PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DARI PENERAPAN METODE

MIND MAPPING DAN PROBLEM BASED LEARNING

BERBANTU MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN IPA

SISWA KELAS IV SDN GUGUS GAJAH MADA

KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Pradipta Dany Kurniawan,

Erlina Prihatnani

PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dari penerapan metode Mind Mapping dan Problem Based Learning berbantuan media audiovisual pada pembelajaran IPA materi sumber daya alam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD N Gugus Gajah Mada Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling dan terpilihlah siswa kelas IV SD N Popongan sebagai kelas eksperimen 1 yang dikenai metode MM dan siswa kelas IV SD N Bringin 03 sebagai kelas eksperimen 2 yang dikenai metode pembelajaran PBL. Desain penelitian ini menggunakan the randomized control group pretest-postest design. Analisis data terdiri atas analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis inferensial meliputi uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan levene, dan uji beda rerata menggunakan uji Independent Sample T-Test pada taraf signifikan 0,05. Uji keseimbangan kedua kelompok sampel menghasilkan signifikansi 0,059 artinya kedua kelompok sampel dalam keadaan seimbang. Adapun hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan signifikansi sebesar 0,002 (kurang dari 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, dan karena rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan PBL berbantu audiovisual (70,97) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan MM berbantu audiovisual (52,35), maka dapat disimpulkan bahwa secara signifikan PBL berbantuan media audiovisual menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang dikenai metode Mind Mapping berbantuan media audiovisual bagi siswa kelas IV di SD N Gugus Gajah Mada.

Kata Kunci: mind mapping (MM), problem based learning(PBL), hasil belajar, sumber daya alam(SDA).

PENDAHULUAN

IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari sejak jenjang pendidikan dasar. Menurut Trianto (2007:100), IPA merupakan ilmu yang membahas tentang alam dan segala isinya serta pengetahuan ilmiah yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah dengan ciri objektif, metodik, sistematis dan universal. Salah satu tujuan diberikannya pembelajaran IPA di SD adalah agar siswa mampu memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari (Depdiknas,2006: 61). Salah satu yang dapat dilakukan adalah memilih metode sehingga guru dapat menunjukan keterkaitan konsep-konsep. Salah satu metode pembelajaran yang menekankan hal ini adalah Mind Mapping (MM). Metode MM merupakan sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa (otak) yang menakjubkan (Buzan, 2013: 12).

Mind Mapping dan Problem based learning memiliki penekanan yang berbeda. Jika MM lebih menekankan pada pembuatan peta konsep dalam pembelajaran untuk mempermudah mengarahkan siswa belajar maka PBL lebih menekankan pada penyajian permasalahan kontekstual di awal pembelajaran. Menurut Duch (Shoimin 2014:130) Problem Based Learning (PBL) adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan. Lima tahap dalam proses pembelajaran dengan model PBL yaitu mengorientasikan peserta didik terhadap masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta kemauan peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif (Sukiman 2012:29). Terdapat berbagai media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, termasuk juga pembelajaran IPA. Salah satu yang dapat digunakan untuk mendukung penerapan MM dan PBL adalah media audiovisual. Media audiovisual merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik, untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual (Kustandi & Bambang Sutjipto, 2011:30).

Pada penerapan MM, media audiovisual yang digunakan berupa video. Video yang digunakan merupakan video berisi penjelasan yang sedang dipelajari. Siswa dituntut untuk memahami materi yang disampaikan pada video tersebut dan membuat peta konsep dari materi tersebut. Media audiovisual yang digunakan dalam penerapan PBL juga berupa video. Namun bukan video yang menginformasikan isi materi, melainkan video yang menampilkan permasalahan-permasalahan kontekstual terkait materi yang dipelajari.

Penelitian ini dilakukan pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD di Gugus Gajah Mada dalam materi Sumber Daya Alam(SDA). Oleh karena itu penelitian ini diberi judul “Perbandingan Hasil Belajar Dari Penerapan Metode Mind Mapping dan Problem Based Learning Berbantu Media Audiovisual Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SDN Gugus Gajah Mada Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017”.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental jenis Quasi experimental atau yang biasa disebut eksperimen semu, desain penelitian The Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di SD N Gugus Gajah Mada Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Peneliti memilih mata pelajaran IPA kelas IV Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Bringin 03 (24 siswa) sebagai kelas eksperimen 2 yang diberi perlakuan pembelajaran dengan metode PBL berbantuan media audiovisual, sedangkan siswa kelas IV SD N Popongan (32 siswa) sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan pembelajaran dengan metode Mind Mapping berbantuan media audiovisual.

Dalam penelitian ini terdapat dua varibel yang berpengaruh, yaitu varibel bebas (X), variabel terikat (Y), Pada penelitian ini, penerapan metode Mind Mapping dan problem based learning berbantuan media audiovisual merupakan variabel bebas (X), sementara hasil belajar IPA sebagai variabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi dan tes. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nama-nama siswa beserta nilai UTS 2 untuk mata pelajaran IPA. Data tersebut dijadikan sebagai data nilai pretest untuk membandingkan kemampuan awal antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 sebelum diberi perlakuan. Observasi digunakan untuk mendapatkan data tentang proses pembelajaran di dalam kelas baik dalam kegiatan guru maupun kegiatan siswa. Dalam penelitian ini tes digunakan untuk mendapatkan data hasil belajar IPA kelas IV semester 2 di SD N Gugus Gajah Mada Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.

Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis deskriptif pada penelitian ini untuk menjelaskan rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan standart deviasi dari data yang telah dikumpulkan. Hipotesis dalam penelitian eksperimen ini adalah sebagai H0: π1 = µ2 (Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik kelas IV SD N Gugus Gajah Mada sebelum penerapan pembelajaran metode Mind Mapping dan problem based learning berbantuan media audiovisual), Ha: π1 ≠ µ2 (Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik kelas IV SD N Gugus Gajah Mada sebelum penerapan pembelajaran metode Mind Mapping dan problem based learning berbantuan media audiovisual). Guna menguji hipotesis tersebut akan diuji kebenarannya melalui analisis inferensial. Analisis inferensial terdiri dari uji normalitas dengan Shapiro-Wilk dikarenakan jumlah sampel kurang dari sama dengan 50, uji homogenitas dengan levene, dan uji beda rerata dengan menggunakan uji Independent sample t-tes. Taraf signifikasi dalam uji normalitas, homogenitas dan Independent sample t-test yaitu 0,05. Adapun alat bantu untuk mengolah data penelitian ini menggunakan software SPSS 23.0 for windows.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Kemampuan Awal

Statistik Deskriptif Kondisi Awal Siswa

Data awal yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) pelajaran IPA siswa kelas IV SD N Bringin 03 dan SD N Popongan. Data hasil pengolahan hasil belajar IPA melalui nilai UTS dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Deskripsi Hasil Belajar IPA Pada Kondisi Awal

Descriptive Statistics

N

Minimum

Maximum

Sum

Mean

Std. Deviation

eksperimen1

32

50,00

95,00

2225,00

69,5313

11,93797

ekperimen2

24

55,00

95,00

1865,00

77,7083

10,21286

Valid N (listwise)

24

Berdasarkan Tabel 4.1 memperlihatkan bahwa skor minimum kelas eksperimen 1 sebesar 50 lebih rendah dibandingkan kelas eksperimen 2 yaitu 55 dan skor maksimum kelompok eksperimen 1 dan eksperimen 2 sama yaitu 95. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 1 adalah 69,53 lebih rendah dibandingkan rata-rata kelas eksperimen 2 sebesar 77,70. Dan untuk standar deviasinya berbeda yaitu 11,937 dan 10.212.

Statistik Inferensia Kondisi Awal Siswa

· Uji Normalitas Kondisi Awal Siswa

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya data kedua kelompok menggunakan uji normalitas pada kolom Shapiro-Wilk dengan berbantuan software SPSS 23.0 for Windows karena n kurang dari 50.

Tabel 2 Uji Normalitas Nilai Hasil IPA Pada Kondisi Awal

Tests of Normality

kelompok

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

nilai

1,00

,141

32

,109

,953

32

,176

2,00

,120

24

,200*

,958

24

,395

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan uji normalitas pada Tabel 4.2 dapat dilihat nilai signifikansi data pretest kelas eksperimen 1 sebesar 0,176 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,395. Kedua uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 sehingga menerima H0, maka dinyatakan bahwa data berasal dari populasi berdistribusi normal.

· Uji Homogenitas Kondisi Awal Siswa

Hasil uji homogenitas untuk pretest dari kedua kelompok dapat dilihat pada Tabe 3.

Tabel 3 Hasil Uji Homogenitas Kondisi Awal Siswa

Test of Homogeneity of Variances

nilai

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

,374

1

54

,543

Berdasarkan TabeL 3 diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,534 yang lebih dari 0,05. Berarti H0 diterima, dapat dikatakan kedua kelas berasal dari populasi yang homogen.

· Uji Independent Sample T-Test

Uji Independent Sample T-Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada kedua kelas eksperimen 1 sebelum diberikan perlakuan yang berbeda. Pengujian Uji Independent Samples T-Test dapat dilihat pada Tabel 4

Tabel 4 Uji Independent Sample T-Test

Independent Samples Test

Levene’s Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F

Sig.

t

df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower

Upper

nilai

Equal variances assumed

,374

,543

-2,695

54

,059

-8,17708

3,03397

-14,25982

-2,09435

Equal variances not assumed

-2,757

52,999

,058

-8,17708

2,96640

-14,12693

-2,22723

Dari Tabel 4 terdapat dua macam uji Independent sample t-test, yaitu Equal variances assumed (diasumsikan bahwa kedua variansi sama) dan Equal variances not assumed (tidak diasumsikan bahwa kedua variansi sama). Hasil dari uji Independent sample t-test memperlihatkan kedua kelompok sampel berasal dari populasi dengan variansi yang sama (homogen) maka uji Independent sample t-test yang digunakan adalah Equal variances assumed yang menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,059, nilai tersebut lebih dari 0,05 yang berarti H0 diterima atau tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik kelas IV SD N Gugus Gajah Mada sebelum diberi perlakuan atau kedua kelas memiliki kondisi awal yang seimbang.

Analisis Kemampuan Akhir

· Statistik Deskriptif Kondisi Akhir Siswa

Hasil belajar IPA akhir siswa melalui posttest dapat dilihat pada Tabel 5 dengan berbantu software SPSS 23.0 for windows.

Tabel 5 Deskripsi Hasil Belajar IPA Pada Kondisi Akhir

Descriptive Statistics

N

Minimum

Maximum

Sum

Mean

Std. Deviation

eksperimen1

32

50,00

95,00

2225,00

69,5313

11,93797

ekperimen2

24

55,00

95,00

1865,00

77,7083

10,21286

Valid N (listwise)

24

Berdasarkan Tabel 5 memperlihatkan bahwa skor minimum kelas eksperimen 1 adalah 60 lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2 yaitu 33,3, sedangkan untuk skor maksimum kedua kelas yaitu untuk kelas eksperimen 1 sebesar 83,3 dan untuk kelas eksperimen 2 sebesar 100. Rata-rata skor hasil belajar IPA pada kelas ekperimen sebesar 52,35 lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata skor hasil belajar kelas eksperimen 2 yaitu 70,97, sedangkan untuk standar deviasinya tidak jauh berbeda yaitu sebesar 19,237 dan 19,093.

· Statistik Inferensia Kondisi Akhir Siswa

· Uji Normalitas Kondisi Akhir Siswa

Hasil uji normalitas nilai posttest dari kedua kelas dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Uji Normalitas Kondisi Akhir siswa

Tests of Normality

kelompok

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

nilai

1,00

,122

32

,200*

,954

32

,188

2,00

,165

24

,088

,943

24

,189

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Hasil uji normalitas pada kolom Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikan kelas eksperimen 1 sebesar 0,188 dan nilai signifikansi kelas eksperimen 2 sebesar 0,189. Nilai signifikan kedua kelas lebih dari 0,05 sehingga kelompok tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

· Uji Homogenitas Kondisi Akhir Siswa

Hasil uji homogenitas untuk hasil akhir dari kedua kelompok dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Hasil Uji Homogenitas Kondisi Akhir Siswa

Test of Homogeneity of Variances

nilai

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

,200

1

54

,657

Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa nilai signifikansi 0,657. Hal ini menunjukkan nilai tersebut lebih dari 0,05 maka, H0 diterima. Dapat dinyatakan kedua kelompok sampel berasal dari populasi dengan variansi yang sama atau homogen.

· Uji Independent Sample T-Test

Uji Independent Sample T-Test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kedua kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 setelah diberikan dengan menggunakan metode MM danPBL berbantuan media audiovisual. Pengujian Uji Independent Samples T-Test dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Uji Independent Sample T-Test

Independent Samples Test

Levene’s Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F

Sig.

t

df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower

Upper

nilai

Equal variances assumed

,200

,657

-3,285

54

,002

-16,31944

4,96716

-26,27799

-6,36090

Equal variances not assumed

-3,254

47,813

,002

-16,31944

5,01563

-26,40507

-6,23382

Berdasarkan hasil perhitungan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test menghasilkan signifikansi sebesar 0,002 (kurang dari 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, dan karena rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan PBL berbantu audiovisual (70,97) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan MM berbantu audiovisual (52,35), maka dapat disimpulkan bahwa secara signifikan PBL berbantuan media audiovisual menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang dikenai metode Mind Mapping berbantuan media audiovisual bagi siswa kelas IV di SD N Gugus Gajah Mada.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara penggunaan metode Mind Mapping dan Problem based learning berbantuan media audiovisual pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD N Gugus Gajah Mada Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil pengolahan data pretest dengan uji independent t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,59 (lebih besar dari 0,05). Hal ini menunjukan kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. Setelah itu diberi perlakuan dengan menggunakan metode Mind Mapping pada kelas eksperimen 1 dan metode PBL pada kelas eksperimen 2. Selanjutnya diberikan tes untuk mengukur hasil belajar IPA setelah diberi perlakuan.

Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan signifikansi sebesar 0,002 (kurang dari 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, dan karena rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan PBL berbantu audiovisual (70,97) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan MM berbantu audiovisual (52,35), maka dapat disimpulkan bahwa secara signifikan PBL berbantuan media audiovisual menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang dikenai metode Mind Mapping berbantuan media audiovisual bagi siswa kelas IV di SD N Gugus Gajah Mada.

SIMPULAN

Simpulan

Setelah pelaksanaan penelitian di SDN Gugus Gajah Mada Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD N Bringin 03 sebagai kelas eksperimen 2 dan siswa kelas IV SD N Popongan sebagai kelas eksperimen 1. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan signifikansi sebesar 0,002 (kurang dari 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, dan karena rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan PBL berbantu audiovisual (70,97) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan MM berbantu audiovisual (52,35), maka dapat disimpulkan bahwa secara signifikan PBL berbantuan media audiovisual menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada siswa yang dikenai metode Mind Mapping berbantuan media audiovisual bagi siswa kelas IV di SD N Gugus Gajah Mada.

Saran

Berdasarkan simpulan diatas disarankan kepada guru untuk menggunakan metode PBL, karena dalam penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan metode PBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA. Diharapkan ada pihak lain yang meneruskan atau menindak lanjuti penelitian ini, dengan membandingkan metode PBL dengan eksperimen dua metode dan materi yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Buzan, Tony. 2013. Buku Pintar Mind Map. Alih bahasa Susi Purwoko. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia

Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto. 2011. Media pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Trianto, 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.