KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTU MEDIA POP UP BOOK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP KELAS V SDN KARANGREJA 01 BREBES

 

Jumi Astiti 1)

Harto Nuroso 2)

Fine Reffiane 3)

1) Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

2) 3) Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

ABSTRACT

The problem in this study is the low ability to understand the concepts of fifth grade students of SDN Karangreja 01 Brebes in the learning process. The purpose of this research is to find out whether the snowball throwing learning model assisted by pop up book media is effective in understanding the concept of class V SDN Karangreja 01 Brebes. This research method uses pre experimental design. The design of this study used a pretest-posttest pre-experimental one group design. Based on the analysis and discussion of the data it was concluded that the snowball throwing learning model assisted by the pop up book media was effective in the ability to comprehend the concept of class V SDN Karangreja 01 Brebes.

Keywords: Snowball Throwing, Pop Up Book, Concept Understanding

ABSTRAK

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karangreja 01 Brebes pada proses pembelajaran. Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book efektif terhadap pemahaman konsep kelas V SDN Karangreja 01 Brebes. Metode penelitian ini menggunakan pre experimental design. Desain penelitian ini menggunkan pre experimental design one group pretest-posttest. Berdasarkan analisis dan pembahasan data disimpulkan bahwa model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep kelas V SDN Karangreja 01 Brebes.

Kata kunci: Snowball Throwing, Pop Up Book, Pemahaman Konsep.

 

PENDAHULUAN

Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewunjudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan diselenggarakan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan pengembangan kreatifitas dalam proses pembelajaran. Implementasi UU RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dijabarkan kembali pada sejumlah peraturan, diantaranya PP No.19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional. Perangkat hukum tersebut mengamanatkan agar kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah yang ada mendukung tercapainya pendidikan yang sesuai dan berkualitas, kurikulum yang mulai diterapkan di sekolah-sekolah saat ini yaitu kurikulum 2013. Dalam berkembangnya kurikulum 2013, diharapkan terjadi peningkatan dan kesimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Dalam kurikulum 2013 mata pelajaran selalu dikombinasikan dengan mata pelajaran yang lain atau yang dikenal dengan istilah tematik, agar siswa merasa senang dan asyik tetap fokus disaat pembelajaran. Pembelajaran pada kurikulum 2013 diterapkan dengan empat model pembelajaran yaitu discovery, inquiry, problem based learning dan project based learning.

Berdasarkan hasil observasi peneliti Senin, 29 Oktober 2018 mengenai kegiatan belajar mengajar pada kelas V SDN Karangreja 01 Brebes, terdapat berbagai masalah yang dialami guru maupun siswa. Masalah tersebut antara lain: masih banyak siswa yang kurang aktif pada saat proses pembelajaran, siswa masih bergantung pada penjelasan guru, siswa tidak bisa duduk berlama-lama dibangku masing-masing karena materi yang diajarkan terlalu sulit dipahami. Akhirnya siswa akan merasa bosan dan siswa akan bermain seenaknya tanpa memperdulikan penjelasan guru sehingga kelas menjadi kurang kondusif dan pembelajaran kurang efektif. Hal itu tentunya menjadi kendala bagi tercapainya tujuan pembelajaran yang menyebabkan siswa kurang memahami materi. Selain itu guru belum menggunakan model dan media pembelajaran karena guru masih menggunakan metode ceramah dan pembelajaran secara konvensional yang mengakibatkan pembelajaran menjadi monoton. Kondisi demikian mengakibatkan siswa bosan dan kurang aktif serta banyak siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Terlihat dari hasil penilaian ulangan harian terdapat 11 siswa yang tuntas, sedangkan 9 siswa lainnya nilainya masih di bawah KKM. Berdasarkan rumusan masalah diatas peneliti bermaksud ingin meneliti dan mengetahui keefektifan model dan media snowball throwing berbantu media pop up book apabila diterapkan didalam pembelajaran khususnya kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia dan SBdP tema benda-benda disekitar, subtema benda tunggal dan campuran, dengan judul “Keefektifan Model Peembelajaran Snowball Throwing berbantu media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep kelas V SDN Karangreja 01 Brebes”.

Pengertian Belajar

Menurut R. Gagne (1989) dalam Susanto (2016:1) berpendapat bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Bagi Gagne, belajar dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Sementara menurut E.R. Hilgard (1962) dalam Susanto (2016:3), belajar adalah suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses seseorang merubah dirinya menjadi lebih baik dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Perubahan tersebut mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku, dan ini diperoleh melalui latihan (pengalaman).

 

Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan pembelajaran di kelas (Suprijono, 2016: 51). Merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan. Setiap model pembelajaran mengarahkan guru dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Menurut Sohaimin (2014:174-175) model pembelajaran Snowball Throwing merupakan pengembangan dari model pembelajaran diskusi dan merupakan pengembangan dari model pembelajaran kooperatif. Hanya saja, pada model ini kegiatan belajar diatur sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih menyenangkan. Dengan penerapan model pembelajaran ini diskusi kelompok dan interaksi antar siswa dari kelompok yang berbeda memungkinkan terjadinya saling sharing pengetahuan dan pengalaman dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul dalam diskusi yang berlangsung secara lebih interaktif dan menyenangkan

Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Munadi, 2013:8). Menurut Dzuanda dalam Pramesti (2015:22) media pembelajaran pop up book adalah sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan visualisasi cerita yang menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka. Media pembelajaran pop up book adalah media yang dapat digunakan untuk menerapkan media pembelajaran yang edukatif dalam kegiatan belajar mengajar dan memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran IPA, bahasa Indonesia, dan SBdP dengan pop up book menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan. Media pembelajaran ini diharapkan bisa mengatasi masalah hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat dan lebih terfokuskan pada proses pembelajaran.

Menurut Heruman (2012:3) pemahaman konsep yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman kosep, yaitu bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep. Pemahaman konsep terdiri atas dua pengertian. Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep dalam satu pertemuan. Kedua, pembelajaran pemahaman konsep dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tetapi masih merupakan lanjutan dari penanaman konsep. Pada pertemuan tersebut, penanaman konsep dianggap sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya, disemester atau kelas sebelumnya. Berdasarkan pengertian pemahaman konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep adalah pemahaman yang diberikan oleh guru kepada siswa setelah penanaman konsep. Pemahaman konsep dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa agar mampu menguasai materi dengan maksimal karena paham dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukannya maka hasil belajarnya akan maksimal dan tujuan pembelajaran tercapai.

METODE

Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Metode penelitian ini menggunakan pre experimental design.Desain penelitian ini menggunkan pre experimental design one group pretest-posttest design dengan subyek penelitian hanya menggunakan satu kelas. Hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa menggunakan kelas control. Peneliti akan membandingkan nilai pretest dan posttest siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing berbantu media Pop Up Book.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini diawali dengan melaksanakan studi pendahuluan dan observasi disekolah untuk menemukan permasalahan yang ada, menentukan populasi,sampel dan teknik sampling. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelas, peneliti tertarik menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karangreja 01 Brebes. Kemudian peneliti membuat instrumen soal dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan SBdP. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Non probability sampling yaitu menggunakan teknik total sampling atau sampling jenuh. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V di SDN Karangreja 01 Brebes. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X) model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book dan variabel (Y) yaitu pemahaman konsep kelas V SDN Karangreja 01 Brebes.

Dalam penelitian ini desain yang digunakan yaitu Pre- Eksperimental Design dengan menggunakan rancangan One-Grup Pretest- Posttest Design. Data dari penelitian ini terdiri dari data pretest dan data posttest pada hasil soal Bahasa Indonesia, IPA, dan SBdP materi iklan, zat tunggal, zat campuran dan tangga nada.

Penelitian pada kelas V dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 Mei 2019 dengan materi yang diajarkan adalah Bahasa Indonesia materi iklan, IPA materi zat tunggal dan campuran, SBdP materi tangga nada. Pada tanggal 17 Mei 2019 dilakukan pretest sebelum masuk pada pembelajaran dengan materi iklan, zat tunggal, zat ccampuran, dan tangga nada. Pada tanggal 17 dan 18 Mei 2019 dilaksanakan pembelajaran di kelas dengan diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantu pop up book. Alokasi waktu pada pembelajaran pada setiap pertemuan di kelas yaitu 5×35 menit. Pada tanggal 18 Mei 2019 setelah pembelajaran selesai kemudian dilakukan posttest untuk mengetahui nilai akhir dari kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi iklan, zat tunggal, zat campuran dan tangga nada.

Data Nilai prettest dan posttest kemampuan pemahaman konsep siswa

Sumber Variasi Pretest Posttest
Nilai Tertinggi 75 95
Nilai Terendah 30 55
Rata-rata 50,25 77

 

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa selisih nilai pretest tertinggi dan terendah berbeda. Nilai tertinggi yaitu 75, sedangkan nilai terendahnya 30. Nilai rata rata kelas 50,25 dan masih banyak yang belum tuntas. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pada pretest masih rendah dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu sama dengan 65.

Perbandingan antara nilai pretest yang dilakukan sebelum pembelajaran dengan nilai posttest yang diperoleh pada akhir pembelajaran dan setelah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book mengalami kenaikan. Seperti yang terlihat pada tabel 4.1 nilai posttest tertinggi yaitu 95 dan terendah 55, dengan nilai rata-rata 77, dan sudah hampir semua siswa sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dari nilai pretest yang sebelum diberikan perlakuan dengan nilai posttest yang sudah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book. Kenaikan hasil belajar siswa materi iklan, zat tunggal, zat campuran dan tangga nada siswa tersebut ditandai dengan nilai rata-rata posttest lebih besar dari pretest yaitu 77>50,25.

Dalam penelitian ini uji hipotesis, peneliti menggunakan uji t yang dilakukan untuk membandingkan hasil data pretest dan post-test serta menentukan ada atau tidaknya perbedaan dari perlakuan X yaitu pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book maka dianalisis dengan menggunakan uji t. Setelah dilakukan perhitungan maka hasil yang diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Uji t-test pretest dan posttest

Uji t-test Pretest Posttest
Jumlah 1005 1540
Rata-rata 50,25 77
Md 26,75
Σx²d 1813,750
N 20
N(N-1) 380
thitung 12,244
ttabel 2.093
Keterangan H0 ditolak dan H1 diterima

 

Kriteria pengujian H1 diterima apabila thitung > ttabel dengan db = n-1 dengan taraf signifikan 5% dan untuk harga thitung < ttabel maka H0 ditolak. Setelah dilakukan analisis data nilai hasil belajar pada aspek pengetahuan diperoleh rata-rata untuk pretest sebesar 50,25% dan posttest sebesar 77% dengan N= 20 jadi db= N-1 = 20-1=19 yang diperoleh thitung = 12,244 dengan taraf signifikan 5% didapat nilai ttabel = 2,093. Karena thitung>ttabel, 12,244 > 2,093 maka H1 diterima sehingga rata-rata nilai posttest lebih dari rata-rata nilai pretest.

Dengan demikian tujuan peneliti telah tercapai yaitu peneliti telah membuktikan bahwa model pembelajaran snowball throwing berbantu pop up book pintar efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karangreja 01 Brebes.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book efektif terhadap pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karangreja 01 Brebes. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman konsep siswa dari pemahaman konsep yang rendah pada nilai pretest hingga pada nilai yang tinggi atau meningkat pada nilai posttest karena adanya perlakuan yang diberikan dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang diajukan adalah sebagai berikut:

  1. Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantu media pop up book dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa, sehingga dapat digunakan sebagai model pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
  2. Guru dapat menerapkan model pembelajaran snowball throwing dengan media pop up book sebagai variasi pembelajaran di dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Andersen. Peter W dan David R.Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, Dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aris Shoimin. 2014. Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: AR-ruz media.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Arikunto, Suharsimi. 2016. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT BumiAksara.

Dewi, Md Puspa.Putra, Kt.Adnyana. Negara, I Gst. A. Oka. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD di Gugus Sri Kandi Kecamatan Denpasar Timur. Jurnal Undiksa. 1 (1).

Handayani, Triastuti. Mujisam. Widyaningsih, Sri Wahyuni. Yusuf, Irfan. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Curricula. 2(1). 47-58.

Heruman. 2012. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Joyce, B & Weil. 2012. Model-Model Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kadir dan Hanun Asroha. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rusman. 2015. Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana, Nana. 1990. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudjana, Nana dan Rivai. 2015. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.