PENERAPAN METODE WORD SQUARE

BERBANTUAN SLIDE POWER POINT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI 1 WARU DALAM PEMBELAJARAN PAI TENTANG SURAH PENDEK PILIHAN PADA SEMETER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Hamidah

SD Negeri 1 Waru, Kec. Rembang, Kab. Rembang

 

ABSTRAK

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019 pada peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru dan menganalisis penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point terhadap hasil belajar peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di Kelas VI SD Negeri 1 Waru. Penelitian ini berlangsung pada awal Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian terdiri dari dua puluh enam peserta didik, yaitu tujuh belas putra dan sembilan putri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik nontes dan teknik tes. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan, dokumentasi dan alat evaluasi hasil belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Prosedur penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Hasil penelitian ini adalah penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019, sehingga termasuk kategori memuaskan. Hasil belajar pada Kondisi Awal adalah nilai rata-rata sebesar 63,07 dan ketuntasan sebesar 34,61%. Hasil belajar pada Siklus I adalah nilai rata-rata sebesar 74,61 dan ketuntasan sebesar 57,69%. Hasil belajar pada Siklus II adalah nilai rata-rata sebesar 90,38 dan ketuntasan sebesar 84,61%.

Kata Kunci: Metode Word Square, Slide Power Point, Hasil Belajar, PAI, Surah Pendek Pilihan.

 

PENDAHULUAN

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang Al Qur’an bertujuan supaya peserta didik dapat melafalkan dengan makhraj huruf dan sesuai dengan hukum tajwid, menghafal dan memahami artinya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut juga sesuai dengan pembelajaran PAI pada awal Semester II di Kelas VI tentang Surah Pendek Pilihan, yaitu Surah Al Maidah ayat 3 dan Surah Al Hujurat ayat 13.

Dalam pembelajaran tentang Surah Al Maidah ayat 3 dan Surah Al Hujurat ayat 13 pada peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru di Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019, guru mencontohkan cara membaca dengan baik dan benar, namun peserta didik tidak fokus dan masih kesulitan dalam membaca. Peserta didik enggan menirukan, malu mencoba secara individual dan masih kesulitan mengartikan kata-kata penting dalam ayat tersebut. Pengucapan makhraj huruf belum sesuai. Hukun tajwid masih banyak kesalahan. Unjuk kerja sejumlah peserta didik tidak terampil. Beberapa peserta didik membaca dengan baik dan benar. Beberapa peserta didik lainnya masih membaca dengan kurang lancar. Namun sebagian besar pendidik tidak lancar. Begitu juga dengan hasil belajar juga tidak memuaskan. Analisis hasil belajar nilai ulangan harian adalah nilai rata-rata sebesar 63,07 dan ketuntasan sebesar 34,61%. Dari dua puluh enam peserta didik, sembilan peserta didik memenuhi ketuntasan dan tujuh belas lainnya tidak memenuhi.

Pembelajaran dengan Metode Word Square merupakan tugas menemukan kata yang tersusun secara mendatar, menurun maupun menyilang dalam kotak kata berukuran tertentu dimana kata tersebut relevan dengan materi. Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik yang menemukan kata tertentu diharapkan benar-benar memaknai kata tersebut. Oleh karena itu, dalam menentukan kata-kata tertentu menjadi sangat penting. Hasil penelitian dari Agus Apriyanto menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran Word Square terhadap hasil belajar efektif meningkatkan hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tentang Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Hasil belajar pada kelas eksperimen meningkat dan lebih tinggi daripada hasil belajar pada kelas kontrol. Kenaikan hasil belajar tersebut termasuk signifikan.

Berdasarkan permasalahan dalam pembelajaran, hasil belajar yang tidak memuaskan dan penerapan Metode Word Square yang efektif meningkatkan hasil belajar, penulis menerapkan Metode Word Square dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan. Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik bertugas mencari dan menemukan kata yang tersusun dalam kotak. Tugas tersebut berbeda-beda untuk setiap peserta didik, sehingga harus fokus dengan tugasnya sendiri. Selanjutnya, peserta didik memperhatikan materi yang tersaji dalam slide power point dan mendengarkan pembacaan materi sesuai dengan murottal. Kemudiaan, peserta didik mengikuti koreksi, sehingga mengetahui hasil tugas tersebut. Sesuai pembahasan dengan diskusi kelas, peserta didik memaknai kata-kata tersebut yang relevan dengan materi, sehingga memahami maksud dari setiap kata maupun keseluruhan ayat. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point diharapkan meningkatkan hasil belajar, sehingga termasuk memuaskan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dalam penelitian ini melalui penerapan Metode Word Square dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan, yaitu Surah Al Maidah ayat 3 dan Surah Al Hujurat ayat 13. Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik mencari dan menemukan kata yang tersusun dalam kotak. Tugas tersebut terdiri dari satu kata dan berbeda-beda.

Penelitian ini dilakukan di Kelas VI SD Negeri 1 Waru. Tempat penelitian beralamat di Jalan Demang Gang Sarean Nomor 25 Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Tempat penelitian berdekatan dengan lembaga pendidikan lainnya, yaitu SD Negeri 2 Waru dan TK Dharma Wanita Waru yang terletak di sebelah utara dan SD Negeri 3 Waru di sebelah selatan.

Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian terdiri dari dua puluh enam peserta didik, yaitu tujuh belas putra dan sembilan putri.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik nontes dan teknik tes. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan, dokumentasi dan alat evaluasi hasil belajar.

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif, yaitu membandingkan data penelitian dengan indikator yang ditentukan.

Prosedur penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan pertama adalah tindakan dalam pembelajaran. Pertemuan kedua adalah evaluasi hasil belajar sesuai dengan tindakan dalam pembelajaran.

Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus (B).
  2. Peserta didik menjawab dalam pembahasan dengan bagus (B).
  3. Peserta didik bertanya dalam pembahasan dengan bagus (B).
  4. Peserta didik berpendapat dalam pembahasan dengan bagus (B).
  5. Peserta didik mencapai hasil belajar dengan nilai rata-rata lebih tinggi daripada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75.
  6. Peserta didik mencapai hasil belajar dengan ketuntasan lebih tinggi daripada ketuntasan minimal sebesar 75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  1. Deskripsi Kondisi Awal

Pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan dengan Metode Demonstrasi yang berpedoman pada guru. Sesuai dengan kompetensinya, guru mencontohkan membaca materi pada buku teks dengan baik dan benar sesuai dengan makhraj huruf dan hukum tajwid. Pembelajaran ini berlangsung pasif dan tidak menarik karena peserta didik tidak fokus dan mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Peserta didik enggan menirukan, malu mencoba secara individual dan masih kesulitan mengartikan kata-kata penting dalam ayat tersebut.

Dalam unjuk kerja membaca sesuai dengan makhraj huruf dan hukum tajwid, sebagian kecil peserta didik yang berhasil. Sedangkan sebagian besar lainnya termasuk kurang lancar dan tidak lancar. Unjuk kerja yang termasuk tidak memuaskan tersebut menyebabkan pembahasan materi menjadi tidak lancar. Peserta didik tidak berminat mengartikan dan memahami makna dari ayat yang sedang disampaikan. Hasil belajar pun tidak memuaskan. Sesuai dengan analisis hasil belajar dengan nilai rata-rata sebesar 63,07 dan ketuntasan sebesar 34,61%. Nilai rata-rata tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Ketuntasan tidak memenuhi ketuntasan minimal sebesar 75%.

  1. Deskripsi Siklus I

Pada Kondisi Awal, pembelajaran masih berpedoman pada guru sebagai sumber belajar dan berlangsung pasif serta tidak menarik karena hanya terpusat pada buku teks. Pembelajaran menggunakan Metode Demonstrasi yang dilanjutkan dengan diskusi kelas. Pada Siklus I, pembelajaran melibatkan peserta didik dengan penugasan. Tugas tersebut bersifat individual dan berbeda-beda, sehingga peserta didik fokus dalam pembelajaran. Pembelajaran ditunjang dengan slide power point yang menampilkan materi dan dilengkapi dengan murottal, sehingga pembelajaran terpusat dan menarik.

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point pada Siklus I dengan tugas mencari dan menemukan kata yang tersusun secara mendatar, menurun maupun menyilang dan slide power point yang menampilkan materi dan dilengkapi dengan murottal. Pembelajaran fokus sesuai dengan tugas yang berbeda-beda dan terpusat sesuai dengan slide power point. Selain itu, pembelajaran juga menarik dengan murottal. Sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran.

Pada Kondisi Awal, aktivitas belajar peserta didik sangat tidak bagus karena pasif. Peserta didik enggan menirukan dan malu mencoba membaca secara individual. Peserta didik tidak fokus, tidak berminat dan kurang perhatian. Pada Siklus I, aktivitas belajar peserta didik termasuk cukup bagus (C).

Aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran adalah 1) fokus mengerjakan tugas dengan bagus yang termasuk kategori B dengan nilai rata-rata sebesar 3,42, 2) peserta didik menjawab dengan cukup bagus yang termasuk kategori C dengan nilai rata-rata sebesar 2,03, 3) peserta didik bertanya dengan cukup bagus yang termasuk kategori C dengan nilai rata-rata sebesar 2,11 dan 4) peserta didik berpendapat dengan kurang bagus yang termasuk kategori D dengan nilai rata-rata sebesar 1,73.

Pada Kondisi Awal, hasil belajar peserta didik termasuk tidak memuaskan. Hasil belajar dengan nilai rata-rata sebesar 63,07 dan ketuntasan sebesar 34,61%. Pada Siklus I, hasil belajar peserta didik meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 74,61 dan ketuntasan sebesar 57,69%.

Hasil belajar peserta didik pada Siklus I meningkat, namun tidak memenuhi indikator, baik nilai rata-rata maupun ketuntasan. Nilai rata-rata lebih rendah daripada KKM sebesar 75. Begitu juga dengan ketuntasan tidak memenuhi ketuntasan minimal sebesar 75%.

Refleksi hasil tindakan sesuai dengan indikator keberhasilan tindakan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.2. Refleksi pada Siklus I.

No Indikator keberhasilan tindakan Hasil Ket
1 Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus (B) 3,42 (B) = B
2 Peserta didik menjawab dalam pembahasan dengan bagus (B) 2,03 (C) < B
3 Peserta didik bertanya dalam pembahasan dengan bagus (B) 2,11 (C) < B
4 Peserta didik berpendapat dalam pembahasan dengan bagus (B) 1,73 (D) < B
5 Peserta didik mencapai hasil belajar dengan nilai rata-rata lebih tinggi daripada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75 74,61 < 75
6 Peserta didik mencapai hasil belajar dengan ketuntasan lebih tinggi daripada ketuntasan minimal sebesar 75% 57,69% < 75%
Keputusan Tidak terpenuhi

 

Sesuai dengan refleksi, maka hasil tindakan pada Siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan tindakan. Hanya satu indikator saja yang terpenuhi, yaitu fokus mengerjakan tugas. Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus. Sedangkan indikator lainnya tidak terpenuhi. Refleksi pada Siklus I sebagai berikut:

  • Keberhasilan: a) Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus (B).
  • Permasalahan: a) Peserta didik menjawab dalam pembahasan dengan cukup bagus (C), b) Peserta didik bertanya dalam pembahasan cukup bagus (C), c) Peserta didik berpendapat dalam pembahasan dengan kurang bagus (D), d) Peserta didik mencapai hasil belajar dengan nilai rata-rata sebesar 74,61 yang lebih rendah daripada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75 dan e) Peserta didik mencapai hasil belajar dengan ketuntasan sebesar 57,69% yang lebih rendah daripada ketuntasan minimal sebesar 75%.
  • Pembaruan tindakan: a) menyusun tugas dengan kata yang tersusun secara mendatar dan menurun, b) melengkapi tugas dengan keterangan yang relevan dengan kata dan materi, c) melengkapi slide power point dengan gambar ilustrasi dan d) membaca secara materi individual.
  1. Deskripsi Siklus II

Pada Siklus I, pembelajaran melibatkan peserta didik dengan penugasan. Tugas tersebut mencari dan menemukan kata yang tersusun dalam kotak kata secara mendatar, menurun maupun menyilang. Tugas ini relatif lebih sulit pada kata yang tersusun secara menyilang daripada kata yang tersusun secara mendatar dan menurun. Pembelajaran ditunjang dengan slide power point yang menampilkan materi dan dilengkapi dengan murottal, sehingga pembelajaran terpusat dan menarik. Pada Siklus II, pembelajaran merupakan kelanjutan dengan penugasan mencari dan menemukan kata yang tersusun dalam kotak kata secara mendatar dan menurun yang relatif mudah daripada kata yang tersusun secara menyilang. Selain itu, slide power point juga dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan keterangan.

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point pada Siklus II dengan tugas mencari dan menemukan kata yang tersusun secara mendatar dan menurun serta slide power point yang dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan keterangan. Penugasan menjadi lebih mudah. Pembelajaran menjadi nyata, mudah dipahami dan menarik. Sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran.

Pada Siklus I, aktivitas belajar peserta didik termasuk cukup bagus (C). Pada Siklus II, aktivitas belajar peserta didik termasuk bagus (B), baik dalam mengerjakan tugas maupun dalam pembahasan.

Aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran adalah 1) fokus mengerjakan tugas dengan bagus yang termasuk kategori B dengan nilai rata-rata sebesar 3,76, 2) peserta didik menjawab dengan bagus yang termasuk kategori B dengan nilai rata-rata sebesar 3,11, 3) peserta didik bertanya dengan bagus yang termasuk kategori B dengan nilai rata-rata sebesar 3,19 dan 4) peserta didik berpendapat dengan bagus yang termasuk kategori B dengan nilai rata-rata sebesar 3,27.

Pada Siklus I, hasil belajar peserta didik meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 74,61 dan ketuntasan sebesar 57,69%. Pada Siklus II, hasil belajar peserta didik meningkat dengan nilai rata-rata sebesar 90,38 dan ketuntasan sebesar 84,61%.

Hasil belajar peserta didik pada Siklus II meningkat dan memenuhi indikator. Nilai rata-rata lebih tinggi daripada KKM sebesar 75. Begitu juga dengan ketuntasan memenuhi ketuntasan minimal sebesar 75%.

Refleksi hasil tindakan sesuai dengan indikator keberhasilan tindakan sebagai berikut:

Tabel 4.4. Refleksi pada Siklus II.

No Indikator keberhasilan tindakan Hasil Ket
1 Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus (B) 3,76 (B) = B
2 Peserta didik menjawab dalam pembahasan dengan bagus (B) 3,11 (B) = B
3 Peserta didik bertanya dalam pembahasan dengan bagus (B) 3,19 (B) = B
4 Peserta didik berpendapat dalam pembahasan dengan bagus (B) 3,03 (B) = B
5 Peserta didik mencapai hasil belajar dengan nilai rata-rata lebih tinggi daripada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75 90,38 > 75
6 Peserta didik mencapai hasil belajar dengan ketuntasan lebih tinggi daripada ketuntasan minimal sebesar 75% 84,61% > 75%
Keputusan Terpenuhi

 

Sesuai dengan refleksi, maka hasil tindakan pada Siklus II memenuhi indikator keberhasilan tindakan. Refleksi pada Siklus II sebagai berikut:

  • Keberhasilan: a) Peserta didik fokus mengerjakan tugas dengan bagus (B), b) Peserta didik menjawab dalam pembahasan dengan bagus (B), c) Peserta didik bertanya dalam pembahasan dengan bagus (B), d) Peserta didik berpendapat dalam pembahasan dengan bagus (B), e) Peserta didik mencapai hasil belajar dengan nilai rata-rata sebesar 90,38 yang lebih tinggi daripada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75 dan f) Peserta didik mencapai hasil belajar dengan ketuntasan sebesar 84,61% yang lebih tinggi daripada ketuntasan minimal sebesar 75%.

 

  • Permasalahan: tidak terjadi permasalahan.
  • Pembaruan tindakan: tidak perlu pembaruan tindakan.

Pembahasan

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan adalah penugasan mencari dan menemukan kata yang relevan dengan materi secara tersamarkan dalam kotak kata dan mengikuti koreksi dan pembahasan melalui diskusi kelas. Penugasan bersifat individual dimana tugas tersebut berbeda-beda dan hanya terdiri dari satu kata, sehingga peserta didik fokus. Pembelajaran dilanjutkan dengan pengamatan dan analisis terhadap slide power point yang menampilkan materi dan ditunjang dengan murottal, termasuk memperhatikan arti dan memahami makna dari ayat yang sedang disampaikan. Slide power point berfungsi sebagai sumber belajar dan media pembelajaran.

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point berpusat pada peserta didik secara individual. Peserta didik menjadi fokus. Begitu juga dengan guru tidak lagi dominan sebagai sumber belajar. Guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran. Keterlibatan dalam pembelajaran ini menjadikan peserta didik aktif. Selain itu, pembelajaran menjadi menarik dengan penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point. Hal tersebut sesuai dengan aktivitas belajar peserta didik yang termasuk bagus dalam penugasan dan pembahasan.

Sesuai dengan analisis aktivitas belajar pada grafik di atas, maka aktivitas belajar peserta didik meningkat, sehingga termasuk kategori bagus (B) dan memenuhi indikator keberhasilan tindakan. Peningkatan aktivitas belajar tersebut sesuai dengan tindakan dalam pembelajaran dan pembaruan tindakan. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point berpusat pada peserta didik, sehingga aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan.

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dengan penugasan dan diskusi kelas. Penugasan bersifat individual, sehingga peserta didik fokus dengan tugas tersebut. Hal tersebut sesuai dengan peserta didik semakin fokus mengerjakan tugas dengan baik. Fokus tersebut meningkat dari 3,42 pada Siklus I menjadi 3,76 pada Siklus II. Penugasan tersebut berhasil meningkatkan fokus peserta didik sejak Siklus I dan semakin meningkat pada Siklus II. Aktivitas belajar peserta didik dalam koreksi dan pembahasan dengan diskusi kelas semakin meningkat dan termasuk bagus. Peningkatan aktivitas belajar tersebut sesuai dengan pembaruan slide power point dengan gambar ilustrasi dan keterangan.

Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point menjadikan pembelajaran menarik, menantang dan menyenangkan. Penugasan menjadi menarik dan menantang. Bahkan penemuan kata menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Selain itu, tampilan slide power point yang dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan keterangan memperkuat pemahaman materi, sehingga hasil belajar meningkat. Analisis hasil belajar peserta didik sesuai dengan grafik dan tabel di bawah ini.

 

 

Tabel 4.5. Analisis hasil belajar peserta didik.

No Hasil belajar Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Nilai terendah 40 60 70
2 Nilai rata-rata 63,07 < 75 74,61 < 75 90,38 > 75
3 Nilai tertinggi 80 90 100
4 Jumlah tuntas 9 15 22
5 Ketuntasan 34,61% < 75% 57,69% < 75% 84,61% > 75%

 

Sesuai dengan analisis hasil belajar pada grafik dan tabel di atas, maka hasil belajar peserta didik meningkat, sehingga termasuk kategori memuaskan dan memenuhi indikator keberhasilan tindakan. Peningkatan hasil belajar tersebut sesuai dengan tindakan dalam pembelajaran dan pembaruan tindakan. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point berpusat pada peserta didik, sehingga hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan.

Menurut Urdang (dalam Wurianingrum, 2007: 16), Metode Word Square adalah metode belajar dengan bermain kata yang tersusun dalam bujur sangkar secara mendatar dan menurun. Sedangkan menurut Hornby (dalam Wurianingrum, 2007: 16), Metode Word Square adalah metode belajaran bermain kata yang tersusun dalam bujur sangkar yang dibaca ke depan (dari kiri ke kanan) dan ke belakang (dari kanan ke kiri).

Dalam penelitian ini, Metode Word Square untuk penugasan yag bersifat individual. Tugas tersebut berbeda-beda, sehingga peserta didik fokus. Tugas tersebut terdiri dari hanya satu kata yang tersusun secara mendatar, menurun maupun menyilang dalam kotak kata berukuran sepuluh kotak mendatar dengan sepuluh kotak menurun. Pada Siklus I, kata tersusun secara mendatar, menurun maupun menyilang. Pada Siklus II, kata tersusun secara mendatar dan menurun. Kata yang tersusun secara menyilang relatif lebih sulit daripada kata yang tersusun secara mendatar dan menurun.

Menurut Indriana (2011: 47), Power Point adalah sofware yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft yang berbasis multi media. Daya tarik dari Power Point adalah pengolahan teks, warna dan gambar serta animasi-animasu yang diolah sendiri sesuai dengan kreativitas penggunanya.

Menurut Indriana (2011: 48), Power Point terdiri dari slide yang mengandung teks, grafis, film dan objek-objek lain yang disusun secara bebas mempunyai kelebihan: 1) Penyajian menarik dengan permainan warna, huruf dan animasi, baik teks, gambar maupun foto, 2) Merangsang untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan yang tersaji, 3) Pesan informasi visual mudah dipahami, 4) Tidak perlu menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan, 5) Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dan dapat dipakai secara berulang-ulang dan 6) Dapat disimpan dalam bentuk optik maupun magnetik (CD dan flash disk), sehingga praktis dibawa kemana-mana.

Dalam penelitian ini, slide power point menampilkan materi dengan tamplan tunggal yang terfokus dan ditunjang dengan murottal. Slide power point berfungsi sebagai sumber belajar dan media pembelajaran. Dengan demikian, fungsi guru sebagai sumber belajar dengan Metode Demonstrasi diperbarui slide power point dengan murottal yang tidak hanya baik dan benar, tetapi juga indah dan merdu. Slide power point juga menampilan gambar ilustrasi dan keterangan, sehingga materi semakin ringkas, padat dan jelas serta nyata. Tampilan slide power point dengan berbagai kelebihannya tersebut memperkuat pemahaman materi, sehingga aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik meningkat. Sesuai dengan analisis hasil belajar, nilai ulangan harian meningkat dan termasuk kategori memuaskan, sehingga memenuhi indikator keberhasilan tindakan. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian terbukti benar dan tujuan penelitian tercapai.

Sesuai dengan pembahasan data penelitian, maka penulis memperoleh hasil penelitian sebagai berikut:

  1. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan dengan penugasan secara individual dan diskusi kelas.
  2. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan meningkatkan fokus peserta didik dalam mencari dan menemukan kata yang tersusun dalam kotak kata yang tersamarkan dengan huruf-huruf pengecoh.
  3. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, sehingga termasuk kategori bagus.
  4. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan, sehingga termasuk kategori memuaskan.

PENUTUP

Kesimpulan

  1. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019 pada peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru dengan penugasan secara individual dan diskusi kelas, sehingga meningkatkan aktivitas belajar peserta didik yang termasuk kategori bagus.
  2. Penerapan Metode Word Square berbantuan slide power point meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI SD Negeri 1 Waru dalam pembelajaran PAI tentang Surah Pendek Pilihan pada Semeter II Tahun Pelajaran 2018/2019, sehingga termasuk kategori memuaskan.

Saran

Peserta didik

Peserta didik supaya memperhatikan dengan cermat, baik tulisan maupun murottal, sehingga memahami cara membaca Al Qur’an sesuai dengan makhraj huruf dan hukum tajwid.

Guru

  1. Guru supaya menilai hasil tugas, baik dalam penemuan kata maupun kelengkapan keterangan, sehingga peserta didik mendapat tanggung jawab dan penghargaan.
  2. Guru supaya menugaskan untuk unjuk kerja secara individual, sehingga peserta didik mendapat tanggung jawab.

Sekolah

Sekolah supaya mengembangkan Metode Word Square berbantuan slide power point dalam pembelajaran lainnya, khususnya dalam pembelajaran yang berkaitan dengan konsep, sehingga penemuan konsep tersebut bermakna.

DAFTAR PUSTAKA

Apriyanto, Agus. 2015. Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Word Square terhadap Hasil Belajar Materi Pokok Mengenal Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah pada Siswa Kelas V MI Futuhiyyah Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2014/2015. Semarang: Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Walisongo. Tidak dipublikasikan.

Arikunti, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Dalyono. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Indriana. 2011. Ragam Alat Bantu dan Media Pengajaran. Yogyakarta: DIVA Press.

Kurniasih, Imas dan Sani, Berlin. 2015. Ragam Pengembangan Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru. Jakarta: Kata Pena.

Nasih, Munjin Ahmad dan Kholidah, Lilik Nur. 2009. Metode dan Teknik Pembelajaran Agama Islam. Bandung: Refika Adi Tama.

Wurianingrum, Tri. 2007. Permainan Edukatif Pendukung Pembelajaran Bahasa. Bandung: Angkasa.