DISCOVERY LEARNING MENINGKATAN AKTIFITAS

DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA KENDARAAN RINGAN PESERTA DIDIK KELAS XI TKR D SEMESTER 2 SMK NEGERI 2 SUKOHARJO

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

Waluyo

Guru SMK Negeri 2 Sukoharjo

 

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini dilaksanakan adalah:(1) Untuk mendeskripsikan interaksi pengaruh secara bersama-sama pola pikir, tata kelola dan penguatan materi terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri 2 Sukoharjo. (2) Untuk mendeskripsikan pengaruh positif yang signifikan pola pikir terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri 2 Sukoharjo. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh positif yang signifikan tata kelola terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri 2 Sukoharjo. (4) Untuk mendeskripsikan pengaruh positif yang signifikan penguatan materi terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri 2 Sukoharjo.Teknik analisa data untuk mengetahui hasil penelitian ini dilakukan analisis penelitian mencakup analisis proses tindakan kelas dan hasil tindakan. Analisis proses tindakan dilakukan secara kualitatif dan analisis hasil tindakan dilakukan secara kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan kolaborasi pada saat refleksi yang didasarkan dari data yang terkumpul. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang berupa skor, yaitu hasil penilaian kemampuan identifikasi komponen komponen engine. Dari setiap siklus diperoleh skor tiap-tiap peserta didik, yang kemudian dicari rata-ratanya.Dengan membandingkan rata-rata skor siklus I, dan II dapat dilihat peningkatan yang terjadi. Hasil penelitian ini adalah pada siklus pertama tampak bahwa melalui metode discovery learning pada pokok bahasan final drive gear menunjukan hasil yang memuaskan, ini dapat dilihat dari hasil belajar Peserta didik baik dari nilai rata-rata kelas maupun ketuntasan klasikal sudah mencapai 100%, namun aktivitas belajar baru 52,7%,. Hal ini diduga karena Peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran dengan metode discovery learning , pelaksanaan test yang tidak dapat dilakukan pada akhir pelajaran, sehingga memungkinkan ingatan Peserta didik tentang konsep yang diterima sebelumnya berkurang (lupa).Namun dalam analisa pada siklus kedua pada pokok bahasan poros penggerak roda, ini menunjukan hasil yang menggembirakan yaitu mencapai 100% dilihat dari hasil belajar Peserta didik. Dengan demikian antara hasil siklus pertama dan kedua ini menunjukan perbedaan yang sangat seknifikan. Pembelajaran dengan menggunakan metode discovery learning ini dikatakan berhasil karena tiga konsep utamanya yaitu penelitian atau inquiri, pengetahuan atau knolage dan Dinamika kelompok telah terwujud. Penggunaan metode discovery learning pada siklus pertama yaitu rata – rata senang atau setuju mencapai kurang lebih 88% selebihnya 12% menunjukan ragu – ragu dan tidak setuju. Sedangkan pada siklus kedua kurang lebih 90% senang atau setuju dan selebihnya 10% ragu – ragu dan tidak setuju. Apabila dilihat dari aktivitas Peserta didik selama pembelajaran dalam observasi tersebut menunjukan hasil bahwa Peserta didik tersebut aktif dalam mengikuti pelajaran, bisa bekerja sama antar teman dalam satu kelompok, maupun untuk mengajukan pertanyaan dan terampil dalam memecahkan suatu problem dengan sumber terbatas, serta tepat waktu dalam menyelesaikan tugas dan soal baik pada siklus pertama maupun kedua, hanya saja pada siklus pertama prosentase keberhasilan dibawah dari pada siklus kedua.

Kata Kunci: Discovery Learning, Aktifitas dan Hasil Belajar, Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga

PENDAHULUAN

Peningkatan kualitas merupakan hal utama dibidang pendidikan. Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang Demokratis serta bertanggung jawab”. Perbaikan mutu pendidikan dapat diupayakan melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan disekolah oleh guru bersama-sama peserta didik.

Menurut Wahab (dalam Solihatin 2007) bahwa model pembelajaran yang digunakan guru berpengaruh terhadap kualitas proses mengajar yang dilakukan. Dengan demikian model pembelajaran konvensional yakni model pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru merupakan salah satu penyebab kurangnya aktivitas dan kemandirian peserta didik.

Salah satu model pembelajaran yang dapat melibatkan peran aktif peserta didik adalah model discovery learning. Model pembelajaran ini, peserta didik dapat menemukan hal baru bagi dirinya dari hasil aktifitas yang dilakukan sendiri sehingga peserta didik mampu mengemukakan pemikiran, saling bertukar pendapat dan saling bekerjasama dalam suatu kelompok. Hal ini dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sehingga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Pada Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) salah satu Kompetensi Dasar yang harus dikuasai adalah Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan yang merupakan standart kompetensi yang wajib dikuasai peserta didik guna persiapan memasuki dunia kerja.

Pada kompetensi Dasar Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga merupakan salah satu kompetensi yang cakupan materinya tidak begitu menyenangkan (kurang menantang) bagi peserta didik jika dilaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah (guru menjelaskan dan peserta didik hanya diminta memperhatikan), sehingga perlu diupayakan suatu model pembelajaran yang menyenangkan dan mampu meningkatkan peran aktif peserta didik dalam mempelajari materi tersebut.

Penerapan model pembelajaran ceramah yang masih didomonasi oleh guru kurang dapat memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan, maka dalam penelitian ini dipilih model pembelajaran Discovery Learning, karena model pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk dapat mengembangkan kemampuannya dengan mengungkapkan gagasan, serta saling bertukar pikiran dan bekerjasama dengan anggota kelompok dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan didampingi guru sebagai fasilitator. Menurut Priyanto (dalam Wena 2009) menuliskan bahwa peserta didik yang tadinya pasif akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar diterima oleh anggota kelompoknya. Menurut Jerome Bruner (Slavin, 1994), yaitu peserta didik didorong untuk belajar dengan diri mereka sendiri.

Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan mengambil kesimpulan. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatingconcepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

Discovery Learning memiliki beberapa keuntungan dalam proses pembelajaran, antara lain peserta didik memiliki motivasi dari dalam diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya sampai mereka menemukan jawaban – jawaban atas problem yang mereka hadapi.

Pokok bahasan pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan meliputi memahami unit final drive, memelihara final drive, memahami poros penggerak roda, memelihara poros penggerak roda, memahami sistem kemudi dan memelihara sistem kemudi. Dari ketiga kompetensi dasar tersebut untuk mengetahui data awal peserta didik adalah memahami final drive, sehingga penelitian dilaksanakan pada pokok bahasan memahami poros penggerak roda, dan memahami sistem kemudi.

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research) dilaksanakan di SMK Negeri 2 Sukoharjo Kelurahan Bagajah, Kec./ Kab. Sukoharjo. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Januari s/d Juni 2017. Subyek penelitian adalah Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta didik kelas XI TKR D Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Sukoharjo yang memiliki kemampuan yang heterogen.

Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar (dalam Kunandar, 2010:41). Penelitian ini bersifat partisipatoris yang didasarkan pada permasalahan yang muncul dalam kegiatan Pembelajaran Standart Kompetensi Pemeliharaan Sasis Dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan.

Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah suatu bentuk penelitian refleksi dari kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka, serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart dalam Madya, 1994: 2).

PEMBAHASAN

Dari hasil analisa pada siklus pertama tampak bahwa melalui metode discovery learning pada pokok bahasan final drive gear menunjukan hasil yang memuaskan, ini dapat dilihat dari hasil belajar Peserta didik baik dari nilai rata-rata kelas maupun ketuntasan klasikal sudah mencapai 100%, namun aktivitas belajar baru 52,7%,. Hal ini diduga karena Peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran dengan metode discovery learning , pelaksanaan test yang tidak dapat dilakukan pada akhir pelajaran, sehingga memungkinkan ingatan Peserta didik tentang konsep yang diterima sebelumnya berkurang (lupa).Namun dalam analisa pada siklus kedua pada pokok bahasan poros penggerak roda, ini menunjukan hasil yang menggembirakan yaitu mencapai 100% dilihat dari hasil belajar Peserta didik. Dengan demikian antara hasil siklus pertama dan kedua ini menunjukan perbedaan yang sangat seknifikan. Pembelajaran dengan menggunakan metode discovery learning ini dikatakan berhasil karena tiga konsep utamanya yaitu penelitian atau inquiri, pengetahuan atau knolage dan Dinamika kelompok telah terwujud. Pada dasarnya pembelajaran dengan metode discovery learning sangat disenangi oleh Peserta didik , ini dilihat dari hasil observasi terhadap respon Peserta didik setelah KBM. Penggunaan metode discovery learning pada siklus pertama yaitu rata – rata senang atau setuju mencapai kurang lebih 88% selebihnya 12% menunjukan ragu – ragu dan tidak setuju. Sedangkan pada siklus kedua kurang lebih 90% senang atau setuju dan selebihnya 10% ragu – ragu dan tidak setuju. Apabila dilihat dari aktivitas Peserta didik selama pembelajaran dalam observasi tersebut menunjukan hasil bahwa Peserta didik tersebut aktif dalam mengikuti pelajaran, bisa bekerja sama antar teman dalam satu kelompok, maupun untuk mengajukan pertanyaan dan terampil dalam memecahkan suatu problem dengan sumber terbatas, serta tepat waktu dalam menyelesaikan tugas dan soal baik pada siklus pertama maupun kedua, hanya saja pada siklus pertama prosentase keberhasilan dibawah dari pada siklus kedua, ini menunjukan bahwa antara siklus pertama dan kedua adanya peningkatan hasil.

 

PENUTUP

Berdasarkan pada temuan – temuan dan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode Discovery learning pada kompetensi dasar final driver gear untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dipeoleh hasil sebagai berikut: (1) Pembelajaran dengan metode Discovery learning ini telah berhasil karena konsep utama dalam penelitian ini meliputi aktivitas dan hasil belajar peserta didik telah terwujud dilihat dari ketercapaian hasil belajar.(2) Peserta didik setuju dengan diterapkanya pembelajaran dengan menggunakan metode Discovery learning karena sangat membantu menyelesaikan masalah – masalah yang tidak dapat terselesaikan secara individu. (3) Adanya peningkatan aktivitas peserta didik dan indikator keberhasilan dari siklus pertama ke siklus kedua, sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

Anni,CatharinaTri.2005.PsikologiBelajar. Semarang:UPTMKK Universitas Negeri Semarang.

Roy Watson – Davis 2011, Strategi Pengajaran Kreatif: Jakarta Erlangga

Saminto 2010, Ayo Praktik PTK, Semarang: RaSAIL Media Group.

Suyadi. 2015. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta:DIVA Press