UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA

DALAM PERUBAHAN DAN PERPINDAHAN SUMBER LISTRIK PENGGUNAAN SEL SURYA MELALUI METODE DEMONTRASI

SISWA KELAS VI SDN 3 JEPON SEMESTER II

KEC. JEPON KAB. BLORA TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

Tri Rahayuningsih

SDN 3 Jepon Kec. Jepon Kab. Blora

ABSTRAK

Dalam perubahan dan perpindahan sumber listrik dengan penggunakan sel surya melalui metpde demontrasi pembelajaran IPA diharapkan anak memiliki pemahaman dan ketrampilan pemanfaatan sumber energi listrik yang lain yaitu sumber energi listrik dengan tenaga surya ,hal ini perlu diperkenalkan kepada anak agar mempunyai pengetahuan pemahaman bahwa sumber energi listrik dapat berasal dari energi sinar matahari hal ini adalah merupakan sumber energi listrik alternatif yang perlu untuk dikembangkan pemahamannya oleh guru kepada peserta didik untuk dijadikan modal dasar tentang energi listrik melalui sumber yang lain. Dari harapan karena 26 siswa hanya tuntas 6 siswa atau 24% maka guru perlu mengadakan tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga mencapai ketuntasan minimal, guru perlu mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus I upaya yang dilaksanakan oleh guru ada peningkatan menjadi 65% meskipun hal itu belum sesuai dengan harapan namun sudah ada peningkatan, maka guru harus berupaya secara maksimal untuk mingkatkan prestasi belajar siswa , perlu adanya tindakan yang dilaksanakan pada siklus II maka guru dengan dibantu oleh teman sejawat mengkaji dan memperbaiki pembelajaran yang dilaknakan sebelumnya pembelajaran pada siklus ini dar hasil penilaian deiperoleh hasil dari 26 siswa tuntas 20 siswa atau sekitar 85% hal ini sudah dikatan berhasil karena prestasi belajar siswa mencapai di atas KKM hal ini dikatakan tuntas karena yang diharapkan 75% maka guru dikatan berhasil dalam pembelajaran perubahan dan perpindahan sumber listrik dengan penggunakan sel surya pembelajaran IPA untuk mepelajari sumber energi listrik dengan tenaga surya.

Kata kunci: Demontrasi sel surya meningkatkan prestasi belajar siswa.


LATAR BELAKANG MASALAH

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu isi program pelajaran dalam kurikulum Evaluasi Kompetensi 2006. Berdasarkan realita di SD pembelajaran IPA masih juga didominasi oleh penggunaan metode cera-mah dan kegiatannya lebih berpusat pada guru. Guru cenderung kurang memberi kesempatan siswa untuk berkreavitas serta kurang dilibatkan dalam pembelajaran.

Ini selaras yang dikatakan oleh Subagiyo, (2002:1) yang menyatakan bah-wa pendekatan ketrampilan proses dalam pembelajaran IPA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran IPA itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah yang juga harus dikembangkan oleh peserta didik sebagai pengalaman yang bermakna yang menjadi bekal perkem-bangan diri selanjutnya.

Disamping itu siswa kurang aktif selama proses pembelajaran IPA. Kondisi itu pada pembelajaran IPA Kompetensi Dasar”Mendeskripsikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik. Dari 26 siswa yang berhasil tuntas hanya 6 siswa barumencapai24% sedangkan yang belum untas sebanyak 20 siswa atau 76%.

Penggunaan alat peraga sel surya untuk mengetahui bahwa macam-macam sumber tenaga listrik, diduga lebih efektif dalam pembelajaran IPA. Alasannya pem-belajaran akan lebih optimal, lebih efektif serta menantang dan menyenangkan se-suai dengan prinsip pembelajaran PAIKEM. Siswa secara kelompok diberi seperangkat alat peraga sel surya untuk membuktikan tenaga listrik

RUMUSAN MASALAH

1. Apakah penggunaan dan perpindahan sumber listrik sel surya dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VI Semester II SD N 3 Jepon tahun pelajaran 2014/2015?

2. Apakah penggunaan dan perpindahan sel surya dengan metode demontrasi dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan materi tentang sumber listrik pada mata pelajaran IPA siswa kelas VI Semester II SDN 3 Jepon tahun pelajaran 2014/2015?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitan dan perbaikan pembelajaran IPA adalah:

1. Membuktikan penggunaan alat peraga sel surya dapat meningkatkan prestasi belajar IPA tentang sumber listrik kelas VI semester II SDN 3 Jepon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

2 Mendeksripsikan langkah-langkah pe-nggunaan alat peraga sel suryai dapat meningkatkan prestasi belajar IPA tentang sumber listrik pada kelas VI semester II SDN 3 Jepon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

MANFAAT PENELITIAN

Perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran IPA mempunyai manfaat bagi siswa guru maupun sekolah, khususnya SDN 3 Jepon Blora antara lain:

1. Bagi siswa:

a. Dapat meningkatkan penguasaan materi pembelajaran tentang sum-ber listrik.

b. Dapat meningkatkan motivasi be-lajar tentang sumber listrik.

c. Dapat meningkatkan prestasi bela-jar tentang sumber listrik.

2. Bagi guru:

a. Meningkatkan kemampuan pro-fessional dan dapat menunjukkan bahwa guru mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran.

b. Memperbaiki mutu pembelajaran.

c. Mengembangkan pembelajaran yang menjadi tanggungjawabnya

d. Meningkatkan rasa percaya diri dalam melaksanakan pembelajaran.

3 Bagi Sekolah:

a. Sekolah dikatakan meningkat kua-litas pendidikan bagi para siswanya apabila bisa berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri guru.

b. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

c. Penelitian tindakan kelas yang dila-kukan di kelas dapat dilaksanakan dalam pengelolaan kegiatan seko-lah secara menyeluruh.

d. Meningkatnya prestasi hasil belajar siwa,sehingga sekolah menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

KAJIAN PUSTAKA

Pendekatan Ketrampilan Proses

Pengertian Pendekatan Ketrampil-an Proses menurut Subagiyo, (2002:1) menyatakan bahwa pendekatan ketrampil-an proses dalam pembelajaran IPA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran IPA itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah yang juga harus dikembangkan oleh peserta didik sebagai pengalaman yang bermakna yang menjadi bekal perkembangan diri selanjutnya.

Setiawan, dkk (1985:15-16) me-ngemukakan alasan yang melandasi perlu-nya diterapkan pendekatan ketrampilan proses dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari: a) Perkembangan ilmu penge-tahuan berlangsung semakin cepat sehing-ga tak mungkin lagi para guru mengajar-kan semua fakta dan konsep kepada siswa.; b). Para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkrit,. c). Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak benar seratus persen, penemuannya bersifat relative. d) Dalam proses belajar mengajar seyogyanya perkembangan konsep disatu pihak serta sikap dan nilai dilain pihak harus disatu artikan.

Usman dan Setiawati, (2000; 77-78) menyatakan bahwa “Salah satu pendekatan pengajaran yang mempunyai kadar CBSA tinggi dalam pengajaran IPA adalah pendekatan keterampilan proses, pendekatan ini merupakan penyempurnaan dari pendekatan factual dan pendekatan konsep. Pendekatan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang meng-arah kepada pengembangan kemampuan mental, fisik dan social yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu siswa.

Darmodjo dan Kaligis, (1992;38) menyatakan bahwa:”Pendekatan Proses (pendekatan keterampilan proses) ini senada dengan pendekatan inkuiri, karena memiliki cirri-ciri yang sama yaitu 1) ilmu pengetahuan tidak dipandang sebagai produk semata, tetapi dan utama sebagai proses; 2) anak didik dilatih untuk terampil dalam memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses adalah kegiatan belajar mengajar dengan pene-kanan pengembangan keterampilan peser-ta didik dalam memproses informasi sehingga ditemukan hal-hal yang baru dan bermanfaat baik berupa fakta, konsep, sikap dan nilai.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD

1. Pengertian Ilmu Pengetahuan

Menurut Gie (dalam Depdiknas, 2007: 16-17) Ilmu pengetahuan (science) adalah kumpulan sistematis dari pengeta-huan. Menurutnya, pendapat seperti ini merujuk pada ilmu pengetahuan sebagai suatu produk. Istilah pengetahuan yang sejak awal dipakai juga merujuk seperti ini, yaitu suatu produk. Pengetahuan sebagai produk mempunyai padanan dalam bahasa Inggris Knowledge. Pengetahuan sebagai produk mencakup konsep, symbol dan konsepsi. Disebutkan juga, selain produk ilmu pengetahuan dapat dipandang sebagai proses ilmiah dan sebagai prosedur.

2. Ruang Lingkup dan Tujuan IPA

Menurut KTSP (2006), ruang lingkup bahan kajian IPA meliputi aspek-aspek berikut:1) Makhluk hidup dan proses kehidupan. 2) Benda/materi, sifat-sifat dn kegunaannya, 3) Energi dan perubahan-nya*, 4) Bumi dan alam semesta.

Khaerudin (2007:182-183) menya-takan bahwa: tujuan IPA adalah membekali peserta didik memiliki kemampuan me-ngembangkan pengetahuan dan pema-haman konsep-konsep IPA yang berman-faat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Demonstrasi

Metode demontrasi merupakan format interaksi belajar mengajar yang sengajamempertunjukkan atau mempera-gakan tindakan, proses, atau prosedur yang dilakukan oleh guruatau orang lain kepada seluruh siswa atau sebagian siswa. (Moedjiono dan Dimyati, 1992: 73)

Menurut Sumantri dan Permana (2000:154), metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan ke-pada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber lain.

Sedangkan Roestiyah (2001:83), metode demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses.

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA

Darmodjo dan Kaligis (1992:52) mengemukkaan tentang Keterampilan-keterampilan proses dalam pendidikan IPA meliputi: a) keterampilan mengobservasi, yang meliputi kemampuan untuk dapat membedakan, menghitung, dan mengukur termasuk mengukur suhu, panjang, luas, berat dan waktu; b) Keterampilan mengklasifikasi, yang meliputi meng-golong-golongkan atas dasar aspek-aspek tertentu, serta kombinasi antara meng-golongkan dengan mengurutkan; c) Kete-rampilan menginterprestasi, termasuk menginterprestasi data, grafik, maupun mencari pola hubungan yang terdapat dalam pengolahan data; d) Keterampilan memprediksi, termasuk membuat ramalan atas kecenderungan yang terdapat dalam pengolahan data; e) Keterampilan membuat hipotesis, meliputi kemampuan berfikir deduktif dengan menggunakan konsep-konsep, teori-teori maupun hokum-hukum IPA yang telah dikenal; f) Keterampilan mengendalikan variable, yaitu upaya mengisolasi variable yang tidka diteliti sehingga adanya perbedaan pada hasil eksperimen adalah dari variable yang diteliti; g) Keterampilan merencanakan dan melakukan penelitian, eksperimen yang meliputi penetapan masalah, membuat hipotesis, menguji hipotesis; h) Keteram-pilan menyimpulkan atau inferensi, yaitu kemampuan menarik kesimpulan dari pengolahan data; i) Keterampilan mene-rapkan atau aplikasi, atau menggunakan konsep atau hasil penelitian ke dalam perikehidupan dalam masyarakat; j) Kete-rampilan mengkomunikasikan, yaitu ke-mampuan siswa untuk mengkomunikasikan pengetahuannya

METODOLOGI PENELITIAN

Subjek Penelitian

Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VI B SDN 3 Jepon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa, yaitu laki-laki sebanyak 14 siswa dan perempuan sebanyak 12 siswa.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di luar kelas VI B SDN 3 Jepon Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora dengan mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar Mendiskripsi-kan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik dari hari-hari. SDN 3 Jepon beralamatkan di Jln. Bengawan Solo Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian Pembelajar-an

Tabel 4.1. Hasil Evaluasi Pembelajaran Awal

No

Rentang Nilai

Jumlah Siswa

Prosentase %

Ket

1

75,00 – 100,00

6

24

Tuntas

2

0,00 – 74,99

20

76

Belum tuntas

Jumlah

26

100 %

Tabel 4.2 Ketuntasan Belajar Pembelajaran Siklus I

No

Rentang

Nilai

Jumlah

Siswa

Prosentase

%

Ket

1

75,00 – 100,00

15

58 %

Tuntas

2

0,00 – 74,99

11

42 %

Belum tuntas

Jumlah

26

100 %

Tabel 4.3 Hasil Evaluasi Siklus 2

No

Rentang

Nilai

Jumlah

Siswa

Prosentase %

Ket

1

75,00 – 100,00

22

85%

Tuntas

2

0,00 – 74,99

4

15 %

Belum tuntas

Jumlah

26

100 %

Tabel 4.4 Hasil Evaluasi Siklus 3

No

Rentang

Nilai

Jumlah

Siswa

Prosentase %

Ket

1

75,00 – 100,00

24

92 %

Tuntas

2

0,00 – 74,99

2

8 %

Belum Tuntas

Jumlah

26

100 %

Tabel 4.5 Prosentase Ketuntasan Belajar

No

Ketuntasan

Awal

Siklus 1

Siklus 2

Siklus 3

Juml

%

Juml

%

Juml

%

Juml

%

1

Tuntas

6

24

15

58

22

85

24

92

2

Blm Tuntas

20

76

11

42

4

15

2

8

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru senantiasa berharap apa yang akan disampaikan kepada siswa, dapat diterima dengan baik. Namun harapan tersebut tidak dapat terwujud. Tidak semua siswa bisa menguasai apa yang dipelajari. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah-masalah yang dihadapi pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan adanya masalah tersebut, sulit kiranya untuk bisa mencapai hasil maksimal. dalam waktu yang singkat hal ini perlu mengadakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas

Pemantapan Kemampuan Profe-sional Guru. Rencana pembelajaran yang tersusun mengambil kompetensi dasar tentang perpindahan dan perubahan sumber listrik. Sel surya melalui metode demontrasi, Setelah dilaksanakan suatu proses pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang dilaksanak 3 siklus hasil yang dicapai selalu mengalami peningkatan dan mencapai hasil yang maksimal

Saran

Berdasarkan pengalaman tersebut pembelajaran perlu untuk dirancang dan dilaksanakan dengan beberapa kali mengadakan penilaian ada beberapa saran yang diperhatikan, yaitu:

1. Guru sebaiknya menggunakan pende-katan yang tepat dalam pembelajaran untuk semua mata pelajaran..

2. Guru sebaiknya membiasakan meng-gunakan alat peraga yang sesuai dengan materi yang disajikan dalam pembelajaran

3. Menyusun dan melaksanakan pem-belajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut.

4. Memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif dalam belajar pada setiap waktu melaksanakan pembelajaran.

5. Mengevaluasi pada setiap langkah yang dilaksanakan, agar dapat menentukan bentuk perbaikan atau pengembangan pembelajaran.

6. Meningkatkan mutu pengelolaan pembelajaran di kelas yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga tercipta kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif, efektif, kreatif, efisien dan menyenangkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi 1998: 5. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Depdiknas. 2007. Bahan Ajar Pembelajaran IPA SD. Konsorsium PJJ SI PGSD. Depdiknas. Jakarta.

Depdikbud, (1994:6). Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP Kelas VI SD.

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Khaerudin, 2007, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Konsep dan Implementasi di Madrasah. Jawa Tengah. Madrasah Development Center (MDC).

Sutrisno, Leo dkk., Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Depdikmas, Jakarta, 2007.

Suyoso (1998:23), Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta: IKIP.

Usman, Moh. Uzer dan Setiawan, Lilis (1993:5), Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1993.