PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK STRIP

PADA MATA PELAJARAN IPS

MATERI PENGARUH LETAK GEOGRAFIS INDONESIA

BAGI KELAS V SD

 

Melati Citra Laksono Putri 1)

Veryliana Purnamasari 2)

Ibnu Fatkhu R 3)

1) Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

2) Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

3) Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)

 

ABSTRAK

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah siswa masih kesulitan memahami materi pengaruh letak geografis Indonesia, sertapenggunaan media yang masih kurang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan produk media Komik Strippada materi pengaruh letak geografis Indonesia.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research anddevelopment). Rata-rata presentase keidealan dari ahli materi pada tahap I sebesar 80% dan hasil dari ahli media tahap I sebesar 72%. Pada tahap II diperoleh hasil validasi dari ahli materi sebesar 94,5% dan hasil dari ahli media sebesar 90,1%. Hasil tanggapan siswa terhadap media komik strip yaitu dengan hasil 90,42% dan hasil tanggapan dari ketiga guru diperoleh rata-rata presentase sebesar 90,53%. Berdasarkan dari hasil tanggapan siswa dan guru terhadap media komuk strip dapat disimpulkan bahwa media dinyatakan diterima dan dapat dikatakan layak digunakan dalam pembelajaran.Halini menunjukkan bahwa Pengembangan Media Komik Strip pada Mata Pelajaran IPS Materi Pengaruh Letak Geografis Indonesia teruji validdan layak digunakan dalam proses pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalahsupaya media pembelajaran Komik Strip dapat digunakan sebagai salah satu mediayang digunakan oleh guru.

Kata kunci: Media komik strip, mata pelajaran IPS

 

PENDAHULUAN

Salah satu mata pelajaran yang disajikan di sekolah dasar adalah pendidikan IPS. Sebagaimana tercantum dalam pasal 37 Undang-undang No 20 tahun 2003 yaitu: “Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik dan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik dan untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik mengikuti pendidikan menengah”. IPS mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan, pembentukan sikap, watak dan kepribadian peserta didik.Media pembelajaran dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menangkap materi pelajaran IPS yang disampaikan oleh guru.

 

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Media Pembelajaran

Menurut Arsyad (2014: 3) Media Pembelajaran dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronisuntuk merangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.Proses pembelajaran bisa didukung dengan media yang inovatif maupun kreatif, karena media pembelajaran merupakan perantara atau pengantar terjadinya komunikasi agar tersampaikan apa yang dimaksud oleh guru kepada siswa. Dalam pengajaran juga guru harus bisa menyampaikan materi dengan cara yang berbeda, guru memiliki wewenang mengajar dengan caranya, karena guru harus paham tentang karakter masing-masing siswa untuk megajarkan pembelajaran yang tepat. Peneliti membuat sesuatu yang baru dengan melakukan penelitian dan mengembangkan media komik strip untuk kelas V SD pada mata pelajaran IPS. Komik strip yang dikembangkan ini membahas tentang materi pengaruh letak geografis Indonesia. Media komik strip diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan mudah dan siswa lebih tertarik dalam mempelajari pelajaran IPS.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Menurut Goll, Gall &Borg dalam Putra (2015: 84), R & D dalam pendidikan adalah sebuah model pengembangan berbasis industri dimana temuan penelitian digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru, yang kemudian secara sistematis diuji di lapangan, dievaluasi, dan disempurnakan sampai mereka memenuhi kriteria tertentu, yaitu berkualitas.

Menurut Sugiyono (2017: 407) metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Jenis penelitian dan pengembangan dipilih oleh peneliti, karena peneliti mengembangkan produk berupa media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan peneliti ini merupakan media yang baru dalam pembelajaran IPS. Penelitian dan pengembangan ini akan menghasilkan mediakomik strippada materi pokok pengaruh letak geografis Indonesia pelajaran IPS kelas V.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara. Menurut Sugiyono (2017: 214) menjelaskan bahwa wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Pada penilitian ini penliti menggunakan wawancara terstruktur. Sugiyono (2017: 319) mengemukakan bahwa wawancara terstruktur digunakan sebagai pengumpulan data, bila penliti atau pengumpul data lebih dengan pasti dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam wawancara peneliti telah menyediakan intrumen penelitian yang akan digunakan untuk wawancara kepada guru kelas V SD yaitu SD N 1 Balun, SD N 1 Tempuran, dan SD N 1 Wanaraja.Setelah itu peneliti melakukan validasi media yang dikembangkanyaitu komik strip dengan ahli materidan ahli media melalui dua kali tahap validasi. Media komik strip selanjutnya akan divalidasi tiga guru SD kelas V. Media komik strip yang sudah melalui revisi akan di uji cobakan di ketiga SD. Kemudian peneliti memberikan angket tanggapan kepada siswa untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa menggunakan media komik strip.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Validasi desain adalah tahap di mana diperlukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dan mengetahui hal apa saja yang masih kurang dan perlu ditambahkan sebelum diuji cobakan.

Validasi Materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh dosen Universitas PGRI Semarang, Bapak Wawan Priyanto, S.Pd, M.Pd. Validasi dilakukan dengan memberikan data kuantitatif sebagai penilaian kemudian ahli materi memberikan saran untuk perbaikan. Dari Hasil Analisis Validasi Ahli materi Tahap I terdapat skor aspek kesesuaian sebesar 18 dari total skor maksimal 20 dengan persentase 90% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kelayakan produk sebesar 21 dari total skor 25 dengan persentase 84% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek penyajian sebesar 9 dari total skor 10 dengan persentase 90% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kompetensi sebesar 18 dari total skor 20 dengan persentase 90% dengan kategori “Sangat Baik”. Persentase keseluruhan aspek pada validasi komponen dari uji validasi materi pada keempat aspek bahwa media sangat layak digunakan dengan adanya beberapa tambahan. Komentar dari ahli materi menyatakan bahwa media yang dikembangkan konsepnya sudah menarik, tetapi perlu beberapa revisi atau perbaikan agar media dapat dikatakan valid dan layak digunakan.

Setelah melakukan perbaikan desain produk dan sebelum diujikan ke lapangan, maka perlu dilakukan validasi perbaikan desain atau dapat dikatakan validasi tahap II. Validasi dilakukan dengan terdapat skor aspek kesesuaian sebesar 19 dari total skor maksimal 20 dengan persentase 95% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kelayakan produk sebesar 21 dari total skor 25 dengan persentase 88% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek penyajian sebesar 10 dari total skor 10 dengan persentase 100% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kompetensi sebesar 19 dari total skor 20 dengan persentase 95% dengan kategori “Sangat Baik”.

Validasi Media

Validasi ahli media dilakukan oleh dosen Univeritas PGRI Semarang yaitu Bapak Singgih Adhi Prasetyo, S.Sn, M.Pd. validasi dilakukan dengan memberikan data kuantitatif sebagai penilaian kemudian ahli media memberikan saran untuk perbaikan.Hasil analis ahli media pada Tahap I, menghasilkan bahwa ahli media memberilan nilai/skor sebesar 72 dari skor maksimal 100, dengan persentase 72% dengan kategori “Layak”.Dari Hasil Analisis Validasi Ahli Media Tahap I terdapat skor penilaian media secara khusus sebesar 19 dari total skor maksimal 25 dengan presentase 76% dengan kategori “Baik”, skor aspek kesesuaian sebesar 15 dari total skor maksimal 20 dengan persentase 70% dengan kategori “Baik”, skor aspek kelayakan produk sebesar 7 dari total skor 10 dengan persentase 70% dengan kategori “Baik”, skor aspek kontribusi produk sebesar 11 dari total skor 15 dengan persentase 73.3% dengan kategori “Baik”, skor aspek keunggulan produk sebesar 14 dari total skor 20 dengan persentase 70% dengan kategori “Baik”, skor aspek kesempurnaan produk sebesar 6 dari total skor 10 dengan persentase 60% dengan kategori “Cukup Baik”. Persentase keseluruhan uji validasi media menunjukkan kualitas produk terletak pada kriteria layak, artinya komponen yang digunakan sudah valid tetapi harus mengalami beberapa revisi. Komentar dari ahli media menyatakan bahwa media yang dikembangkan konsepnya sudah menarik, tetapi perlu beberapa revisi atau perbaikan agar media dapat dikatakan valid dan layak digunakan. Setelah melakukan perbaikan desain produk dan sebelum diujikan ke lapangan, maka perlu dilakukan validasi perbaikan desain. Dari Hasil Analisis Validasi Ahli Media Tahap II terdapat skor penilaian media secara khusus sebesar 24 dari total skor maksimal 25 dengan presentase 96% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kesesuaian sebesar 18 dari total skor maksimal 20 dengan persentase 90% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kelayakan produk sebesar 8 dari total skor 10 dengan persentase 80% dengan kategori “Baik”, skor aspek kontribusi produk sebesar 12 dari total skor 15 dengan persentase 80% dengan kategori “Baik”, skor aspek keunggulan produk sebesar 19 dari total skor 20 dengan persentase 95% dengan kategori “Sangat Baik”, skor aspek kesempurnaan produk sebesar 10 dari total skor 10 dengan persentase 100% dengan kategori “Sangat Baik”.

Angket Tanggapan Guru

Angket tanggapan guru diberikan untuk ketiga guru kelas V di SD N 1 Balun, SD N 1 Tempuran, dan SD N 1 Wanaraja. Dijelaskan bahwa SD N 1 Balun dengan guru kelas V yaitu Ibu Rumyati S,Pd.SD menjawab angket dengan rata-rata presentase sebesar 91,4% dengan kategori “sangat baik”. SD N 1 Tempuran dengan guru kelas V yaitu Ibu Sarginah S,Pd,SD menjawab angket dengan rata-rata presentase 90,4% dengan kategori “sangat baik”. SD N 1 Wanaraja dengan guru kelas V yaitu Ibu Sulastri S,Pd.SD menjawab angket dengan rata-rata presentase sebersar 89,8% dengan kategori “sangat baik”. Dapat disimpulkan dari keseluruhan presentase yang diperoleh di ketiga SD maka diperoleh rata-rata jawaban sebesar 90,53% dengan kategori “sangat baik”.

Angket Tanggapan Siswa

Angket tanggapan siswa terdiri dari 10 soal di mana terdapat lima aspek meliputi kemudahan pemahaman, kemandirian belajar, keaktifan dalam belajar, minat terhadap media komik strip, dan penyajian media komik strip.Dari hasil angket tanggapan siswa terhadap media komik strip yang dilaksanakan diketiga sekolah, maka dapat diambil rata-rata prsentase sebesar 90,4%.Hasil tanggapan siswa yang terdiri dari sepuluh nomor soal dapat dijabarkan sebagai berikut. Pada nomor satu dengan pertanyaan “Saya mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang materi pengaruh letak geografis Indonesia.”, pertanyaan nomer dua “Materi dalam media pembelajaran komik strip dapat memberikan pemahaman tentang pengaruh letak geografis Indonesia.” Dan pertanyaan nomer tiga “Setelah belajar menggunakan media komik strip saya dapat menjelaskan tentang pengaruh letak geografis Indonesia.” Ketiganya masuk dalam aspek kemudahan pemahaman media komik strip mendapat persentase sebesar 92,60%. Pertanyaan nomer empat “Media komik strip memberikan ketrampilan menjelaskan secara mandi”. Pertanyaan nomer lima “Media komik strip dapat mendorong saya untuk belajar secara mandiri” kedua pertanyaan masuk dalam aspek kemandirian belajar mendapat persentase 87,25%. Pertanyaan nomer enam “Media komik strip mendorong saya untuk aktif dalam belajar”. Pertanyaan nomer enam”Media komik strip mendorong saya untuk aktif dalam belajar”, pertanyaan nomer tujuh “Media komik strip memberikan pengalaman belajar” keduannya masuk dalam aspek keaktifan dalam belajar memperoleh persentase 92,50%. Pertanyaan nomer delapan “Media komik strip membuat saya tertarik untuk belajar” pertanyaan nomer sembilan “Dengan media komik strip, pembelajaran lebih menyenangkan” keduannya masuk dalam aspek masuk dalam aspek minat terhadap media komik strip memperoleh persentase 91,50%. Pertanyaan nomer sepuluh “Model dan desain dalam media komik strip terlihat menarik minat saya untuk belajar” masuk dalam aspek penyajian media komik strip memperoleh presentase 90,42%. Hasil angket tanggapan siswa ini bersifat subyektif dari setiap siswa. Jadi hasil yang didapat tidak bisa memperoleh persentase maksimal sekaligus sampai 100%.

SIMPULAN DAN SARAN

Pengembangan media komik strip untuk materi pengaruh letak geografis Indonesia pada kelas V SD dikembangkan menggunakan beberapa langkah. Beberapa langkah tersebut yaitu menemukan potensi masalah dengan melakukan studi pendahuluan di tiga Sekolah Dasar. Melakukan tahap desain produk dengan memperhatikan spesifikasi media yang dipergunakan dalam pembelajaran materi pengaruh letak geografis Indonesia. Agar media pembelajaran valid, media pembelajaran diajukan kepada ahli media dan materi, untuk dinilai dan diberi masukan untuk perbaikan media. Setelah media direvisi dan dinyatakan valid media lalu diuji cobakan di lapangan.

Dalam tahap pengembangan, telah dilakukan validasi produk sebagai tolak ukur kevalidan media. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sehingga didapat hasil rata-rata presentase keidealan dari ahli materi pada tahap I sebesar 72% dan hasil dari ahli media tahap I sebesar 72%. Pada tahap II dari ahli materi sebesar 91% dan hasil dari ahli media sebesar 93,3%. Pada tahap uji coba lapangan, telah dilakukan penelitian di ketiga SD yakni, SD N 1 Balun, SD N 1 Tempuran, dan SD N 1 Wanaraja dengan menyebarkan angket tanggapan siswa sebanyak 60 siswa dengan hasil 90,42% dan hasil tanggapan guru sebesar 89,8%, sehingga didapat hasil rata-rata dari tanggapan siswa dan tanggapan guru diperoleh sebesar 90,11%. Berdasarkan dari hasil tanggapan siswa dan guru terhadap media komuk strip dapat disimpulkan bahwa media dinyatakan diterima dan dapat dikatakan layak digunakan dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta Utara: PT. Rajagrafindo Persada

Gumelar, M.S. 2011. Comic Making. Jakarta: Indeks

Handayani. 2005. “Efektivitas Media Komik Strip Pada Pembelajaran Kimia Interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas II materi pokok Termokimia di SMU N 3 Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005”. Skripsi. Semarang: FMIPA UNNES.

Nugroho. 2017. “Pengembangan Komik IPA Materi Pesawat Sederhana Kelas V Sekolah Dasar”. Skripsi. Semarang: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang.

Sanaky, Hujair AH. 2013. Media pembelajaran. Yogyakarta: safriaInsania Press.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, dan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, Nana. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003

Widodo, suwarno dan Purnamasari, Iin. 2013. Konsep Dasar IPS Suatu Pendekatan Praktis. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.

Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara

Yessica Romantika Dewi. “Pengembangan Media Komik Berkarakter Dalam Pembelajaran Kemampuan menulis Karangan Sederhana Siswa Kelas III Sekolah Dasar”. Skripsi. Semarang: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang.