BEST PRACTICE PENINGKATAN PENDEKAR SIPITUNG

MELALUI PEMBELAJARAN MARKET DAY

SDN POJOK 03 KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO

 

Suparti

SDN Pojok 03 Tawangsari, Sukoharjo

 

ABSTRAK

Penigkatan Kompetensi siswa melalui Market Day ini merupakan fondasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Karya ini dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai Peningkatan Pendekar Sipitung melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo dan hasil atau dampaknya terhadap pengembangan ekonomi. Karya ini merupakan pengalaman penulis dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di SD Negeri Pojok 03 dalam bentuk best practice. Pengalaman selama melaksanakan Peningkatan Pendekar Sipitung melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo terdiri atas: (1). Perencanaan, (2). Pelaksaaan, (3).Hasil. Hasil pelaksanaan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, melatih peserta didik menjadi Entrepreneurship. (1). Memiliki keberanian, (2). Mempunyai daya kreasi, (3).Berani mengambil risiko, (4).Memiliki semangat dan kemauan keras, (5).Memiliki analisis yang tepat, (6).Tidak konsumtif, (7).Memiliki jiwa pemimpin, (8). Berorientasi pada masa depan. Dampak yang dicapai dalam best adalah: (1). Perubahan karatkater siswa ke arah yang lebih baik, (2). Anak menjadi gembira dan suasana menyenangkan, (3). Memiliki kecakapan abad 21 meliputi: PPK, Literasi, Keterampilan Abad 21 4C. (Critikal Thinking, Creativity, Comunication, Colaboration), (4).Tertanam jiwa wira usaha sejak dini, (5). Siap menghadapi era industri 4.0. untuk menyongsong generasi emas 2045.

Kata kunci: Market day, Enterpeneurship, Pendekar SSipitung

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Era globalisasi sekarang ini memberikan tantangan yang luar biasa, karena menuntut persaingan dalam berbagai sektor, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Dalam menghadapi tantangan tersebut pendidikan juga membutuhkan perubahan agar mampu menyeimbangkan dengan arus yang ada, karena pendidikan berpengaruh dalam berbagai sektor seperti ekonomi, politik, sosial, budaya dan sebagainya. Salah satu komponen yang berpengaruh dalam pendidikan untuk menghadapi tantangan yang ada yaitu sistem pendidikan. Dengan adanya sistem pendidikan yang baik, diharapkan mampu memberikan perubahan yang baik juga.

Di Indonesia sistem pendidikan di atur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2013. Dari pembelajaran yang dilaksanakan dan kurikulum yang telah dibuat, diharapkan pendidikan mampu mencapai terbentuknya aspek kognitif (intelektual), afektif (sikap mental atau moral) dan psikomotorik (skill atau ketrampilan) peserta didik. Namun pada kenyataannya, sebagian besar dari proses pembelajaran tersebut baru mampu mencapai aspek kognitif saja, dan sedikit menyinggung sfektif. Sedangkan aspek psikomotorik sering terabaikan. Hal ini ternyata membawa dampak output pendidikan. Salah satunya adalah kurang mampunya siswa dalam menghadapi realita sosial yang ada di masyarakat setelah lulus dari sekolah.

Realita sosial yang sangat terasa di era globalisasi ini ialah banyaknya lulusan sekolah yang mencari pekerjaan namun tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Disamping ketatnya persaiangan antar individu. Jarang ditemui peserta didik yang telah membiasakan diri untuk berwirausaha sejak masih di bangku sekolah yang pada akhirnya akan mampu berikan peluang untuk membuka pekerjaan untuk orang lain, jika usaha tersebut ditekuni dan dikembangkan dengan baik. Tantangan terhadap peningkatan kesejahteraan adalah melalui bidang ekonomi. Ekonomi yang dimaksud adalah kewirausahaan di sekolah yang dirancang dalam pembelajaran Market Day.

Untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan tersebut, menurut Irianto (2009) dibutuhkan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan, guru yang mengutamakan aspek pengembangan jiwa kewirausahaan para pengelola lembaga pendidikan dan guru, sehingga guru memiliki jiwa kewirausahaan yang memadai karena guru memiliki peran strategis dalam proses transformasi budaya kewirausahaan kepada peserta didiknya, sehingga jiwa kewirausahaan guru akan mengalir dari generasi ke generasi1.

Dalam berniaga ada ada 3 komponen yang tidak dapat dipisahkan yaitu produksi, distribusi dan konsumsi. Produksi berarti setiap aktivitas untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan distribusi ialah penyaluran atau pemindahan tempat barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Lalu konsumsi sendiri merupakan daya tarik dalam membeli.2Diharapkan peserta didik mampu menguasai salah satu dari tiga komponen tersebut, lebih baik lagi jika bisa menguasai seluruh komponen tersebut. Inilah yang disebit dengan wirausaha atau entrepreunership.

Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Menurut Saroni (2013), dengan memberikan kompetensi wirausaha seperti kegiatan produktif kepada peserta didik menjadikan mereka sebagai sosok efektif dalam kehidupan. Maka aspek ketrampilan berwirausaha merupakan bekal yang aplikatif untuk mengurangi angka pengangguran di negeri ini. Jika peserta didik mempunyai ketrampilan berwirausaha , mereka dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab atas kehidupannya secara pribadi maupun sosial. Hal ini sangat penting karena sebagai makhluk sosial peserta didik tidak mungkin kesulitan saat harus berkiprah dalam hidupnya.

Dalam hal ini pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat mengubah pola pikir para peserta didik. Pendidikan kewirausahaan akan mendorong para peserta didik agar memulai mengenali dan membuka usaha atau berwirausaha. Pola pikir yang selalu berorientasi untuk menjadi karyawan. Maka kewirausahaan dapat diajarkan melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan, yang nantinya akan membentuk karakter dan perilaku untuk berwirausaha agar para peserta didik kelak mampu mandiri usaha.

Sebagaimana pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan yang baik ialah sekolah yang mampu mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, salah satunya yaitu memberikan bekal ketrampilan berkewirausahaan kepada peserta didik dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka sejak dini, di samping ilmu pengetahuan lainnya yang dipelajari oleh peserta didik di sekolah.

Salah satu lembaga pendidikan yag Meningkatkan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo mendidik anak menjadi Entrepreneurship untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0 dan menyiapkan generasi emas 2045.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang perlu diatasi adalah (1) Bagaimanakah Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo? (2) Bagaimanakah dampak Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penulisan makalah Best Practice ini adalah (1) Menjelaskan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. (2) Menjelaskan dampak Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo.

Manfaat

Manfaat teoritis dari penulisan makalah ini adalah (1) Mendapatkan pengetahuan tentang berwira usaha melalui Market day. (2) Menanamkan jiwa wira usaha kepada peserta didik.

Manfaat Praktis dari penelitian ini adalah (1) Memudahkan peserta didik untuk berlatih dan belajar mengungkapkan pikiran, gagasan dan perasaannya. (2) Dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi peserta didik terhadap pelajaran. (3) Dapat meningkatkan keberanian peserta didik dalam menggali pikiran, gagasan dan perasaannya. (4) Mendidik anak agar memiliki kecakapan abad 21 yang meliputi: penguatan pendidikan karakter, cakap literasi, ketrampilan abad 21 yang meliputi 4C, dan dapat berfikir tingkat tinggi (hot).

TINJAUAN PUSTAKA

Sebagai landasan dalam merencanakan, melaksankan dan menindak lanjuti Best Practice ini akan diuraikan secara berturut-turut:

Pendidikan

Menurut Pasal 1 UU RI No. 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam (Pengantar Pendidikan 2008,2.12) Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Menurut wikipedia Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Karakter

Menurut Suyadi dalam (Strategi Pembelajaran Karakter, 2015,5). Karakter adalah nilai-nilai universal perilaku manusia yang meliputi seluruh aktivitas kehidupan, baik yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.

Pendidikan Karakter

Menurut Frye, 2002:2 dalam Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter 2015.6) Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara. 

Menurut Lickona dalam (Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter 2015,6) Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

Ilmu Pengetahuan

Menurut Mohammad Hatta, Ilmu Pengetahuan adalah pengetahuan atau studi yang teratur tentang pekerjaan hukum umum, sebab akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya sama, baik dilihat dari kedudukannya maupun hubungannya.

Menurut Dadang Ahmad S, Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Teknologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teknologi adalah metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis, dan merupakan salah satu pengetahuan ilmu terapan. Dan mean keseluruhan untuk menyediakan barang yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dan kenyamanan hidup manusia. Dari pernyataan bahwa kamus Indonesia yang besar.

Market Day

Program market day merupakan salah satu inovasi sekolah dalam membangun keterampilan berwirausaha siswa yang dilatih dan ditanamkan sejak dini. Adapun tujuan dari program market day sebagai berikut: (1) Mendorong kemampuan keuangan siswa (Encouraging students finance capability). (2) Mencakup keterampilan matematika atau berhitung siswa, tanggungjawab dan keputusan-keputusan sendiri tentang uang dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara siswa untuk mengelola keuangan sejak dini. (3) Mendorong kewirausahaan siswa (Encouraging students entrepreneurship). (4) Untuk dapat berwirausaha siswa diharapkan mampu dalam hal komunikasi, kepercayaan, manajemen risiko, belajar dari kesalahan dan menjadi inovatif. (5) Meningkatkan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. (Improving education for sustainable development).

Kewirausahaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Menurut Encyclopedia of Americana, Entrepreneur (wirausahawan) didefinisikan sebagai seseorang yang berani mengambil risiko dengan menyatukan berbagai fungsi poduksi, termasuk modal, bahan baku, tenaga kerja, dan menerima imbalan dalam bentuk laba dari nilai pasar yang dihasilkannya.

Menurut Vernon A. Musselman dan John H. Jackson, Wirausaha (wiraswasta) adalah menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Dalam definisi itu ada kata mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha. Jadi, dalam konsep wirausaha terdapat kemauan menanggung risiko dan keberanian memulai usaha.

Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), Wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Adapun manfaat belajar kewirausahaan sejak dini adalah (1) Mengenal seluk beluk dunia usaha. (2) Mengasah talenta peserta didik yang mempunyai semangat kewirausahaan. (3) Mempunyai bekal ilmu selain pendidikan formal untuk diaplikasikan sewaktu-waktu. (4) Mengetahui alternatif cara mencari uang selain bekerja sebagai karyawan. (5) Mempunyai arah menjadi pengusaha sukses.

PEMBAHASAN

Pelaksanaan Kinerja

Tahapan operasional kegiatan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, maka pihak sekolah telah melaksanakan langkah-langkah dan mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak.. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 adalah sebagai berikut:

Tahap Perencanaan

Sebelum pelaksanaan Market Day, diadakan musyawarah mengenai pelaksanaan Market Day. Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok. Kelompok dibagi berdasarkan kelas. Ada dua kelompok yaitu kelompok kelas V dan kelompok kelas VI. Pendanaan diambil dari kas masing-masing. Adapun barang-barang yang akan dipasarkan ditulis dalam sebuah laporan. Kemudian daftar barang dilaporkan kepada guru. Guru memeriksa daftar laporan, jika ada yang sama maka harus diberitahu, dan disuruh ganti jenis lain. Agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat. Setelah disetujui guru, maka siswa melaksanakan diskusi kelompok tentang bahan, proses pembuatan, pembelian bahan, strategi pemasaran, perlengkapannya, pembagian tugas dan tanggung jawab. Setelah berdiskusi kelompok, siswa mempresentasikan rencana marketingnya. Setiap kelompok diwakili oleh satu orang presenter.

Keunikan kegiatan ini, setiap kelompok pergi ke tempat penjual secara berkelompok, misalnya disekitar ada yang membuat jamur krispi, mereka membeli jamur krispi itu ½ kg kemudian beli plastik dan bersama-sama dibungkus. Tetangga mereka ada yang jual gorengan, mereka juga bersama-sama pesan gorengan untuk dijual esok hari. Tetangga ada yang jual makanan kemasan mereka bersama-sama membeli. Ada yang usul dia akan membuat es kucir, ada yang usul dia akan membuat es jus, ada yang usul ingin membuat nasi goreng, nasi kucing, mi goreng dan sebagainya. Perdebatan, perbedaan pendapat sering muncul. Namun mereka dapat mengatasinya dan mendapatkan makanan yang akan dijual dengan sukses.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan Market Day yaitu, dari pagi hari, anak-anak dengan dibantu oleh guru-guru, menyiapkan tempat untuk berjualan. Mereka menata meja kursi, beserta menata barang dagangannya. Pembelajaran Market Day ini di pusatkan di halaman SD Pojok 03. Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah pada pukul 09.00 WIB. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pembelajaran market day ini merupakan salah satu upaya untuk membangun dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan pada diri anak-anak sejak dini.

 Setelah acara ini dibuka secara resmi, anak-anak menuju dan menempati meja dagangannya masing-masing untuk memulai kegiatan jual beli. Didalam pembelajaran Market Day ini, terjadi proses pembelajaran secara langsung. Mereka melaksanakan “Learning by doing” atau belajar dengan cara melakukan langsung. Dengan demikian mereka akan langsung bisa merasakan atau mengalami seluruh proses yang dibutuhkan dalam kegiatan entrepreneurship.

Ada beberapa kemampuan atau ketrampilan yang dapat dibangun atau ditumbuhkan melalui pembelajaran Market Day ini. (1) Di dalam pembelajaran Market Day ini, anak dituntut untuk bisa menghitung. Sebagai contoh menghitung uang kembalian dari barang yang dijual. Dalam hal ini, mereka sedang diasah ketrampilan aritmatis atau matematisnya. (2) Di dalam pembelajaran Market day ini, peserta didik dituntut untuk menawarkan atau memasarkan barang dagangannya. Dalam hal ini, mereka sedang diasah ketrampilan marketingnya. (3). Menumbuhkan kompetensi 4C, (a) Critikal Thinking, peserta didik berani mengemukakan pendapat, berani bicara. (b) Creativity, menjadikan peserta didik kreatif, mencari barang dagangan yang menarik pembeli. (c) Comunicatif, melatih komunikasin peserta didik, berkomunikasi antara penjual dan pembeli. (d) Colaborativ, peserta didik bekerjasama, bergotong royong dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran Market Day. Selain ketrampilan-ketrampilan tersebut, ada beberapa nilai atau jiwa yang harus dimiliki dan dapat ditumbuhkan dalam diri mereka. Beberapa diantaranya adalah keberanian, pantang menyerah, ketelitian, dan lain sebagainya.

Itulah sekilas gambaran pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam membangun dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak-anak sebagai bekal kehidupan di masa yang akan datang.

 

 

Hasil Kinerja

Market Day berlangsung sangat meriah. Suasana kompetisi terlihat jelas dalam acara tersebut. Hasil pembelajaran Market Day di SDN Pojok 03 berjalan dengan lancar. Banyak sekali hal yang dipetik dari pembelajaran Market Day ini. Diantaranya adalah: (1). Mendapat keuntungan (2). Memiki ketrampilan 4C, (3). Menumbuhkan jiwa wirausaha sehingga muncul entrepreneurship yqang handal menyongsong era industri 4.0 menyongsong generasi emas 2045.

Hasil dan Dampak Pelaksanaan Strategi

Hasil

Dengan peningkatan Pendekar Sipitung Upaya meningkatkan Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, melatih peserta didik menjadi Entrepreneurship. (a). Memiliki keberanian (b). Mempunyai daya kreasi, (c). Berani mengambil risiko, (d). Memiliki semangat dan kemauan keras, (e).Memiliki analisis yang tepat, (f). Tidak konsumtif, (g). Memiliki jiwa pemimpin, (h). Berorientasi pada masa depan

Dampak Pelaksanaan Strategi

Dampak yang dicapai dalam Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo adalah: (a) Perubahan karatkater siswa ke arah yang lebih baik. (b) Anak menjadi gembira dan suasana menyenangkan. (c) Memiliki kecakapan abad 21 meliputi: PPK, Literasi, Keterampilan Abad 21 4C. (Critikal Thinking, Creativity, Comunication, Colaboration) (d) Tertanam jiwa wira usaha sejak dini. (e) Siap menghadapi era industri 4.0. untuk menyongsong generasi emas 2045.

Faktor Kendala dan Pendukung

Faktor Kendala

Kendala-kendala yang dihadapi dalam Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo adalah (a) Sarana dan prasarana. (b) Pembiayaan /anggaran terbatas dari siswa. (c) Letak geografis kurang strategis.

Faktor Pendukung

Faktor pendukung dalam Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo adalah: (a) Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan memiliki semangat, dedikasi, dan antusias yang sangat tinggi, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. (b) Komite Sekolah sangat mendukung setiap program yang dibuat sekolah, sehingga memudahkan sehingga memudahkan sekolah dalam mengembangkan sumber daya secara optimal. (c) Pengawas memiliki kepedulian dalam membina sekolah binaannya khususnya memberikan motivasi untuk kemajuan sekolah. (d) Antusias siswa sangat tinggi. (e) Dukungan dari orang tua siswa sangat besar. (f) Lingkungan. (g) Sarpras (h) Anggaran.

Rencana Tindak Lanjut

Program pengembangan sekolah ke depan harus diarahkan kepada penguatan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Tindak Lanjut: (1) Membuat MOU dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), (2) Menambah/memperbaiki sarpras, (3) Meningkatkan Kompetensi Guru (4) Meningkatkan Kompetensi Siswa, (5) Menyalurkan bakat siswa.

PENUTUP

Simpulan

Bedasarkan uraian di atas, maka penulis menyimpulkah bahwa Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo dilakukan untuk menanamkan jiwa wirausaha kepada peserta didik sejak dini. Market Day dilaksanakan melalui 3 tahap, yaitu: (1) Perencanaan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day, (2) Pelaksanaan Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day (3) Hasil Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day.

Hasil Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, melatih peserta didik menjadi Entrepreneurship. (1) Memiliki keberanian (2) Mempunyai daya kreasi, (3) Berani mengambil risiko, (4) Memiliki semangat dan kemauan keras, (5) Memiliki analisis yang tepat, (6) Tidak konsumtif, (7) Memiliki jiwa pemimpin, (8) Berorientasi pada masa depan.

Dampak Peningkatan Pendekar Sipitung Melalui Pembelajaran Market Day SDN Pojok 03 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo adalah: (1) Perubahan karakter siswa ke arah yang lebih baik. (2) Anak menjadi gembira dan suasana menyenangkan, (3) Memiliki kecakapan abad 21 meliputi: PPK, Literasi, Keterampilan Abad 21 4C. (Critikal Thinking, Creativity, Comunication, Colaboration), (4).Tertanam jiwa wira usaha sejak dini, (5) Siap menghadapi era industri 4.0. untuk menyongsong generasi emas 2045.

Rekomendasi

Berdasarkan simpulan di atas , maka direkomendasikan: (1) Bagi siswa, diharapkan lebih fokus mengikuti Pembelajaran Market Day sehingga tertanam jiwa wira usaha sejak dini. dan siap menghadapi era industri 4.0. untuk menyongsong generasi emas 2045. (2) Bagi Pendidik, mendukung Pembelajaran Market Day sehingga dapat mempersiapkan peserta didik menjadi seorang entreprenuership. (3) Bagi Kepala Sekolah, selain Pembelajaran Market Day, diharapkan juga mengembangkan toko sekolah dan kantin kejujuran. (4) Bagi Dinas Pendidikan, dapt mempromosikan Pembelajaran Market Day sehingga dapat menjadi inspirasi sekolah lain.

DAFTAR PUSTAKA

Irianto, Yoyon Bachtiar. 2009. Kepemimpinan dan Kewirausahaan.            Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI

M.Manullang. 2008. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Maksudin. 2013. Pendidikan Karakter Non-Dikotomik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Saroni, Mohammad. 2012. Mendidik & Melatih Entrepreneur Muda: Membuka Keadaan Atas Pentingnya Kewirausahaan bagi Anak Didik. Yogyakarta: Ar Ruzz Media

Suyadi. 2015. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter.             Bandung: PT Remaja Rosda Karya