UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH

DENGAN MODIFIKASI PERMAINAN PENGEMBANGAN FISIK

PESERTA DIDIK KELAS XII MIPA 1 SMA NEGERI 1 TENGARAN

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

 

Wiyono

Guru SMAN 1 Tengaran, Semarang

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan dari penerapan modifikasi permainan pengembangan fisik, pada pembelajaran lompat jauh peserta didik SMAN 1 Tengaran Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas XII MIPA 1. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif, yaitu melihat data hasil belajar siswa sebelum penerapan penelitian dilakukan dan data hasil belajar setelah penelitian dilakukan. Hasil penelitian didapatkan dengan siswa melakukan beberapa kali melakukan lompat jauh dengan penerapan berbagai modifikasi permainan pengembangan fisik, selanjutnya hasilnya akan dibandingkan hasil belajar sebelum dan hasil belajar setelah melakukan modifikasi permainan pengembangan fisik, sehingga dapat dilihat besaran pengaruh dari penelitian tersebut. Dengan melakukan pendekatan modifikasi permainan pengembangan fisik, sebelum melakukan pembelajaran lompat jauh, siswa akan lebih senang dan bersemangat dalam melakukan kegiatan, sehungga hasilnya akan lebih baik.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Permainan Pengembangan Fisik

 

PENDAHULUAN

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada siswa berupa aktivitas jasmani, bermain, dan olahraga yang direncanakan secara sistematik guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, keterampilan motorik, keterampilan berfikir, emosional, sosial, dan moral. Dengan pembekalan pengalaman belajar tersebut diharapkan dapat membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat (Sarono, 2005: 1)

Prestasi belajar yang belum optimal menunjukan adanya masalah kesulitan belajar, dimana kemampuan siswa di cabang atletik nomor lompat jauh hasilnya masih belum optimal, maka perlu terobosan-terobosan dan solusi yaitu melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai salah satunya dengan pendekatan permainan pengembangan fisik untuk membantu siswa dalam latihan lompat jauh. Dengan adanya media yang menarik tentunya sangat membantu dalam pemahaman suatu materi pelajaran, karena sesuatu yang menarik dapat menimbulkan minat peserta didik, meningkatkan aktivitas berfikir, dan mempertinggi daya ingat.

Identifikasi Masalah

Siswa kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Tengaran memiliki standar kompetensi permainan dan olahraga terutama kompetensi dasar atletik nomor lompat jauh rata-rata masih belum optimal, dalam hal ini karena siswa dalam melakukan lompat jauh belum sungguh-sungguh, motivasi untuk melakukan lompat jauh masih kurang semangat.

Kompetensi dasar atletik nomor lompat jauh gaya perlu ditingkatkan supaya nilai hasil belajar lompat jauh lebih baik dan optimal. Faktor yang menyebabkan hasil lompat jauh belum optimal, karena kemampuan melakukan lompat jauh masih minim dan kurang sungguh-sungguh, kurangnya latihan dan motivasi, sarana bak lompat kurang memadai di sekolah, persaingan atau sportifitas rendah.

Agar hasil belajar lompat jauh pada siswa kelas XII MIPA 1 meningkat, maka perlu tindakan dan solusi yaitu perlu upaya pembelajaran yang menarik dan sesuai yaitu melalui permainan pengembangan fisik siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh , anak perlu motivasi dan sungguh-sungguh untuk melakukan lompat jauh,

Guru perlu menerapkan adanya model dan upaya pembelajaran yang menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh yaitu salah satunya dengan melalui permainan pengembangan fisik, yang mendorong minat siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran lompat jauh dengan baik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut di atas diajukan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran lompat jauh melalui pendekatan permainan pengembangan fisik?
  2. Apakah ada peningkatan yang optimal hasil belajar lompat jauh melalui pendekatan permainan pengembangan fisik?

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

  1. Untuk memperbaiki proses pembelajaran Penjasorkes di kelas XII MIPA 1. Meningkatkan SDM dan profesionalisme khususnya guru Penjasorkes yaitu mengajar sambil meneliti.
  2. Mengembangkan metode pembelajaran inovatif dan menarik.

Tujuan Khusus

a.   Untuk mengoptimalkan hasil belajar lompat jauh di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Tengaran.

  1. b. Mengetahui model pembelajaran yaitu modifikasi permainan pengembangan fisik yang dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh.

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoretis

  1. Menemukan teori baru tentang peningkatan hasil lompat jauh melalui modifikasi permainan pengembangan fisik.
  2. Sebagai dasar untuk melakukan inovasi pembelajaran.

Manfaat Secara Praktis

  1. Mendidik anak menjadi aktif, kreatif, dan inovasi. Pembelajaran ini siswa terpacu untuk belajar dengan baik dan variatif serta melakukan sesuatu yang belum ada menjadi ada.
  2. Pengembangan pembelajaran bagi guru Penjasorkes, Pembelajaran penjas akan baik ketika ketika guru dapat membuat pengembangan fisik siswa melalui modifikasi permainan.
  3. Sesama guru penjas dan MGMP dapat saling mengembangkan metode pembelajaran inovatif dan menarik.

KAJIAN TEORI

Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat dari cabang olahraga atletik yang paling populer dan paling sering dilombakan.  Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat yang menggunakan tumpuan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke sebuah titik pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai ke batas terdekat dari letak titik pendaratan yang dihasilkan.

Dalam pelaksanaan lompat jauh gaya jongkok ada 4 tahapan pelaksanaan yaitu:

  1. Awalan merupakan suatu gerakan dalam atletik lompat jauh yang dilakukan dengan cara lari secepat mungkin agar memperoleh kecepatan maksimal sebelum melakukan tolakan.
  2. Menumpu merupakan gerakan yang penting dalam lompat jauh untuk menentukan hasil lompatan yang sempurna.
  3. Gerakan melayang dalam lompat jauh dilakukan setelah meninggalkan balok tumpuan.
  4. Gerakan mendarat, dilakukan dengan dua kaki secara bersamaan.

MODIFIKASI PERMAINAN PENGEMBANGAN FISIK

Model modifikasi permainan pengembangan fisik ini merupakan metode permainan atau perlombaan, sehingga minat siswa meningkat dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh. Siswa setelah melakukan pemanasan yang cukup, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan permainan pengembangan fisik yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Antara lain: Permainan lari estafet secara kelompok, Permainan estafet dengan langkah jingkat/engklek, Permainan batu bata jingkat/engklek.

Hasil Pembelajaran

Hasil belajar menurut Makhali (2012: 459) adalah suatu hasil yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Penilaian hasil belajar psikomotor mencakup persiapan, proses, dan produk. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung dengan cara memberi tes kepada peserta didik melakukan praktik.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode tes unjuk kerja dengan melalui pengukuran psikomotor. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Dalam tiap siklusnya, pembelajaran dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tindakan pelaksanaan ini baik siklus I dan siklus II. Pelaksanakan penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2019 di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran untuk memperoleh hasil belajar ranah psikomotor dan ranah afektif dengan cara peneliti mengamati sikap masing-masing peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dari awal hingga selesai pembelajaran. Untuk kriteria penilaian dari ranah psikomotor yaitu dengan rentang nilai dari 90-100 dikategorikan dalam kriteria amat baik, 80-89 kategori baik, 70-79 dalam kategori cukup, dan nilai  69 tergolong dalam kategori kurang. Untuk ranah afektif mempunyai kriteria penilaian adalah kategori tinggi dengan nilai ≥ 81, kategori sedang dengan rentang nilai 76-80, kategori rendah dengan rentang nilai 70-75, dan nilai kurang dengan nilai ≥ 69.

Indikator yang hendak dicapai dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengingkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII MIPA I, SMA Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam materi lompat jauh gaya jongkok. Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila hasil belajar peserta didik dalam ranah psikomotor mencapai dalam kategori minimal baik.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Deskripsi Kondisi Awal

Pelaksanaan pembelajaran pada pra siklus dilakukan dengan metode konvensional. Pengukuran dilakukan dengan tanpa latihan permainan pengembangan, dengan cara peserta didik melakukan lompatan. hasil belajar dari kondisi awal pada ranah psikomotor dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Hasil Belajar Ranah Psikomotor Pada Kondisi Awal

Kategori Rentang Nilai Jumlah Prosentase Rata-rata
Amat Baik 90 – 100 0 0  

 

51,67

(Kategori Kurang)

Baik 80 – 89 1 3.4%
Cukup 70 -79 1 3.4%
Kurang ≥ 69 28 93,3%
TOTAL 30 100

Pembelajaran kondisi awal dinyatakan belum tuntas karena dari 30 peserta didik yang ada, yang dinyatakan tuntas baru 2 orang, selebihnya masih memperoleh nilai dibawah KKM. Oleh karena itu, nilai rata-rata pada kondisi awal hanya mencapai 51,67 dengan kategori kurang.

Deskripsi Siklus I

Tabel 2. Hasil Belajar Ranah Psikomotor Pada Siklus I

Kategori Rentang Nilai Jumlah Prosentase Rata-rata
Amat Baik 90 – 100 0 0  

 

74,7%

(Kategori Cukup)

Baik 80 – 89 6 20%
Cukup 70 -79 20 66,7%
Kurang ≥ 69 4 13,3%
TOTAL 30 100

 

Hasil belajar pada siklus I belum mencapai target yang diinginkan oleh peneliti, karena masih terdapat beberapa peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM dari ketiga aspek ranah penilaian. Selain itu, hasil akhir dari pembelajaran juga belum sesuai dengan indikator yang sudah dibuat oleh peneliti.

 

 

Deskripsi Siklus II

Tabel 3. Hasil Belajar Ranah Psikomotor Pada Siklus II

Kategori Rentang Nilai Jumlah Prosentase Rata-rata
Amat Baik 90 – 100 4 13,3%  

 

82%

(Kategori Baik)

Baik 80 – 89 11 36,7%
Cukup 70 -79 15 50%
Kurang ≥ 69 0  
TOTAL 30 100

 

Hasil belajar pada siklus II sudah mencapai target yang diinginkan oleh peneliti. Sudah tidak ada peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM. Hasil akhirnya juga sudah sesuai dengan diharapkan yaitu dalam kategori minimal baik untuk ranah psikomotor.

Pembahasan

Pelaksanaan pembelajaran pada kondisi awal pada materi lompat jauh gaya jongkok di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan menggunakan metode konvensional, belum bisa meningkatkan hasil belajarnya. Hal ini terjadi karena peserta didik kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar. Pada kondisi awal ini hasil belajar dari peserta didik dikategorikan dalam kriteria sangat rendah. Oleh karena masalah tersebut, peneliti yang sekaligus sebagai guru Penjasorkes melakukan inovasi dengan melakukan kegiatan permainan pengembangan fisik terhadap peserta didik.

Hasil penilaian dari ranah psikomotor dari masing-masing siklus mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar ini dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 4. Rata-Rata Hasil Belajar Dari Tiap Siklus

 

Ranah Penilaian

Rata-rata
Kondisi Awal Siklus I Siklus II
Psikomotor 51,67% 74,7% 82%

 

Berdasarkan dari tabel 4 tersebut dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari tiap siklusnya. Pada siklus I masih terdapat beberapa peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM, sehingga pada pelaksanaan pembelajaran siklus II dirubah dengan cara lebih memfokuskan pada minat dan motivasi peserta didik. Melalui metode permainan pengembangan fisik membuat hasil belajar meningkat, dan semua peserta didik dinyatakan tuntas dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Hasilnya juga sudah sesuai dengan indikator peneliti yaitu dalam kategori baik.

Simpulan

Pembelajaran Penjasorkes materi lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan metode penndekatan permainan pengembangan fisik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020. Pelaksanaan pembelajaran ini berjalan dengan baik sehingga menambah motivasi peserta didik dalam belajar. Penerapan metode ini dapat mengingkatkan hasil belajar peserta didik baik di ranah psikomotor dengan perolehan nilai dalam kategori baik, dan peserta didik memperoleh nilai di atas KKM secara keseluruhan.

A.                        Saran

Berkaitan dengan simpulan ini, beberapa saran yang dapat disajikan peneliti sebagai berikut:

  1. Guru Penjasorkes hendaknya melakukan inovasi pembelajaran dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan.
  2. Siswa diharapkan dapat belajar dengan aktif, dapat bekerja sama dengan Guru dan dengan temannya sehingga tujuan pembelajaran akan berlangsung dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Biantoro. 2011. Pendidikan Jasmani Olahraga.dan Kesehatan. Klaten: Viva Pakarindo.

Djumidar. 2003. Dasar-dasar atletik. Jakarta. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Makhali. 2011. Jurnal Pendidikan Widyatama. Semarang: LPMP Jateng.

Muhajir, 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas XII MIPA 1. Jakarta: Erlangga.

Muhajir, 2007. Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Sajoto, Muhamad. 1988. Peningkatan dan Pembinaan Kondisis Fisik dalam Olahraga. Dikjen Dikti. LPTK. Jakarta: Depdikbud.

Slamet. 2012. Modul Pendidikan Jasmani Untuk SMA dan MA. Surakarta: Hayati Tumbuh Subur.

Sugiyanto. 2012. Belajar Gerak. UNS: Surakarta.

Sumiati, 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima

Wisnugraho, Agus. 2004. School Sport Developmen. Kab. Semarang.