PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GRAFIS

DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

PADA PEMBELAJARAN TEMA 1 SUBTEMA 2 KELAS IA

SEMESTER I SD NEGERI 1 PANUNGGALAN

KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Khotijah

SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

 

ABSTRAK

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Grafis dan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Pembelajaran Tema 1 Subtema 2 Kelas IA Semester 1 SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019.Hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dapat disimpulkan bahwa: “Melalui Media Grafis dan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Pembelajaran Tema 1 Subtema 2 Kelas IA Semester 1 SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019 hasil belajar siswa meningkat”. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan prosentase ketuntasan siswa pada pra siklus dan siklus 1 yaitu 40% meningkat menjadi 53%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran siklus 1 dan siklus 2 prosentasenya meningkat lagi dari 53% dan akhirnya menjadi 93%. Untuk ratarata hasil belajar pada pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 berturut – turut 67, 73, dan 86.

Kata Kunci: Peningkatan, media grafis, model pembelajaran kooperatif.

 

PENDAHULUAN

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan Indonesia. Pembelajaran di tingkat sekolah dasar pada kurikulum 2013 disajikan menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

Di sisi lain, seorang guru dalam merencanakan pembelajaran harus dapat menyusun dengan baik yaitu, tujuan, materi pembelajaran, kegiatan belajar, strategi pembelajaran dan evaluasi. Untuk itu diperlukan kemauan dari seorang guru dalam mendesain suatu pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (pakem).

Pada pembelajaran tema 1 subtema 2 terdapat beberapa hambatan dan permasalahan. Penyebab tersebut berasal dari siswa, guru serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Ketidakberhasilan dalam pembelajaran dialami oleh siswa kelas IA SD Negeri 1 Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Dari hasil ulangan tema 1 subtema 2 pembelajaran 1. Dari 30 siswa hanya 12 siswa yang mendapatkan nilai 75 ke atas (Kriteria Ketuntasan Minimal). Bila diprosentase hanya 40% siswa yang mendapat nilai tuntas. Sedangkan 18 siswa lainnya mendapat nilai di bawah 75, bila diprosentase 60% siswa belum mencapai nilai tuntas. Rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran akan berdampak pada menurunnya kualitas pembelajaran.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran tema 1 subtema 2 peneliti akan melaksanakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan menggunakan media grafis dan model pembelajaran kooperatif diharapkan siswa mampu mamahami materi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat.

KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

Pembelajaran Tematik Terintegratif                   

Pembelajaran di tingkat sekolah dasar pada kurikulum 2013 disajikan menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Bermakna di sini berarti siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.

Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:

1.     Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan.

2.     Bentuk belajar harus dirancang agar siswa bekerja secara sungguh sungguh untuk menemukan tema pembelajaran dengan riil sekaligus mengaplikasikannya.

3.     Efisiensi, pembelajaran tematik memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat.

Penggunaan Media Grafis

Gagne, dalam Widya Iswara LPMP Jateng (2006: 2.3), menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Sementara itu Briggs, juga dalam Widya Iswara LPMP Jateng (2006: 2.3), berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

Dari kedua pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim (guru) ke penerima (siswa) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat sehingga proses belajar terjadi.

Dalam Widya Iswara LPMP Jateng, (2006: 2.3) dibahas karakteristik beberapa jenis media yang biasa dipakai dalam kegiatan pembelajaran khususnya di Indonesia salah satu diantaranya adalah media grafis (Graphies Media).

Media grafis (Graphies Media), termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Banyak jenis media grafis, beberapa di antaranya seperti di bawah ini:

a.     Gambar/Foto

b.     Diagram

c.     Bagan (Chart)

d.     Poster

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam Widya Iswara LPMP Jateng (2006: 4) dinyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif menuntut siswa untuk belajar dalam kelompok, untuk menginvestigasi topik-topik yang kompleks.

Melalui Sumiarsih Widya Iswara LPMP Jateng (2007) dapat diketahui bahwa:

a.     Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif/kerja kelompok , yaitu:

1)    Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar kelompok secara kooperatif.

2)    Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah secara merata.

3)    Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari berbagai ras, suku budaya, jenis kelamin yang berbeda, usahakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari berbagai ras, suku budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.

4)    Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.

b.     Langkah-langkah pembelajaran kooperatif, sebagai berikut:

1)    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar.

2)    Membagi siswa dalam kelompok kecil (4 atau 5 orang siswa) secara heterogen.

3)    Siswa mengerjakan tugas secara kelompok sesuai dengan permasalahannya.

4)    Setelah selesai tiap-tiap kelompok melaporkan hasil pekerjaannya dan kelompok lain menanggapi.

5)    Tiap kelompok boleh memperbaiki dan menyempurnakan laporannya.

6)    Guru menarik kesimpulan dan memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok.

Hasil Belajar

Menurut Suprijono (2013:7), hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.” Artinya, hasil yang diperoleh dari pembelajaran tidak dapat dilihat secara terpisah atau hanya beberapa aspek saja, namun dilihat secara menyeluruh dalam semua aspek.

Namun demikian, setiap pembelajaran yang dilakukan guru tak pernah luput dari permasalahan. Salah satu permasalahan tersebut adalah hasil belajar yang kurang maksimal.

Kerangka Berpikir

Berdasar landasan teori tersebut di atas, maka dapat diambil pokok-pokok pikiran sebagai berikut: pembelajaran akan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan disukai jika dalam pembelajaran guru memanfaatkan media grafis dalam hal ini media gambar pada pembelajaran tema 1 subtema 2 pembelajaran 1 kelas 1A semester 1.

Selain itu dengan memanfaatkan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran tema 1 subtema 2 dapat membantu siswa yang kurang pandai untuk memahami materi pelajaran dengan bantuan temannya yang lebih pandai. Dengan belajar bersama teman, siswa akan lebih leluasa dalam bertanya tentang materi yang kurang jelas tanpa dibebani rasa takut dan malu. Sedangkan bagi siswa yang pandai dengan memberi bantuan kepada teman yang kurang, akan lebih memantapkan/meningkatkan penguasaan materi yang dipelajari.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sementara sebagai berikut: “Bahwa dengan menggunakan media grafis dan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran tema 1 subtema 2 kelas IA semester 1 SD Negeri 1 Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019 hasil belajar siswa akan meningkat.”

PELAKSANAAN PENELITIAN

Jenis penelitian

Jenis penelitian merupakan metode atau langkah-langkah yang dilakukan dalam suatu penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) berupa tindakan nyata yaitu dengan cara melakukan penilaian kinerja aspek keterampilan mengelola kelas kepada siswa yang ditindaklanjuti dengan penilain untuk memberikan feed back kepada siswa.

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di ruang kelas IA SD Negeri 1 Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan pada pembelajaran tema 1 subtema 2 kelas 1A semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan diikuti 30 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki – laki dan 15 siswa perempuan.

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IA SDN 1 Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, dengan jumlah 30 siswa terdiri 15 Perempuan dan 15 Laki-laki. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah penerapkan media grafis dan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran tema 1 subtema 2 siswa kelas IA semester 1 SD Negeri 1 Panunggalan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019.

 

Teknik Analisis Data

Data dianalisis dengan analisa deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberi gambaran tentang basil yang dicapai oleh guru setelah tidakan dilaksanakan terhadap seluruh pusat perhatian dalam penelitian meliputi langkah-langkah kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan menyajikan tabel hasil penilaian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data per Siklus

Sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran tema 1 subtema 2 pembelajaran 1 kelas IA semester I, peneliti memperoleh data nilai tes formatif yang kurang memuaskan, adapun hasil nilai sebelum perbaikan pembelajaran disajikan pada tabel I berikut:

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Evaluasi Sebelum Perbaikan Pembelajaran

No

Indikator

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

Nilai terendah

Nilai tertinggi

Jumlah nilai

Nilai rata-rata

Banyak siswa dengan nilai ≤ 75

Prosentase siswa dengan nilai ≤ 75

Banyak siswa dengan nilai 75-100

Prosentase siswa dengan nilai 75-100

50

85

2010

67

18

60%

12

40%

 

Dari tabel 1, tersebut di atas dapat dilihat hasil evaluasi dari 30 siswa yang mendapat nilai kurang dari 75 ada 18 siswa atau jika diprosentase sebesar 60%. Dan yang mendapat nilai lebih dari 75 ada 12 siswa atau jika diprosentase sebesar 40%. Serta diperoleh nilai rata-rata 67. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini:

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Evaluasi Sebelum Perbaikan Pembelajaran

No

Rentang Nilai

Jumlah siswa

1

2

3

4

5

6

41 – 50

51 60

61 70

71 80

81 90

91 100

5

8

5

9

3

0

 

Jumlah

30

 

Tabel 2 di atas merupakan hasil evaluasi dari siswa kelas IA semester 1 yang berjumlah 30 siswa, siswa yang mendapat nilai 41 – 50 sebanyak 5 siswa, nilai 51 – 60 sebanyak 8 siswa, nilai 61 – 70 sebanyak 5 siswa, nilai 71 – 80 sebanyak 9 siswa, nilai 81 – 90 sebanyak 3 siswa, dan tak seorangpun siswa yang mendapat nilai 91 – 100.

Deskripsi Siklus I

Adapun hasil dari perbaikan pembelajaran siklus I dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut:

 

Tabel 3. Hasil Tes Formatif Perbaikan Siklus I

No

Rentang Nilai

Jumlah siswa

1

2

3

4

5

6

41 – 50

51 60

61 70

71 80

81 90

91 100

1

4

9

10

6

0

 

Jumlah

30

 

Tabel 3 di atas merupakan hasil evaluasi dari siswa kelas IA semester 1 siklus I berjumlah 30 siswa, siswa yang mendapat nilai 41 – 50 sebanyak 1 siswa, nilai 51 – 60 sebanyak 4 siswa, nilai 61 – 70 sebanyak 9 siswa, nilai 71 – 80 sebanyak 10 siswa, nilai 81 – 90 sebanyak 6 siswa, dan tak seorangpun mendapat nilai 91 – 100.

Deskripsi Siklus II

Adapun hasil dari perbaikan pembelajaran siklus II dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut:

Tabel 4. Hasil Tes Formatif Perbaikan Siklus II

No

Rentang Nilai

Jumlah siswa

1

2

3

4

5

6

41 – 50

51 60

61 70

71 80

81 90

91 100

0

0

0

10

11

9

 

Jumlah

30

 

Tabel 4 di atas merupakan hasil evaluasi dari siswa kelas IA semester 1 siklus 2 siswa berjumlah 30 , siswa yang mendapat nilai 41 – 50 sebanyak 0 siswa, nilai 51 – 60 sebanyak 0 siswa, nilai 61 – 70 sebanyak 0 siswa, nilai 71 – 80 sebanyak 10 siswa, nilai 81 – 90 sebanyak 11 siswa, dan siswa yang mendapat nilai 91 – 100 sebanyak 9 siswa.

Selanjutnya untuk memperjelas peningkatan hasil evaluasi pembelajaran siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5. Peningkatan Hasil Evaluasi Perbaikan Sebelum pembelajaran, Perbaikan Siklus I, dan Siklus II

No.

Uraian

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Jumlah siswa

%

Jumlah siswa

%

Jumlah siswa

%

1.

2.

Tuntas

Belum tuntas

12

18

40

60

16

14

53

47

28

2

93

7

 

PENUTUP

Simpulan

Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penggunaan media grafis dan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IA pembelajaran tema 1 subtema 2 pembelajaran 1 SD Negeri 1 Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan prosentase ketuntasan siswa pada pra siklus adalah 40%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran siklus I dan siklus II prosentasenya meningkat lagi dari 53% dan akhirnya menjadi 93%. Untuk rata-rata hasil belajar pada pra siklus, siklus I, dan siklus II berturut-turut 67, 73, dan 86.

Saran

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat diajukan saran-saran supaya hasil belajar siswa meningkat yaitu guru hendaknya menggunakan media grafis dan model pembelajaran kooperatif untuk pembelajaran tema 1 subtema 2.

DAFTAR PUSTAKA

Good, T.L. & Brophy, J.E. Looking in classrooms,(4th edition). New York: Harper & Row, Publisher.

Haryanto. 2007. Sains untuk SD Kelas IAI. Jakarta: Erlangga.

Inggridwati, Kurnia. 2007. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Cetakan keempat. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Kemmis, S & Mc Taggart, R. 1992. The Action research planner. Victoria: Deakin University

Purwanto, Ngalim. 1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Slavin, R. E. (2nd edition). Cooperative learning, theory, research, and practice. (2nd edition. London: Allyand Bacon.

Soegeng, A. Y.2006. Dasar-dasar Penelitian. Semarang: IKIP PGRI SEMARANG http://www.pwcs.edu/curriculum/sol/stad.htm.

Suciati. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Sutarno, Nono. 2007. Materi dan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardani, I. G. A. K; Wihardit, K; & Nasoetion, N. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Winataputra, Udin. S. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wismono Jaka, Riyanto. 2004. Gembira Belajar Sains 4. Jakarta: Grasindo.