PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN POWER POINT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI HEWAN

DI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS IV SDN 1 BRABOWAN SEMESTER II KECAMATAN SAMBONG KABUPATEN BLORA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Sunarsih

SD Negeri 1 Brabowan Kecamatan Sambong Kabupaten Blora

 

ABSTRAK

Penelitian yang dilaksanakan dari bulan Januari 2018 s.d bulan April 2018 memiliki tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan peningkatan hasil belajar dapat tercapai secara maksimal Hasil belajar pra siklus melalui tes formatif didapat data dari jumlah 18 siswa hasil yang menunjukkan karena siswa yang memperoleh nilai 85 sebanyak 3 siswa, yang memperoleh nilai 80 sebanyak 2 siswa, yang memperoleh nilai 60 sebanyak 3 siswa,yang memperoleh nilai 50 sebanyak 3 siswa,nilai tertinggi 85 dan nilai terrendah 50 nilai rata-rata 69 siswa yang memperoleh nilai ketuntasan sebanyak 5 siswa atau 45% Melalui penerapan Media Audio Visual dan Power Point hasil belajar siswa siklus I melalui tes formatif didapat data dari jumlah 18 siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 3 siswa, yang memperoleh nilai 85 sebanyak 2 siswa,yang memperoleh nilai 80 sebanyak 2 siswa, yang memperoleh nilai 70 sebanyak 1 siswa yang memperoleh nilai 60 sebanyak 3 siswa,nilai tertinggi 90 dan nilai terrendah 60 nilai rata-rata 77, siswa yang memperoleh nilai ketuntasan sebanyak 8 siswa atau 72% Melalui penerapan Media Audio Visual dan Power Point hasil belajar siswa pada siklus II melalui tes formatif didapat data dari jumlah 18 siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 3 siswa, yang memperoleh nilai 85 sebanyak 2 siswa,yang memperoleh nilai 80 sebanyak 3 siswa,yang memperoleh nilai 70 sebanyak 3 siswa,nilai tertinggi 90 dan nilai terrendah 70 nilai rata-rata 81 siswa memperoleh nilai ketuntasan sebanyak 18 siswa 100%

Kata Kunci: Penerapan Media Audio Visual dan Power Point Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Hewan di Lingkungan.

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

 Pembelajaran IPA di SD pada umumnya lebih banyak diberikan dengan cara konvensional, sehingga kurang memacu motivasi belajar bagi siswa. Guru hanya bersifat menyampaikan konsep-konsep, tanpa mempertimbangkan tingkat kemampuan dan kemauan berpikir siswa. Pembelajaran seolah-olah hanya mengejar target kurikulum yang harus diselesaikan sesuai dengan program akademik. Kondisi yang demikian, menyebabkan konsep yang dipelajari tidak sepenuhnya dikuasai siswa. Untuk memenuhi kebutuhan siswa pembelajaran perlu diupayakan menarik menyenangkan. Jika pembelajaran dilaksanakan dengan banyak variasi siswa menjadi termotivasi mengikuti, sehingga menjadikan salah satu yang menyenangkan dan tidak lagi sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, kenyataan yang dialami sebagian siswa

 Pada kenyataan yang terjadi siswa kelas IV di SD Negeri 1 Brabowan yang menempatkan sebagai momok yang menakutkan juga terjadi. sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami. Kondisi yang demikian akhirnya berdampak kurang termotivasi siswa untuk mempelajari materi sehingga menjadikan tidak optimalnya pencapaian hasil belajar Kondisi bisa disebabkan dari berbagai hal, diantaranya adalah ketidak mampuan siswa dalam memahami konsep atau tidak mampunya guru dalam menyampaikan materi untuk dikuasai siswa. Dari hasil pengamatan pada kegiatan pembelajaran pada kondisi awal siswa kelas IV,menunjukkan siswa kurang ada motivasi dalam mengapresiasi pembelajaran Kondisi pembelajaran menyebabkan hasil belajar siswa masih rendah. Dari hasil tes formatif pada kegiatan pembelajaran pada kondisi awal tentang hewan dilingkungan mampu mencapai nilai rata-rata 68 pembelajaran dilakukan siswa belum optimal. Sedangkan ketuntasan belajar dari 18 siswa hasil belajar diharapkan baru 50%.

 Paling tidak, ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Yang termasuk faktor eksternal cara guru mengajar,faktor pendukung dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan yang termasuk faktor internal motivasi belajar Jika kondisi pembelajaran semacam ini dibiarkan bukan tidak mungkin hasil belajar siswa akan selalu pada taraf yang rendah. Dalam konteks demikian sangat dibutuhkan kreativitas dari guru dalam mengajar yang mampu mengembangkan aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Guna meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga dapat menunjang pada pencapaian hasil belajar yang optimal, sangat dibutuhkan adanya peran serta secara aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Untuk itu peneliti akan mencoba menerapkan salah satu metode sebagai langkah untuk mengambil jalan keluar terhadap permasalahan diatas. Salah satunya adalah dengan penerapan Media Audio Visual dan Power Point diharapkan mampu menjadikan siswa sebagai fasilitator dan di ajak berpikir secara kreatif sehingga menghasilkan pertukaran informasi yang lebih mendalam dan lebih menarik serta menimbulkan rasa percaya diri pada siswa untuk menghasilkan karya yang diperlihatkan kepada teman-temannya. Media Audio Visual dan Power Point lebih menekankan siswa mempresentasikan ide pada teman lainnya. Dari sini siswa akan melakukan komunikasi aktif dengan sesama temannya. Dengan komunikasi diharapkan siswa mampu menguasai materi pelajaran dengan lebih efektif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang dipelajari. KKM 70.

Rumussan Masalah

 Berdasarkan latar belakang maka peneliti menyusun rumusan masalah sebagai berikut:

1      Apakah penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan ?;

2      Apakah penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan ?;

3      Apakah penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi hewan dilingkungan siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan semester II tahun pelajaran 2017/2018 ?

 

Tujuan Penelitian

1    Secara Umum untuk mengembangkan pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Brabowan sangat berguna untuk kemajuan pendidikan dalam bidang akademik dan non akademik

2    Secara khusus untuk peningkatan hasil belajar IPA materi hewan dilingkungan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan semester II tahun pelajaran 2017/2018.

Manfaat penelitian:

Bagi Siswa:

1      Motivasi pembelajaran menjadi lebih baik

2      Menunjang belajar kelompok lebih baik

3      Hasil belajar dikondisikan lebih optimal;

Bagi Peneliti

1      Mengetahui terhadap peningkatan motivasi belajar siswa;

2      Penerapan Media Audio Visual dan Power Point untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara individu

3    Penerapan Media Audio Visual dan Power Point peningkatan motivasi

Bagi Teman Sejawat:

1    Dapat digunakan sebagai kajian untuk pelaksanaan pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa;

2    Dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran meningkatkan hasil belajar

3    Dapat digunakan acuan melaksanakan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar

Bagi Sekolah:

1      Sebagai pemecahan terhadap kendala pembelajaran yang dialami

2      Dapat melihat kemampuan profesional yang dimiliki guru

3      Dapat meningkatkan pembelajaran dapat dilihat kemampuan akademik siswa;

4      Dapat menambah referensi bacaan di perpustakaan;

5      Sebagai dokumen pelaksanaan penelitian di sekolah.           

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Landasan Teori

Menurut Sumantri & Permana (1999:157) adalah cara belajar mengajar yang melibataktifkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan Sedangkan menurut Hermawan, dkk, (2007:165), metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dan menurut Dahar (2006:220), metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan tau hipotesis yang dipelajari.

Konsep IPA dalam sekolah dasar merupakan konsep yang masih terpadu, karena belum dipisah secara tersendiri, seperti: kimia, fisika dan biologi. Adapun tujuan pembelajaran sains di sekolah dasar dalam badan nasional standar pendidikan (BNSP: 2006), dimaksudkan untuk: Memperoleh keyakinan terhadap kebersamaan kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasakan keberadaan, keindahan, dan keteraturan keadaan alam ciptaan-Nya. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara lingkungan,teknologi yang selalu berkembang mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.meningkatkan kesadaran untuk berperan dalam memelihara, menjaga,melestarikan lingkungan alam. meningkatkan kesadaran untuk menghargai dan segala ketergantungannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.memperoleh bekal pengetahuan, konsep,.

 Media adalah alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari Bahasa latin medium yang berarti tengah. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Beberapa hal yang termasuk dalam media adalah film, televisi, diagram, media cetak, dan lain-lain. Media bisa dijadikan media pembelajaran jika dapat membawa pesan-pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, harus ada keterkaitan antara media, metode, dan materi pembelajaran. Menurut NEA (National Education Association/ Asosiasi Pendidikan Nasional) menyatakan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audiovisual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Sedangkan menurut AECT (Association Education And Technology/ Asosiasi Teknologi Dan Komunikasi Pendidikan) media ialah segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.

 Menurut Gagne media pembelajaran adalah wujud dari adanya berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Lislie J. Brings (1979) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat-alat fisik untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam bentuk buku, film, rekaman video, dan lain-lain. Kemudian menurut Miarso, media yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.

 Dari beberapa pengertian dapat disimpulkan media pembelajaran adalah segala sarana yang dapat menyampaikan pesan atau materi pembelajaran kepada siswa dengan lebih menarik perhatian siswa untuk belajar lebih giat. Dalam menggunakan media pembelajaran kita perlu memperhatikan tujuan dalam menggunakannya,media pembelajaran:mempermudah proses belajar mengajar meningkatkan efisiensi belajar mengajar relevansi tujuan belajar membantu konsentrasi siswa.

Kerangka Berpikir

 Guna terjadi pembelajaran yang meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, secara skematis maka disusun kerangka berpikir pelaksanaan penelitian sebagai berikut:

 1   Guru dengan penerapan Media Audio Visual dan Power Point dapat meningkatkan motivasi belajar bagi siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan

 2   Guru dengan perneapan Media Audio Visual dan Power Point dapat meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan

 3   Guru dengan penerapan Media Audio Visual dan Power Point dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA tentang hewan dilingkungan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan semester II tahun pelajaran 2017/2018

 Hipotesis Tindakan.

 Berdasarkan kajian teori uraian diatas maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut:

1     Diduga penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan;

2     Diduga penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan;

3      Diduga penerapan Media Audio Visual dan Power Point meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA tentang hewan di lingkungan siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan semester II tahun pelajaran 2017/2018.

 METODOLOGI PENELITIAN

 Seting Penelitian

 Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 s.d bulan April 2018 selama 4 bulan. Kegiatan penelitian dilaksanakan sesuai jadwal pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Brabowan pada siswa kelas IV semester II materi pembelajaran IPA.

 Subyek Penelitian

 Subyek yang digunakan untuk penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan Jumlah subyek yang digunakan untuk penelitian sebanyak 18 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.untuk meningkatkan hasil belajar masih rendah.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian diambil secara langsung dari subyek yang digunakan dalam penelitian, siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan sumber data primer. Sedangkan sumber data yang diharapkan bisa didapat dari penelitian meliputi data hasil tes formatif, data dokumentasi, dan data hasil observasi/ pengamatan yang dilakukan teman sejawat.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes dilaksanakan untuk mengetahuai hasil belajar siswa yang dilakukan pada akhir pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan teknik non tes dilaksanakan melalui observasi/pengamatan, dokumentasi.Pengumpulan data dilakukan kegiatan pembelajaran kondisi pra s iklus,siklus I, dan siklus II.

Validasi Data

 Untuk data yang valid dapat dipertanggung jawabkan, menggunakan teknik validasi:Validasi proses belajar. Validasi proses pembelajaran dilakukan dengan teknik triangulasi yang meliputi triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan dengan observasi terhadap subyek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 1 Brabowan, pelaksanaan pembelajaran Sedangkan triangulasi metode dilakukan melalui penggunaan metode penelitian, meliputi dokumentasi dan observasi. Validasi hasil belajar. pelaksanaan menghasilkan data hasil belajar yang valid, perlu dilakukan validasi. validasi dilakukan menggunakan instrumen penelitian berupa tes digunakan untuk mengetahui hasil relajar siswa. Validasi yang dilakukan meliputi validasi teoritis dan validasi empiris. validasi teoritis, mengadakan analisis instrumen terdiri atas face validity (tampilan tes), content validity (validitas isi) dan construct validity (validitas kostruksi).

 Analisis Data

Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian adalah analisis diskriptif komperatif dan analisis diskriptif prosentase. Analisis diskriptif komperatif yaitu membandingkan nilai hasil tes pra siklus, hasil tes siklus I, dan hasil tes siklue II, dengan mengkaji terhadap indikator kinerja. dan dilanjutkan refleksi untuk melihat dan mengkaji hasil tindakan dari masing-masing siklus, kemudian dijadikan sebagai masukan terhadap pelaksanaan pembelajaran. Adapun analisis diskriptif persentase membandingkan hasil penelitian antar siklus, dari hasil pengamatan dan hasil ulangan harian, yang disajikan dalam bentuk persentase.

 Indikator Kinerja

Indikator yang peneliti gunakan terhadap pelaksanaan penelitian adalah: Input: motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan kelas; Proses: pelaksanaan pembelajaran tindakan kelas melalui siklus I dan siklus II; dan Output: motivasi dan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran tindakan kelas.

 Penerapan Media Audio Visual dan Power Point diharapkan meningkatkan kinerja dengan indikator: motivasi belajar siswa meningkat, menjadi 70% siswa mempunyai motivasi tinggi dalam mengikuti pembelajaran; hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran meningkat, terbina potensi siswa yang mendukung pengembangan kecakapan hidup, yang berguna permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Prosedur Penelitian

 Penelitian penelitian tindakan kelas, model Stephen Kemmis dan Mc Taggart, sebagaimana dijelaskan dalam Suranto (2002:49), menggunakan sistem spiral yang dimulai dari rencana, tindakan, pengamatan, refleksi, dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk rancangan pemecahan masalah.,kegiatan pembelajaran dilakukan refleksi, untuk mengkaji dan mengevaluasi mulai dari perencanaan pelaksanaan tindakan, pengamatan dan hasil belajar siswa.

 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 Deskripsi Pembelajaran Pra Siklus

 Sebagaimana yang diuraikan pada latar belakag masalah, IPA materi tentang hewan dilingkungan belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Penyebab rendahnya prestasi belajar siswa kelas IV semester II di SDN 1 Brabowan disebabkan metode yang diterapkan membosankan memberikan penyelesaian soal dipapan tulis, siswa dibelakang tidak memperhatikan bermain sendiri Pada pembelajaran pra siklus guru kegiatan akhir memberikan tes formatif diperoleh hasil secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel Analisis hasil penilaian pra siklus

No

Rentang Hasil

Jumlah siswa

Katagori

Prosentasi

1

90-100

0

Sangat Baik

 0%

2

7089

9

Baik

 50%

3

6169

3

Cukup

 17%

4

5160

4

Kurang

 22%

5

 â‰¤ 50

2

S.Kurang

11%

Jumlah 

18

 

100%

 

 Pada hasil ulangan yang dilaksanakan siswa pada pembelajaran didapatkan hasil yang masih rendah,hasil nilai tes formatif pada pembelajaran IPA tentang pecahan sederhana siswa kelas IV semester II di SDN 1 Brabowan dari jumlah 18 siswa, guru memberikan tes formatif, yang mencapai nilai ketuntasan sebanyak 9 siswa dengan rincian nilai 85 sebanyak 3 siswa,nilai 80 sebanyak 2 siswa, nilai 75 sebanyak 2 siswa dan nilai 70 sebanyak 2 siswa, sedangkan yang belum mencapai ketuntasan 9 siswa,dengan perolehan nilai masing 65 sebanyak 3 siswa, 60 sebanyak 4 siswa dan 50 sebanyak 2 siswa, nilai tertinggi yang diperoleh 85, nilai terendah 50 nilai rata-rata 69 ketuntasan belajar siswa 50%.yang belum berhasil sesuai target yang diharapkan

. Deskripsi Pembelajaran Siklus I

 Guru melakukan apersepsi. memberikan pertanyaan sebagai rangsangan untuk mengingat kembali materi pelajaran yang telah dipelajari siswa pada pertemuan sebelumnya dan mengaitkan materi yang diajarkan. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih rajin balajar dapat memperoleh nilai yang lebih baik. Kemudian kegiatan selanjutnya adalah perencanaan kegiatan inti. Pada kegiatan inti guru akan melaksanakan kegiatan pembelajaran penerapan Media Audio Visual dan Power Point Kegiatan pembelajaran melibatkan siswa secara aktif fisik dan pikiran. Kemudian kegiatan inti akhir pembelajaran. yang dilaksankan mengerjakan soal secara individu,guru membimbing siswa,memeriksa pekerjaan tindak lanjut pembelajaran yang dilaksanakan.

Analisis Hasl tes formatif siklus I

No

Rentang Hasil

Jumlah siswa

Sebutan

Persentase

1

90-100

 4

Sangat Baik

 22%

2

7089

 10

Baik

 56%

3

6169

 2

Cukup

 11%

4

5160

 2

Kurang

 11%

5

 â‰¤ 50

0

S.Kurang

0%

Jumlah 

 18

 

100%

 

 Pembelajaran penerapan Media Audio Visual dan Power Point siklus I dari jumlah 18 siswa, guru memberikan tes formatif, yang diperoleh siswa nilai 90 sebanyak 4 siswa,nilai 85 sebanyak 3 siswa, nilai 80 sebanyak 2 siswa, nilai 75 sebanyak 2 siswa,dan nilai 70 sebanyak 3 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas nilai 65 sebanyak 2 siswa,nilai 60 sebanyak 2 siswa, siswa.pembelajaran siklus I nilai tertinggi yang dapat dicapai oleh siswa sebesar 90 dan nilai terendah 60.Nilai rata-rata 77 Ketuntasan belajar 78%.

 Deskripsi Pembelajaran Siklus II

 Kegiatan inti selanjutnya adalah elaborasi.siswa kalas IV yang berjumlah 18 siswa belajar sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan guru mengkondisikan siswa supaya aktif mengikuti kegiatan, guru menyampaikan materi pelajaran tentang hewan dilingkungan kepada siswa.Kegiatan pembelajaran dimulai dengan pre tes untuk mengingat kembali materi sebelumnya mengkaitkan materi yang baru melalui proses pembelajaran,kegiatan akhir memberikan tes formatif hasilnya pada tabel dibawah.

Analisis Hasil Penilaian Siklus II

No

Rentang Hasil

Jumlah siswa

Sebutan

Persentase

1

90-100

 5

Sangat Baik

 28%

2

7089

 13

Baik

 72%

3

6169

 0

Cukup

 0%

4

5160

0

Kurang

 0%

5

 â‰¤ 50

0

Sangat.Kurang

0%

Jumlah 

 18

 

100%

 

 Pembelajaran penerapan Media Audio Visual dan Power Point siklus II dari jumlah 18 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran siklus II setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan guru memberikan tes formatif yang diperoleh siswa adalah nilai 90 sebanyak 5 siswa,nilai 85 sebanyak 4 siswa, nilai 80 sebanyak 4 siswa nilai 75 sebanyak 3 siswa dan nilai 70 sebanyak 2 siswa,nilai tertinggi yang dapat dicapai sebesar 90 dan nilai terendah 70.Nilai rata-rata 82 semua siswa telah mencapai nilai ketuntasan. KKM 70

 Pembahasan pembelajaran pra siklus

Proses pembelajaran pra siklus belum berjalan secara baik menghasilkan nilai rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar siswa kelas IV semester II di SDN 1 Brabowan disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan belum tepat. sehingga terjadinya kegagalan, pada saat pembelajaran masih sebagian siswa yang kurang memperhatikan penjelaskan materi pelajaran.yang disampaikan guru kondisi belum mendapatkan perhatian, hanya siswa tertentu saja yang memahami materi pelajaran.Sedangkan yang lain masih kurang mampu memahami materi.

 Hasil Belajar

IPA materi tentang hewan dilingkungan masih rendah.Selain itu aktivitas Berdasarkan ketuntasan belajar siswa, dari sejumlah 18 siswa hanya 9 siswa atau 50% yang mencapai nilai ketuntasan belajar dengan skor standar kreteria ketuntasan belaar minimal Sedangkan sebanyak 9 siswa atau 50% belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan oleh guru. Nilai tertinggi kondisi pra siklus baru mencapai 85 itupun baru 3 siswa saja. Sedangkan nilai terendah adalah 50, dengan rata-rata kelas sebesar 69

 Pembahasan pembelajaran siklus 1

Proses pembelajaran tidak menjadikan siswa dikemas dengan penerapan Media Audio Visual dan Power Point belajar bersama memecahkan masalah untuk saling tukar pendapat Dari hasil pengamatan telah terjadi peningkatan semangat dan keaktifan siswa dalam belajar, karena ada persaingan untuk menjadi yang terbaik.guru juga sangat memperhatikan seluruh siswa Apabila ada siswa yang kurang paham, guru memberikan bimbingan dan penjelasan tentang materi yang sedang dipelajari lebih intensif.

 Hasil Belajar

Dari hasil tes siklus 1, menunjukkan hasil belajar siswa telah emngalai peningkatan. Berdasarkan ketuntasan hasil belajar siswa dari sejumlah 18 siswa terdapat 14 siswa atau 78% yang sudah mencapai ketuntasan belajar, dan sisanya 4 siswa atau 22% belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil rekapitulasi dari nilai hasil belajar siswa pada siklus I, perolehan nilai tertinggi telah mencapai 90, nilai terendah 60 dengan nilai rata-rata 77.

 Pembahasan pembelajaran siklus II

Proses pembelajaran menjadikan siswa lebih baik penerapan Media Audio Visual dan Power Point Dari hasil pengamatan dapat meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar, yang terbaik.guru sangat memperhatikan seluruh siswa. Apabila ada siswa yang kurang paham, guru memberikan bimbingan dan penjelasan tentang materi yang sedang dipelajari secara intensif lHasil refleksi yang dilakukan.

 Hasil Belajar

 Dari hasil tes siklus II, menunjukkan hasil belajar siswa yang lebih bagus daripada sebelumnya ketuntasan belajar siswa mengalami kenaikan. ketuntasan belajar mencapai 100% (18 siswa). Sedangkan hasil rekapitulasi nilai hasil ulangan tes formatif dapat dijelaskan perolehan nilai tertinggi mencapai 90, dan nilai terandah 70 nilai rata-rata 82. Hal itu menunjukkan terjadi peningkatan yang sangat baik.

 PENUTUP

 Simpulan

 Berdasarkan proses pembelajaran dan hasil penilaian melalui tes formatif yang dilaksanakan maka simpulan sebagai berikut.

1.     Melalui penerapan Media Audio Visual dan Power Point dapat meningkatkan motivasi belajar tentang materi hewan di lingkungan dilaksanakan yang dibuktikan dengan hasil observasi dan hasil penilaian belajar siswa melalui tes formatif pada akhir penyajian satu materi

2.     Perbaikan proses kegiatan pembelajaran penerapan Media Audio Visual dan Power Point yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dapat meningkatkan,motivasi dan hasil belajar IPA materi tentang hewan di lingkungan pada siswa kelas IV di SDN 1 Brabowan

3.     Peningkatan belajar siswa pra siklus dari 18 siswa baru 9 yang mencapai tuntas atau 50%. Nilai rata-rata 69. Siklus I yang mencapai nilai tuntas sebanyak 14 siswa atau 78%, Nilai rata-rata 77 sedangkan pembelajaran pada siklus II dilaksanakan tes formatif dan hasil penilaian yang mencapai nilai ketuntasan sebanyak 18 siswa atau 100% terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 82 pembelajaran penerapan Media Audio Visual dan Power Point dapat meningkatkan ketuntasan belajar hasil penilaian signifikan. sekolah menentukan KKM 70.

 Saran

 Berdasarkan kegiatan penelitian yang sudah dilaksanakan guru kelas IV di SD Negeri 1 Brabowan maka disampaikan saran sebagai berikut:

1     Guru hendaknya mampu melaksanakan proses pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga dapat menarik perhatian siswa kegiatan terlaksana secara efektif dan efesien,menyenangkan mencapai hasil sesuai harapan.

2     Guru harus mampu dalam menyusun rencana program pembelajaran secara sistimatis, menggunakan metode yang sesuai dengan materi,yang disajikan menyediakan media pembelajaran, melaksanakan evaluasi pada sitiap akhir kegiatan pembelajaran

3     Guru mampu membudayakan melaksanakan penelitian tindakan kelas agar prestasi belajar siswa meningkat; melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman bermakna pada siswa mengkondisikan situasi kondusif digunakan untuk pembelajaran mencapai hasil belajar optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Aunurrahman, 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Perss.

Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga.

Ghozali, Imam. 2008. Desain Penelitian Eksperimental Teori, Konsep dan Analisis Dengan SPSS 16. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hamalik, Oemar. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Haryono, Defri. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV

Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Yogyakarya: DIVA Press.

Kusumaningsih, Chrisma Prateila. 2013. Efektivitas Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses Dengan Menggunakan Media Power Point Pada Pembelajaran IPA Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV.