PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGAJAR

DAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

MELALUI LESSON STUDY BAGI GURU DI SMP NEGERI 1 TAYU SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

Amin Aolawi

Kepala SMP Negeri 1 Tayu Kabupaten Pati

 

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sangat rendahnya keterampilan mengajar guru dan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang kurang sesuai. Atas dasar permasalahan inilah peneliti berusaha mencari solusi dengan melaksanakan Lesson Study. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru dan penyusunan perangkat pembelajaran melalui pelaksanaan Lesson Study di SMP Negeri 1 Tayu Kabupaten Pati. Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan selama 4 bulan, berlokasi di SMP Negeri 1 Tayu, dengan subyek penelitian guru mapel yang mengajar kelas VII-IX berjumlah 20 orang. Prosedur penelitian melalui empat alur: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, wawancara, penugasan, diskusi, kemudian hasilnya dianalisis dengan menghitung persentase nilai rata-rata keterampilan mengajar guru dan penyusunan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan baik dalam keterampilan mengajar guru maupun kemampuan menyusun perangkat pembelajaran di setiap siklus. Hal ini terlihat pada tahap pra siklus guru dikategorikan “cukup baik” mengajar dengan nilai rata-rata sebesar 72,07 dan dalam menyusun perangkat pembelajaran juga termasuk dalam kriteria “cukup baik” dengan rata-rata nilai 72,2. Tahap siklus I, guru dikategorikan “baik” mengajar dengan nilai rata-rata sebesar 82,13 dan dalam menyusun perangkat pembelajaran juga termasuk dalam kriteria “baik” dengan rata-rata nilai 82,1 . Tahap siklus II, guru dikategorikan “amat baik” mengajar, dengan nilai rata-rata sebesar 92,2 dan dalam menyusun perangkat pembelajaran juga termasuk dalam kriteria “amat baik” dengan rata-rata nilai 92,1. Disimpulkan pelaksanaan Lesson Study dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru dan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu Kabupaten Pati Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018.

Kata kunci: keterampilan mengajar, menyusun perangkat pembelajaran, lesson study

 

PENDAHULUAN

Kurikulum 2013 sudah diterapkan di setiap sekolah. Pada penggunaan kurikulum 2013 ini, SMP Negeri 1 Tayu sudah menggunakan dalam pembelajaran sejak 2013 karena sekolah ini adalah salah satu sekolah perintis di kabupaten Pati.

Walaupun menyandang predikat sekolah perintis dalam pengimplementasian kurikulum 2013, ternyata masih terdapat kekurangan pada hal-hal yang sebetulnya kecil namun pokok. Hal ini ditandai dengan indikator sebagai berikut. (1) Guru telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tetapi bukan buatan sendiri. Mereka mengcopypaste RPP dari sekolah lain yang kondisi siswanya berbeda. Walaupun tidak semua guru melakukannya. (2) Jika ada yang menyusun RPP sendiri, masih ada beberapa kelemahan pada substansi RPP tersebut, misalnya tidak terdapat materi dan rubrik penilaian yang dalam bentuk lampiran dan masih menyebutkan metode pembelajaran yang digunakan padahal hal ini sudah tidak perlu lagi. (3) Masih 40% guru mengajar dengan metode ceramah. Aktivitas belajar siswa masih rendah karena siswa hanya mendengarkan penjelasan guru diikuti kegiatan mengerjakan soal-soal. (4) Kurang dari 60% guru yang mengajar dengan media pembelajaran. Akibatnya pengetahuan siswa hanya terbatas pada kognitif tingkat ingatan dan pemahaman.

Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut, peneliti bermaksud mengadakan penelitian tentang peningkatan kinerja guru SMP Negeri 1 Tayu dengan penelitian tindakan sekolah berjudul “Peningkatan Keterampilan Mengajar Dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Melalui Lesson Study Bagi Guru di SMP Negeri 1 Tayu Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018”.

Rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini ada dua macam, yaitu sebagai berikut:

  1. Apakah Lesson Study dapat meningkatkan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu Tahun Pelajaran 2017/2018?
  2. Apakah Lesson Study dapat meningkatkan keterampilan mengajar sesuai kurikulum 2013 oleh guru SMP Negeri 1 Tayu Tahun Pelajaran 2017/2018?

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu sesuai kurikulum 2013 melalui Lesson Study dan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru SMP Negeri 1 Tayu sesuai kurikulum 2013 melalui Lesson Study.

Penelitian tindakan sekolah ini memberikan manfaat untuk perbaikan dan peningkatan proses hasil belajar terutama bagi perorangan atau institusi di sebagai berikut. Dengan menggunakan keterampilan guru dalam penerapan pembelajaran yang sesuai tuntutan kurikulum 2013, siswa akan tergugah semangat belajarnya sehingga menambah akan keberanian untuk berkelompok, berpikir, bertanya, menjawab, melakukan sesuatu tindakan yang berpola terstruktur, menemukan dan mengembangkan ide-ide baru, sehingga aktivitas dan antusias belajar siswa lebih meningkat. Bagi guru, kemampuan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan RPP akan memberi kemudahan dalam melaksanakan tugas mengajarnya, karena yang lebih aktif adalah siswa, dan guru hanya mengarahkan saja. Bagi Sekolah, hasil dari proses belajar mengajar yang baik diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

KAJIAN PUSTAKA

Lesson Study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Apabila dicermati definisi Lesson Study maka ditemukan tujuh kata kunci yaitu pembinaan profesi, pengkajian pembelajaran, kolaboratif, berkelanjutan, kolegalitas, mutual learning, dan komunitas belajar. Lesson Study bertujuan untuk melakukan pembinaan profesi pendidik secara berkelanjutan agar terjadi peningkatan profesionalitas pendidik terus menerus.

Hal penting yang perlu diketahui, bahwa melalui Lesson Study guru dapat mendokumentasikan kemajuan kinerjanya, memperoleh fead back dari teman sejawatnya, mempublikasikan dan menyebarluaskan hasil akhir dari Lesson Study yang telah dilakukannya. Adapun tujuan dari Lesson Study adalah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana peserta didik belajar dan guru mengajar, memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran, meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inquiry kolaboratif dan membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya (Rusman, 2010: 385). Dalam pelaksanaan Lesson Study ada beberapa tahap, yaitu: perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see).

Menurut Hendrayana (2007: 10), tahap-tahap tersebut melaksanakan adalah Plan (Perencanaan) dimulai dengan melakukan identifikasi masalah pembelajaran yang meliputi materi ajar, strategi pembelajaran, dan siapa yang akan berperan sebagai guru model; Tahap Do (pelaksanaan), yaitu: (a) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru model untuk mempraktekkan perencanaan pembelajaran yang telah disusun bersama, dan (b) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai observer/pengamat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap pelaksanaan Lesson Study, di antaranya:

  1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun dengan benar.
  2. Peserta didik diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam keadaan yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure sebagai akibat adanya program Lesson Study.
  3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran.
  4. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi yang terjadi di dalam kelas, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan dan telah disusun bersama-sama sebelumnya.
  5. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi guru.
  6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau alat lain untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut, dengan catatan kegiatan ini tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
  7. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar peserta didik selama pembelajaran berlangsung (Rusman, 2010: 396).

Tahap see (refleksi) merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya bergantung dari analisis para peserta Lesson Study terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dengan cara diskusi seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh seorang fasilitator.

 

 

 

METODOLOGI PENELITIAN                             

Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tayu yang beralamat di Jln. Diponegoro No. 33 Tayu, Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Sekolah ini mempunyai 3 tingkatan kelas dengan jumlah total ada 27 rombongan belajar.

Penelitian ini dilaksanakan selama tiga (4) bulan yaitu pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2017. Peneliti memilih bulan-bulan awal tahun pelajaran karena pada waktu itu kegiatan pembelajaran belum tanggal-tanggal penting dalam siklus tahun pelajaran. Subjek penelitian adalah guru mapel Bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Matematika, yang mengajar kelas VII – IX berjumlah 20 orang guru (tercatat pada Lampiran). Adapun subyek ini dipilih dari studi kondisi awal berdasarkan rekomendasi pengawas pembina sekolah dan catatan hasil supervisi pada tahun ajaran 2017/2018.

Data dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber yaitu pengawas pembina sekolah, kepala sekolah selaku penulis atau peneliti dan guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk membantu mengadakan penilaian.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi terhadap kegiatan dan penilaian terhadap produk berupa RPP dan keterampilan mengajar. Teknik pengamatan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauhmana proses pelaksanaan tindakan dengan Lesson Study dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP.

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa lembar observasi penilaian dokumen RPP. Lembar pengamatan digunakan untuk mencatat hal-hal yang terjadi pada saat dilakukan pengamatan terhadap proses tindakan yang dilakukan. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan sekolah (School Action Research), yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerjasama antara kepala sekolah selaku peneliti dan guru selaku subyek penelitian. Penelitian tindakan sekolah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru agar menjadi lebih baik dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.

Daryanto (2011: 229) mengatakan bahwa penelitian tindakan sekolah terdiri rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus adalah (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Data kondisi awal penelitian diperoleh dari studi dokumentasi terhadap catatan hasil supervisi kepala sekolah pada semester sebelumnya, yaitu semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran pada kondisi awal guru SMP Negeri 1 Tayu sebesar 70. Dari 55 guru yang ada, 45 guru berstatus pegawai negeri sipil dan 10 orang guru tidak tetap.

Keterampilan melaksanakan pembelajaran guru-guru pada kondisi awal guru SMP Negeri 1 Tayu sebesar 72,07 dengan kategori cukup baik. Sebagian besar guru menunjukkan hasil yang baik, akan tetapi masih terdapat beberapa guru yang belum menunjukkan kemampuan dasar mengajar yang baik. Dari pengamatan peneliti, terdapat 20 guru yang memiliki performa mengajar yang masih belum baik.

Deskripsi Siklus I

Rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu siklus I sebesar 82.1% dengan kategori baik.

Rata-rata keterampilan melaksanakan pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu pada siklus I sebesar 82.13 dengan sebutan baik.

Dari hasil diskusi, dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Secara umum ada peningkatan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran khususnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari kondisi awal ke siklus I.
  2. Ada peningkatan keterampilan melaksanakan pembelajaran dari kondisi awal ke siklus I.
  3. Rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran siklus I sebesar 82.1% dengan sebutan baik.
  4. Rata-rata keterampilan melaksanakan pembelajaran siklus I sebesar 82.13 dengan sebutan baik.

Deskripsi Siklus II

Rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu pada siklus II sebesar 92,1% dengan kategori sangat baik.

Rata-rata keterampilan melaksanakan pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu pada siklus II sebesar 92,20 dengan kategori amat baik.

Dari hasil diskusi, dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Ada peningkatan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran khususnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari kondisi awal ke siklus I, dan siklus II.
  2. Ada peningkatan keterampilan melaksanakan pembelajaran dari kondisi awal ke siklus I, dan siklus II.
  3. Rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran siklus II sebesar 92,1% dengan sebutan amat baik.
  4. Rata-rata keterampilan melaksanakan pembelajaran siklus II sebesar 92,20 dengan sebutan amat baik.

Data keterampilan menyusun perangkat pembelajaran mulai dari kondisi awal disajikan pada tabel berikut.

Tabel Data Keterampilan Menyusun Perangkat Pembelajaran Semua Siklus

No Aspek yang Diobservasi Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Merumuskan Silabus dan RPP dengan indikator 90 86 93
2 Memperbaiki Silabus dan RPP 71 88 99
3 Merumuskan indikator pembelajaran 73 82 93
4 Merumuskan materi 63 85 91
5 Merumuskan metode 86 84 94
6 Menentukan peraga 60 77 90
7 Menentukan sumber belajar 66 81 91
8 Merumuskan evaluasi 82 81 91
9 Kesesuaian dengan KTSP 66 78 90
10 Relevan dengan kehidupan 65 79 89
Jumlah 722 821 921
Rata-Rata 72.2 82.1 92.1
Kategori Cukup Baik Baik Amat baik

 

Sesuai dengan tabel tersebut disimpulkan bahwa rata-rata keterampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu Tahun Pelajaran 2017/2018 pada kondisi awal sebesar 72,2 dengan kategori cukup baik, siklus I sebesar 82,1 dengan kategori baik, dan siklus II sebesar 92,1 dengan kategori amat baik.

Tabel Data Keterampilan Melaksanakan Pembelajaran Semua Siklus

No Aspek yang Diobservasi Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Menggunakan RPP 73 88 100
2 Menggunakan sumber belajar yang variatif 63 83 90
3 Melakukan kegiatan pendahuluan 73 89 91
4 Penyampaikan konsep materi sesuai RPP 68 81 92
5 Menggunakan konsep dengan bahasa yang jelas dan sistematis 77 85 92
6 Menggunakan alat peraga 76 85 91
7 Mendayagunakan teknologi informasi 68 83 96
8 Melakukan penilaian proses 66 70 94
9 Membangun suasana kelas yang menyenangkan 83 90 95
10 Melaksanakan tes akhir kegiatan pembelajaran 87 89 90
11 Memenuhi target ketuntasan 69 82 91
12 Mendisain remedial dan pengayaan 63 73 95
13 Memiliki data penilaian hasil belajar peserta didik 70 76 88
14 Memiliki catatan kehadiran peserta didik 76 82 96
15 Mendokumenkan bukti keberhasilan belajar peserta didik 69 76 82
  Jumlah 1081 1232 1383
  Rata-rata 72.07 82.13 92.20
  Kategori Cukup baik Baik Amat Baik

 

Sesuai dengan tabel tersebut disimpulkan bahwa rata-rata keterampilan melaksanakan pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu, pada kondisi awal sebesar 72,07 dengan kategori cukup baik, siklus I sebesar 82,13 dengan kategori baik, dan siklus II sebesar 92,20 dengan kategori amat baik.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan keseluruhan tahapan siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pelaksanaan Lesson Study mampu meningkatkan ketrampilan menyusun perangkat pembelajaran guru SMP Negeri 1 Tayu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata nilai penyusunan perangkat pembelajaran pada kondisi awal sebesar 72,2 dengan kategori cukup baik. Pada siklus I meningkat menjadi 82,1 dengan kategori baik. Dan pada siklus II meningkat menjadi 92,1 dengan kategori amat baik.
  2. Pelaksanaan Lesson Study dapat meningkatkan ketrampilan dasar mengajar guru SMP Negeri 1 Tayu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata nilai ketrampilan dasar mengajar pada kondisi awal sebesar 72,07 dengan kategori cukup baik. Pada siklus I meningkat menjadi 82,13 dengan kategori baik. Dan pada siklus II meningkat menjadi 92,20 dengan kategori amat baik.

Saran

Adapun saran dari penelitian ini adalah:

  1. Lesson Study sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kemampuan mengajar guru semakin meningkat, karena dengan adanya peningkatan kemampuan mengajar guru maka aktivitas dan hasil belajar siswa akan meningkat. Namun perlu diperhatikan akan batas kejenuhan siswa pada pembelajaran sehingga diperlukan inovasi-inovasi yang lebih menarik.
  2. Dalam mengimplementasikan Lesson Study, sebaiknya fokus utama pengamatan adalah siswa, sehingga peningkatan kemampuan mengajar guru merupakan hasil pemikiran terhadap masalah yang dihadapi para siswa, dengan demikian kesulitan belajar siswa akan berkurang dan hasil belajar bias maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Baharudin dan Esa Nur Wahyuni. 2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.

Hendayana, Sumar, dkk. 2007. Lesson Study Suatu Strategi Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik. Bandung: FPMIPA UPI dan JICA.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. 2009. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.

_______. 2013. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

——-. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Skripsi/Jurnal

Siti Riyati. 2007. “Sistem Pembinaan Profesional Guru Pendidikan IPA Melalui Lesson Study”. Skripsi: Tidak Diterbitkan. Bandung: Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Sukirman, Sumar Hendayana, Muchtar A. Karim. 2006. Studi Peran IMSTEP dalam Penguatan Program Pendidikan Guru MIPA di Indonesia. Educationist, 1(1): 27-37.

Tedjawati. 2011.” Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Lesson Study: Kasus Di Kabupaten Bantul”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 4, Juli 2011. Jakarta: PPK Balitbang Kemdiknas.

Tuti Aliah. 2014. “Lesson Study Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru PAI di SMP Negeri 1 Kramatwatu Serang-Banten”. Skripsi: Tidak Diterbitkan. Jakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Syarif Hidayatullah.