MANAJEMEN EKTRAKURIKULER SENI TARI

SD NEGERI TLOGOSARI KULON 01 SEMARANG

 

Erika Okfiantari1)

Qoriati Mushafanah2)

Husni Wakhyudin3)

1) Mahasiswa Program Sarjana Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

2) 3) Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

 

ABTRAK

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah menejemen ekstrakurikuler SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang masih kurang mendapat perhatian, bahkan cenderung kurang berimbang dengan manajemen kegiatan intrakurikuler dan kokurikulernya. Sekolah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari secara rutin ketika mendekati lomba. Hal ini terlihat dengan kurangnya dukungan dari segi pendanaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Fokus masalah penelitian ini yaitu bagaimana manjemen ektrakurikuler sei tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kegiatan ektrakurikuler SD Negeri Tlogosari Kulon 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi, dokumentasi serta wawancara kepala sekolah, guru dan pelatih tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. Hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa Perencanaan yang dilakukan melalui rapat sekolah. Pengorganisasian dengan membagi tugas yang terdiri dari pelatih tari sebagai pelatih, dan pengelolaan pendanaan kepada guru kelas v. Penggerakan yang dijalankan kepala sekolah dengan memberikan motivasi dan perintah. Pengkoordinasian dengan meminta guru pelatih tari melaporkan kegiatan yang dijalankan agar tidak tumpang tindih. Program ektrakurikuler seni tari di susun untuk satu semester. Dari pihak sekolah sebenarnya memberikan beberapa faktor pendukung dalam pelaksanaan ektrakurikuler seni tari, di antaranya adanya program, pelatih tari yang profesional, sarana yang memadai dan sekolah juga menyediakan dana yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah. Akan tetapi pelaksanaan ektrakurikuler seni tari belum sesuai program ektrakurikuler seni tari dimana prasarana yang kurang memadai dan dana yang kurang mencukupi untuk kegiatan ektrakurikuler seni tari. Kegiatan ektrakurikuler seni tari agar dapat berjalan dengan lancar lebih efektif dan efisien maka hendaknya sekolah perlu adanya prasarana yang memadai dan sistem pendanaan yang baik. Kepala sekolah, Guru dan Pelatih tari perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai fungsi-fungsi manejemen. Guna menciptakan menejemen yang lebih baik.

Kata Kunci: Manajemen, Ektrakurikuler, Seni Tari

 

PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Permendikbud No.62 Tahun 2014 pada Pasal 1 dan 2 menegaskan bahwa kegiatan esktrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokulikuler, dibawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Kegiatan esktrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Adapun kegiatan intrakurikuler diselenggarakan melalui kegiatan terstruktur dan terjadwal sesuai dengan cakupan dan tingkat kompetensi muatan dan mata pelajaran, sedangkan kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran. Dari ke tiga penjabaran tersebut kegiatan esktrakurikuler, intrakurikuler dan kokurikuler termasuk kedalam kurikulum muatan lokal yang dimana seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran yang ditetapkan oleh daerah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing serta cara digunakan sebagai pedoman penyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (Depdikbud dalam E.Mulyasa, 1999:5).

Mulyono (2008:18) Manajemen adalah suatu proses yang khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan serta evaluasi yang dilakukan pihak pengelolaan organisasi untuk mencapai tujuan bersama dengan memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.Herujito,Yayat(2001:2) manajemen adalah pengelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan cara menggerakan orang-orang lain untuk bekerja.

Berdasarkan wawancara dengan guru kelas v ibu Wuny Surya SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang telah melaksanakan ektrakulikuler wajib maupun tidak wajib. Entrakurikuler seni tari adalah ektrakurikuler tidak wajib tetapi meskipun tidak wajib ektrakurikuler ini banyak diminati oleh siswa. Karena ektrakurikuler ini sering mendapatkan prestasi. Kegiatan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang dilaksanakan pada hari selasa jam 13.00 wib sampai dengan 14.30 wib.

Kenyataannya, menejemen ekstrakurikuler SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang masih kurang mendapat perhatian, bahkan cenderung kurang berimbang dengan manajemen kegiatan intrakurikuler dan kokurikulernya. Sekolah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari secara rutin ketika mendekati lomba.Hal ini terlihat dengan kurangnya dukungan dari segi pendanaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Sekolah harus melakukan perencanaan dan pengorganisasian yang baik agar pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler bisa mewujudkan tujuan sekolah.

Tujuan dari sekolah itu sendiri adalah terwujudnya peserta didik yang mendiri, berprestasi, terampil dalam bidang bidang iptek dilandasi iman dan taqwa, sedangkan tujuan dari ektrakulikuler seni tari yang ada di Sekolah itu sendriri adalah agar anak-anak bisa mengenal tari tradisional yang ada di indonesia terutama yaitu tarian yang ada dijawa supaya seni tari tidak di lupakan oleh anak-anak yang ada di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang, melestarikan budaya seni tari, menyalurkan bakat seni tari. Kegiatan ektrakulikuler tidak akan berhasil apabila tidak dikelola dengan baik oleh sekolah. Jika kegiatan ektrakurikuler yang dilakukan secara efektif, dan diterapkan dengan baik, tujuan dalam kegiatan ektrakurikuker dapat tercapai dengan maksimal. Dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di sekolah dasar tidak akan terlepas dari adanya faktor penunjang dan penghambat. Faktor penunjang adalah segala hal yang membantu dan mendukung terhadap pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler seni tari, sedangkan faktor penghambat adalah segala hal yang memengaruhi dan memperlambat terhadap pelaksanaanya kegiatan ekstrakurikuler seni tari.

Berdasarkan latar belakang yang sudah disampaikan diatas, peneliti tertarik dan menganggap perlu adanya penelitian tentang “Manajemen Ektrakurikuler Seni Tari Tari SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi, dokumentasi serta wawancara kepala sekolah, guru dan pelatih tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang.

Lexy J.Moleong (2017: 6) Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivas, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian ini memerlukan pengamatan secara mendalam dan menyeluruh, dan data yang diungkap bukan berupa angka-angka tapi berupa kata-kata dan dokumen.

Lexy J.Moleong ( 2017: 11 )Penelitian deskritif adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, vidiotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.Pada penulisan laporan demikian, peneliti menganalisis data yang sangat kaya tersebut dan sejauh mungkin dalam bentuk aslinya.

Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan menggunakan pendekatan deskrtif lebih tepatnya pendekatan penelitian evaluatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif karenamengacu pada kata sifat sepertinyang digunakan pada istilah penelitian deskriptif. Dijelaskan oleh (arikunto, 2014: 36). Penelitian kualitatif juga memerlukan pegecekan keabsahan data dari proses pengumpulan data. Peneliti menggunakan perpanjangan pengamatan dan triangulasi.

Analisi data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis (Sugiono, 2017: 335). Langkah dalam analisis data bisa mengikuti langkah yang dilakukan oleh Miles and Huberman (1994) secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.Pada saat wawancara sudah melalukan analisis terhadap jawaban yang diwawancari. Miles and Huberman ( dalam Sugiono, 337-345) aktivitas dalam analisisdata, yaitu data reduktion, data display, dan conclution drawing/verification.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Memperhatikan dan menelaah dari observasi dan wawancara dengan narasumber yang dilengkapi dengan dokumentasi maka telah dipaparkan dekripsian umun tentang temuan dan hasil penelitian yang berkaitan dengan manajemen ektrakurikuler seni tari SDN Tlogosari Kulon 01 Semarnag, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, serta faktor pendukung dan penghambat.

Hasil penelitian menun jukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang pada awalnya disusun program tahunan dan semesteran, tetapi hanya dalam jurnal.Perencanaan dilakukan secara koordinasi yang terlibat yaitu kepala sekolah sebagai pemimpin, guru kelas V sebagai bendahara sekaligus sekertaris dan pelatih tari sebagai pelatih. Hal-hal yang direncanakan meliputi peserta kegiatan ekstrakurikuler, pelatih, sarana prasarana, dana, dan jadwal kegiatan.

Untuk program latihan rutin kegiatan ektrakrikuler Seni Tari dilaksanakan pada hari selasa jam 11.00-14.00 wib yang diikuti peserta didik mulai kelas 1-v. Dalam pelaksanaan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang dipimpin oleh bapak Muhamad. Menurut ibu Sri Irianti, S.Pd. SD DAN ibu Wuny Surya, S.Pd Prestasi yang sudah diperoleh dalam ektrakurikuler SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional-Sekolah Dasar (FLS2ND-SD)tingkat UPTD Pendidikan Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang mendapatkan juara III tingkat kecamatan, ditahun 2014 menari kreasi baru mendapat juara III tingkat walikota semarang, ditahun 2016 menari kereasi di wonderia Festifal Budaya 5 tingkat Jawa Tengah mendapat juara II.

Selain menyiapkan program pihak sekolah juga menyiapkan sarana dan prasarana guna mendukung berjaannya ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. Ketersediaan dana dan sara merupakan hal yang sangat penting bagi kegiatan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. Dana dan sarana merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu kegiatan tanpa dana dan sarana kegiatan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon tidak akan berhasil. Pendanaan yang digunakan untuk ektrakurikuler seni tari dianggarkan dari dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan kadang dibantu oleh orang tua, sedangkan sarana dan prasarana kurang mendukung karena tempat untuk latihan tari belum tersedia dan ketika latihan menggunakan teras mushola yang ada di sekolah.

Kegiatan ektrakurikuler ini diharapkan mampu mengembangkan potensi siswa, mendidik anak menjadi percaya diri berani, untuk mencapai prestasi-prestasi, menyalurkan bakat minat siswa. Hal tersebut sependapat dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 (2008:3) mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler meliputi: 1). Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreativitas. 2). Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan. 3). Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat. 4). Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlaq mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society). Kegiatan ektrakurikuler seni tari ini mampu memberikan dampak positif bagi sekolah maupun siswa.

Kepala sekolah juga selalu memberikan motivasi, bertanggung jawab. Dalam menggerakan anggotanya kepala sekolah selalu mengkoordinasi agar ektrakurikuler berjalan dengan baik.

Setiap hasil evaluasi yang didapat pasti digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka perbaikan pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Dalam setiap akhir semester pihak sekolah dan pembina selalu mengevaluasi mengenai pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka mengenai kegiatan yang telah dilakukan kemudian kekurangan yang dihadapi dalam pelaksanaan ekstrakurikuelr seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. Setelah dievaluasi pihak sekolah dan pelatih tari membuat catatan-catatan mengenai evaluasi yang telah dilakukan kemudian disampaikan kepada kepala sekolah.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan terkait dengan manajemen ekstrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Manajemen Kegiatan Ektrakurikuler Seni Tari

Pelaksanaan manajemn ektrakurikuler seni tari sudah terlaksana dengan baik, sudah ada program kerja tahunan dan semesteran. Setiap perencanaan dikoordinasi melalui rapat terlebih dahulu.Pihak yang terlibat adalah kepala sekolah, gueru kelas, dan pelatih nari.Tetapi dalam pelaksanaan manajemen ektrakurikuler seni tari pihak sekolah hanya mencantumkan program kerja kejurnal saja, dan tidak dibuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

  1. Faktor-faktor Penunjang dan Penghambat Ektrakurikuler Seni Tari

Dalam pelaksanaan ektrakurikuler seni tari di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang terdapat faktor penunjang yaitu sudah ada sarana yang memadai, adanya dana untuk kegiatan ektrakurikuler seni tari sekolah juga menyediakan dana yang berasal dariBantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi juga ada faktor penghambat dari kegiatan ektrakurikuler seni tari yaitu belum memadai prasarana yang ada di sekolah,sehingga ketika latihan masih menggunakan teras mushola sekolah.

Kegiatan ektrakurikuler seni tari agar dapat berjalan dengan lancar lebih efektif dan efisien maka hendaknya sekolah perlu adanya prasarana yang memadai dan sistem pendanaan yang baik. Kepala sekolah, Guru dan Pelatih tari perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai fungsi-fungsi manejemen. Guna menciptakan menejemen yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Alben. 2016. Manajemen Sekolah. Yogyakarta: Media Akademik

Arikunto, Suharsini. 2014. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik.Jakarta: Rineka Cipta

Arumdani, Agnesia Sekar. 2018.Meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan ektrakurikuler. Jurnal pedagogik.ISSN 2549-6743.Volume.xvll No. 1. (1-9)

Chaidir,Ahmad; Ibnu Imam Much Subroto; Kurniadi Dedy.2016.Rancangan sistem informasi manajemen ektrakurikuler pada sekolah menengah atas.jurnal Transistor Elektronik Informasi.vol. 1, No. 2.(37-46)

Departemen Pendidikan Nasional.2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Diakses http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-manajemen.Tanggal 11 maret pukul 15.50

Hadi, Dawanti Amelia; Supatmi, Tri; Fitri, Aida;. 2018. Kegiatan ektrakurikuler tari tradisionalnmeusaree-saree di SDT AL-FITRYAN Lsmpeuneurut Aceh besar. Jurnal Pendidikan. Volume III. Nomor 1: 22-31

Herujito, Yayat M. 2004. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Gramedia

Jumiatun. 2016. Penanaman nilai karakter siswa sekolah dasar melalui kegiatan ektrakurikuler seni tari SDN Batursari 5 Mranggen.Semarang: Universitas PGRI Semarang

Moleong J Lexy, 2017.Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja Rosdakarya

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan ektrakurikuler

Peraturan Menteri Pendidikan No39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan

Sugiyono. 2017. Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Supriantna, Mamat. 2010. Pendidikan Karakter melalui Kegiatan ektrakurikuler Universitas Pendidikan Jakarta

Tatang. 2015. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. Bandung: Pustaka Setia

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Widatik, Sri. Pengembangan Kreativitas dan Bakat Siswa Melalui Ektrakulikuler Seni Tari di SD Negeri 2 Paras. Jurnal Pendidikan