PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN MODEL PICTURE AND PICTURE PADA PEMBELAJARAN

TEMA 1 SUBTEMA 3 KELAS I SEMESTER I SD NEGERI 3 TUKO

KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Sri Jumiasih

SDN 3 Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

 

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan model Picture and Picture pada pembelajaran Tema 1 Subtema 3 Kelas 1 Semester I SD Negeri 3 Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SD Negeri 3 Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa terdiri dari 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Sesuai dengan materi pelajaran subtema 3 yaitu Aku Merawat Tubuhku, maka tes yang dilakukan adalah tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan model picture and picture pada siswa kelas 1 semester I SD Negeri 3 Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan. Hasil perolehan nilai rata-rata pada kegiatan pra siklus yaitu 61 dengan prosentase 40% siswa yang tuntas di atas KKM, naik menjadi 69 dengan prosentase 60% siswa yang tuntas pada siklus I dan 77 dengan prosentase 85% pada siklus II setelah dilakukannya tindakan. Kesimpulan berdasarkan data empirik sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritik yaitu melalui pendekatan model picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar Tema 1 Subtema 3 bagi kelas 1 semester I SD Negeri 3 Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019

Kata kunci: Hasil Belajar, Pendekatan Model Pembelajaran Picture and Picture

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran pada hakekatnya adalah sebuah proses interaksi timbal balik antara guru dan siswa dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru hendaknya dapat membuat proses pembelajaran dapat lebih efektif, menarik dan bermakna bagi siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Kegiatan penelitian ini bermula dari keresahan peneliti sesaat setelah melihat rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik integratif dengan tema Diriku dan subtema Aku Merawat Tubuhku pembelajaran 3. Hal ini terbukti dari jumlah siswa kelas I SD Negeri 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Dari 20 siswa hanya 8 siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas (Kriteria Ketuntasan Minimal). Bila diprosentase hanya 40% siswa yang mendapat nilai tuntas. Sedangkan 12 siswa lainnya mendapat nilai di bawah 70, bila diprosentase 60% siswa belum mencapai nilai tuntas. Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap tema Diriku dan subtema Aku Merawat Tubuhku pembelajaran 3.maka peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran Tematik         

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu tema tertentu yang mengaitkan dengan pokok bahasa lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan baik dalam satu bidang studi atau lebih dengan beragam pengalaman belajar sehingga pembelajaran menjadi semakin bermakna (Subroto dan Herawati, 2004: 19). Pembelajaran juga lebih berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.

Hasil Belajar

Tujuan dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru baik di rumah, sekolah atau belajar di manapun adalah agar dapat memperoleh hasil belajar yang dianggap baik yaitu yang telah memenuhi standar hasil belajar yang telah ditetapkan atau melebihinya sehingga dapat digolongkan menjadi hasil belajar yang baik.

Menurut Suprijono (2013:7) “hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.”

Dalam proses belajar mengajar, tipe hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa penting diketahui oleh guru, agar guru dapat merancang atau mendesain pengajaran secara tepat dan penuh arti. Tipe hasil belajar harus nampak dalam tujuan pengajaran (tujuan instruksional), sebab tujuan itulah yang akan dicapai oleh proses belajar mengajar (Nana Sudjana, 2011: 45).

Pengertian Model Picture and Picture

Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah model di mana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menjelaskan materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan. Menurut Hamdani (2010;89) “Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis”. Sehingga siswa yang cepat mengurutkan gambar jawaban atau soal yang benar, sebelum waktu yang ditentukan habis maka merekalah yang mendapat poin. Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan picture and picture ini menurut (Suprijono, 2009 : 125) terdapat enam langkah yaitu: 1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. 2) Memberikan materi pengantar sebelum kegiatan. 3) Guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi). 4) Guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada. 5) Guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar. 6) Dari alasan tersebut guru akan mengembangkan materi dan menanamkan konsep materi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Model Picture and Picture

Menurut Istarani (2011:8) dalam setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya, kelebihan model pembelajaran Picture and Picture: 1) Materi yang diajarkan lebih terarah. 2) Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa 3) Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa. Sedangkan Kelemahan Model Pembelajaran Picture and Picture: 1) Sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan berkulitas serta sesuai dengan materi pelajaran. 2) Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki. 3) Baik guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran. 4) Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan. Melihat kelemahan dari model pembelajaran picture and picture di atas, maka solusi model pembelajaran ini dapat dilakukan oleh guru dengan menyiapkan gambar secara tertulis namun dapat dipahami oleh siswa dengan baik.

Kerangka Berpikir

Berdasar landasan teori tersebut di atas, maka dapat diambil pokok-pokok pikiran bahwa pembelajaran akan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan disukai jika dalam pembelajaran guru memanfaatkan media gambar picture and picture sebagai model pembelajaran tema 1 subtema 3 kelas 1 semester 1.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir dapat disusun hipotesis dalam

penelitian ini adalah “Penerapan pendekatan model picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema 1 subtema 3 kelas I semester 1 SD Negeri 3 Tuko kecamatan Pulokulon kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2018/2019.”

PELAKSANAAN PENELITIAN

Jenis penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Penelitian tindakan kelas difokuskan pada masalah konkret yang terjadi di kelas dan solusi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di ruang kelas I SD Negeri 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan pada pembelajaran tema 1 subtema 3 kelas 1 semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan diikuti 20 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki – laki dan 7 siswa perempuan. Waktu penelitian pada semester 1, tahun Pelajaran 2018/2019, tepatnya pada bulan Agustus.

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas I SD N 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, dengan jumlah 20 siswa terdiri 7 perempuan dan 13 laki-laki. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah pendekatan model picture and picture pada pembelajaran tema 1 subtema 3 siswa kelas I semester 1 SD Negeri 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019.

 

 

 

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dari penelitian tindakan kelas ini adalah melalui data kuantitatif yang diperoleh dari observasi terhadap siswa dalam pembelajaran kelas berdasarkan indikator yang telah ditetapkan pada lembar observasi.

Teknik Analisis Data

Data dianalisis dengan analisa deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberi gambaran tentang basil yang dicapai oleh guru setelah tidakan dilaksanakan terhadap seluruh pusat perhatian dalam penelitian meliputi langkah-langkah kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan menyajikan tabel hasil penilaian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data per Siklus

Dalam laporan penelitian pada perbaikan pembelajaran pada siklus I tema 1 subtema 3 kelas I semester 1 SD Negeri 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan dengan pendekatan model picture and picture yakni memperoleh beberapa hasil dalam perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, adapun hasil nilai sebelum perbaikan pembelajaran disajikan pada tabel 1 berikut :

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pembelajaran

No.

Rentang Nilai

Jumlah Siswa

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

1

31 – 40

3

 

 

2

41 – 50

4

4

3

3

5160

3

3

6

4

6170

4

4

5

5

7180

6

6

4

6

8190

3

2

7

91-100

3

Jumlah

20

 20

 20

 

Tabel 2. Peningkatan Hasil Evaluasi Pra siklus perbaikan, Siklus I, dan Siklus II

No.

Uraian

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Jumlah siswa

%

Jumlah siswa

%

Jumlah siswa

%

1.

2.

Tuntas

Belum tuntas

8

12

40

60

12

8

60

40

17

3

85

15

 

 

 

Pembahasan dari Setiap Siklus

Siklus I

Sebelum dilaksanakaannya siklus I hasil belajar siswa kelas 1 SDN 3 Tuko kurang memuaskan yaitu dari 20 siswa hanya 8 siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas (Kriteria Ketuntasan Minimal). Bila diprosentase hanya 40% siswa yang mendapat nilai tuntas. Sedangkan 12 siswa lainnya mendapat nilai di bawah 70, bila diprosentase 60% siswa belum mencapai nilai tuntas. Kemudian setelah dilaksanakannya siklus I, proses pembelajaran pada siklus 1 sudah menunjukan adanya perubahan meskipun belum semua siswa yang aktif dalam kegiatan belajar. Dari hasil pada pengamatan selama kegiatan belajar berlangsung, untuk laporan hasil kerja sudah ada peningkatan lebih baik. Kemampuan bertanya jawab kepada guru masih belum optimal hasil tes formatif masih perlu ditingkatkan karena penguasaan materi oleh siswa masih belum optimal. Proses pembelajaran pada pra siklus pada siklus 1 sebenarnya masih peningkatan walaupun belum optimal. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan dengan jumlah siswa dibandingkan dengan ketuntasan belajar pada kondisi awal. Dari hasil pembelajaran siklus 1 ternyata dari sejumlah 20 siswa semua telah memperoleh ketuntasan belajar sebanyak 12 orang siswa atau 60%, sedangkan banyaknya 8 orang siswa atau 40%. Nilai tertinggi siklus 1 adalah 90 nilai terendah 50 dan nilai rata-rata 69.

Siklus II

Pada siklus II semua siswa sudah terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini terlihat ketika siswa mendapat tugas dari guru baik mendapat tugas individu maupun tugas kelompok. Siswa segera melakukan dengan penuh tanggung jawab. Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan baik dan mengemukakan pendapatnya dengan baik walaupun ada satu dua siswa yang masih memerlukan bimbingan atau umpan balik dari guru. Ketika siswa mengerjakan tes formatif, mereka segera mengerjakan dengan penuh ketekunan. Hasil pembelajaran antara siklus I dengan siklus II menunjukan adanya perubahan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada tema 1 subtema 3 pembelajaran 3 dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran picture and picture.

Hasil pembelajaran antara siklus I dengan siklus II menunjukan adanya perubahan yang signifikan. Dari hasil tindakan siklus II dapat diketahui dengan adanya dari hasil tes siswa dari sejumlah 20 siswa. Ada 17 siswa yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal atau sebanyak 85% dinyatakan tuntas dan 3 siswa yang masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal atau sebanyak 15% dinyatakan belum tuntas. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60 dan nilai rata-rata 77.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dapat disimpulkan bahwa: “Pendekatan model picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I pembelajaran tema 1 subtema 3 pembelajaran 3 SD Negeri 3 Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2018/2019. “.

Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan prosentase ketuntasan siswa pada pra siklus adalah 40 %. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran siklus I meningkat menjadi 60 % dan siklus II meningkat lagi menjadi 85%. Untuk nilai rata-rata hasil belajar pada pra siklus, siklus I, dan siklus II berturut-turut 61, 69, dan 77.

Saran

Bagi guru

Pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru dapat diukur melalui hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Supaya hasil belajar siswa meningkat diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang baik yaitu dengan pendekatan model picture and picture.

Bagi sekolah

Sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan yang berfungsi sebagai tempat pemerolehan segala informasi dan ilmu pengetahuan haruslah benar-benar memberikan dukungan baik secara fisik dan non fisik demi kelancaran, kenyamanan, serta keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Istarani. 2011. Model Pembelajaran Inovatif (Referensi Guru dalam Menentukan Model Pembelajaran). Medan: Media Persada

Subroto dan Herawati. 2004. Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sudjana, Nana, dan Ahmad Rivai. 2007. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Suprijono, A. 2009. Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.