MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATA

PADA PEMBELAJARAN IPA

MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

PADA SISWA KELAS IV SDN BOGOWANTI

SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Suprihati

SDN Bogowanti

ABSTRAK

Suatu penelitian sebagai hasil kegiatan ilmiah tentu memiliki suatu tujuan demikian halnya penelitian tindakan kelas ini berguna untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang MATA bagi siswa kelas IV SDN Bogowanti pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 melalui pembelajaran dengan pendSSekatan Ketrampilan Proses. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 yang berlokasi pada SDN Bogowanti Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 17 siswa terdiri dari 10 siswa laki – laki dan siswa 17 perempuan. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, tindakan dilaksanakan dalam dua siklus yang masing – masing siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi tindakan, sedangkan alat dan tehnik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah tes tertulis berupa butir soal dan analisa data menggunakan deskritif komparatif yaitu membandingkan hasil belajar siswa dari kondisi awal dengan masing siklus. Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa Siklus I nilai rata-rata hanya 65, siklus II mengalami peningkatan menjadi 83. Ini menunjukkan hasil tes formatif yang maksimal. Demikian juga tingkat ketuntasan prestasi belajar siswa dari siklus I 27,27%, sklus II menjadi 86,36%. Ini menunjukkan bahwa setelah diadakan perbaikan pembelajaran siswa semakin memahami materi yang disampaikan oleh guru. Ini terbukti adanya peningkatan nilai hasil tes formatif, serta ketuntasn belajar siswa pada setiap siklusnya secara signifikan.

Kata kunci: Pemahaman Siswa, dan Pendekatan Ketrampilan Proses.


PENDAHULUHAN

Berdasarkan realita di SD pembelajaran IPA masih juga didominasi oleh penggunaan metode ceramah dan kegiatannya lebih berpusat pada guru. Guru cenderung kurang memberi ruang dan tempat untuk berkreativitas bagi siswa serta kurang dilibatkan dalam pembelajaran. Aktivitas siswa dapat dikatakan hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru menjelaskan IPA hanya sebatas produk dan sedikit proses. Salah satu penyebabnya adalah padatnya materi yang harus dibahas dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Padahal, dalam membahas IPA tidak cukup hanya menekankan pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses untuk membuktikan atau mendapatkan suatu teori atau hukum.

Penerapan pendekatan keterampil-an proses pada materi pokok mata diduga lebih efektif dalam pembelajaran IPA. Alasannya, pembelajaran akan dapat mengaktifkan siswa secara optimal, lebih efektif serta menantang dan menyenang-kan sesuai dengan prinsip pembelajaran PAIKEM. Siswa secara kelompok diberi satu masalah yang harus dipecahkan, dengan memasang kartu nama alat pencernaan pada gambar (alat peraga) yang disediakan guru. Gambar yang disediakan masih polos dan belum terpasang nama-nama dari masing-masing mata. Masing-masing ke-lompok diberi waktu yang sama untuk memasang nama-nama alat pencernaan makanan. Dengan kondisi ini siswa secara kelompok akan berkompetisi, aktif, tertantang bahkan menyenangkan. Tujuan yang diharapkan dengan penerapan pendekatan ini diharapakan siswa lebih memahami konsep Mata.

Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan beberapa analisis masalah di atas maka dalam penelitian ini yang akan dibahas dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: “Apakah melalui penerapan perndekatan keterampilan proses dapat meningkatkan pemahamann konsep “mata“ pada pembe-lajaran IPA?

Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Untuk meningkatkan pemahaman konsep dan meningkatkan prestasi belajar IPA kelas IV SDN Bogowanti Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.

2. Tujuan khusus

* Untuk mengetahui seberapa besar peranan penerapan pendekatan keterampilan proses terhadap pemahaman konsep alat pencernaan manusia pada pembelajran IPA.

* Untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan keterampilan keterampilan proses dapat meningkatkan pemahaman konsep alat pencernaan manusia dalam pembelajaran IPA.

* Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA yang menggunakan penerapan pendekatan keterampilan proses.

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Kajian Teori

1. Pengertian IPA

Menurut Gie (dalam Depdiknas; 2007:16-17); Ilmu pengetahuan (science) adalah kumpulan sistematis dari pengeta-huan. Menurutnya, pendapat seperti ini merujuk pada ilmu pengetahuan sebagai suatu produk. Istilah pengetahuan yang sejak awal dipakai juga merujuk seperti ini, yaitu suatu produk. Pengetahuan sebagai produk mempunyai padanan dalam bahasa Inggris knowledge. Pengetahuan sebagai produk mencakup konsep, simbol dan konsepsi.

Ilmu pengetahuan yang dipandang sebagai proses merujuk pada suatu aktivitas ilmiah. Setiap aktivitas ilmiah mempunyai ciri rasional, bersifat kognitif dan mempunyai tujuan. Aktivitas Anda dalam mencari ilmu memang mengguna-kan kemampuan pikiran untuk menalarkan-nya. Dalam melaksanakan aktiivitas ilmiah yang merupakan kegiatan kognitif, Anda harus memiliki tujuan, yaitu mencari kebenaran, mencari penjelasan yang terbaik saat itu. Aktivitas ilmiah semacam inilah pada suatu kegiatan yang disebut penelitian.

2. Hakikat IPA

Menurut Abdullah (1987: 18), ”IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, obser-vasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.

Depdiknas (2007: 19-20); IPA merupakan usaha manusia dalam mema-hami alam semesta melalui pengamatan yang tepat (correct) pada sasaran, sertamenggunakan prosedur yang benar (true), dan dijelaskan dengan penalaran yang sahih (valid) sehingga dihasilkan kesimpulan yang betul (truth). Jadi, IPA mengandung tiga hal: proses (usaha manusia memahami alam semesta), prose-dur (pengamatan yang tepat dan prosedurnya benar), dan produk (kesimpulannya betul).

3. Pendekatan Keterampilan Proses

Subagiyo, (2002:1) menyatakan bahwa “pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran IPA (Fisika, biologi) itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah yang juga harus dikembangkan oleh peserta didik sebagai pengalaman yang bermakna yang menjadi bekal perkem-bangan diri selanjutnya. Tujuan belajar dari pendekatan keterampilan proses adalah memperoleh pengetahuan suatu cara untuk melatih kemampuan-kemampuan intelektualnya dan merangsanag keinginta-huan serta dapat memotivasi kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan yang baru diperolehnya”.

4. Penerapan Sains di SD

Teori cooperative learning berkait-an dengan pencapaian ilmu pengetahuan Sains yang sudah dituliskan dalam GBPP. Karakteristik CL sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran seorang guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Guru menunjukkan kaitan antara konsep Sains yang dikaji dengan kegunaan atau masalah yang ada di masyarakat.

2. Sebelum melaksanakan pembahasan konsep tertentu sesuai dengan stan-dart isi, guru menggali isi atau masalah yang relevan dan konsep yang akan dibahas. Bila usaha guru tidak berhasil, guru dapat mengajukan adanya isi atau masalah. Lalu dilakukan pembe-lajaran dengan berbagai metode misalnya, diskusi, demonstrasi, karya wisata. Tahap berikutnya aplikasi konsep dengan pemecahan masalah/ analisis isi. Selam kegiatan ini guru melaksanakan pemantapan konsep yaitu memperbaiki kesalahan pemba-hasan konsep. Tahap selanjutnya melaksanakan evaluasi.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir yang telah diuraikan di atas, maka dapat diperoleh hipotesis sebagai berikut: ”Kemampuan belajar IPA siswa kelas IV SDN Bogowanti meningkat dengan menggunakan Pendekatan Ketrampilan Proses pada soal IPA.

METODOLOGI PENELITIAN

Perbaikan pembelajaran Sains ke-las IV Semester 1 dilaksanakan di SDN Bogowanti Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Adapun siswa kelas IV berjumlah 17 anak, terdiri dari 10 laki-laki dan 7 perempuan. Penulis memilih materi Sains dengan Kompetensi Dasar ” Mendeskrip-sikan hubungan antara struktur panca indra dan fungsinya

Terdapat beberapa metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam PTK yaitu pengamatan berpartisipasi (Partisipation Observation), wawancara mendalam (Indepth Interview), penyelidikan sejarah hidup dan analisis dokumen. Dalam penelitian ini metode wawancara mendalam, pengamatan berpartisipasi dan analisis dokumen dipilih untuk mengumpulkan data. Berikut ini adalah uraian terhadap tehnik pengumpulan data yang diterapkan diterapkan dalam penelitian.

Data yang diperoleh dalam sebuah penelitian sangat beragam dan sangat banyak. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disajikan secara kualitatif dan secara kuantitatif. Data yang disajikan secara kualitatif berupa deskripsi yang menjelaskan temuan penelitian. Data yang disajikan secara kuantitatif berupa angka-angka yang menujukkan hasil prestasi belajar. Data yang disajikan secara kualitatif digunakan sebagai pendukung data yang disajikan secara kuantitatif.

Diharapkan dengan menerapkan metode Ketrampilan Proses akan menjadi solusi yang tepat untuk dapat membantu siswa dalam mengerjakan soal IPA, meningkatkan pemahaman siswa dan mencapai target KKM sekolah pada pelajaran matematika sebesar 65 sebanyak 80%.

Prosedur penelitian

1. Perencanaan

Membuat RPP, membuat LKS ins-trument observasi dan alat evaluasi pembelajaran.

2. Pelaksanaan Tindakan

Guru memberikan dan menyajikan materi sesuai dengan rencana pembela-jaran yang dibuat.

3. Pengamatan/observasi

Mengamati kegiatan belajar-meng-ajar, pemahaman siswa dalam bertanya dalam pembelajaran serta kecakapan siswa dalam mempresentasikan hasil.

4. Refleksi

Siswa apakah sudah ada 75% yang mendapatkan nilai di atas KKM. Dan apakah ada 75% siswa yang aktif dalam pembelajaran IPA dengan metode observasi langsung. Serta apakah ada 70% siswa yang aktif dalam bertanya dan mampu mempresentasikan hasil

HASIL PENELITIAN

Hasil PTK ini diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus I dan siklus II untuk pembelajaran IPA tentang materi “Mata” dengan menggunakan pendekatan ketrampilan proses untuk siswa kelas IV SDN Bogowanti Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.

Kondisi awal siswa, nilai siswa sangat rendah hal ini terlihat dari nilai Tes Formatif. Nilai rata-rata tes formatif yang jauh di bawah KKM, inilah yang menetap-kan peneliti mengadakan perbaikan dengan Peneltian Tindakan Kelas.

Siklus I

a. Perencanaan (planning)

· Menyusun RPP, LKS;

· Membuat rencana pembelajaran dengan penerapan metode;

· Menyusun instrument obervasi dan alat evaluasi;

b. Pelaksanaan Tindakan (acting)

· Guru menjelaskan materi tentang pokok tentang “Mata”;

· Siswa dibagi menjadi 4 kelompok;

· Siswa mengikuti dan menyimpulkan;

· Siswa mempresentasikan hasil;

· Guru memberikan tindak lanjut;

c. Observasi (observing)

· Pada siklus I rata-rata kelas 55,00 masih dibawah KKM = 65;

· Guru dalam siklus I hanya memberi penjelasan materi;

· Siswa kesulitan mempresentasikan hasil;

d. Refleksi (refleksing)

· Alat peraga terbatas;

· Guru tidak memberi langkah-langkah dalam pembelajaran;

· Siswa kesulitan menyimpulkan dan mempresentasikan hasil;

Siklus II

Siklus ini peneliti memfokuskan pelaksanaan perbaikan pembelajaran de-ngan penerapan pendekatan ketrampilan proses dan keaktifan siswa yang bertujuan untuk memperoleh informasi, meningkat-kan interaksi antara guru dan siswa, dan antara siswa dengan siswa lain. Pertanyaan yang diajukan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan siswa dan untuk mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pertanyaan yang diajukan dapat mempengaruhi jawaban siswa sehingga hasil prestasi belajar dan keaktifan siswa dapat meningkat. Siklus I nilai rata-rata hanya 65, siklus II mengalami peningkatan menjadi 83. Ini menunjukkan hasil tes formatif yang maksimal. Demikian juga tingkat ketuntasan prestasi belajar siswa dari siklus I 27,27%, sklus II menjadi 86,36%. Ini menunjukkan bahwa setelah diadakan perbaikan pembelajaran siswa semakin memahami materi yang disampaikan oleh guru. Ini terbukti adanya peningkatan nilai hasil tes formatif, serta ketuntasn belajar siswa pada setiap siklusnya secara signifikan.

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru senantiasa berharap bahwa apa yang akan disampaikan kepada siswanya, dapat diterima dengan baik. Namun harpan tersebut tidak selamnya dapat terwujud. Tidak semua siswa bisa menguasai apa yang dipelajari. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah-maslaah yang dihadapi pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan adanya masalah tersebut, sulit kiranya untuk bisa mencapai hasil yang maksimal. Dalam kondisi seperti ini maka perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas merupakan upaya yang cukup efektif untuk memcah-kan permasalahan.

Saran

Berdasarkan pengalaman mene-rapkan pendekatan keterampilan proses dan diskusi maka, ada beberapa saran yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Guru sebaiknya menggunakan pende-katan yang tepat dalam pembelajaran IPA

2. Guru sebaiknya membiasakan penggu-naan alat peraga untuk membantu.

3. Menyusun dan melaksanakan pembela-jaran, mulai dari perencanaan, pelak-sanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.

4. Memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif dalam belajar. Mengeva-luasi pada setiap langkah yang dilaksanakan, agar dapat menciptakan pembelajaran yang efektif

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas.2007.Bahan Ajar Pembelajaran IPA SD.Konsosrsium Depdiknas.Jakarta

Depdiknas.2003.Pendekatan Kontekstual (Contektual Teaching and learning) Jakarta:Depdiknas Dirjen Dikdasmen. Makalah tidak diterbitkan.

http://handono-eksak.blogspot.com.com/2007/1a2/belajar -IPA-menggunakan-media.html . Diakses 07–07 – 2013

Depdikbud, (1994: 6).Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP kelas IV SDN

 

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Diakses 30 – 06 – 2008