PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBUATAN ROK LIPIT

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING

BAGI SISWA KELAS X C TATA BUSANA SMK NEGERI 4 SUKOHARJO PADA SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Supatmi

SMK Negeri 4 Sukoharjo

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran dan peningkatan kompetensi siswa dalam pembuatan rok lipit melalui metode Project Based Learning bagi siswa Tata Busana Kelas X C SMK Negeri 4 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action Research) yang dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.Penelitian ini terdiri atas kajian teoritis yaitu kajian literatur dari suatu studi eksperimen yang berupaya menerapkan metode pembelajaran Project Based Learning. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini difokuskan pada penerapan metode project based learning mampu meningkatkan kompetensi pembuatan rok lipit bagi siswa kelas X C Tata Busana semester 2 SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019. Prosedur pada Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan bentuk kolaborasi. Seorang guru menjadi pihak kolaborator yang melaksanakan observasi di kelas. Peneliti melaksanakan pembelajaran yang dirancang oleh peneliti sendiri dan bertanggung jawab penuh atas Penelitian Tindakan Kelas ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan pembelajaran dengan metode project based learning rata-rata kelas memperoleh nilai 68, padahal yang sudah ditetapkan adalah 70; (2) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan motode project based learning refleksi pada siklus I, terjadi peningkatan kompetensi, yaitu terdapat 15 siswa yang melampaui kkm. Sehingga rata2 kls menjadi 72. Kondisi setelah tindakan ke 2 ada peningkatan 28 siswa dapat melampaui kkm. Sehingga rata-rata kelas sebesar 77. Dengan demikian dapat kami simpulkan bahwa dengan pembelajaran metode project based learning mampu meningkatkan kompetensi dalam materi pembuatan rok lipit bagi siswa kelas X C Tata Busana SMK Negeri 4 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.

Kata kunci: lipit; project based learning; rok

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing dan memiliki kompetensi untuk memenuhi tenaga kerja yang terampil. Undang-undang No. 20 Th 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 15 menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswa terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.SMK N 4 Sukoharjo merupakan satu satunya SMK Negeri di Kabupaten Sukoharjo yang memiliki Jurusan Tata Busana. SMK N 4 Sukoharjo mempunyai visi “Mewujudkan lulusan yang kompetitif, kompetensi, berkarakter, dan berbudi luhur. Dengan demikian dalam kegiatan pembelajaran akan selalu berpedoman dan berjuang mewujudkan visi yang sudah menjadi tujuan utama dari sekolah kami.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, masih ada siswa yang kurang aktif, motivasi rendah, dan belum menunjukkan sikap kreatif. Selain itu, guru belum maksimal dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, misalnya dalam pemilihan metode dan pendekatan maupun media yang dipilih agar sesuai dengan materi yang di ajarkan saat itu. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diperlukan penelitian tentang pembelajaran teknologi menjahit menggunakan metode pembelajaran yang tepat sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kompetensi siswa.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas, dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah pembelajaran dan peningkatan kompetensi pembuatan rok lipit dengan metode Project Based learning siswa kelas X C Tata Busana semester II SMK Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019?

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS

KAJIAN TEORI

Pengertian Kompetensi Belajar

Kata kompetensi biasa diartikan sebagai kecakapan yang memadai untuk melakukan tugas/memiliki ketrampilan dan kecakapan yang disyaratkan. Menurut ahli kompetensi merupakan seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas – tugasnya dibidang tertentu. Menurut Martinis Yamin (2007: 1) kompetensi belajar adalah kemampuan yang dapat dilakukan siswa yang mencakup tiga aspek yaitu: pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Metode Cooperatif Learning

Apa Model Project Based Learning (PjBL) Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.    Menurut Afriana (2015), pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.

Rok Lipit

Rok adalah sejenis pakaian dengan bentuk pipa atau kerucut yang cara pemakaiannya dimulai dari pinggul dan menutupi sebagian atau seluruh bagian kaki. Berbeda dengan celana, bagian dari rok tidak dibagi menjadi bagian kaki kiri dan bagian kaki kanan tetapi langsung menjadi satu bagian yang menutupi sebagian atau seluruh bagian kaki. Biasanya pakaian ini dipakai oleh wanita, meskipun di beberapa budaya ada juga yang digunakan oleh kaum pria seperti di Skotlandia. (Wikipedia, ensiklopedia bebas).Rok lipit dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: Lipit Hidup/Tidak Permanen.Lipit hidup adalah lipit yang berfungsi menambah kelonggaran badan dan untuk hiasan. Lipit ini bersifat lebih fleksibel karena yang dijahit hanya satu sisi saja dan yang salah satu sisi lainnya dibiarkan lepas.

Rok lipit hidup dapat dikelompokkan menjadi 6, yaitu: (1) Lipit Pipih; (2) Lipit hadap; (3) Lipit sungkup; (4) Lipit plisket; (5) Lipit kipas; dan Lipit godet.

PENELITIAN YANG RELEVAN

Penelitian yang relevan dengan penelitian yang telah dilakukan ini adalah penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti terdahulu dan analog dengan penelitian terdahulu.

KERANGKA PIKIR (RANCANGAN PEMECAHAN MASALAH)

Berdasarkan teori diatas bahwa permasalahan yang akan penyusun bahas adalah tentang PTK (Penelitian Tindakan Kelas) kompetensi belajar membuat desain busana pesta kelas XI Tata busana dengan pendekatan konstektual. Menurut data dari pengalaman mengajar dikelas sebelumnya bahwa kompetensi belajar sebagian siswa masih kurang dalam pada kompetensi membuat desain busana pesta. Siswa belum mencapai nilai sesuai KKM yang ditetapkan.

HIPOTESIS TINDAKAN

Berdasarkan uraian kerangka berfikir di atas, maka dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut yaitu: Dengan diterapkannya metode Project Based learning diduga maka kompetensi membuat rok lipit pada siswa kelas X C Tata busana di SMKN 4 Sukoharjo dapat tercapai.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di SMK Negeri 4 Sukoharjo beralamat di Jalan Raya Baki Nomer 5, Kelurahan Jetis, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Di sekolah ini penelitian dilakukan pada Kelas X A Tata Busana. Penelitian dilaksanakan pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Tahap persiapan sampai dengan pelaporan hasil penelitian dilakukan selama enam bulan, yakni bulan Januuuari sampai dengan Juni 2019. Kegiatan perencanaan (penyusunan proposal) dilaksanakan pada bulan Januari 2019, pelaksanaan tindakan pembelajaran pada bulan Februari sampai April 2019, penyusunan laporan hasil penelitian pada bulan Mei 2019, seminar hasil penelitian pada bulan September 2020.

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X C Tata Busana semester 2 SMK Negeri 4 Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 34 orang siswa. Pemilihan subjek dilandasi adanya alasan bahwa siswa kelas X C Tata Busana memiliki nilai hasil belajar lebih rendah dibandingkan kelas X Tata Busana A dan

Bentuk dan Strategi Penelitian

Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas, yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerja sama antara peneliti, guru, siswa, dan staf sekolah lainnya untuk menciptakan suatu kinerja sekolah yang lebih baik. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi di dalam Kelas.

Data dan Sumber Data

Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan Kelas ini antara lain: Tempat dan peristiwa yang menjadi sumber data dalam penelitian yaitu kegiatan pembelajaran dasar pola materi membuat pola busana yang berlangsung di dalam kelas dengan penerapan metode Project Based Learning.. Informan dalam penelitian ini adalah guru Dasar Pola dan siswa Kelas X C Tata Busana Seemester ganjil SMK Negeri 4 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2018/2019.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan analisis data. Adapun penjelasan dari masing-masing teknik adalah sebagai berikut. Observasi,Wawancara,Tes, Analisis data.

Uji Validitas Data

Triangulasi sumber data, misalnya data tentang kesulitan-kesulitan guru dalam mengajarkan materi membuat pola busana wanita di kelas dan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran dasar pola materi membuat pola wanita. Sedangkan triangulasi metode yaitu data tentang peningkatan hasil belajar siswa, selain diperoleh melalui observasi langsung (pengamatan) terhadap sikapnya selama pembelajaran juga diperoleh dari hasil wawancara, dan analisis dokumen yang berupa pekerjaan siswa atau hasil tes belajar siswa.

Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kritis dan teknik analisis deskriptif komparatif. Analisis kritis berkaitan dengan data yang bersifat kualitatif. Data dalam analisis kritis berupa hasil observasi dan wawancara. Teknik ini mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan dan kelebihan kinerja siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

Indikator

Untuk mengukur keberhasilan tindakan, penelitian merumuskan indikator-indikator ketercapaian hasil belajar. Berdasarkan prosedur yang dilakukan selama pembelajaran dasar pola materi membuat pola busana wanita menggunakan metode Project Based Learning pada siswa Kelas X C Tata Busana Semester 2 SMK Negeri 4 Sukoharjo, indikator keberhasilan tindakan penelitian

Prosedur Penelitian

Prosedur PTK ini mengikuti prinsip-prinsip PTK, yaitu terdiri dari beberapa tahap diantaranya; tahap planning (rencana tindakan), implementing (tindakan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi) yang kemudian diikuti dengan perencanaan ulang pada siklus kedua, dan seterusnya.

Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dan dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Siklus pertama dan siklus kedua masing-masing dilaksanakan selama dua minggu.

 

 

 

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kondisi Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK N 4 Sukoharjo yang berlokasi di Jln Raya Baki Nomer 5 Baki Sukoharjo. SMK Negeri 4 Sukoharjo mempunyai 4 program keahlian, yaitu Desain Pemodelan dan Ilmu Bangunan, TPBO, TP, dan Tata Busana. SMK Negeri 4 Sukoharjo siap mencetak tenaga terampil dan berkualitas. Untuk jurusan tata busana jumlah siswa kelas I sebanyak 105 siswa, kelas II sebanyak 71 siswa, kelas III sebanyak 72 siswa.

Berdasarkan silabus di SMK Negeri 4 Sukoharjo pada kelas X pada standar kompetensi teknologi menjahit dilaksanakan dengan durasi waktu 144 jam x 45 menit. Materi pelajaran macam-macam metode pembuatan pola dasar pada kompetensi dasar teknologi menjahit diberikan pada semester 1 dan 2 dengan durasi waktu 5 kali tatap muka dengan alokasi waktu @ 4 x 45 menit. Adapun fasilitas pendukung dalam proses pembelajaran menjahit di dalam kelas meliputi: mesin jahit 50 buah, mesin obras 10 buah, meja pressing 5 buah, boneka jahit 40 buah, setrika listrik 10 buah dan cermin pasen 1 buah.

Siklus I

Pada siklus I ini dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan (4 x 45 menit). Tindakan Siklus I ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 16 Februari 2019, di Kelas X C Tata Busana SMK Negeri 4 Sukaharjo. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal yakni pertanyaan dari guru kepada kelas mengenai materi rok. Lalu dilanjutkan dengan pemberitahuan mengenai materi apa yang akan dipelajari hari ini, serta mengingatkan kembali bahwa pada pembelajaran hari ini akan mempelajari tentang rok lipit menggunakan metode pembelajaran project Based Learning dengan praktik langsung.

Tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus pertama adalah sebagai berikut:

Perencanaan (planning)

Tindakan (acting)

Pengamatan (observing)

Berdasarkan data dari 34 siswa yang mengikuti materi pembelajaran membuat pola dasar sistem praktis dengan menggunakan media flipchart berbantuan jobsheet bahwa siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal dengan kategori baik sebesar 5,9%. Sebagian besar siswa yaitu sebanyak 27 siswa atau 79,4% berada dalam kategori cukup, dan hanya 5 siswa saja atau 14,7% yang berada dalam kategori kurang.

Refleksi (reflecting)

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada siklus I terlihat bahwa proses belajar mengajar dengan menggunakan metode project Based Learning dengan praktik langsung dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam membuat pola dasar sistem praktis.

Siklus II

Tindakan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2019, adapun tahapan-tahapan dalam siklus II ini dapat dilihat seperti di bawah ini.Untuk meningkatkan kompotensi belajar maka pada pelaksanaan siklus II peneliti yang berkolaborator dengan guru membuat perencanaan yaitu melakukan perbaikan pada metode project Based Learning dengan praktik langsung, karena guru mengalami kesulitan pada penggunaan media yang disebabkan pemakaian media masih digantung dipapan tulis sehingga menyulitkan guru untuk membalik lembar berikutnya dan tidak adanya keterangan langkah-langkah pada tiap gambar rok lipit. Pada siklus II media dibuat lebih efektif dan efisien dalam penyajian dan penggunaannya, dengan cara menjelaskan langkah per langkah yang didemonstrasikan oleh guru.

Perencanaan (planning)

Tindakan (acting)

Pengamatan (observing)

Pada tahap ini pengamatan dilakukan untuk mengetahui peningkatan kompetensi pembuatan pola siswa. Pada siklus II ini kompetensi siswa meningkat 28,3% dari nilai rata-rata siklus pertama 72,3% menjadi 82,0% pada siklus II.rincian peningkatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Refleksi (reflecting)

Dari hasil refleksi di atas, peneliti dan guru menyimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode project Based Learning dengan praktik langsung pada materi pembuatan rok lipit dapat meningkatkan kompetensi siswa, sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dalam penyelesaian pembuatan rok lipit terlihat perubahan yang lebih baik terutama pada ketepatan pembuatan rok lipit yaitu membuat garis garis lipit. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya karena sudah memenuhi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan penelitian ini telah dianggap berhasil.

Pembahasan Hasil Penelitian

Proses Pelaksanaan Penggunaan metode project Based Learning dengan praktik langsung pada siswa kelas X C Tata Busana SMK Negeri 4 Sukoharjo

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam membuat rok lipit yang sebelumnya masih rendah. Berdasarkan hasil data tersebut peneliti yang berkolaborasi dengan guru mata pelajaran Teknologi Menjahit di SMK Negeri 4 Sukoharjo merencanakan tindakan dengan menggunakan metode project Based Learning bagi siswa kelas X C Tata Busana di SMK Negeri 4 Sukoharjo.

Siklus I

Perencanaan; Dalam tahap menyusun rancangan ini, peneliti mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan menyiapkan instrumen berupa lembar observasi Tindakan; Pelaksanaan tindakan kelas siklus pertama dilaksanakan selama 4 jam pelajaran dalam satu kali pertemuan atau 225 menit. Observasi; untuk mengetahui hasil pembuatan rok lipit siswa dengan menggunakan metode project Based Learning dengan praktik langsung sebagai acuan. Nilai rata-rata kompetensi siswa meningkat 14% dari nilai rata-rata pra siklus yang sebelumnya hanya sebesar 63,7 menjadi 72,3. Refleksi; sudah memberikan peningkatan kompetensi siswa, namun hasil yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan.

Siklus II

Perencanaan;Dalam tahap perencanaan siklus kedua adalah merancang tindakan yang akan dilakukan yang diperbaiki. Tindakan; dilaksanakan selama 8 jam pelajaran dalam dua kali pertemuan atau 360 menit. Observasi; dengan praktik langsung sebagai acuan. Refleksi; praktik langsung sebagai media pembelajaran dalam membuat rok lipit dapat meningkatkan kompetensi siswa dan mayoritas siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal dengan kategori baik.

SIMPULAN

Simpulan

Siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata siswa sebelum tindakan adalah 60,5 setelah tindakan melalui metode Project Based Learning pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 14,0% dengan nilai rata-rata kelas 72,5. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 28,3% dengan nilai rata-rata kelas 80. Pencapaian pada pelaksanaan pembelajaran dalam membuat rok lipit pada kelas X C menggunakan metode Project Based Learning pada siklus I dan siklus II sebesar 100%, menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan penggunaan metode Project Based Learning terlaksana dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mujiono. (2006). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT.rineka Cipta

Dewi Padmo, dkk. (2004). Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Pusat Pengembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan.

Djemari Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes Nontes. Yogyakarta. Mitra Cendikia.

Djati pratiwi. (2001). Puspa Ragam Busana: Pola Dasar & Pecah Pola Busana.Yogyakarta. Kanisius.

Riti Suwita. (2010). Peningkatan Pencapaian Kompetensi Siswa Dalam Belajar Kontruksi Pola Dasar Sistem So En Dengan Menggunakan Media Flipchart Di SMK Negeri 4 Yogyakarta.

Erni Setianingsih. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Flipchart untuk Pencapaian Kompetensi Pembuatan Pola Kemeja Di SMK Negeri 3 Klaten.

https://fitinline.com/article/read/11-macam-lipit-pada-busana-lengkap-dengan-gambar-dan-cara-membuatnya/