PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KINERJA

DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MELALUI SUPERVISI KLINIS BAGI GURU KELAS SDN 1 BOTORECO

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Bambang Kuswanto

SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran melalui supervisi klinis di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran semester I tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan diawali bulan Juli 2013 sampai dengan bulan November 2013. Tempat penelitian SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Subjek penelitian adalah guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran yang terdiri terdiri 6 orang guru kelas yaitu: guru kelas 1, guru kelas 2, guru kelas 3, guru kelas 4, guru kelas 5, dan guru kelas 6. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Tindakan yang dilakukan sebanyak dua kali dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi hasil pengamatan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi daftar penilaian supervisi pembelajaran, lembar observasi/pengamatan. Alat pengumpul data berupa hasil supervisi guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan siklus I, dan siklus II dilanjutkan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Semester I tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini terlihat dari hasil penelitian dan pembahasan kondisi awal sampai dengan siklus II. Dari hasil penilaian, kreativitas guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran dilihat dari persentase ketuntasan pada kondisi awal 33,33%, Siklus I ketuntasan meningkat menjadi 83,33% dan Siklus II kembali terjadi peningkatan menjadi 100%. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, nilai rata-rata kinerja guru dalam pembelajaran adalah 73,83. Pada Siklus I meningkat menjadi 77,50 dan Siklus II kembali meningkat menjadi 88,33.

Kata Kunci: kreativitas pembelajaran, kinerja pembelajaran, supervisi klinis

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Guru memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar, karena guru di dalam kelas sebagai pengajar, dan juga berperan ganda sebagai pendidik. Oleh karena itu guru punya kewajiban agar mutu di sekolahan meningkat. Mutu pendidikan ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Namun dalam kenyataannya masih ada guru kelas yang kreativitas dan kinerja belum optimal dalam melaksanakan pembelajaran.

Dari hasil supervisi pelaksanaan pembelajaran guru kelas yang dilaksanakan, dari 6 orang guru yang mendapat nilai sesuai indikator kinerja 75,00 ada 2 orang (33,33%) yang mendapat nilai di atas indikator kinerja dan di bawah indikator kinerja ada 4 (66,67%) orang, dengan nilai rata-rata 73,83. Rendahnya kreativitas dan kinerja guru dalam melaksanaan pembelajaran, karena dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai guru belum maksimal.

Guru dalam melaksanakan tugas secara konvensional. Hal ini disebabkan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran belum maksimal, dan kurangnya kreativitas guru dalam bekerja. Karena itu, supervisi klinis perlu ditingkatkan dan kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran juga perlu ditingkatkan, agar kinerja guru lebih meningkat. Kinerja guru kalau dilihat dari proses mengajar, semua guru dikatakan baik. Namun masalahnya adalah masih ada guru yang memiliki kinerja yang belum maksimal, dikarenakan dalam melaksanakan pembelajaran belum ada persiapan.

Berdasarkan masalah di atas perlu adanya cara pemecahan masalah yaitu perlu diadakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian diadakan dengan 2 siklus. Setiap siklus dilakukan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, refleksi hasil pengamatan. Tindakan siklus pertama melalui penerapan supervisi klinis secara kelompok dan siklus kedua melalui penerapan supervisi klinis secara individu. Tindakan siklus pertama dan kedua digunakan untuk memperbaiki kreativitas dan kinerja guru dalam melaksanaan pembelajaran bagi guru kelas di sdn 1 Botoreco semester I tahun pelajaran 2013/2014.

Berdasarkan uraian di atas peneliti mengadakan penelitian tindakan sekolah dengan judul: “Peningkatan Kreativitas Dan Kinerja Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Supervisi Klinis Bagi Guru Kelas SDN 1 Botoreco Tahun Pelajaran 2013/2014”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah dapat diungkapkan sebagai berikut:

1. Apakah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran semester I tahun pelajaran 2013/2014?

2. Apakah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran semester I tahun pelajaran 2013/2014?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan khusus dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran semester I tahun pelajaran 2013/2014.

2. Untuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran semester I tahun pelajaran 2013/2014.

Manfaat Penelitian

1. Manfaat bagi Guru, penelitian ini dapat meningkatkan kreativitas dan memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah secara lebih profesional, meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar maupun penilaian dan tindak lanjutnya.

2. Manfaat bagi siswa, dengan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dari guru, siswa akan termotivasi untuk belajar dengan aktif dan kreatif sehingga hasil belajar siswa akan meningkatkan, dan siswa dapat belajar dengan situasi yang menyenangkan.

3. Manfaat bagi Kepala Sekolah, dapat meningkatkan kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran di sekolahnya melalui supervisi klinis.

4. Manfaat bagi Sekolah, penelitian ini dapat memberikan masukan dalam mengembangkan teori-teori baru dalam meningkatkan kreativitas dan kinerja guru melaksanakan pembelajaran.

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Pustaka

Pengertian Supervisi

Menurut Hartoyo (2006: 47), memberikan pengertian bahwa Supervisi adalah kegiatan yang dilakukan seorang supervisor untuk membantu orang lain yang disupervisi agar dapat menemukan solusi atas permasalahan atau kendala yang dijumpai untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja mereka.

Sedangkan Mantja (2007:17), mengatakan bahwa supervisi diartikan sebagai kegiatan supervisor (jabatan resmi) yang dilakukan untuk pebaikan proses belajar mengajar (PBM). Pada dasarnya supervisi merupakan layanan atasan/kepala sekolah pada bawahan/ para guru dan petugas sekolah agar mereka dapat bekerja secara baik.

Supervisi adalah suatu proses membantu guru memperkecil ketidak sesuaian (kesenjangan) antara tingkah laku pengajar yang nyata dengan tingkah laku mengajar yang ideal (Arikunto, 2008:373). Supervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personil sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan (Purwanto, 2009:76).

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa supervisi merupakan proses pelayanan untuk membantu atau membina guru-guru, untuk perbaikan atau meningkatkan kemampuan kinerja guru, kemudian untuk memperbaiki perilaku mengajar sehingga tercipta situasi pembelajaran yang lebih baik.

Penerapan Supervisi Klinis

Supervisi klinis ini, merupakan bantuan profesionalisme yang diberikan secara sistematik kepada guru berdasarkan kebutuhan guru tersebut, dengan tujuan membina guru serta meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Supervisi klinis dilakukan atas kerjasama, partisipasi, dan kolaborasi adalah pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran.

Menurut Sahertian (2000:37), menjelaskan bahwa supervisi klinis adalah proses pembimbingan dalam pendidikan yang bertujuan membantu mengembangkan kemampuan profesional guru dalam pengenalan mengajar melalui observasi dan analisis data secara objektif, teliti sebagai dasar untuk usaha mengubah perilaku guru dalam mengajar.

Sedangkan Sahertian (2000:52), menyebutkan teknik-teknik supervisi pendidikan secara garis besar menjadi dua bagian yaitu teknik yang bersifat kelompok dan individual. Senada pendapat di atas Mulyasa (2003:111-112), menjelaskan bahwa Supervisi klinis merupakan kepekaan dan pengendalian yang dilakukan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan khususnya guru yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran yang efektif. Adapun orang yang disupervisi bisa guru, guru mata pelajaran, guru pembimbing, tenaga klinis yang lain, tenaga administrasi, dan siswa (Aqip, 2009:41).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis adalah bantuan kepala sekolah yang diberikan kepada guru yang mengalami masalah dalam pembelajaran, agar guru yang bersangkutan dapat mengatasi masalahnya dengan menempuh langkah-langkah yang sistematis dimulai dari tahap perencanaan, tahap pengamatan perilaku guru mengajar, serta tahap analisis perilaku dan tindak lanjut.

Pengertian Kreativitas

Guru dalam melaksanakan pembelajaran perlu adanya kreativitas. Pendapat Rogers (dalam Munandar, 2002:15), menjelaskan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. Kreatif merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas rencana pembelajaran.

Sedangkan Uqshari (2005:13), mendifinisikan kreativitas adalah upaya melakukan aktivitas yang baru dan mengagumkan. Guru dalam melaksanakan pembelajaran membutuhkan suatu kreativitas, karena kreativitas merupakan suatu kompetensi yang sangat berarti dalam proses melaksanakan pembelajaran.

Dari beberapa uraian definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreativitas Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran

Guru dalam melaksanakan pembelajaran sangat dipengaruhi adanya kreativitas. Kreativitas seorang guru akan mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Agar pembelajaran menyenangkan, maka sebagai guru harus berusaha kreatif.

Pembelajaran memiliki pengertian suatu usaha sadar dari guru atau pendidik untuk membantu siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan. Guru dalam kegiatan belajar mengajar harus dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang baik yaitu banyak memberikan kesempatan siswanya berpikir. Menurut Witherington (dalam Sukmadinata, 2004:155), pembelajaran adalah suatu kegiatan dimana siswa belajar dan guru mengajar. Pembelajaran akan terlaksana dengan efektif, apabila guru dapat berkomunikasi secara efektif, dapat merencanakan isi pengajaran, mampu menggunakan metode pengajaran yang bervariasi, penampilan yang menarik, dapat memotivasi minat siswa, mampu menciptakan seni bertanya yang efektif dan mampu mengadakan evaluasi.

Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang sesuai dengan kondisi siswa sehingga ada hubungan antara siswa agar dapat belajar baik lewat interaksi sosial antara siswa dengan guru.

Pentingnya kreativitas dalam proses pembelajaran, maka guru perlu berupaya meningkatkan kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran agar siswa lebih senang untuk mengikuti pembelajaran. Dengan demikian kreativiats dalam melaksanakan pembelajaran adalah berupa perubahan perilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar dan yang mengajar, perubahan tersebut diharapkan adalah perubahan perilaku positif.

Kinerja Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik. Guru membutuhkan pendidikan khusus untuk memperoleh dasar pengetahuan yang memadai dan latihan yang diperlukan untuk mendapatkan keterampilan.

Menurut Mangkunegara (2000:67), kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan Thomas Green (dalam Bafadal, 2003:31), aktivitas-aktivitas pengajaran diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu: (a) aktivitas logik, (b) aktivitas strategik, dan Aktivitas instruksional. Pherson (dalam Bafadal, 2003:32), apabila seseorang ingin mengembangkan pengajaran guru, maka harus difokuskan pada pengembangan aktivitas-aktivitas logik dan strategik.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa kinerja guru adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, dalam hal ini adalah proses pembelajaran yang menghasilkan prestasi bagi anak didiknya.

Kegiatan pembelajaran, membutuhkan guru yang mempunyai kreativitas dalam proses pembelajaran, agar guru meningkat kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran, dan agar siswa lebih senang untuk mengikuti pembelajaran. Dalam mengelola pelaksanaan pembelajaran meliputi: merencanakan program belajar mengajar, melaksanakan proses belajar mengajar, menilai proses dan hasil, dan mengembangkan manajemen kelas (Sahertian, 2000:134).

Tugas guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar mencakup, menyampaikan tujuan pengajaran, menyampaikan materi pelajaran, menggunakan metode pembelajaran, serta penggunaan alat-alat tertentu sesuai dengan rencana, menilai keberhasilan belajar siswa, memotivasi, membantu memecahkan belajar siswa.

Guru yang kompeten harus memiliki kemampuan merencanakan pengajaran, menuliskan tujuan pengajaran, menyajian bahan pelajaran, memberikan pertanyaan kepada siswa, mengajarkan konsep, berkomunikasi dengan siswa, mengamati kelas, dan mengevaluasi hasil belajar siswa pada proses pembelajaran. Sedangkan (Usman, 2006:50), menjelaskan bahwa mengelola pembelajaran meliputi: penguasaan materi pelajaran, analisis materi pelajaran, program tahunan, program semester, rencana pengajaran.

Berdasarkan uraian di atas bahwa kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Guru dikatakan berhasil dalam melaksanakan pembelajaran apabila guru mampu mengubah perilaku sebagian besar siswa ke arah penguasaan Kompetensi Dasar yang lebih baik.

Kerangka Berpikir

Berpijak dari pada kajian teori yang diuraikan di atas dapat dijelaskan kerangka berpikir dalam penelitian sebagai berikut: Kondisi awal sebelum dilakukan penelitian dan peneliti belum melakukan supervisi klinis tentang kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 masih rendah.

Agar kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 dapat meningkat, maka tindakan yang dilakukan peneliti yaitu melakukan supervisi klinis melalui dua siklus, yaitu: siklus I melakukan supervisi klinis secara kelompok dan siklus II secara individu.

Berdasarkan kajian teori apabila tindakan tersebut di atas dilakukan, maka akan ada peningkatan kretaivitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka peneliti menetapkan hipotesis dari penelitian adalah:

1. Diduga melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran pada guru kelas SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran tahun pelajaran 2013/2014.

2. Diduga melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja dalam pembelajaran pada guru kelas SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran tahun pelajaran 2013/2014.

METODOLOGI PENELITIAN

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah selama 5 bulan yaitu bulan Juli 2013 sampai dengan bulan November 2013. Permasalahan pada penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran semester I tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora.

Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora yang terdiri terdiri dari 6 orang guru kelas dengan rincian 1 orang guru laki-laki (16,67%) dan 5 (83,33%) orang guru perempuan. Objek penelitian tindakan sekolah ini adalah kreativitas dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Sumber data pada Penelitian Tindakan Sekolah ada dua yaitu: 1) sumber data primer yang berasal dari subjek penelitian; dan 2) sumber data sekunder yang berasal dari bukan subjek penelitian. Sumber primer yaitu tentang proses supervisi akademik berupa hasil pengamatan selama pelaksanaan supervisi, yang berupa kreativitas dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari hasil wawancara dengan siswa.

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes, digunakan untuk mengamati proses selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, sehingga dapat diketahui peningkatan kinerja guru kelas dalam melaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan data dokumentasi untuk kondisi awal, teknik pengamatan, dan wawancara untuk proses pelaksanaan supervisi akademik, dan teknik penugasan untuk data hasil supervisi dalam melaksanakan pembelajaran melalui supervisi klinis menggunakan instrumen supervisi pelaksanaan pembelajaran.

Alat Pengumpulan Data dalam penelitian ini melalui observasi/pengamatan pada waktu pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru kelas, dengan menggunakan lembar penilaian untuk menilai pelaksanaan pembelajaran. Pengamatan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kreativitas dan kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran dan untuk mengetahui sejauh mana fungsi supervisi klinis. Wawancara berfungsi untuk menperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dan supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Teknik validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber yaitu menggali data sejenis dari berbagai sumber data yang berbeda. Validasi data merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen. Validitas data yang digunakan antara lain dengan triangulasi untuk mengetahui kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran dan faktor penyebabnya.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu analisis diskriptif digunakan untuk menganalisis data dalam bentuk diskripsi yaitu hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran dan analisis pengambilan rata-rata digunakan untuk menganalisa data yang berbentuk angka-angka yaitu hasil penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan sekolah. Tindakan yang dilakukan sebanyak dua kali dalam 2 (dua) siklus, dan pada setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi hasil pengamatan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kondisi Awal/Pra Siklus

Hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran kondisi awal guru kelas di SD Negeri Gentan 03 semester I tahun pelajaran 2015/2016 ada 4 orang atau 66,67% dinyatakan belum tuntas indikator kinerja, dan 2 orang atau 33,33% dinyatakan tuntas indikator kinerja, nilai yang masih di bawah indikator kinerja 75,00 yaitu terdiri dari 4 orang memperoleh nilai antara 65-74 dan yang mendapat nilai di atas indikator kinerja terdiri 2 orang memperoleh nilai antara 75-84. Nilai rata-rata hasil penilaian pembelajaran kondisi awal yaitu 73,83.

Siklus I

Siklus I dilaksanakan dua pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2013 dan pertemuan kedua pada tanggal 2 September 2013 untuk supervisi pelaksanaan pembelajaran.

Hasil pengamatan tentang kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran Siklus I dari aspek inovasi dengan jumlah skor 19 dengan rata-rata nilai 3,17 dengan kategori baik, aspek kreatif dengan jumlah skor 20 rata-rata nilai 3,33 dengan kategori kreatif, aspek keaktifan dengan jumlah skor 20 rata-rata nilai 3,33 dengan kategori baik dan aspek kerjasama dengan jumlah skor 20 rata-rata nilai 3,33 dengan kategori baik.

Hasil Penilaian kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran pada Siklus I dari 6 orang guru masih ada 1 orang (16,67%) yang memperoleh nilai di bawah indikator kinerja 75,00, yaitu 1 orang guru memperoleh nilai antara 65-74, sedang guru yang mendapat nilai tuntas di atas indikator kinerja sebanyak 5 orang (83,33%) yaitu 5 orang guru memperoleh nilai antara 75-84. Nilai rata-rata kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran Siklus I yaitu 77,50.

Siklus II

Pelaksanaan siklus II pada tanggal 14 dan 21 Oktober 2013. Hasil Pengamatan Siklus II tentang kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran dan aktivitas kepala sekolah dari jumlah 6` orang, aspek inovasi memperoleh skor 22, rata-rata 3,67 dengan kategori sangat baik. Aspek kreatif mengajar memperoleh jumlah skor 21, rata-rata 3,50 dengan kategori sangat kreatif. Aspek keaktifan dalam melaksanakan pembelajaran memperoleh skor 23, rata-rata 3,83 dengan kategori sangat aktif, dan aspek kerjasama dalam melaksanakan pembelajaran memperolah skor 22, rata-rata 3.67 dengan kategori sangat baik.

Hasil Penilaian kinerja guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus II dari 6 orang tidak ada yang memperoleh nilai di bawah indikator kinerja 75,00. Sedangkan guru yang mendapat nilai tuntas di atas indikator kinerja sebanyak 6 orang (100%) yang terdiri dari 2 orang memperoleh nilai antara 75-84, 4 orang memperoleh nilai antara 85-94. Nilai rata-rata hasil penilaian kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran Siklus II yaitu 88,33.

Pembahasan

Dari hasil penilaian, kreativitas guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran dilihat dari persentase ketuntasan pada kondisi awal 33,33%, Siklus I ketuntasan meningkat menjadi 83,33% dan Siklus II kembali terjadi peningkatan menjadi 100%. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, nilai rata-rata kinerja guru dalam pembelajaran adalah 73,83. Pada Siklus I meningkat menjadi 77,50 dan Siklus II kembali meningkat menjadi 88,33. Dari kondisi awal ke kondisi akhir yaitu meningkat 14,50. Melihat hasil refleksi tersebut peneliti tidak perlu melanjutkan ke Siklus berikutnya karena sudah mencapai indikator kinerja yang telah ditentukan, karena semua guru telah mampu mendapat nilai di atas 75,00.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dikumpulkan, dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu:

1. Penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran pada guru kelas SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran tahun pelajaran 2013/2014.

2. Penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja dalam pembelajaran pada guru kelas SDN 1 Botoreco Kecamatan Kunduran tahun pelajaran 2013/2014.

Saran

1. Saran bagi guru, hendaknya guru terus mengupayakan peningkatan dalam proses pelaksanaan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.

2. Saran bagi kepala sekolah, kepala sekolah sebaiknya menjalin hubungan yang baik, kepala sekolah sahabat guru, dan mengevaluasi, membina guru untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, dan kualitas pendidikan, karena guru mitra kerja kepala sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Aqip dan Rahmanto. 2009. Penuntun dalam Proses Pembelajaran. Semarang: Aneka Ilmu.

Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Sinar Grafika.

Bafadal, Ibrahim. 2003. Peningkatan Profesionalisme Guru. Jakarta: Bumi Aksara.

Hartoyo. 2006. Supervisi Pendidikan. Semarang: Pelita Insani.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Prestasi Kerja. Jakarta: Bumi Aksara.

Mantja, W. 2007. Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Malang:Wineka Media.

Mulyasa, E. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munandar, Utami. 2002. Pengembangan Kreaetivitas Anak Berbakat. Jakarta: Pusat Pembukuan Depdiknas.

Purwanto, Ngalim. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sarhetian, Piet. 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukmadinata, HS. 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: remaja Rosdakarya.

Uqhsari, Yusuf. 2005. Melejit Dengan Kreatife. Jakarta: Gema Insani.

Usman, Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung Remaja Rosda Karya.