MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA MATERI LUAS LINGKARAN KELAS VI SD NEGERI ROGOMULYO 02 KECAMATAN KALIWUNGU TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Dewi Lestari

SD Negeri Rogomulyo 02

 

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, khususnya mata pelajaran matematika pada materi luas lingkaran kelas VI. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI materi luas lingkaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Metode Tutor Sebaya bulan September-November 2018 dengan subjek siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kaliwungu. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan dalam satu siklus, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap data berupa dokumen hasil pekerjaan siswa, daftar nilai, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Metode Tutor Sebaya, hasil belajar siswa meningkat. Pada pembelajaran awal, ketuntasan hanya 21,05%. Setelah menerapkan Metode Tutor Sebaya, persentase ketuntasan siklus I meningkat menjadi 42,11%, dan persentase ketuntasan siklus II naik menjadi 94,74%. Disimpulkan bahwa Metode Tutor Sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi luas lingkaran.

Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Metode Tutor Sebaya, Luas Lingkaran

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aset yang penting dalam memajukan bangsa. Penyelenggaraan pendidikan baik secara formal maupun informal harus disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pembangunan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian serta peningkatan mutunya sesuai dengan kemajuan IPTEK. Dalam penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari tujuan pendidikan yang telah hendak dicapai, karena tujuan pendidikan merupakan tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain dengan perbaikan kurikulum dan perbaikan cara belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana. Dengan adanya perencanaan yang baik diharapkan akan mendukung keberhasilan pengajaran agar peserta didik memiliki kemampuan yang maksimal.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu mendapat sorotan dari berbagai pihak, diantaranya siswa, guru, orang tua murid dan berbagai kalangan yang terkait. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa matematika sulit dan membingungkan. Banyak orang yang tidak menyukai matematika, termasuk anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mareka menganggap bahwa matematika sulit dipelajari, serta gurunya kebanyakan tidak menyenangkan, menakutkan, kejam dan sebagainya. (Pitajeng, 2006)

 

Berdasarkan masalah ini, sangat diperlukannya suatu pendekatan sistem yang sempurna, untuk menciptakan suasana belajar yang mampu membuat siswa tidak merasa bosan terhadap matematika. Apalagi kebanyakan dari siswa mampu mendengar penjelasan dari gurunya, tetapi tidak mampu menyerap dan mengingat materi yang dijelaskan oleh gurunya. Terkadang penjelasan dari guru hanya mampu diingat ketika mareka sedang melakukan proses pembelajaran saja. Pembelajaran yang diterapkan seringkali tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan hanya mendengarkan konsep pembelajaran dari gurunya saja. Untuk itu, perlu adanya beberapa alternative pembelajaran yang dapat membantu siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan karakteristik anak pada usia SD anak yang satu dengan anak yang lainnya.

Peranan guru sangat penting dalam mengantisipasi masalah-masalah di atas. Guru dituntut mencari cara yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika khususnya pada materi Lingkaran di kelas VI, di antaranya dalam mengatur dan menggunakan berbagai variable pembelajaran. Penggunaan metode yang tepat menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Penggunaan metode yang bervariasi sangat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. (Mulyasa, 2005)

Fakta yang terjadi pada pembelajaran Matematika di SD Negeri Rogomulyo 02 khususnya siswa kelas VI adalah hasil belajar Matematika rendah. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan kemampuan intelektual siswa yang beragam, tetapi guru tidak memberikan metode yang tepat. Selain itu, siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru masih identik menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran kurang bermakna bagi siswa karena siswa hanya sekedar mendegarkan dan menerima konsep yang diberikan oleh guru.

Dampak dari semua itu adalah ketuntasan belajar siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang masih sangat rendah yaitu nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran Matematika 58,33. Menyadari hal tersebut peneliti bertekad untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yang memfokuskan pada pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran matematika pada siswa kelas VI melalui metode tutor sebaya pada materi luas lingkaran.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah seperti diatas, maka rumusan masalah Penelitian Tindakan Kelas ini adalah “Apakah Penggunaan Metode Tutor sebaya dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Luas Lingkaran Kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Tahun Pelajaran 2018/2019? “

Tujuan Penelitian

Rendahnya hasil belajar matematika kelas VI segera ditangani, yaitu dengan memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya. Penggunaan metode tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki pembelajaran matematika kelas VI dengan memperhatikan keberagaman kemampuan peserta didik sehingga pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan penelitian ini dibatasi pada peningkatan hasil belajar siswa dengan metode tutor sebaya pada materi luas lingkaran Kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu.

Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:

Secara teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat dijadikan acuan bagi pengajar pada pembelajaran matematika kelas VI pada umumnya dan khususnya berkaitan dengan meningkatkan hasil belajar dengan metode tutor sebaya.

Secara praktis

Bagi Peneliti

  • Memperoleh pengalaman dalam menerapkan pembelajaran melalui metode tutor sebaya,
  • Menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik,
  • Peneliti dapat berkembang secara profesional,
  • Peneliti memperoleh kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Bagi siswa

  • Pembelajaran lebih bermakna bagi siswa,
  • Dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa,
  • Diharapkan siswa mampu menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dalam kelompoknya;
  • Diharapkan siswa dapat membantu mengajarkan materi kepada teman- temannya yang dipandu oleh tutor sebayanya;
  • Memupuk rasa persatuan antar anggota kelompok dengan dipandu tutor sebayanya.
  • Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Bagi sekolah

  • Dapat memberikan masukan mengenai penggunaan metode tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran matematika,
  • Dapat menjadi kontribusi yang positif demi kemajuan sekolah.

Bagi pembaca

  • Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau referensi bagi pembaca untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran,
  • Dapat memberikan kritik atau saran terhadap penelitian yang telah dilakukan oleh penulis.

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Landasan Teori

Hasil Belajar Peserta Didik   

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dengan metode tutor sebayapada materi luas lingkaran siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes.

Metode Tutor Sebaya

Menurut Wihardit (1997:3.38) menuliskan bahwa “pengertian tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama” Sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru. Itulahsebabnya pembelajaran tutor sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran matematika.

Arikunto (1986:77) bahwa tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas. Untuk menentukan seorang tutor ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang siswa yaitu siswa yang dipilih nilai prestasi belajar matematikanya lebih besar atau sama degan delapan, dapat memberikan bimbingan dan penjelasan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan memiliki kesabaran serta kemampuan memotivasi siswa dalam belajar.

Sejalan dengan uraian di atas, Arikunto (1989:62) mengemukakan bahwa dalam memilih tutor perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a). Tutor dapat diterima (disetujui) oleh siswa yang mendapat program perbaikan sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya, (b). Tutor dapat menerangkan bahan perbaikan yang dibutuhkan oleh siswa yang menerima program perbaikan, (c). Tutor tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan, (d). Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya.

 

 

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Arikunto (2010: 58) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelas atau di sekolah tempat dia mengajar dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti melaksanakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Setting Penelitian

Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan November 2018. Alasannya pada semester ganjil ini menyesuaikan dengan materi yang ada dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Matematika Kelas VI.

Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 siswa.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart (1998). Proses penelitian merupakan proses daur ulang atau siklus yang dimulai aspek, mengembangakan perencanaan, melakukan observasi terhadap tindakan dan melakukan refleksi terhadap perencanaan kegiatan tindakan dan kesuksesan hasil yang diperoleh.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian tindakan Kelas yang dirancang melalui 2 siklus yang mana masing-masing siklus melalui tahapan (1) planning, (2) action, (3) observation, (4) reflection.

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam siklus I sampai siklus ke-n. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan refleksi dari siklus sebelumnya. Prosedur pelaksanaan dalam tahap ini meliputi (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Pengamatan (4) Refleksi.

Teknik Analisis Data

Teknik yang digunakan dalam menganalisis data pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif yaitu hasil pengamatan selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung. Sedangkan teknik analisis data secara kuantitatif yaitu proses penilaian kepada siswa tentang nilai sikap, proses, dan pengetahuan yang dinilai menggunakan skor. Dari hasil analisis data secara kualitatif dan kuantitatif kemudian disimpulkan secara kualitatif tentang hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan.

Hasil Data Kualitatif

Dalam kegiatan pengumpulan data secara kualitatif, pengamat menggunakan lembar observasi guru. Pengamat memberikan tanda cek (√) pada kolom kemunculan sesuai indikator tersebut.

Pengamatan yang dilakukan oleh pengamat (observer) adalah tentang keefektifan metode tutor sebayadalam meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran mata pelajaran matematika tentang luas lingkaran. Untuk mendapatkan data yang lebih tepat, maka fokus pengamatan ini ditekankan pada:

  1. Kegiatan guru dalam menerapkan metode tutor sebaya,
  2. Aktifitas anak dalam pelaksanaan pembelajaran,
  3. Keaktifan anak dalam pelaksanaan metode tutor sebaya,
  4. Indikator yang diamati pada lembar observasi guru terlampir.

Hasil Data Kuantitatif

Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes formatif. Dari hasil tersebut dapat untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran. Dari hasil tes formatif tersebut dapat diketahui tingkat keberhasilan penggunaan metode tutor sebayadalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Data kuantitatif tersebut sesuai dengan pedoman penilaian yang telah dibuat oleh guru. Setelah guru memberikan penilaian lalu menganalisis perbutir soal. Hasil analisis hasil belajar siswa terlampir.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Deskripsi Kondisi Awal Siswa

Kondisi awal siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 tahun pelajaran 2018/2019 adalah siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran matematika yaitu tentang luas lingkaran. Hasil belajar siswa sangat rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan adanya perbedaan kemampuan intelektual siswa yang beragam, tetapi guru tidak memberikan metode yang tepat. Selain itu, siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru masih identik menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran kurang bermakna bagi siswa karena siswa hanya sekedar mendegarkan dan menerima konsep yang diberikan oleh guru.

Untuk mengetahui persentase rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel 4.2 di bawah ini:

 

 

 

 

Tabel 4.2 Analisis Hasil Tes Formatif Pra Siklus  Mata Pelajaran Matematika

No Rentang Frekuensi Persentase (%)
1

2

3

4

5

6

7

8

21 – 30

31 – 40

41 – 50

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 -100

0

6

3

6

3

1

0

0

0

31,58

15,79

31,58

15,79

5,26

0

0

  Jumlah 19 100

 

Dari data dapat dikemukakan bahwa siswa yang mendapat nilai ≥70 hanya 4 siswa atau 21,05% dari jumlah siswa seluruhnya 19. Sedangkan nilai yang kurang dari 70 sebanyak 15 siswa atau 79,95% dari 19 siswa.

Deskripsi Siklus 1

Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah dideskripsikan, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPP Perbaikan) berdasarkan Kurikulum 2006 yang dilaksanakan di SD Negeri Rogomulyo 02 yaitu guru mendesain program perbaikan pembelajaran dengan langkah-langkah: 1) Memilih materi yang memungkinkan dapat dipelajari siswa secara mandiri; 2) Menyusun rencana pembelajaran; 3) Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar siswa, setiap kelompok beanggotakan 6 orang siswa; 4) Membagi kelompok belajar secara acak dan siswa pandai bertindak sebagai tutor sebaya; 5) Menentukan lokasi pembelajaran dan alat peraga sebagai sarana implementasi Tindakan; 6) Menentukan kolaborasi dengan teman sejawat sebagai pengamat penelitian; 7) Merancang lembar kerja siswa; 8)Merancang test formatif.

Untuk mengetahui persentase rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel 4.4 di bawah ini:

Tabel 4.4 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus I Mata Pelajaran Matematika

No Rentang Frekuensi Persentase (%)
1

2

3

4

5

6

7

8

21 – 30

31 – 40

41 – 50

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 -100

0

1

0

10

0

8

0

0

0

5,26

0

52,63

0

42,11

0

0

  Jumlah 19 100

 

Deskripsi Siklus II

Berdasarkan refleksi yang telah dideskripsikan serta analisis hasil belajar pada siklus I, disusun Rencana Perbaikan Pembelajaran siklus II. Metode yang digunakan sama yaitu metode tutor sebaya dengan memaksimalkan pengelolaan kelas dengan langkah-langkah: 1) Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus; 2) Memilih kembali materi yang memungkinkan dapat dipelajari siswa secara mandiri, 3) Merancang kembali rencana pembelajaran; 4) Merancang kembali pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar siswa, tiap kelompok beranggotakan 6 orang siswa; 5) Membagi kelompok dengan penyebaran nomor urut absen siswa, dengan salah satu siswa sebagai tutor sebaya; 6) Menentukan kembali lokasi dan alat peraga sebagai sarana implementasi Tindakan; 7) Menentukan kembali kolaborasi dengan teman sejawat sebagai pengamat penelitian; 8) Merancang kembali lembar kerja siswa; 9) Merancang kembali tes formatif.

Untuk mengetahui persentase rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel 4.6 di bawah ini:

Tabel 4.6 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus II Mata Pelajaran Matematika

No Rentang Frekuensi Persentase (%)
1

2

3

4

5

6

7

8

21 – 30

31 – 40

41 – 50

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 -100

0

0

0

1

0

12

0

6

0

0

0

5,26

0

63,16

0

31,58

  Jumlah 19 100

 

Hasil tes formatif siklus II adalah siswa tuntas KKM (94,74%). Rata-rata kelas pada siklus II 85,26. Nilai tertinggi pada siklus II adalah 100, nilai terendah 60.

Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Setelah tindakan diberikan pada siklus I dan siklus II, hasil tes formatif siswa dianalisis berdasarkan bagan alur yang dipilih dalam penelitian, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Data-data perbandingan nilai siswa pada mata pelajaran matematika luas lingkaran di SD Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel 4.7 Data Perkembangan Nilai Siswa Sebelum Perbaikan dan Sesudah Perbaikan Pembelajaran

NO Nilai Jumlah Siswa
Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 21-30 0 0 0
2 31-40 6 1 0
3 41-50 3 0 0
4 51-60 6 10 1
5 61-70 3 0 0
6 71-80 1 8 12
7 81-90 0 0 0
8 91-100 0 0 6
Jumlah 1.040 1.280 1.620
Rata-rata 54,74 67,37 85,26
Ketuntasan 21,05 42,11 194,74
Nilai Tertinggi 80 100 100
Nilai Terendah 40 40 60

 

Melalui metode tutor sebaya dengan materi luas lingkaran menunjukkan hasil belajar yang efektif dan meningkat. Melihat perkembangan nilai siswa dalam tabel perkembangan nilai siswa dan histogram tersebut dapat dikemukakan bahwa ada perbedaan signifikan dari motivasi dan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan metode tutor sebaya pada mata pelajaran matematika materi luas lingkaran siswa kelas VI pelajaran 2018/2019 meningkat. Melalui perbandingan nilai rata-rata, nilai pra siklus, siklus I, dan siklus II yaitu 54,74; 67,37 dan 85,26 serta perbandingan persentase pencapaian KKM siswa dari sebelum siklus 21,05% menjadi 42,11% dan siklus II naik 94,74%. Dapat ditentukan bahwa pembelajaran melalui metode tutor sebaya dapat dijadikan sarana efekif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 tahun pelajaran 2018/2019.

Penggunaan metode tutor sebayabermanfaat bagi peningkatan hasil belajar siswa pada materi luas lingkaran, sehingga hipotesis yang dikemukakan diterima, yakni Penggunaan metode tutor sebaya terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas lingkaran kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2018/2019.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode tutor sebaya, hasil belajar siswa dalam mengemukakan pendapat dan bekeja sama dalam setiap kelompoknya dapat ditingkatkan. Selain itu peran tutor sebaya merupakan teman bekerja sekaligus teman belajar sehingga dapat menambah keberanian siswa dalam bertanya, dan mengerjakan tugas guru di depan kelas. Berdasarkan penelitian, penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas lingkaran siswa kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2018/2019, yang berupa peningkatan rata-rata belajar siswa dari 54,74; 67,37; dan siklus II menjadi 85,26.

Saran

Untuk mengintensifkan metode tutor sebayapada mata pelajaran matematika materi luas lingkaran kelas VI SD Negeri Rogomulyo 02 Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang dapat disarankan kepada kepala sekolah untuk banyak memberikan motivasi kepada guru agar mengembangkan potensi yang dimiliki dan mengembangkan metode yang bervariatif. Selain itu hendaknya guru juga meningkatkan kemampuannya dan mengembangkan kreativitasnya diantaranya memanfaatkan metode tutor sebaya. Dalam proses pembelajaran guru disarankan lebih meningkatkan kemampuan profesionalismenya, dengan selalu mengamati siswa didik dalam setiap proses pembelajaran serta menjadi yang penuh dedikasi. Sedangkan pihak sekolah sebagai tempat dan penyelenggara pendidikan hendaknya melengkapi fasilitas dan kebutuhan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar. Garis-Garis Besar Program Pengajaran Kelas VI SD. Jakarta: Depdikbud.

Depdikbud. 1998. Pedoman Pembinaan Profesional Guru Sekolah Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdikbud.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineke Cipta.

Kemmis, S dan R. Mc Taggart. 1998. The Action Research Planner. Victoria: Deakin University.

Herman Hudoyo. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjendikti.

Mulyasa.E. 2005. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.

Pitajeng. 2006. Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Jakarta: Departemen pendidikan Nasional Direktorat Jendral PendidikanTinggi

Ruseffendi, R.T. 1989. Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini untuk Guru dan SPG. Seri Tiga. Bandung: Tarsito.

Saleh Muntasir. 1985. Pengajaran Terprogram. Jogjakarta: Karya Anda.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, R.E. 1997. Psychology Theory and Practice. Boston: Allyn and Bacon.

Sudjana, Nana. 1998. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sukahar dan Siti M. Amin.1995. Matematika 6 Mari Berhitung. Petunjuk Guru Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sutrisman dan G. Tambunan. 1987. Pengajaran Matematika. Jakarta: Penerbit Karunika Universitas Terbuka.

Wihardit Kuswaya. 1997. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.