PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

TENTANG KELIPATAN DAN FAKTOR BILANGAN

MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOMETS BERKIRIM SMS

BAGI SISWA KELAS 4 SD NEGERI TEMPELAN

SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Y a n i

SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Matematika materi Kelipatan dan Faktor Bilangan bagi siswa kelas 4 SDN Tempelan tahun pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan metode Komets Berkirim SMS. Penelitian dilakukan di SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora pada tahun pelajaran 2015/2016 selama 4 bulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 32 orang siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Komets Berkirim SMS dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi Kelipatan dan Faktor Bilangan pada siswa kelas 4 SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata prestasi belajar yang diperoleh siswa dan tingkat ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus tindakan yang dilakukan. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari 56,25 pada kondisi awal menjadi 65,55 pada akhir tindakan pembelajaran Siklus I, kemudian meningkat menjadi 80,19 pada tindakan Siklus II. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari 9,38% pada kondisi awal meningkat menjadi 53,1% pada akhir tindakan Siklus I, kemudian meningkat menjadi 87,5% pada tindakan Siklus II.

Kata Kunci: prestasi belajar, kelipatan dan faktor bilangan, metode komets berkirim SMS

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Untuk mempersiapkan anak didik menghadapi masa depan serta meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pembelajaran Matematika perlu dirancang untuk menggali potensi dan pengalaman belajar agar dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka proses pembelajaran disajikan pada anak didik memerlukan suatu strategi mengajar yaitu cara-cara yang dipakai oleh guru agar materi pembelajaran dapat dengan mudah diterima anak didik. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan diperlukan berbagai ketrampilan diantaranya ketrampilan mengajar.

Implementasi strategi pembelajaran sangat berhubungan erat dengan metode mengajar, meskipun metode bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pembelajaran, namun secara keseluruhan pembelajaran juga tergantung pula bagaimana guru menguasai dan terampil menerapkan metode pembelajaran yang telah dipilihnya sehingga siswa menjadi aktif.

Pada tahun pelajaran 2015/2016 tepatnya pada saat semester I di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Tempelan Kecamatan Blora Kabupaten Blora, penulis melakukan kegiatan belajar mengajar dengan memberikan materi pelajaran tentang Kelipatan dan Faktor Bilangan pada muatan mata pelajaran matematika.

Perolehan nilai hasil ulangan dari sebanyak 32 siswa kelas 4 SD Negeri Tempelan adalah sebagai berikut: nilai 40 sebanyak 7 anak, nilai 50 sebanyak 10 anak, nilai 60 sebanyak 6 anak, nilai 70 sebanyak 6 anak dan nilai 80 sebanyak 3 anak. Perolehan nilai rata – rata kelas adalah 56,25. Berdasarkan realita hasil ulangan siswa tersebut, dapat dilihat bahwa, siswa yang berhasil mengikuti jalannya pembelajaran dengan baik adalah 3 anak atau sekitar 9,37%, sedangkan anak yang belum berhasil sesuai ketentuan nilai batas ketuntasan (KKM) yaitu 75 dalam muatan mata pelajaran Matematika adalah sebanyak 32 anak atau sekitar 90, 62%.

Pada saat menyampaikan materi pembelajaran tentang Kelipatan dan Faktor Bilangan dalam muatan mata pelajaran Matematika di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Tempelan Kecamatan Blora Kabupaten Blora metode yang penulis gunakan adalah metode ceramah dengan diselingi tanya jawab, latihan, dan tugas.

Mengacu dari hasil belajar yang rendah dan suasana belajar yang monoton di kelas 4 SD Negeri Tempelan Kecamatan Blora Kabupaten Blora dalam muatan mata pelajaran matematika tentang materi kelipatan dan faktor bilangan, penulis berusaha memperbaiki proses kegiatan belajar mengajar agar semua siswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan belajar selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu dengan penggunaan metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS).

Pada pelaksanaan pembelajaran ini, siswa mendapat tugas untuk mencari pasangan yang ada berkaitan dengan materi muatan mata pelajaran matematika tentang FPB dan KPK, selain itu guru menggunakan media kartu bilangan untuk mendukung pemahaman siswa pada materi yang diajarkan. Kemudian dari media kartu bilangan yang berisi tentang Kelipatan dan Faktor Bilangan untuk dibagikan kepada siswa, siswa didorong untuk mau mencari pasangan sesuai kartu bilangan yang dimiliki oleh siswa lain. Dengan adanya proses pembelajaran dengan penggunaan metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS), disertai media kartu soal yang dibuat oleh teman siswa dari kelompok kerja lain. Masing-masing kelompok dan siwa berusaha bertukar kartu soal dan untuk didiskusikan bersama dalam kelompok. Jawaban akan dibahas bersama dengan kelompok pembuat soal dan dibantu oleh guru sebagai mediator pembelajaran. Proses belajar seperti ini akan membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti jalannya proses pembelajaran. Kesulitan belajar siswa dapat teratasi yang pada akhirnya harapan penulis sebagai upaya mencapai hasil belajar sesuai yang direncanakan dapat tercapai.

Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil gagasan kolabiratif dengan teman sejawat, dan mengacu pada latar belakang, maka identifikasi masalah serta pembatasan masalah tentu terdapat benang merah pada bagian sebelumnya, maka terdapat masalah inti untuk diajukan sebagai berikut: “Apakah metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang kelipatan dan faktor bilangan bagi siswa kelas 4 SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Tahun Pelajaran 2015/2016?”

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalaah penelitian di atas yang akan dipecahkan melaui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka maka tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar Matematika tentang kelipatan dan faktor bilangan bagi siswa kelas 4 SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penerapan metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS)

Manfaat Penelitian

Manfaat hasil perbaikan yang diharapkan adalah sebagai berikut:

Bagi Siswa

a. Kompetensi Hasil belajar siswa kelas IV SD Tempelan pada muatan mata pelajaran Matematika meningkat.

b. Mengubah persepsi siswa kelas IV SD Tempelan dalam memahami muatan mata pelajaran Matematika semula menakutkan menjadi lebih menyenangkan.

Bagi Guru

a. Mengetahui model dan metode pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran yang berkualitas.

b. Megetahui model dan metode pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran matematika tentang kelipatan dan faktor bilangan.

c. Memanfaatkan teknik pembelajaran metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dalam hal kualitas proses maupun kualitas hasil belajar.

Bagi Sekolah

a. Meningkatnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Matematika.

b. Tumbuhnya motivasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang berkualitas.

c. Tumbuhnya iklim pembelajaran siswa aktif, kreatif, edukatif, menyenangkan, dan inovatif di sekolah.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Teori

Belajar

Dalam hubungan dengan pendidikan, belajar merupakan suatu perbuatan yang harus dilakukan anak didik demi mencapai kemajuan dalam perkembangannya. Dalam proses belajar mengajar kegiatan belajar merupakan salah satu kegiatan yang amat penting. Namun dalam implementasinya timbul berbagai masalah yang dihadapi baik siswa maupun guru itu sendiri dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang sering dihadapi siswa dalam kegiatan belajar adalah waktu belajar, buku-buku belajar, tempat belajar, cara belajar, dan sebagainya.

Pengertian dari belajar adalah suatu proses prikologis yaitu proses perubahan tingkah laku peserta didik, baik berupa pengetahuan, sikap ataupun ketrampilan. Proses belajar yang terjadi pada peserta didik selain dipengaruhi oleh faktor internal yang bersangkutan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau faktor eksternal lainnya. Oleh sebab itu, beberapa ahli mengemukakan hal yang berbeda tentang belajar, sebagai berikut:

1. Menurut pandangan Skinner belajar adalah perubahan perilaku. Pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya apabila seseorang tidak belajar maka responnya cenderung menurun.

2. Menurut Gagne belajar merupakan proses dari yang sederhana ke yang kompleks. Oleh sebab itu proses belajar selalu berharap mulai dari belajar melalui tanda (signal), kemudian melalui rangsangan (stimulus, respons(, belajar berangkai (chaining), belajar secara verbal, belajar membedakan (discrimination) belajar konsep, sampai pada cara belajar prinsip dan belajar untuk pemecahan masalah. Hasilnya berupa kapabilitas baik berupa pengetahuan, sikap ataupun ketrampilan tertentu.

3. Menurut Piaget belajar sifatnya individual. Artinya proses belajar merupakan interaksi individu dengan lingkungannya. Perkembangan individu tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan perkembangan intelektual dan usia yang bersangkutan.

4. Menurut Sund proses penemuan (discovery) dalam belajar adalah proses mental, intelektual, dan emosional yang dapat melibatkan siswa dalam mengolah bahan ajar.

5. Menurut Roger belajar harus memiliki makna bagi peserta didik. Pengorganisasian bahan dan ide baru harus dalam kerangka memberi makna kepada peserta didik.

6. Menurut Suardiman (1980: 51) belajar adalah merupakan proses yang melibatkan tingkah laku. Urut-urutan kejadian dan hasil belajar adalah hasil pengalaman.

7. Menurut Suryabrata (1967: 63) belajar itu membawa perubahan (dalam arti behavioral, changer, aktual, maupun potensial). Perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru. Perubahan terjadi karena usaha dengan sengaja.

Prestasi Belajar

Pada Ensiklopedia (1971), prestasi merupakan kata yang berdiri sendiri yang berarti produksi yang dicapai oleh tenaga atau daya kerja seseorang dalam kurun waktu tertentu.

Pendapat lain disampaikan oleh Woodworth (1951) mengatakan bahwa prestasi (achivement) adalah actual ability and can be measured directlyby use of test. Artinya prestasi menunjukkan suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan menggunakan tes.

Menurut beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi merupakan hasil kerja seseorang yang dapat dilihat secara nyata oleh orang lain dan hasil kerja tersebut dapat diukur secara langsung dengan tes. Berkaitan dengan prestasi belajar, belajar akan lebih mudah dan dapat dirasakan bila belajar tersebut mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau belajar berarti perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, maka perubahan-perubahan itu harus dapat diamati dan dimulai. Hasi1 dari pengamatan dan penilaian inilah umumnya diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar.

Menurut Gagne yang dikutip oleh Badawi (1987) mengatakan bahwa hasil belajar dapat diukur dengan menggunakan tes karena basil belajar berupa keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, ketrampilan, dan nilai dan sikap.

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) diartikan sebagai pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil yang dapat menumbuhkan kerjasama secara maksimal dan masing-masing siswa belajar satu dengan lainnya. Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin, suku/bangsa atau tingkat kecerdasan siswa. Jadi, dalam kelompok ini sebaiknya ada siswa yang pandai, sedang atau lemah dan masing-masing siswa sebaiknya merasa cocok satu sama lainnya. Dengan pembelajaran kelompok diharapkan para siswa dapat meningkatkan pikiran kritisnya, kreatif dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.

Sebelum dibentuk kelompok, siswa diajarkan bagaimana bekerjasama dalam suatu kelompok. Siswa diajari menjadi pendengar yang baik, yang dapat memberikan penjelasan kepada teman sekelompok, berdiskusi, mendorong teman lain dan sebagainya.

Para siswa mempunyai 2 tanggung jawab yaitu belajar konten yang telah dirancang dan menjadikan semua anggota kelompok bekerja sama karena salah satu ciri pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning)adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen dan masing-masing anggota kelompok memiliki tugas yang setara. Keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. Dengan demikian siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.

Metode Struktural

Tehnik pembelajaran berkirim salam melalui soal memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Siswa diberi kepercayaan untuk membuat soal berupa pertanyaan sendiri sehingga ia akan terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya. Kegiatan berkirim salam melalui sanagtlah cocok untuk menghadapi/menjelang tes. Tehnik ini dapat digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia peserta didik.

Beberapa langkah-langkah tehnik berkirim salam melalui soal

1. Gurumembagi siswa dalam kelompokberempat dan setiap kelompok ditugasi untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain. Guru mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok.

2. Kemudian setiap kelompok mengirimkan satu siswa utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya (salam kelompok bisa disertai tepuk kelompok/sorak kelompok).

3. Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain

4. Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan jawaban yang membuat soal

Pembelajaran Matematika Di SD

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan Matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan Matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan Matematika yang kuat sejak dini.

Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.

Standar kompetensi dasar Matematika dalam dokumen ini disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan Matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram dan media lain.

Dalam setiap kesempatan, pembelajaran Matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi. Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep Matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi seperti komputer, alat peraga atau media lainnya.

Kerangka Berpikir

Praduga yang mendasari penelitian ini adalah dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang ada pada metode Struktural Tehnik Berkirim Salam melalui Soal (Komets Berkirim SMS), akan mampu membantu peneliti meningkatkan kompetensi hasil belajar siswa dalam materi Faktor Dan Kelipatan Dalam Pemecahan Masalah.

Maka berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir diatas, dapat diduga melalui metode struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS) dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran matematika tentang Faktor Dan Kelipatan Dalam Pemecahan Masalah bagi siswa kelas IV SD Negeri Tempelan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016.

Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka penulis membuat suatu hipotesis tindakan sebagai berikut: Penerapan metode Komets Berkirim SMS dapat meningkatkan prestasi belajar Mata Pelajaran Matematika tentang Kelipatan dan Faktor Bilangan bagi siswa kelas IV SD Negeri Tempelan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Tempat penelitian ini di SD Negeri Tempelan UPTD TK/SD Kecamatan Blora Kabupaten Blora pada kelas IV. Lingkungan sekolah ini termasuk lingkungan yang terletak di tengah – tengah wilayah kota Blora. Penelitian akan dilakukan di kelas IV dan di sekolah ini, karena peneliti adalah sebagai pengajar yang bertugas sebagai guru kelas IV di sekolah tersebut.

Penulis melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan pada siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2015/2016. Kegiatan ini dimulai bulan Agustus sampai dengan November 2015 atau selama 4 bulan.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Negeri Tempelan UPTD TK/SD Kecamatan Blora Kabupaten Blora, dan guru kelas IV (peneliti). Jumlah siswa kelas IV ini ada 32 siswa, terdiri dari 16 siswa anak laki-laki dan 16 siswa anak perempuan, dan 1 peneliti selaku guru di kelas IV.

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, sebagai subyek penelitian. Data yang dikumpulkan dari siswa meliputi data hasil tes tertulis. Tes tertulis dilaksanakan pada setiap akhir siklus yang terdiri atas Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan. Selain siswa sebagai sumber data, penulis juga menggunakan teman sejawat sesama guru kelas sebagai sumber data.

Teknik dan Alat Pengumpul Data

Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes tertulis digunakan pada akhir siklus I dan siklus II, yaitu hasil perolehan nilai tes formatif pada setiap siklus di pertemuan ke-3. Sedangkan Teknik non tes meliputi teknik observasi dan dokumentasi. Observasi digunakan pada saat pelaksanaan penelitian tindakan kelas kemampuan memahami materi tentang kelipatan dan faktor bilangan pada siklus I dan siklus II. Sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data khususnya nilai mata pelajaran Matematika.

Analisis Data

Data kuantitatif menggunakan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil belajar kondisi awal, hasil belajar setelah siklus 1 dan hasil belajar setelah siklus 2 dan seterusnya, kemudian dilanjutkan refleksi.

Data kualitatif hasil pengamatan maupun wawancara menggunakan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus, dengan membandingkan proses pembelajaran kondisi awal dan siklus 1, membandingkan proses pembelajaran siklus 1 dan siklus 2, serta membandingkan proses pembelajaran kondisi awal dan kondisi akhir, kemudian dilanjutkan refeksi.

Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang juga menunjukkan langkah, yaitu: 1) Perencanaan atau planning: 2) Tindakan atau acting; 3) Pengamatan atau observing; dan 4) Refleksi atau reflecting. Hubungan antara keempat komponen tersebut menunjukkan sebuah siklus atau kegiatan berkelanjutan berulang.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal

Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan kelas, guru mengajar secara konvensional. Guru cenderung menstranfer ilmu pada siswa, sehingga siswa pasif, kurang kreatif, bahkan cenderung bosan. Disamping itu dalam menyampaikan materi guru tanpa menggunakan alat peraga. Hal ini guru melakukan kegiatan pembelajaran hanya karena tuntutan tugas rutinitas keseharian, tanpa berfikir bahwa pembelajaran itu memerlukan inovasi, untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang benar-benar berkualitas.

Melihat kondisi pembelajaran yang monoton , suasana pembelajaran tampak kaku, berdampak pada nilai yang diperoleh siswa kelas IV pada kompetensi dasar memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah sebelum siklus I (pra siklus) sangat endah. Banyak siswa belum mencapai ketuntasan belajar minimal dalam mempelajari kompetensi dasar tersebut. Hal ini diindikasikan pada capaian nilai hasil belajar di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan yaitu sebesar 75.

Diketahui bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai A (sangat baik) sejumlah 0% atau tidak ada , yang mendapat nilai B (baik) sebanyak 9,4% atau sebanyak 3 siswa dan yang mendapat nilai C (cukup) sebanyak 18,8% atau 6 siswa , dan yang mendapat nilai kurang 50% atau sebanyak 16 siswa , sedangkan yang mendapat nilai sangat kurang 21,9% atau sebanyak 7 siswa.

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa siswa kelas IV yang memperoleh nilai kurang dari KKM (75), sebanyak 29 siswa. Maka dengan demikian jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar minimum untuk kompetensi dasar memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah sebanyak 29 siswa (90,62%). Sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimal sebanyak 3 siswa (9,38%). Nilai rata-rata kelas sebesar 56,25.

Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 14, 17, dan 21 September 2015. Pada siklus I penulis menerapkan metode struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS). Hasil observasi menunjukkan nilai minat belajar siswa yang mencapai nilai A (sangat baik) adalah 6 siswa (18,8%), sedangkan yang mendapat nilai B (baik) adalah 9 siswa atau (28,1%), sedangkan siswa yang masih mendapatkan nilai C (cukup) sebanyak 4 siswa (12,5%) , sedangkan yang mendapat nilai D (kurang) ada 3 siswa (9,3%), sedangkan yang mendapat nilai E (sangat kurang) tidak ada 10 siswa atau 31,3%.

Berdasarkan hasil analisis nilai tes formatif siklus I, nilai rata-rata kelas mencapai 65,5. Ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 32 siswa terdapat 15 atau 46,9% yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 17 siswa atau 53,1% belum mencapai ketuntasan. Adapun dari hasil nilai siklus I dapat dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 100 , nilai terendah 30.

Siklus II

Siklus II dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 28 September, 1, dan 5 Oktober 2015. Dari hasil observasi diperoleh data minat belajar siswa dengan nilai sangat baik (A) adalah 31,3%atau 12 siswa, sedangkan yang terbanyak yaitu yang mendapat nilai baik (B) adalah 50%atau 16 siswa. Dan yang mendapat nilai C (cukup) adalah 0% atau sebanyak 0 siswa. Sedangjkan yang mendapat nilai D adalah 6,25% atau sebanyak 2 siswa dan E adalah 6,25% ada 2 siswa.

Berdasarkan hasil analisis nilai tes formatif siklus I, nilai rata-rata kelas mencapai 80,19. Ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 32 siswa terdapat 28 atau 87,5% yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 4 siswa atau 12,5% belum mencapai ketuntasan. Adapun dari hasil nilai siklus I dapat dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 100 , nilai terendah 30.

Pembahasan

Dari hasil penelitian, dapat dilihat dan telah terjadi peningkatan pemahaman Menentukan kelipatan dan faktor bilangan dan penggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah pada siswa kelas IV SD Negeri Tempelan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016 melalui Metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (KOMETS BERKIRIM SMS). Peningkatan nilai rata- rata yaitu 56,25 pada kondisi awal menjadi 65,20 pada siklus I dan menjadi 80,19 pada siklus II. Nilai rata-rata siklus I meningkat 8,95dari kondisi awal, nilai rata-rata siklus II meningkat 14,99) dari siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I ada peningkatan sebesar 37,5%dari kondisi awal, siklus II meningkat 40,62%dari siklus I. Peningkatan nilai rata-rata kelas secara keseluruhan sebesar 78,12%.

Pada akhir pembelajaran terdapat perubahan positif pada siswa mengenai peningkatan pemahaman Menentukan kelipatan dan faktor bilangan dan penggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah. Dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (KOMETS BERKIRIM SMS) ternyata mampu meningkatkan prestasi belajar Matematika pada materi pokok kelipatan dan faktor bilangan.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian tindakan kelas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode Struktural tehnik berkirim salam melalui soal (Komets Berkirim SMS) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang kelipatan dan faktor bilangan bagi siswa kelas 4 SDN Tempelan Kecamatan Kota Blora Tahun Pelajaran 2015/2016.

Saran

Berdasarkan dari simpulan di atas selanjutnya dapat diberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Kepada Guru Sekolah Dasar agar mempertimbangkan pemberian materi pembelajaran dengan mengenalkan kepada siswa dengan menggunakan berbagai macam Model. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah metode struktural tehnik berkirim salam melalui soal (KOMETS BERKIRIM SMS).

2. Guru harus dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan pada pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara konvensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman.

3. Inovasi model-model pembelajaran perlu dilakukan dengan banyak variasi sesuai dengan keinginan peserta didik yang dilakukan oleh guru agar didapatkan hasil belajar yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Hartono, (2012), Modul Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Asep Herry Hermawan, dkk., (2007), Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran,          Jakarta, Universitas Terbuka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2006), Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Djam’an Satori, dkk., (2008), Profesi Keguruan, Jakarta, Universitas Terbuka.

Gatot Muhsetyo, dkk., (2007), Pembelajaran Matematika SD, Jakarta, Universitas Terbuka.

Hm Udin S. Winataputra, dkk., (20038), Model Belajar Mengajar, Jakarta, Universitas Terbuka.

Nar Heryanto, dkk., (2007), Statistika Dasar, Jakarta, Universitas Terbuka.

Rina A., dkk., (2005), Matematika SD, Bandung, Acara Media Utama.

Suardiman, dkk., (1980), Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, PN Rajawali.

Suryabrata, dkk., (1984), Psikologi Pendidikan, Jakarta, Rajawali.

Tim Bina Karya Guru, (2007), Terampil Matematika, Jakarta, Erlangga.

Wardani IGAK, dkk, (2007), Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Universitas Terbuka.