siklus II yaitu, Pra siklus (47%), siklus I (82%), siklus II (100%).Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berepengaruh positif terhadap prestasi dam motivasi belajar siswa Kelas IV serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci: Minat, Baca Al-Qur�an, KID


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada umumnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah rendah, terutama pela-jaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang selama ini dianggap pelajaran yang paling sulit oleh para siswa. Hal ini terbukti dengan jelas bahwa tiap ulangan rata-rata kelas rendah disbanding dengan pelajaran lainnya. Begitu juga rata-rata pada ujian akhir sekolah.

Dalam pengajaran diperlukan me-tode atau langkah strategi pembelajaran. Salah satu komponen pengajaran metode menentukan keberhasilan apabila sesuai dengan materi pengajaran dan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup, serta kemampuan guru dalam mengelola kelas.

Selama ini proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas IV SDN 1 Japah masih menggunakan model pembelajaran konvensional, yang sifatnya searah, kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru, sehingga anak pasif dan membosankan. Siswa sebagai obyek bukan sebagai subyek. Kondisi seperti tersebut mengakibatkan rendahnya nilai rata-rata kelas dibawah kriteria ketuntasan minimal yaitu 75.

Rendahnya prestasi belajar Pendi-dikan Agama Islam (PAI) kelas IV SDN 1 Japah dimungkinkan juga guru belum menggunakan metode pengajaran atau media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan jiwa siswa, yang memungkinkan siswa aktif, kreatif juga senang dalam proses pengajaran.

Berdasarkan kenyataan diatas per-lu diadakan inovasi metode pembelajaran, untuk meningkatkan peran aktif siswa baik individu, maupun kelompok terhadap pro-ses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru mengajar sebagai fasilitator harus mampu melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga memperoleh hasil yang maksimal, salah satu dianta-ranya dengan menggunakan media minat baca Al-Qur�an dan contoh bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sampai maksimal.

Menggunakan media minat baca Al-Qur�an dan pemberian contoh bervariasi dapat meningkatkan hasl belajar Pendidik-an Agama Islam (PAI) tentang menentukan Surat-surat pendek bagi siswa kelas IV SDN 1 Japah semester I Tahun Pelajaran 2013/2014.

Identifikasi Masalah

Dari uraian yang dikemukakan pa-da latar belakang tentang masalah diatas, dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Pembelajaran secara konvensional sis-wa pasif

2. Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) cenderung rendah

3. Mata pelajaran Pendidikan Agama Is-lam (PAI) perlu contoh yang cukup

4. Mata pelajaran Pendidikan Agama Is-lam (PAI) di SD merupakan pelajaran yang paling sulit

5. Perlunya media pembelajaran yang se-suai dengan materi pelajaran.

Analisis dan Pemecahan Masalah

Berdasarkan masalah diatas penu-lis dan teman sejawat bermusyawarah un-tuk menentukan faktor penyebab muncul-nya masalah. Dari hasil diskusi teranalisis faktor penyebabnya sebagai berikut:

1. Apakah dalam menjelaskan materi pe-nulis menggunakan media yang tepat?

2. Apakah penulis sudah menggunakan contoh yang bervariasi?

3. Apakah penulis memberi kesempatan siswa untuk bertanya?

4. Apakah penulis sudah memberi latihan yang cukup?

Rumusan Masalah

Sebagai muslim, beriman kepada Al-Qur�an adalah wajib. Termasuk menjadi-kan Al-Qur�an sebagai pandangan hidupnya disamping dasar hukum Islam yang lainnya. Untuk mengamalkan Al-Qur�an, ti-daklah mungkin jika tanpa membaca. Lebih khusus jika tidak mampu menulis huruf atau ayat Al-Qur�an. Bagaimana mungkin akan beriman dan mencintai Al-Qur�an, jika kedua hal tersebut tidak dilakukan, maka siswa akan semakin jauh dengan Al-Qur�an, yang berarti pula siswa tidak akan terbimbing dan akan membahayakan cara hidupnya.

Atas dasar pernyataan tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah melalui metode demontrasi menggunakan peraga KID (ABATA) dapat meningkatkan hasil belajar membaca Alqur�an� Siswa SDN 1 Japah?

2. Apakah melalui metode demontrasi menggunakan peraga KID (ABATA) dapat meningkatkan hasil belajar membaca Alqur � an siswa kelas IV SDN 1 Japah semester I tahun 2013/2014?

KAJIAN PUSTAKA

Minat baca Al-Qur�an

Al-Qur�an adalah kalam Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia agar bisa selamat di dunia maupun akhirat. Al-Qur�an merupakan mu�jizat terbesar yang diberi-kan Allah kepada Nabi Muhammad saw. Dan bagi orang yang membacanya akan mendapatkan pahala ibadah.

Dr.H.Muhammad Suma, MA, SH dalam Tafsir Ahkam I mengatakan bahwa: �Betapapun awamnya seorang muslim dan muslimat, niscaya mereka tahu dan harus tahu bahwa Al-Qur�an al karim (yang terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6000 ayat lebih, 77.349 kalimat dan lebih dari 323.000 huruf) itu adalah sumber utama dan pertama agama Islam. Secara garis besar, Al-Qur�an berisikan tentang aqidah (ke-imanan), akhlak, janji baik dan ancaman buruk (wa�ad dan wa�id), kisah atau sejarah, syariat (hukum), ilmu pengeta-huan dan teknologi dan lain-lain.

Setiap Mu�min yakin, bahwa mem-baca Al-Qur�an saja, sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, sebab Al-Qur�an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang Mu�min baik dikala senang maupun dikala susah, dikala gembira atau sedih. Malahan membaca Al-Qur�an itu bukan saja menjadi amal dan ibadah, tetapi juga menjadi obat dan Penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.

Sebagai langkah untuk mengopti-malkan penyelenggaraan Pendidikan Aga-ma di Sekolah umum yang mempunyai visi dan misi sebagai berikut:

Visi Pendidikan Agama di sekolah umum adalah terbentuknya sosok anak didik yang memiliki karakter watak dan kepribadian dengan landasan iman dan ketaqwaan serta nilai akhlak atau budi pekerti yang kokoh dan tercermin dalam keseluruhan sikap dan perilaku sehari-hari dan selanjutnya memberi corak bagi pembentukan watak bangsa. Adapun diantara misinya yaitu menyelenggarakan Pendidikan Agama di Sekolah dengan mengintegrasikan aspek pengajaran, peng-amalan, serta aspek pengalaman, bahwa kegiatan belajar mengajar di depan kelas, diikuti dengan pembiasaan pengamalan ibadah bersama di sekolah, kunjungan dan memperhatikan lingkungan sekitar serta penerapan nilai dan norma akhlak dalam perilaku sehari-hari.

Maka perlu adanya upaya untuk membangkitkan minat baca Al Qur�an melalui pembelajaran multimedia. Agar pembelajaran ini semakin diminati oleh para siswa dan mudah untuk dipahami.

M. Arifin (1991: 12) berpendapat bahwa: �Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik baik dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal�. Team penyusun naskah Pedoman Guru Agama menyimpulkan bahwa:

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan melalui ajaran-ajaran agama Islam yaitu usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan, ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam itu sebagai pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejah-teraan hidup di dunia maupun di akherat kelak.

Pendidikan adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus. Tang-gung jawab pendidikannya dipikul secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah dan masyarakat. Adapun lembaga pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam mendidik anak-anak yaitu keluarga. Karena di dalam pendidikan keluarga terletak faktor yang sangat mendasar terhadap pembinaan anak selanjutnya. Sehingga dari pendidikan keluarga inilah akan tercetak generasi-generasi yang merupakan dambaan bagi setiap manusia yaitu anak yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.

�Membaca Alquran membuat hati kita tenang, membaca buku membuat kita kaya ilmu, membaca peristiwa menjadikan kita lebih bijaksana.�

Judul di atas penulis ambil dari ayat Al-Quran yang pertama kali turun. Sebuah perintah yang patut kita renungkan bersama bahwa betapa pentingnya kegiat-an membaca. Membaca adalah sebuah kegiatan awal untuk memahami sesuatu dan mengambil manfaat dari sesuatu yang dibaca tersebut. Membaca buku, berarti kita akan memahami isi yang terkandung di dalam buku tersebut dan mengambil pe-ngetahuan di dalamnya. Membaca Alqur�an berarti kita berusaha mengetahui pedoman hidup yang diajarkan Tuhan kepada para hamba-Nya. Membaca peristiwa, membuat kita mengerti tentang arti dan hikmah yang terkandung di dalam peristiwa tersebut untuk kemudian kita jadikan pengalaman yang akan menjadikan diri kita lebih baik di masa yang akan datang.

Anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kehidupan. Pendidikan dan kebiasaan yang anak-anak lakukan di saat sekarang akan menentukan bagaimana masa depan mere-ka dan masa depan bangsa ini. Su-dah`saatnya kita berpikir kembali untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia. Meng-ubah bangsa kita yang berlabel bangsa berkembang menuju bangsa yang maju, sejajar dengan bangsa-bangsa maju lain-nya di dunia. Dan untuk semua itu, marilah kita merelakan diri untuk memulai dengan mendidik anak-anak kita untuk gemar �membaca�. Membaca Alquran, membaca buku, membaca peristiwa dalam kehidup-an.

Pendidikan membaca ini haruslah dimulai dari komunitas terkecil di dalam masyarakat, yaitu keluarga. Orang tua sangatlah berperan bagi perkembangan kepribadian anak sehingga orang tualah yang niscaya menjadi pendidik pertama dan motivator utama dalam menumbuhkan minat �membaca� ini. Untuk menumbuhkan minat �membaca� ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua yaitu

1. Memberi pengertian tentang penting-nya kegiatan �membaca�. Apapun tindakan yang kita ajarkan kepada anak, usahakan untuk menjelaskan tujuan kegiatan tersebut agar anak pun terbiasa berpikir logis sistematis dan bertanggung jawab.

2. Memberi penjelasan tentang objek ba-caan. Misalkan membaca Alquran, kita hendaknya menjelaskan bahwa Al-quran adalah kitab suci umat Islam yang mutlak harus dipelajari. Belajar membaca dan memelajari kandungan Alquran adalah perintah Tuhan yang harus dijalankan. Membaca buku, kita hendaknya menerangkan betapa pen-tingnya ilmu pengetahuan bagi kehi-dupan manusia. Dari buku kita bisa berkeliling dunia dan mengetahui apa saja. Membaca kehidupan melalui peristiwa, kita hendaknya membiasa-kan memberi penjelasan tentang hikmah-hikmah dari setiap kejadian yang dialami anak sehingga anak terbiasa peka dan mampu mengguna-kan hatinya untuk memahami kehidup-an ini. Mengajari anak membaca peristiwa akan mengasah kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosinya.

3. Untuk menumbuhkan minat baca anak, kita memerlukan beberapa pendekat-an. Misal untuk membaca Alquran, kita perlu menerapkan pola rutinitas. Kebi-asaan yang diterapkan dalam keluarga sangat berpengaruh kepada kebiasaan anak. Usahakan luangkan beberapa saat untuk menghidupkan tradisi mem-baca alquran di dalam keluarga. Misal setelah sholat magrib, kita mengajak anak-anak kita untuk membaca alquran bersama. Membaca buku, dalam proses awal, biarkan anak memilih buku-buku yang mereka sukai. Buku-buku bergambar dan penuh warna lebih cenderung diminati anak daripada buku polos tanpa gambar.Dalam pro-ses membaca, biarkan anak menikma-tinya. Jangan menerapkan aturan bahwa membaca yang baik harus dengan duduk terpaku di atas meja dengan tangan rapi di depan dada. Birkan anak benar-benar menikmati proses dalam keadaan apapun.

4. Apabila masih sulit, awali kecintaan mereka dengan kegiatan bercerita. Lalu akhiri kegiatan bercerita tersebut dengan mendiskusikan gambar sampul buku maupun gambar-gambar dalam buku tersebut. Khusus menumbuhkan kecintaan pada Alquran dan mema-hami isinya, cerita-cerita dalam Alquran juga bagus untuk menambah iman anak-anak.

5. Yang terakhir, cara mengajar yang paling efektif adalah memberi contoh. Luangkan waktu walau sejenak untuk membaca bersama anak-anak.

Demikian tulisan sederhana ini, semoga bermanfaat. Sekecil apapun usaha kita dalam membangun kejayaan bangsa dan umat ini, marilah kita laksanakan de-ngan kesungguhan hati . Semoga semua akan menjadi lebih baik dengan melu-angkan waktu untuk �membaca�. Bukankah Tuhan telah memberi perintah yang jelas melalui ayat pertama yang diturunkan-Nya? Iqro� (bacalah).

Kerangka Berfikir

Secara matematis uraian berfikir atau tindakan dalam kelas sebagai berikut:

1. Kondisi awal, dalam pembelajaran guru menggunakan model konvensional yang sifatnya searah siswa bosan dan pasif nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) rendah.

2. Guru memberikan tindakan penerapan pemberian contoh bervariasi siklus I dan pada siklus II dikemas seperti kuis nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) meningkat.

3. Kondisi akhir: diduga penggunaan mi-nat baca Al-Qur�an dan pemberian contoh bervariasi untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) materi Surat-surat pendek bagi siswa kelas IV Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014.

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELA-JARAN

Subjek Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan mulai, bulan Agustus 2013 sampai dengan bulan Nopember 2013. �Pelaksanaan perbaikan dilakukan pada hari-hari efektif sesuai dengan jadwal jam pelajaran.

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Japah Kecamatan Japah, Kabu-paten Blora. Tujuannya adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran ma-ta pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas IV Semester I khususnya kompetensi dasar menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi campuran, Surat-surat pendek

3. Mata Pelajaran dan teman sejawat

Pada penelitian ini seperti yang dijelaskan diatas yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam penelitian ini penulis bekerja sama dengan teman sejawat sebagai observer dan dokumentasi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAS-AN

Pembahasan Pra Siklus

a. Hasil Belajar

Pada awalnya nilai rata-rata pela-jaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas IV rendah, yang jelas salah satunya dise-babkan karena metode pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan materi yang diajarkan. Selain itu model pembela-jaran konvensional guru mentransfer ilmu kepada siswa, sehingga siswa pasif dan bahkan bosan. Sehingga dari 17 siswa yang mencapai KKM hanya 9 siswa (53%). Sedangkan nilai tertinggi 85, nilai terendah 50 dan rata-rata kelas 73,64 dari 17 siswa.

b. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran pada pra siklus menyajikan siswa pasif, karena tidak ada respon yang menentang, siswa terlihat jenis dan tidak tampak kreatifitas siswa.

Pembahasan Siklus I

Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I berupa hasil tes dan non tes. Hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap pelaksanaan siklus I diperoleh keterangan sebagai berikut

a. Hasil Belajar

Dari hasil tes siklus 1 menunjukkan bahwa yang mendapat nilai Siswa yang mendapat nilai A (baik sekali) 9 siswa (53%), nilai B 5 siswa (29%), nilai C: 3 siswa atau 18% dan nilai D: 0 siswa (0%). Sedangkan nilai tertinggi 90, nilai terendah 50 dan nilai rata-rata kelas 73 dari 17 siswa.

Berdasarkan ketuntasan belajar dari 17 siswa yang tuntas 14 siswa (82%), siswa yang belum tuntas 3 siswa (18%). Sedangkan nilai tertinggi 90, nilai terendah 70 dan nilai rata-rata kelas 82,27.

b. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran pada siklus I sudah menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum semua siswa terlibat aktif. Dari hasil pengamatan sudah ada kreatifi-tas dan keaktifan siswa. Ada interaksi antar siswa, kerja sama mereka bersaing antar kelompok.

Dari hasil refleksi dapat disimpul-kan bahwa penggunaan minat baca Al-Qur�an dan contoh bervariasi siswa meng-alami peningkatan hasil belajar baik dalam ketuntasan belajar maupun nilai rata-rata kelas.

Pembahasan Siklus II

Hasil tindakan pada siklus II juga merupakan hasiltes dan non tes. Berdasar-kan hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti terhadap pelaksanaan siklus II diperoleh keterangan sebagai berikut:

a. Hasil Belajar

Dari pelaksanaan siklus II diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai A = 12 siswa (71%) siswa yang mendpaat nilai B = 5 siswa (29%) sedangkan siswa yang mendapatkan nilai C = 0 siswa (0%). Hasil ketuntasan belajar, siswa yang tuntas 17 siswa (100%), yang belum tuntas 0 siswa (0%). Niali rata-rata kelas 89,09 dari 17 siswa, nilai tertinggi 95 dan terendah 80.

b. Proses pembelajaran

Proses pembelajaran pada siklus II menunjukkan siswa aktif dan kreatif dalam pembelajaran, karena mereka berkompe-tensi dalam cepat tepat untuk merebutkan hasil terbaik baik individu maupun kelompok, ada interaksi antar individu, kerja sama dalam kelompok mereka bersaing positif.

Dengan memperhatikan perban-dingan hasil tes siklus I dan siklus II, ada peningkatan, baik dilihat dari ketuntasan belajar maupun nilai rata-rata kelas. Dari 17 siswa dinyatakan tuntas. Meskipun demikian tetap diusahakan untuk bergairah dalam belajar dan senang. Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa: Penggu-naan media minat baca Al-Qur�an dan pemberian contoh bervariasi dapat mening-katkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kompetensi dasar minat baca Al-Qur�an melalui surat-surat pendek, Surat-surat pendek dengan beberapa cara.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media minat baca Al-Qur�an dan conoth bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar Pendidik-an Agama Islam (PAI) khususnya kompe-tensi dasar menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi capuran, Surat-surat pendek, bagi siswa kelas IV SDN 1 Japah, Kec. Japah, Tahun Pelajaran 2013/2014.

Pada akhir siklus I siswa yang mencapai ketuntasan belajar 9 siswa (53%), sedangkan siswa yang belum tun-tas 8 siswa (47%), dengan nilai rata-rata kelas 73,64 dari 17 siswa. Pada siklus II siswa yang mencapai ketuntasan belajar 17 siswa (100%) siswa yang belum tuntas 0 siswa (0%), sedangkan rata-rata kelas 89,09. jadi secara umum ada peningkatan baik pada ketuntasan belajar maupun rata-rata kelas. Adapun hasil non tes pengamatan proses belajar menunjukkan perubahan siswa lebih aktif, kreatif dan meyenangkan.

Saran

Berkaitan dengan hasil penelitian di atas, maka dikemukakan saran bahwa: guru hendaknya menggunakan media minat baca Al-Qur�an dan contoh bervariasi untuk menentukan Surat-surat pendek dari dua bilangan atau lebih, guna mening-katkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI).

DAFTAR PUSTAKA

W.J.S Poerwadarminto (2007). Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga Hal. 756. Jakarta. Balai Pustaka.

W.J.s. Poerwadarminto (2007), Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi Ketiha Hal. 1355. Jakarta. Balai Pustaka.

Bell. Gredler (1986: 1). Teori belajar dan pembelajaran, hal. 1.5. Jakarta: Universitas Terbuka.

Fantana (1981). Teori Belajar dan Pembelajaran Hal. 1.8. Jakarta. Universitas Terbuka.

�

Bruner (1982). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Hal. 1.6. Penerbit Universitas Terbuka. Edisi 1.