UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI METODE

BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VI SDN 02 JATIREJO

JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR SEMESTER II

TAHUN AJARAN 2014/2015

Giyatno, S.Pd.

Guru SD Negeri 02 Jatirejo Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar

ABSTRAK

Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran penting di tingkat Sekolah Dasar. Hasil pembelajaran diharapkan mampu menyiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki kualifikasi mumpuni sebagai seorang warga negara. Kenyataannya hasil pembelajaran PKn di kelas VI SDN 02 Jatirejo tidak seperti yang diharapkan. Untuk itulah dilaksanakan peneltian perbaikan pembelajaran. Perbaikan dilakukan melalui penerapan metode bermain peran pada materi proses Pemilu dan Pilkada. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui metode bermain peran pada siswa kelas VI pada materi Proses Pemilu dan Pilkada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan pada prasiklus hanya 45% siswa yang meraih ketuntasan. Pada siklus I meningkat menjadi 64 % dan pada siklus II meningkat menjadi 83%.

Kata kunci : hasil belajar, pendidikan kewarganegaraan, metode bermain peran

PENDAHULUAN

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran wajib bagi peserta didik, di bangku pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan menengah. Mata Pelajaran ini diharapkan mengantarkan para siswa SDN 02 Jatirejo, moral dan perilakunya berkembang secara optimal sesuai tuntunan nilai-nilai luhur Pancasila. Para siswa memiliki pribadi yang baik, mampu mengenal dan memahami karakter pergaulan sosial dan budaya bangsa. Berbekal pribadi yang baik dan berkarakter para siswa dapat membentengi diri dari arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berdapak negatif. Pendidikan PKn juga memberi manfaat untuk pembekalan peserta didik mampu mengelola dan memanfaatkan informasi untuk berkompetisi dalam bursa kerja dan wirausaha.

Lingkungan SDN 02 Jatirejo, perilaku sopan santun, tata krama dan etika pergaulan yang diterapkan telah bergeser dari nilai Pancasila. Dengan PKn diharapkan sikap perilaku generasi muda kembali ke nilai luhur Pancasila. Anak SD tahap berfikir mereka masih belum formal, karena mereka baru berada pada tahap operasional konkret (Peaget : 1920). Apa yang dianggap logis, jelas dan dapat dipelajari bagi orang dewasa, merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak memahami materi pendidikan moral. Apabila anak menghadapi masalah kontekstual baru yang berbeda dengan yang dicontohkan, anak belum mampu berfikir kritis dan menemukan solusi dengan benar.

Hasil ulangan PKn nilai rata – rata anak di bawah 75. Nilai rata – rata formatif  hanya 68.  Dari 11 siswa hanya 5 siswa tau sekitar 45 %  yang memperoleh nilai 75 ke atas. Sedangkan 6 siswa yang lain atau sekitar 55 %  mendapat nilai di bawah 75.

Melihat kenyataan tersebut di atas,  perlu tindakan perbaikan pembelajaran PKn, khususnya materi Proses Pemilu dan Pilkada. Perbaikan dilakukan melalui penerapan metode bermain peran pada materi proses Pemilu dan Pilkada. Melalui perbaikan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan serta lebih bermakna, dan peningkatan pemahaman peserta didik dengan tuntas dalam menyelesaikan masalah kontektual.

KAJIAN TEORI

PKn merupakan mata pelajaran di sekolah yang perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Hal ini merupakan fungsi PKn sebagai pembangun karakter bangsa ( nasional character building ) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas, yang perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu pembentukan karakter bangsa yang kuat para siswa perlu penguasaan Pembelajaran Kewarganegaraan sejak dini.

Mata pelajaran PKn perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar karena PKn memiliki tugas pokok sebagai berikut :

1. Mengembangkan Kecerdasan Warga Negara ( civic intelligence ).

2. Membina tanggungjawab Warga Negara ( civic intelligence ).

3. Mendorong partisipasi warga Negara ( civic intelligence).

Menurut hasil penelitian Cogan ( 1998 ), ada delapan karakter yang dapat dibentuk melalui belajar PKn yaitu sebagai berikut :

1. Kemampuan mengenal dan mendekati masalah sebagai warga masyarakat di sekitar.

2. Kemampuan bekerjasama dengan orang lain dan memikul tanggungjawab atas peran atau kewajibannya dalam masyarakat.

3. Kemampuan untuk memahami, menerima, dan menghormati perbedaan – perbedaan pendapat.

4. Kemampuan berfikir kritis dan sistematis.

5. Kemampuan menyelesaikan konflik dengan cara damai tanpa kekerasan.

6. Memiliki kemampuan untuk bergaya hidup sederhana.

7. Memiliki  kepekaan terhadap lingkungan dan mempertahankan hak – haknya dalam masyarakat.

8. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga fungsi pembelajaran PKn tidak hanya sekadar memberi pengetahuan tentang pendidikan kewarganegaraan saja, tetapi juga dimaksudkan untuk mengembangkan sikap – sikap tertentu mengenai peristiwa yang timbul dalam kehidupan sehari – hari.

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan penelitian adalah SD Negeri 02 Jatirejo Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar semester I tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI yang berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan karena hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan masih rendah. Penelitian ini populasinya 11 orang siswa, dan semua dijadikan subjek, sehingga disebut penelitian populasi ( Suharsimi Arikunto, 2006: 69).

Penelitian ini dimulai dari tahap persiapan sampai pelaporan hasil penelitian dilakukan selama 3 bulan, yaitu mulai bulan Agustus 2015 sampai dengan bulan Oktober 2015.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan dan latihan atau alat yang digunakan untuk mengukur ketrampilan intelektual, kemampuan bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Dalam penelitian ini tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar PKn siswa melalui model bermain peran atau belajar memerankan perilaku dengan tes tertulis.

2. Observasi

Teknik ini digunakan untuk mengamati peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode bermain peran yang dilakukan oleh guru dan siswa. Pengamatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan proses belajar mengajar PKn dengan menggunakan metode bermain peran siklus I sampai dengan siklus berikutnya hingga mencapai hasil di atas rata-rata KKM 75. Observasi proses pembelajaran dilakukan oleh peneliti untuk data kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran serta memperoleh kebaikan dan kelemahan dalam pembelajaran sehingga dapat digunakan untuk refleksi.

3. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang daftar nama siswa, silabus PKn dan profil sekolah. Dokumentasi ini digunakan untuk mengetahui nama siswa, nilai hasil belajar siswa sebelumnya, RPP, Silabus dan Kurikulum yang digunakan serta perangkat lainnya.

Setelah data yang diperlukan terkumpul segera diolah untuk diadakan analisis. Untuk menganalisis data yang telah terkumpul peneliti menggunakan deskriptif komparatif. Yaitu mendeskripsikan data dengan membandingkan hasil tes setiap siklus yang dilaksanakan di dalam penelitian ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas VI SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar terkait hasil belajar PKn tentang Proses Pemilu dan Pilkada melalui metode bermain peran, yang dilaksanakan dalam perbaikan pembelajaran pada siklus I dan siklus II secara lengkap dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 4.1

Hasil Evaluasi Prasiklus Mata Pelajaran PKn

No

Nama Siswa

Nilai

Tuntas

Belum Tuntas

1

A

64

2

B

81

3

C

63

4

D

66

5

E

69

6

F

80

7

G

79

8

H

78

9

I

79

10

J

69

11

K

73

Jumlah

801

5

6

Presentasi

72

45

55

Dari tabel di atas dapat dilihat siswa yang mendapat  nilai lebih dari 75 sebanyak 5  siswa, atau 45 % sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 6 siswa atau 55 % dari 11 siswa.

Tabel 4.2

Analisis Hasil Tes Formatif Prasiklus Mata Pelajaran PKn

No

Rentang

Frekuensi

1

2

1

4

61 – 70

71 – 80

81 -90

91 -100

5

5

1

0

Jumlah

11

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, penguasaan materi  pembelajaran prasiklus bahwa dari jumlah 11 siswa yang mendapat nilai 61 sampai 70 sebanyak 5 siswa, yang mendapat nilai 71 sampai 80 sebanyak 5 siswa, nilai 18 sampai 90 sebanyak 1 siswa, dan tidak ada yang mendapat nilai di atas 91. Apabila hasil evaluasi sebelum perbaikan pembelajaran PKn dengan materi Proses Pemilu dan Pilkada kelas VI semester I di SD Negeri  02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, tahun pelajaran 2015/2016.

Gambar 4.1

Grafik Hasil Evaluasi Prasiklus

Nilai hasil tes formatif diperoleh setelah proses pembelajaran selesai. Guru memberi evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaan materi yang telah diajarkan pada pembelajaran pra siklus.

Siklus I

Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 September  2015, pada siswa kelas VI semester I SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar. Dengan dibantu  oleh teman guru yang bertindak sebagai observer, peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai rencana yang telah disusun. Pada akhir pembelajaran peneliti mengadakan evaluasi hasil belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan. Hasil perbaikan pembelajaran siklus I disajikan dalam tabel 4.3 sebagai berikut.

Tabel 4.3

Hasil Evaluasi Perbaikan Pembelajaran Siklus I

No

Nama Siswa

Nilai

Tuntas

Belum Tuntas

1

Erandita Puspa YD

67

2

Marcellinda Diva Rahmansyah

87

3

Agus Dwi P

65

4

Aprillia Nur Salimah

70

5

Dias Novaldi

77

6

Pauzia Nur Rizki

83

7

Risma Nur H

82

8

Sella Ramdhani

80

9

Prihatin WP

82

10

Nita Nur Laily

69

11

Anggina Mutiara

77

Jumlah

839

7

4

Presentasi

76

64

36

Dari tabel di atas dapat dilihat siswa yang mendapat  nilai lebih dari 75 sebanyak 7 siswa, sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 4 siswa dari jumlah 11 siswa.

Tabel 4.4

Analisis Hasil Tes Formatif  Siklus I

No

Rentang

Frekuensi

1

2

3

4

61 -70

71 – 80

81 – 90

91 – 100

2

4

5

Jumlah

11

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, penguasaan materi sebelum perbaikan  pembelajarn bahwa dari jumlah 11 yang mendapat nilai 61 sampai 70 sebanyak 2 siswa , nilai 71 sampai 80 sebanyak 4 siswa, nilai 81 sampai 90 sebanyak 5 siswa , tidak ada yang mendapat nilai di atas 91.

Gambar 4.2

Grafik Hasil Evaluasi Perbaikan Pembelajaran Siklus I

Siklus II

Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 September 2015 pada siswa kelas VI semester I SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar. Hasil perbaikan pembelajaran siklus II disajikan dalam tabel 4.7 sebagai berikut.

Tabel 4.5

Hasil Evaluasi Perbaikan Pembelajaran Siklus II

No

Nama Siswa

Nilai

Tuntas

Belum

Tuntas

1

Erandita Puspa YD

74

2

Marcellinda Diva Rahmansyah

92

3

Agus Dwi P

77

4

Aprillia Nur Salimah

78

5

Dias Novaldi

80

6

Pauzia Nur Rizki

90

7

Risma Nur H

89

8

Sella Ramdhani

85

9

Prihatin WP

90

10

Nita Nur Laily

78

11

Anggina Mutiara

81

Jumlah

915

10

1

Presentasi

83

91

9

Dari tabel di atas dapat dilihat siswa yang mendapat  nilai yang lebih dari 75 sebanyak 10 siswa, sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 1 siswa.

Prosentase rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel 4.8 di bawah ini.

Tabel 4.6

Analisis Hasil Tes Formatif  Siklus II

No

Rentang

Frekuensi

1

2

3

4

61 -70

71 – 80

81 – 90

91 – 100

4

6

1

Jumlah

11

Berdasarkan tabel 4.8 di atas, penguasaan materi sebelum perbaikan  pembelajarn bahwa dari jumlah 11 siswa tak seorang pun yang mendapat nilai dibawah 60, atau nilai 61 sampai 70, nilai 71 sampai 80 sebanyak 4 siswa, nilai 81 sampai 90 sebanyak 6 siswa dan  yang mendapat nilai diatas 91 sebanyak 1 siswa.

Gambar 4.3

Grafik Hasil Evaluasi Perbaikan Pembelajaran Siklus II

Dari tabel pembelajaran awal sampai perbaikan pembelajaran siklus II pada mata pelajaran PKn VI semester I tentang Proses Pemilu dan Pilkada di SD Negeri 02 Jatirejo Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar, dapat disajikan pada tabel 4.10 berikut.

Tabel 4.7

Hasil Belajar dan Peningkatan Nilai Rata – Rata

No

Ketuntasan

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

1

Tuntas

5

45

7

63

10

92

2

Belum Tuntas

6

55

4

37

1

8

3

Nilai rata -rata

72

76

83

Berdasarkan table 4.10 dapat dilihat bahwa pada Prasiklus hanya 45% siswa yang meraih ketuntasan. Pada siklus I meningkat menjadi 64 % dan pada Siklus II meningkat menjadi 83%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan apabila pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode dan cara belajar yang tepat.

Pada nilai rata – rata juga mengalami peningkatan yang signifikan, nilai rata – rata pada pembelajaran awal 72, pada siklus I mengalami peningkatan yaitu 76  dan pada perbaikan pembelajaran siklus II menjadi 83. Perbaikan pembelajaran cukup pada siklus II, tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya karena tuntas dari 11 siswa ada 20 siswa atau 91% hanya 1 siswa atau 9% yang belum mencapai ketuntasan belajarnya.

Gambar 4.4

Grafik peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar

Pada diagram 4.11 menunjukkan grafik peningkatan prosentase ketuntasan belajar mata pelajaran PKn dengan materi Proses Pemilu dan Pilkada I kelas VI SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar,semester I tahun Ajaran 2014/2015. Pembelajaran sebelum perbaikan, prosentase ketuntasan 45 %, pada perbaikan siklus I prosentase ketuntasan 64 % kenaikan 19% . Pada perbaikan pembelajaran siklus II prosentase ketuntasan 91%, ada kenaikan ketuntasan 27%.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil peneltian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan pada prasiklus hanya 45% siswa yang meraih ketuntasan. Pada siklus I meningkat menjadi 64 % dan pada siklus II meningkat menjadi 83%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran PKn dengan materi Proses Pemilu dan Pilkada kelas VI SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, semester I tahun Ajaran 2014/2015. Dapat ditingkatkan melalui metode pembelajaran bermain peran.

Pada nilai rata – rata juga mengalami peningkatan yang signifikan, nilai rata – rata pada pembelajaran awal 72, pada siklus I mengalami peningkatan yaitu 76  dan pada perbaikan pembelajaran siklus II menjadi 83. Perbaikan pembelajaran cukup pada siklus II, tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya karena tuntas dari 11 siswa ada 20 siswa atau 91% hanya 1 siswa atau 9% yang belum mencapai ketuntasan belajarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Jasman Jalil, 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Prestasi Pustaka Jakarta.

Imas Kurniasih, 2014. Tehnik dan Cara Mudah Membuat Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kata Pena.

Abdul Majid, 2007. Perencanaan pembelajaran mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Bahri Jamarah, 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

BSNP, 2006. Kurikulum Sekolah Dasar, Jakarta : Balai Pustaka.

Hamalik, 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Iskandar, Sri M. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Maulana.

Puwodarminto,1998. Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Sadiman, 1998, Media Pembelajaran, Bandung: Sinar Baru.

Sudjana, 2005. Media Pembelajaran. Bandung : Sinar Baru.

Sumantri, 2003. Metode Pembelajaran. Rineka Cipta: Jakarta.

Sutopo, 1996 ; Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Bumi Aksara.

Uzer Usman, 2003. Media dan Alat Peraga , Jakarta : Bumi Aksara.

Wardani, 2004. Metode dan Strategi Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.

Warsini, 2005. Penelitia Tindakan Kelas, Surakarta : UNS.