UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS

PADA KOMPETENSI DASAR MENCERITAKAN LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATH

BAGI SISWA KELAS III SD NEGERI 2 KESENET

KECAMATAN BANJARMANGU

Santosa Widiyatmoko

SDN 2 Kesenet Kecamatan Banjarmangu

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuanUntuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS pada kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah melalui strategi index card match bagi siswa kelas III SD Negeri 2 KesenetKecamatan Banjarmangu Banjarnegara tahun pelajaran 2013/2014. dengan mengambil subyek penelitian dengan jumlah siswa yang diteliti sebanyak 10 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, dengan melakukan dua tindakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, obeservasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan strategi index card match dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas III SD Negeri 2 Kesenet pada kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. Penggunaan strategi indek card match pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari 20% pada kondisi awal menjadi 90% pada siklus II . Temuan ini menjadi acuan tentang penggunaan strategi pembelajaran yang tepat bagi peningkatan prestasi belajar siswa.

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Strategi Index Card Match


PENDAHULUAN

Latar belakang Masalah

Kegiatan pembelajaran adalah suatu aktifitas untuk mentransformasikan bahan pelajaran kepada subyek belajar pada konteks ini, guru berperan sebagai penjabar, penerjemah bahan tersebut supaya dimiliki siswa.Berbagai upaya dan strategi dilakukan guru supaya bahan/ materi pelajaran tersebut dapat dengan mudah dicerna oleh subyek belajar, yakni tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

Dalam proses pembelajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang vital. Kegiatan belajar mengajar menjadi bermakna apabila ada kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu penting sekali bagi setiap guru untuk bisa memahami sebaik baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat bagi siswasiswanya. Penerapan strategi pembelajaran akan lebih efektif apabila menyesuaikan dengan mata pelajaran yang diberikan, karena masing-masing mata pelajaran memiliki karakteristik sendiri sendiri sehingga memerlukan strategi yang berbeda dalam penerapannya.

Salah satu mata pelajaran yang memerlukan strategi yang berbeda adalah mata pelajaran IPS, mata pelajaran yang mempelajari, menelaah, menganalisis gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan atau satu perpaduan,

Penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang tepat memungkinkan proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna. Penggunaan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi sangat diperlukan oleh guru, agar pembelajaran tidak menjemukan dan membosankan. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang didukung oleh kemampuan intelektual siswa, sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi belajar, karena pada dasarnya prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar melalui perubahan tingkah laku kaitannya dengan bahan/materi yang dipelajari, yang dituangkan dalam angka perolehan nilai prestasi belajar.

Berdasarkan data awal yang diperoleh, prestasi belajar siswa kelas III SD Negeri 2Kesenet pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial (IPS) topik bahasan menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah, termasuk dalam kategori sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari data siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas atau sama dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 2 siswa dari 10 siswa atau 20% saja, sedangkan 8 siswa atau 80% siswa nilainya dibawah KKM.

Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan dapat kami simpulkan beberapa permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di kelas III SD Negeri 2Kesenet, menurut hemat peneliti, akar permasalahannya adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga siswa kurang terlibat dalam kegiatan yang mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotor. Guru tidak menggunakan pendekatan dan strategi pembelajaran yang tepat, sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif dan maksimal. Guru kurang memanfaatkan media atau sumber belajar alami dalam pembelajaran, serta kurang maksimalnya guru dalam mendorong siswa untuk menemukan sendiri dalam menyelesaikan suatu masalah, mengungkapkan gagasan, melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan kompetitif.

Berdasarkan permasalahan diatas, permasalahan lebih berat pada bagaimana guru bisa membawa anak terlibat secara aktif dalam pembelajaran, serta bagaimana guru bisa memaksimalkan penggunaan media, strategi, dorongan dan menarik minat belajar siswa sehingga siswa tidak merasa jenuh. Rendahnya minat dan perstasi belajar siswa dapat ditingkatkan oleh guru dengan melalui strategi index card match. Pendekatan pembelajaran melalui penggunaan startegi indek card match diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Rumusan Masalah

Berdasarkan analisa situasi dan permasalahan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah strategi index card match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SD Negeri 2Kesenet, Banjarmangu pada pembelajaran IPS kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SD Negeri 2 Kesenetpada mata pelajaran IPS kompetensidasar menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah, melalui strategi index card match.

LANDASAN TEORI

Prestasi Belajar

Menurut Djamarah, prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan, baik secara individu maupun kelompok dalam bidang kegiattan tertentu.

Menurut Tursquou (2004:75), prestasi belajar dapat dirumuskan hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah. Prestasi belajar siswa yang terutama dinilai adalah aspek kognitifnya karena bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa, dan evaluasi

Prestasi belajar adalah penguasan pengetahuan dari pelajaran-pelajaran yang diterima atau kemampuan menguasai pelajaran yang dilakukan oleh guru yang selalu dikaitkan dengan hasil tes perstasi belajar. Menurut Darsono (2005: 27) Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang relatif menetap.Menurut Bunyamin S. Bloom dalam Sudjana (2006: 22) prestasi atau hasil belajar meliputi tiga branah yaitu: kognitif, afektif dan psikomor.

Strategi Pembelajaran Index Card Match

Beberapa pendapat tentang strategi pembelajaran yang dikutip oleh Sunhaji (2012: 2) dalam buku “Strategi Pembelajaran” adalah sebagai berikut:

1. Nana Sujana (1989) mengatakan bahwa strategi belajar mengajar merupakan tindakan guru melaksanakan rencana mengajar,artinya usaha guru dalam menggunakan beberapa variable pengajaran (tujuan, metode, alat, serta evaluasi).

2. T.Rakajoni seoarang pakar pendidikan menggambarkan strategi belajar mengajar sebagai pola umum perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar.

3. Joyce dan Weill mengatakan bahwa strategi belajar mengajar sebagai model model mengajar.

Index Card MatchadalahMetode pemecahan masalah yang digunakan dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode Index Card Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocok-kan kartu indeks yang ada di tangan mereka.

Proses pembelajaran ini lebih me-narik karena siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenang-kan. Dalam metode ini siswa harus mengerjakan banyak tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah,

Metode pembelajaran Index Card Match dapat melatih pola pikir siswa karena dengan metode ini siswa dilatih kecepatan berpikirnya dalam mempelajari suatu konsep atau topik melalui pencarian kartu jawaban atau kartu soal, setiap siswa pasti mendapat pasangan kartu yang cocok lalu mendiskusikan hasil pencarian pa-sangan kartu yang sudah dicocokkan oleh siswa bersama pasangannya dan siswa lainnya. Dengan mendiskusikan bersama pasangannya maka siswa akan lebih mengerti dengan konsep materi yang sedang dipelajari.

Karena pembelajaran ini dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, maka diharapkan dapat meningkatkan semangat dan aktivitas siswa dalam belajar siswa dalam kegiatan belajar.

Tujuan dan Karakteristik Strategi Index Card Match

Tujuan metode index card match ini adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi . Sedangkan ciri-ciri metode index card match adalah: metode ini menggunakan kartu, kartu di bagi menjadi dua berisi satu pertanyaan dan satu untuk jawaban, metode ini dilakukan dengan cara berpasangan, setiap pasangan membacakan pertanyaan dan jawaban, fungsi metode index card match untuk meningkatkan minat belajar, anak akan lebih mudah dalam memahami suatu materi, tidak merasakan kejenuhan dalam pembelajaran.

Langkah Langkah Strategi Index Card Match:

1. Bagilah potongan-potongan kertas menjadi dua bagian yang sama.

2. Pada separuh bagian, ditulis pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan,

3. Pada setengah kertas yang lain, ditulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat yang telah ditandai dengan angka. Kemudian antara soal dan jawaban tersebut dicampur atau

4. Siswa diminta agar berbaris ke depan kelas membentuk dua barisan.

5. Setiap siswa diberi satu kertas, sehingga separoh siswa akan mendapat soal dan separoh lagi akan mendapatkan jawaban.

6. Siswa diminta untuk menemukan pasangan mereka. Jika sudah ada yang menemukan pasangan, minta mereka duduk berdekatan.

7. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

METODE PENELITIAN

Seting dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun pelajaran 2013/2014 se-lama 4 bulan mulai bulan September sampai Desember 2013. Tempat penelitian dilaksanakan di kelas III SD Negeri 2Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, jumlah siswa sebanyak 10 siswa.

Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara cara yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data data yang dapat menjawab rumusan masalah penelitian.

Penggunaaan teknik dan alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang relevan. tehnik penelitian sebagai cara yang ditempuh untuk mengumpulkan data sebagai berikut: Tekhik Observasi: Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang nampak pada obyek penelitian, Teknik Test: Test lisan, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara lisan tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara lisan pula.,test tertulis, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspe-aspek yang ingin diketahui keadaanya dari jawaban yang diberikan secara tertulis pula. dan Teknik Wawancara dan Dokumenter

Teknik Analisa Data

Data adalah keterangan atau gambaran mengenai sesuatu hal, bisa berbentuk kategori atau angka-angka (bilangan) Data yang dikumpulkan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif.Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil test, dokumentasi, dan observasi.

Data kuantitatif akan diolah melalui analisis deskriptif, sedangkan data kualitatif akan diolah dalam bentuk paparan narasi yang menggambarkan kualitas pembe-lajaran. Teknik analisis data yang digu-nakan dalam penelitian ini adalah teknik Deskriptif analisis kritis. Peneliti mem-bandingkan hasil sebelum penelitian dengan hasil pada akhir setiap siklus, yang digunakan untuk mengetahui indikator keberhasilan dan kegagalan dalam setiap siklus.Indikator yang belum tercapai diperbaiki pada siklus berikutnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar tentang materi lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. Teknik analisis kritis berkaitan dengan data kualitatif, yakni mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan dan kelebihan kenerja siswa dan peneliti dalam proses pembelajaran berdasarkan kriteria norma-tif. Hasil analisis tersebut dijadikan dasar dalam penyusunan perencanaan tindakan untuk tahap berikutnya.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan meto-de penelitian tindakan kelas. Tindakan yang dilakukan dalam siklus yaitu dua tin-dakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri darai empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), peng-amatan (observing) dan refleksi (re-flecting).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBA-HASAN

Kondisi Awal

Kondisi awal pembelajaran IPS di kelas III Kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah merupakan gambaran kegiatan pembelajaran sebelum meng-gunakan stategi pembelajaran indek card match. Proses pembelajaran pada tahap pra siklus dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Pada tahap ini pembelajaran menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas.

Pada awal proses pembelajaran, peneliti menyampaikan materi berupa konsep, kemudian memperjelas pema-haman materi, peneliti menuliskan beberapa contoh di papan tulis dan media gambar.

Pada tahap pra siklus rata-rata prestasi belajar siswa sangat rendah dengan nilai rata rata kelas hanya 38,75. Dari 10 siswa, hanya 2 siswa atau 20 % yang tuntas KKM dan 8 siswa atau 80% belum tuntas KKM. Nilai KKM mata pelajaran IPS kelas III SD Negeri 2 Kesenet, pada tahun pelajaran 2013/2014 ditetapkan nilai 70.

Siklus I

Hasil observasi tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus I menunjukan adanya peningkatan prestasi pembelajaran namun belum maksimal, karena belum mencapai indikator yang diharapkan. Dari hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran, sebagaian siswa belum memahami sepenuhnya materi pembela-jaran yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi pembelajaran yang disajikan pada tabel berikut:

Frekfensi dan Prosentase Ketercapaian KKM Siklus I

No

Periode Kegiatan

Ketercapaian

Nilai

< KKM

Nilai

= KKM

Nilai

> KKM

F

%

F

%

F

%

1

Siklus I

4

40%

1

10%

5

50%

Data diatas menunjukan siswa yang belum mencapai nilai KKM ada 4 siswa atau 40%, siswa yang sudah mencapai nilai KKM sebanyak 6 siswa atau 60%. Sedangkan target prosentase ketuntasan KKM adalah 85%sehingga indikator keberhasilan belum tercapai.

Siklus II

Hasil observasi tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukan peningkatan prestasi pembelajaran yang signifikan. Secara umum siswa sudah memahami sepenuhnya materi yang diberikan, seperti tertera pada tabel berikut:

Frekfensi dan Prosentase Ketercapaian KKM Siklus II

No

Periode Kegiatan

Ketercapaian

Nilai

< KKM

Nilai

= KKM

Nilai

> KKM

F

%

F

%

F

%

1

Siklus II

1

10 %

1

10%

8

80%

Data diatas menunjukan siswa yang belum mencapai nilai KKM ada 1 siswa atau 10%, siswa yang sudah mencapai nilai KKM sebanyak 9 siswa atau 90%. Sedangkan target prosentase ke-tuntasan KKM adalah 85%sehingga indi-kator keberhasilan sudah tercapai. Dari tabel diatas menunjukan adanya pe-ningkatan prestasi belajar siswa yang sudah maksimal setelah adanya upaya perbaikan pembelajaran dengan meng-gunakan strategi indek card match . Angka Prosentase ketercapaian KKM meningkat menjadi 90% atau sebanyak 9 siswa tuntas KKM.

PEMBAHASAN

Pembahasan Hasil penelitian tin-dakan kelas ini didasarkan pada hasil pengamatan guru peneliti bersama guru pengamat/observer selama berlangsung-nya proses pembelajaran, hasil analisisa per siklus, serta hasil refleksinya. Adapun hasil pembahasan hasil penelitian sebagai berikut:hasil siklus I adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dibandingkan dengan data hasil ketuntasan belajar pada studi awal yaitu sebanyak 2 siswa atau 20% menjadi 6 siswa atau 60%, walaupun belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditargetkan yaitu 85%.Dalam pembelajaran sebagaian besar siswa aktif.Ketuntasan belajar siswa masih belum mencapai target yang ditentukan dengan indikator nilai KKM 70, sehingga nilai rata rata kelas belum sesuai dengan yang diharapkan, namun sudah mengalami pe-ningkatan dari studi awal.Guru masih perlu memaksimalkan perhatian terhadap siswa yang pasif dan pengendalian waktu.

Dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I maka peneliti bersama guru pengamat berkesimpulan berdasarkan hasil refleksimasih diperlukan adanya perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pembahasan Hasil penelitian tin-dakan kelas Siklus II didasarkan pada hasil pengamatan guru peneliti bersama guru pengamat/observer selama berlangsung-nya proses pembelajaran, hasil analisisnya per siklus, serta hasil refleksinya. adapun hasil pembahasan siklus II sebagai berikut: Adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa yang sudah maksimal, dari 6 siswa atau 60% menjadi 9 siswa atau 90%, sehingga sudah mencapai kriteria ketun-tasan minimal yang ditargetkan yaitu 85%. Dalam pembelajaran sebagian besar siswa berpartisipasi aktif, dan sebagaian kecil siswa yang pasif sudah meningkat menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

Hasil prestasi belajar siswa me-ningkat sesuai indikator yang diharapkan, yaitu dengan indikator nilai KKM 70, Kriteria ketercapaian nilai KKM 90%, dan nilai rata rata kelas sudah mencapai 86,25, siswa dengan nilai tuntas sebanyak 9 siswa. dari 10 siswa.Guru sudah maksimal memberi perhatian terhadap siswa yang pasif dan mampu mengendalian waktu.

Dari hasil analisa dan evaluasi data persiklus menunjukan bahwa pelaksanaan perbaikan pembelajaranmelalui strategi indek card match ternyata mampu me-ningkatkan prestasi belajar siswa yang optimal.

Naiknya pemahaman siswa terha-dap pembelajaran mencapai 90% mem-buktikan penggunaan strategi indek card match pada pembelajaran IPS di kelas III kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah, mampu membuat siswa lebih aktif, bersemangat, dan senang sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa terhadap materi pembe-lajaran.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisa dan pem-bahasan hasil penelitian, dengan merujuk pada rumusan masalah, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi index card match dalam pembelajaran IPS di kelas III SD Negeri 2Kesenet, Keca-matan Banjarmangu, Kabupaten Banjar-negara tahun pelajaran 2013/2014 pada kompetensi dasar menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah, dapat meningktkan prestasi belajar siswa.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan kelas di kelas III SD Negeri 2Kesenet maka peneliti memberikan saran-saran kepada: 1) Guru: Strategi pembelajaran Indek Card Match ini terbukti memberikan manfaat yang besar dalam proses maupun hasil belajar siswa, maka sudah selayaknya strategi indek card match ini dicobakan untuk mata pelajaran atau konsep pembelajaran yang lain dan mulailah untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. 2) Kepala Sekolah: Kepala Sekolah diharapkan mampu mendorong guru, untuk mempe-lajari dan menerapkan pembelajaran dengan strategi indek card match pada semua mata pelajaran dan semua kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Darsono, Max. 2005.Belajar dan Pembelajaran.Semarang: IKIP Semarang Press

Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar” Jakarta: Bumi Aksara

Nurfuadi, 2012.Profesionalisme Guru. Purwokerto: Stain Press.

Sudjana, Nana. 2006. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya

Suprijono, Agus. 2009.Cooperative Learning. Jogyakarta: Pustaka Pelajar,

Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Grafindo