PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA BERJALAN

DI UDARA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN

TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION

PADA SISWA KELAS XI MIA 3 SEMESTER 2

SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Susilo

SMA Negeri 1 Sukoharjo

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas XI-MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018.  Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XI-MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan persentase. Hasil hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siklus I yaitu 16 siswa (44,44%) tuntas dan 20 siswa (55,55%) belum tuntas.Pada siklus II terjadi peningkatan presentase hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siklus II yaitu 30 siswa (83,33%) tuntas dan 6 siswa (16,67%) belum tuntas.

Kata kunci: Hasil Belajar, Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara, Team Assisted Individualization.

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Nomor-nomor atletik yang diajarkan di sekolah, lompat jauh merupakan salah satu nomor yang diajarkan bagi siswa. Membelajarkan lompat jauh pada siswa harus disesuaikan dengan karakteristiknya baik fisiologis, psikologis, dan sosial. Dari hasil observasi diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran penjas secara keseluruhan telah berjalan dengan baik, Namun dalam sub pokok bahasan atletik khususnya materi gerak dasar lompat jauh gaya berjalan di udara, masih banyak siswa ragu dengan awalan lompat jauh. Menolak dengan kedua kaki, saat di udara ingin cepat-cepat mendarat, kemudian saat mendarat yang dijatuhkan terlebih dahulu pantatnya. Pada kenyataannya, pembelajaran lompat jauh cenderung ke arah prestasi, siswa harus melakukan gerakan lompat jauh berulang-ulang sesuai intruksi guru. Pembelajaran seperti sangat monoton sehingga membuat siswa merasa jenuh dan malas untuk mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara.

Untuk menciptakan pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara yang menyenangkan, maka seorang guru penjas harus mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Salah satu karakteristik siswa yaitu senang bermain, dalam penelitian difokuskan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) adalah salah satu jenis pembelajaran kooperatif. Frase Team Assisted Individualization

 

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah “Apakah proses dan perubahan perilaku pembelajaran melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018?”

Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran, prosentase proses pembelajaran, dan meningkatkan perubahan perilaku hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018.

KAJIAN TEORI

Pengertian Belajar

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa hasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik itu berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Menurut Pribadi (2009: 6) bahwa “belajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang agar memiliki kompetensi berupa keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan”

Teknik Dasar dalam Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara

Seperti yang dikemukakan Wiarto (2013: 33) bahwa, “Dalam lompat jauh terbagi menjadi beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh pelompat yaitu awalan (approach), tolakan/tumpuan (take off), sikap badan saat melayang di udara (flying), dan mendarat (landing)”. Keempat tahapan tersebut harus dikuasai dan harus dilakukan dengan tidak terputus –putus agar mencapai hasil yang maksimal.

Pengertian Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI)

Model pembelajaran TAI ini dikembangkan oleh Slavin dalam Huda (2013: 200). Model pembelajaran TAI merupakan sebuah program pedagogik yang berusaha mengadaptasikan pembelajaran dengan perbedaan individual siswa secara akademik. Menurut Mulyatiningsih (2012: 245) TAI merupakan kombinasi antara pembelajaran individual dan kelompok. Siswa belajar dalam tim yang heterogen sama seperti metode belajar tim yang lain tetapi siswa juga mempelajari materi akademik sendiri. Metode ini sebaiknya dilengkapi dengan teknik pemberian reward dan punishment supaya motivasi belajar siswa terjaga dengan baik.

Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara keseluruhan. Model pembelajaran TAI memiliki ciri khas selain pembelajaran kelompok juga pembelajaran atau bimbingan individual, terdapat kombinasi antara keduanya. Jika terdapat hasil individu yang lemah itu menjadi tanggung jawab bersama, dapat didiskusikan dan dibahas dalam satu kelompok tersebut.

Langkah-langkah dan Aplikasi Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dalam Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Berjalan di udara.

Model pembelajaran TAI memiliki 8 langkah tahapan dalam pelaksanaannya, yaitu: (1) Placement Test, (2) Teams, (3) Student Creative, (4) Team Study, (5) Fact Test, (6) Team Score, (7) Team Recognition, dan (8) Whole-Class Unit.

Kerangka Berpikir

Berdasarkan hasil identifikasi awal sebelum dilakukan tindakan, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran atletik materi lompat jauh gaya berjalan di udara kurang optimal. Hal ini diindikasikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa dalam materi lompat jauh gaya berjalan di udara memperoleh nilai di bawah KKM yang ditetapkan adalah B- (rentang 2,51-2,84).

Ditinjau dari ketuntasan belajar, jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan KKM > B- (rentang 2,51-2,84), baru mencapai 52.00%. Hal ini dapat diartikan bahwa dari 36 orang siswa kelas XI IIS 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo, jumlah siswa yang sudah memperoleh nilai > B- (rentang 2,51-2,84) baru mencapai 9 (25%) siswa. Sisanya sebanyak 27 (75%) siswa memperoleh nilai < B- (rentang 2,51-2,84).

Kurang optimalnya hasil belajar siswa diduga siswa kurang antusias dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung bosan terhadap materi penjasorkes yang dianggap kurang menarik. Berangkat dari kondisi tersebut, guru perlu melakukan perbaikan dalam pembelajaran. Upaya perbaikan yang dilakukan guru adalah dengan menerapkan model pembelajaran TAI dalam lompat jauh gaya berjalan di udara.

Dengan menggunakan model pembelajaran TAI, diharapkan minat siswa dalam belajar Penjasorkes akan meningkat sehingga siswa menyukai pelajaran tersebut. Hal ini pada gilirannya akan dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Hipotesis

Hipotesis penelitian yaitu penerapan pembelajaran melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian

Tempat yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo yang beralamatkan JL. Pemuda No. 38 Sukoharjo.

Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini telah dilaksanakan dari Januari 2018 sampai akhir bulan Juni 2018 (semester 2 tahun pelajaran 2017/2018).

 

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIAS 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. Jumlah keseluruhan siswa kelas XI IIS 3 adalah sebanyak 36 siswa, terdiri dari 12 siswa putra dan 24 siswa putri.

Data dan Sumber Data

Data

Data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini sebagai berikut:Data tentang hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo, yang meliputi data tentang aspek afektif, kognitif, dan psikomotor.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah (1) Siswa, untuk mendapatkan data melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. (2) Guru Sebagai kolabolator untuk melihat tingkat keberhasilan pembelajaran melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. (3) Peneliti sebagai observer, untuk melihat tingkat keberhasilan model pembelajaran Team Assisted Individualization dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan teknik observasi.

Tes lompat jauh gaya berjalan di udara digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara melalui model pembelajaran Team Assisted Indivualization yang dilakukan siswa

Observasi dipergunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar saat pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah deskriptif kualitatif. Teknis analisis tersebut dilakukan karena sebagian besar data yang dikumpulkan berupa uraian deskriptif tentang perkembangan proses pembelajaran yakni partisipasi siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara. Dalam penelitian ini ada dua jenis data dianalisis yaitu: Hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara dengan menjumlahkan ketiga nilai kompetensi yaitu sikap psikomotor, kognitif, afektif. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dan pelaksanaan siklus PTK dianalisis dengan menggunakan prosentase untuk melihat peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara dianalisis dengan menjumlahkan ketiga nilai kompetensi. Kemudian dikategorikan dalam batas tuntas dan tidak tuntas berdasarkan KKM.

Indikator Kinerja Penelitian

Indikator Kinerja Penelitian

 

Aspek yang diukur

Persentase

 

Cara Mengukur

Pra Siklus

Siklus Akhir

Hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara

25%

75%

Dengan penilaian gerak lompat jauh gaya berjalan di udara yang baik dan benar kemudian menuangkan dalam penilaian

Yang diamati adalah saat awalan, tolakan, saat melayang diudara, pendaratan

 

Prosedur Penelitian

Menurut Kristiyanto (2010:54), “langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas pada prinsipnya meliputi 4 langkah pada setiap siklusnya. Keempat langkah tersebut meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penjelasan mengenai prosedur penelitian tindakan tersebut dipaparkan melalui penjelasan sebagai berikut (1) Perencanaan (planing) adalah langkah awal yang dilakukan guru ketika akan memulai tindakannya tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana penelitian itu dilakukan. (2) Tahap Pelaksanaan (action) implementasi dari rencana yang sudah dibuat. (3) Tahap Observasi (Observation) proses mengamati kejadian yang ada pada saat pelaksanaan tindakan. (4) Refleksi (reflecion) langkah mengingat kembali kegiatan yang sudah lampau yang dilakukan oleh guru dan siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Pra Siklus

Berdasarkan hasil deskripsi rekapitulasi data awal sebelum diberikan tindakan maka dapat dijelaskan bahwa mayoritas siswa belum menunjukkan hasil yang baik, presentase ketuntasan belajar dengan kriteria sangat baik 0%, baik 8,33%, cukup 16,67%, kurang 58,33%, dan kurang sekali 16.67%.

Melalui deskripsi data awal yang telah diperoleh tersebut masing-masing aspek menunjukan kriteria keberhasilan pembelajaran yang kurang. Maka akan dilakukan tindakan dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya berjalan di udara siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018 dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization. Pelaksanaan tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus, yaitu masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi.

Deskripsi Data Siklus I         

Hasil belajar siswa dalam materi lompat jauh gaya berjalan di udara siswa kelas XI MIA S 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018, telah dilakukan siklus I dengan nilai KKM B (rentang 2,85 – 3,17), diperoleh hasil dengan kriteria Sangat Baik presentase 0%, Baik dengan presentase 22.22%, Cukup dengan presentase 22.22% dan Kurang dengan presentase 33.33% Kurang Sekali dengan presentase 22.22%. Dari 36 siswa, 19 siswa telah masuk dalam kriteria Tuntas sedangkan 17 siswa Belum Tuntas.

Deskripsi Data Siklus II

Hasil belajar siswa dalam materi lompat jauh gaya berjalan di udara siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018, setelah diadakan siklus II dengan nilai KKM B (rentang 2,85 – 3,17) adalah kriteria Sangat Baik 5.55%, Baik 38.89%, Cukup 33.33%, dan Kurang 22.22% dan Kurang Sekali 0%. Dari 36 siswa sejumlah 30 siswa mencapai kriteria Tuntas sedangkan 6 siswa Belum Tuntas. Karena telah mencapai target yang diharapkan, maka pemberian tindakan dihentikan dan tidak berlanjut lagi ke siklus berikutnya.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan dapat diperoleh simpulan sebagai berikut bahwa penerapan pembelajaran melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan proses, prosentase hasil belajar dan perubahan sikap dalam lompat jauh gaya berjalan di udara pada siswa kelas XI MIA 3 Semester 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018.

Berdasarkan pada simpulan dalam penelitian ini, maka implikasi pada penelitian ini adah sebagai berikut: (1) Penelitian ini memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa keberhasilan proses pembelajaran tergantung pada beberapa faktor. (2) Memberikan deskripsi yang jelas bahwa dengan model pembelajaranTeam Assisted Individualization dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (3) Melalui model pembelajaranTeam Assisted Individualization untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara. (4) Melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization ini dapat merangsang aspek motorik siswa.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian penulis di atas, maka dapat disarankan beberapa hal:

1.   Untuk Sekolah

a.      Sekolah hendaknya memfasilitasi sarana dan prasarana yang memadai terkait dengan pelaksanaan lompat jauh gaya berjalan di udara sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

b.      Sekolah hendaknya mempersiapkan kurikulum yang memadai dan fasilitas yang akurat sesuai dengan jenjang dan materi yang disampaikan oleh guru.

2.   Untuk Guru

a.      Guru sebaiknya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan dan mengembangkannya agar para siswa termotivasi dan memiliki kreatifitas

b.      Guru-guru sebaiknya menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan metode yang bervariasi sehingga menyenangkan bagi siswa.

c.      Para guru hendaknya mepraktikkan model pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara dengan baik karena model tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

3.   Untuk Siswa

a.      Para siswa dalam pembelajaran Penjasorkes hendaknya melaksanakan tertib waktu dan disiplin.

b.      Para siswa dalam pembelajaran Penjasorkes di bidang lompat jauh gaya berjalan di udara dengan model pembelajara Team Assisted Individualization dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh karena model tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar.

Daftar Pustaka

Aunurahman, 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Kristiyanto, Agus. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam Pendidikan Jasmani dan Kepelatihan Olahraga. Surakarta: UNS Press

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:       Pustaka Pelajar

Dimyati & Mudjiono. 2009 Belajar dan Pembelajara. Jakarta: Rineka Cipta

Hamdan. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Huda. M. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Husdarta & Yudha M. S 2013. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Pribadi. BA 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT. Dian Rakyat

Sani, RA. 2013. INOVASI Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Sidik, DZ. 2013. Mengajar dan Melatih Atletik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sukirno. 2011 Belajar dan Berlatih Atletik. Depok: Arya Duta

Sulaeman I. 2008. Atletik. Bandung: PT Widya Duta Grafika

Slavin, R. 2005. Cooperatif Learning. Bandung: Nusa Media

Sutikno, S. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Warsono & Hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Wiarto, G. 2013. Atletik. Yogyakarta: Graha Ilmu