UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU

DALAM MENGELOLA KELAS MELALUI PENILAIAN KINERJA

OLEH TEMAN SEJAWAT DI SD NEGERI 1 PANUNGGALAN KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER I

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Crubus

SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

ABSTRAK

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru SD Negeri 1 Panunggalan Pendidikan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan dalam menerapkan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Melalui Penilaian Kinerja Oleh Teman Sejawat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Melalui Penilaian Kinerja Oleh Teman Sejawat. Peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 25,00% dari siklus I ke siklus II sebesar 20,60% dan dari pra siklus ke siklus II sebesar 45,60% Setelah dilakukan tindakan maka kemampuan menerapkan Mengelola Kelas Melalui Penilaian Kinerja Oleh Teman Sejawat dapat mencapai 85,60%. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: “Melalui Penilaian Kinerja Oleh Teman Sejawat kemampuan guru SD SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan dalam Mengelola Kelas dapat meningkat” terbukti.Hasil penelitian ini diharapkan kepada guru di SD Negeri 1 Panunggalan Pendidikan Kecamatan Pulokulon, sebaiknya memprogramkan menerapkan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kelas Melalui Penilaian Kinerja Oleh Teman Sejawat dalam bentuk seminar, atau workshop. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran siswa aktif Kepala Sekolah dapat melakukan pengawasan untuk melakukan Penilaian Kinerja secara berkesinambungan. Kepada guru SD Negeri 1 Panunggalan Pendidikan Kecamatan Pulokulon, kepala sekolah melakukan pembinaan terhadap guru, dan memberikan motivasi kepada guru agar selalu menerapkan pembelajaran siswa aktif dalam proses pembelajaran

Kata kunci: Keterampilan Guru, Penilaian Kinerja, pengelolaan

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar merupakan kegiatan guru yang secara langsung menggiatkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, seperti menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, dan menilai kemajuan siswa. Sedangkan kegiatan mengelola kelas merupakan kegiatan guru dalam menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok dan lain sebagainya.

Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan pengambangan profesi dalam bentuk penelitian tindakan sekolah dengan judul penelitian: Upaya Peningkatan Keterampilan Guru dalam mengelola kelas melalui Penilaian Kinerja oleh teman sejawat di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017.

Identifikasi Masalah

1. Guru di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan kurang memperhatikan pengelolaan kelas, sehingga proses pembelajaran kurang berjalan dengan efektif.

2. Ketrampilan mengelola kelas merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru, namun guru di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan kurang memiliki ketrampilan yang baik.

3. Pembinaan tentang ketrampilan dalam mengelola kelas secara khusus belum dilakukan, baik oleh kepala sekolah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah: apakah dengan penilaian kinerja oleh teman sejawat yang dilanjutkan dengan pembinaan, ketrampilan guru di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan semester I tahun 2016/2017 dapat meningkat?

Tujuan Penelitian

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ketrampilan guru Negeri 1 Panunggalan UPTD Pendidikan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan khususnya semester I tahun 2016/2017 dalam dalam mengelola kelas setelah dilakukan penilaian oleh teman sejawat yang dilanjutkan dengan pembinaan.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Penilaian Kinerja Teman Sejawat

Kinerja merupakan implementasi dari rencana yang disusun oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompentensi, motivasi, dan kepentingan. Sedangkan menurut Armstrong dan Baron menyatakan “Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi” (Wibowo, 2007: 2).

Kompetensi Guru

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dari perbuatan secara profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal (Djamarah, 2006: 31

Profesional Guru

Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Sementara itu, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas bahwa pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Guru yang profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Kunandar, 2007: 46).

Ketrampilan Mengelola Kelas

Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat (Sri Widiastuti, 2010: 49). Keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif.

Komponen-komponen dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut: (a) Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, seperti menunjukkan sikap tanggap, memberikan perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang, memberikan penguatan (reinforcement), (b) Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal yaitu berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat melakukan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.

Kerangka Berpikir

Pengelolaan kelas, merupakan pondasi penting dalam pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas yang baik sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik memberikan motivasi kepada siswa untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Agar dapat mengelola kelas dengan baik, diperlukan ketrampilan dan dilakukan secara terus menerus.Melalui penilaian kemampuan/ketrampilan guru dalam mengelola kelas berdasarkan indikator yang telah ditentukan secara objektif dan transparan, hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan ketrampilannya. Tanpa ada penilaian yang obyektif guru tidak akan mengetahui kekurangan yang ada. Untuk itu melalui penilaian ketrampilan mengelola kelas, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan guru dalam mengelola kelas.

Hipotesis Tindakan

Melalui penilaian Kinerja Teman Sejawat, keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan dalam mengelola kelas dapat meningkat.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Alasan utamanya adalah dari hasil pengamatan diketahui bahwa kompetensi guru, khususnya kompetensi profesional aspek keterampilan mengelola kelas, masih rendah, selain itu guru sering mengabaikan pengelolaan kelas.

Waktu Penelitian

No

Kegiatan

Hari/Tanggal Kegiatan

1.

Kegiatan Prasiklus

3 s/d. 8 Agustus 2016

2.

Penyusunan formulir penilaian

10 Agustus 2016

3.

Penyampaian Kondisi Awal dengan Guru

16 Agustus 2016

4.

Perencanaan siklus 1

18 s/d. 22 Agustus 2016

5.

Pelaksananaan Siklus 1

24 s/d. 29 Agustus 2016

6.

Penyampaian hasil siklus 1, dan pembinaan

5 September 2016

7.

Perencanaan siklus 2

7 s/d. 12 September 2016

8.

Pelaksanaan Siklus 2

14 s/d. 19 September 2016

9.

Penyampaian hasil siklus 2, dan pembinaan

3 Oktober 2016

10.

Perencanaan siklus 3

5 s/d. 10 Oktober 2016

11.

Pelaksanaan Siklus 3

12 s/d. 17 Oktober 2016

12.

Penyampaian hasil siklus 3, dan pembinaan

24 Oktober 2016

13.

Penyusunan Laporan Penelitian

26 Oktober s/d. 30 Nopember 2016

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah sebagian Guru SD di Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan, dengan jumlah 12 guru, tidak semua guru diikut sertakan sebagai subjek penelitian, hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan pembinaan tidak mengganggu tugas-tugas guru. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah keterampilan guru dalam mengelola kelas.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dari penelitian tindakan sekolah ini adalah melalui data kuantitatif yang diperoleh dari observasi terhadap keterampilan guru dalam mengelola kelas berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada lembar observasi.

Teknik Analisis Data

Data dianalisis dengan analisa deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberi gambaran tentang basil yang dicapai oleh guru setelah tidakan dilaksanakan terhadap seluruh pusat perhatian dalam penelitian meliputi langkah-langkah kegiatan mengelola kelas. Dengan menyajikan tabel hasil penilaian ketrampilan guru dalam mengelola kelas yang dilakukan oleh peneliti.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

Deskripsi Data per Siklus

Penilaian mengacu pada indikator kinerja guru dalam mengelola kelas yaitu: (1) Keterampilan yang berhubungan dengan perciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang oprimal dan (2) Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Penilaian dilakukan dengan cara memberi skor terhadap aspek-aspek sesuai dengan pedoman penilaian kinerja guru.

Tabel I Perbandingan Nilai Prosentase Ketrampilan Guru dalam Mengelola kelas pada kegiatan Prasiklus ke Siklus I

No

Komponen

Prasiklus

Siklus I

peningkatan

Ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal:

1

menunjukkan sikap tanggap

60%

80.00%

20.00%

2

memberikan perhatian

50%

50.00%

0.00%

3

memusatkan perhatian kelompok

50%

80.00%

30.00%

4

memberikan petunjuk yang jelas

40%

40.00%

0.00%

5

menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang

50%

60.00%

10.00%

6

memberikan penguatan (reinforcement).

40%

70.00%

30.00%

Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal

7

Modifikasi tingkah laku

50%

60.00%

10.00%

8

Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok

60%

70.00%

10.00%

9

Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

60%

80.00%

20.00%

10

menghindari campur tangan yang berlebihan

60%

80.00%

20.00%

11

Tidak pernah menghentikan penjelasan tanpa alasan

20%

40.00%

20.00%

12

memulai dan mengakhiri kegiatan tepat waktu

40%

60.00%

20.00%

13

Tidak pernah bersikap yang terlalu membingungkan

70%

80.00%

10.00%

Rata-rata

50%

65.38%

15.38%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata prosentase penilaian keterampilan guru dalam mengelola kelas dalam upaya peningkatan profesionalisme guru mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan siklus I dengan peningkatan sebesar 15,38%.

Tabel 2. Perbandingan Nilai Prosentase Ketrampilan Guru dalam Mengelola kelas pada kegiatan Siklus I ke Siklus II

No

Komponen

Siklus I

Siklus II

peningkatan

Ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal:

1

menunjukkan sikap tanggap

80.00%

80.00%

0.00%

2

memberikan perhatian

50.00%

70.00%

20.00%

3

memusatkan perhatian kelompok

80.00%

80.00%

0.00%

4

memberikan petunjuk yang jelas

40.00%

60.00%

20.00%

5

menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang

60.00%

80.00%

20.00%

6

memberikan penguatan (reinforcement).

70.00%

80.00%

10.00%

7

Modifikasi tingkah laku

60.00%

60.00%

0.00%

8

Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok

70.00%

80.00%

10.00%

9

Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

80.00%

90.00%

10.00%

10

menghindari campur tangan yang berlebihan

80.00%

80.00%

0.00%

11

Tidak pernah menghentikan penjelasan tanpa alasan

40.00%

70.00%

30.00%

12

memulai dan mengakhiri kegiatan tepat waktu

60.00%

70.00%

10.00%

13

Tidak pernah bersikap yang terlalu membingungkan

80.00%

90.00%

10.00%

Rata-rata

65.38%

76.15%

10.77%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata prosentase penilaian keterampilan guru dalam mengelola kelas dalam upaya peningkatan profesionalisme guru mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan siklus II dengan peningkatan sebesar 10,77%.

Tabel 3 Perbandingan Nilai Prosentase Ketrampilan Guru dalam Mengelola kelas pada kegiatan Siklus II ke Siklus III

No

Komponen

Siklus II

Siklus III

peningkatan

Ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal:

1

menunjukkan sikap tanggap

80.00%

90.00%

10.00%

2

memberikan perhatian

70.00%

80.00%

10.00%

3

memusatkan perhatian kelompok

80.00%

100.00%

20.00%

4

memberikan petunjuk yang jelas

60.00%

80.00%

20.00%

5

menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang

80.00%

90.00%

10.00%

6

memberikan penguatan (reinforcement).

80.00%

90.00%

10.00%

Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal

7

Modifikasi tingkah laku

60.00%

70.00%

10.00%

8

Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok

80.00%

90.00%

10.00%

9

Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

90.00%

90.00%

0.00%

10

menghindari campur tangan yang berlebihan

80.00%

90.00%

10.00%

11

Tidak pernah menghentikan penjelasan tanpa alasan

70.00%

90.00%

20.00%

12

memulai dan mengakhiri kegiatan tepat waktu

70.00%

80.00%

10.00%

13

Tidak pernah bersikap yang terlalu membingungkan

90.00%

90.00%

0.00%

Rata-rata

76.15%

86.92%

10.77%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata prosentase penilaian keterampilan guru dalam mengelola kelas dalam upaya peningkatan profesionalisme guru mengalami peningkatan dari kegiatan siklus II ke siklus III sebesar 10,77%.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata prosentase penilaian keterampilan guru dalam mengelola kelas dalam upaya peningkatan profesionalisme guru mengalami peningkatan dari kegiatan prasiklus ke siklus III sebesar 36,92%.

PENUTUP

Simpulan

Peningkatan keterampilan guru dalam mengelola kelas di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan sebelum dilakukan tindakan sebesar 50,00%, namun setelah dilakukan tindakan mencapai peningkatan pada seluruh aspek keterampilan guru dalam mengelola kelas sebesar 86,92%. Sehingga dalam penelitian tindakan sekolah yang dilakukan di SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan mengalami peningkatan sebesar 36,92%.

Saran

Untuk Kepala Sekolah

Sebaiknya kepala sekolah mengintensifkan penilaian kepada guru, sebagai bahan pembinaan peningkatan profesionalisme guru.

Untuk Guru

Sebaiknya dalam mengelola kelas guru memperhatikan aspek-aspek yang harus dikerjakan, khsusnya dalam hal memberikan petunjuk kepada peserta didik sebaiknya guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Dalam hal memberikan instruksi, hendaknya menggunakan bahasa yang tegas sehingga tidak membingingkan peserta didik, selain itu sebaiknya guru menghindari campur tangan yang berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Dharma. 2010. Manajemen Berbasis Sekolah. http://re-searchengines.com/adharma2.html, diakses tanggal 27 Januari 2011.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Danim, Sudarwan, 2005. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, 2006, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri, 2005, Guru dan Anak Didik, Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar, 2006, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Ilyas, Yaslis. 2005. Kinerja Teori. Penilaian dan Penelitian. Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. Jakarta.

Kristianawati. Ari. 2002. Guru dan Tuntutan Kompetensi Profesi. http://www.sinarharapan.co.id